Thursday, April 30, 2009

Solusi Berhenti Merokok



Saat ini sudah dipasarkan oleh perusahaan farmasi PT Pfizer Indonesia, semacam tablet sebagai Nicotine Replacement Therapy ( NRT ). Dengan minum tablet CHAMPIX ( varenicline tartrate ) seorang perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok.

Tablet ini tidak dianjurkan untuk usia dibawah 18 tahun.
Tablet diminum sebelum / setelah makan dengan segelas air.
Setelah minum tablet ini dapat timbul gejala yang tidak dinginkan seperti: mual, selera makan bertambah, sukar tidur ( insomnia ),ngantuk, sakit kepala, pusing, rasa lelah dan rasa tidak nyaman pada Lambung.

Cara pemakaian yang dianjurkan:
1. Tentukan tanggal berhenti merokok.
2. Tablet CHAMPIX mulai diminum 1-2 minggu sebelum tanggal berhenti merokok.
3. CHAMPIX diminum dengan segelas air, sebelum atau sesudah makan.
4. CHAMPIX diminum selama 12 minggu.

Kemasan tablet CHAMPIX terdiri dari 0,5 mg dan 1 mg / tablet.

Dosis pemakaian :
Hari 1-3: tablet 0,5 mg, 1 x / hari.
Hari ke 4 – 7: tablet 0,5 mg, 2 x / hari.
Hari ke 8 – 14: tablet 1 mg, 2 x /hari.
Awal minggu ke 3 – akhir minggu ke 12: tablet 1 mg, 2 x / hari.

Keinginan berhenti merokok harus timbul dari dalam diri sendiri.
Sering kali upaya ini gagal, karena faktor lingkungan hidup ( teman , pergaulan ).
Bila tidak berhasil maka cara diatas dapat dilakukan dengan tekad yang maksimal dan jangan terpengaruh dengan lingkungan yang masih ada asap rokok.


Vaksinasi HPV cegah Kanker Leher Rahim



Lesi Pra kanker Leher rahim

Rahim hanya ada pada Wanita sehingga kaum Pria tidak menderita Kanker ini.
Pada Wanita, Kanker yang paling sering terdapat adalah Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim. Pada Pria Kanker Paru-paru dan Kanker Prostat yang sering terdapat.

29 April 2009 saya , isteri dan 4 orang Teman Sejawat dokter lain menghadiri suatu RTD ( Round Table Discission ) suatu presentasi dengan Topik seperti pada posting saya kali ini. Seorang Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan dari RSU Gunung Jati Cirebon membawakan presentasi ini. 

Sampai saat ini ada sejenis Kanker yang dapat dicegah dengan suatu pemberian vaksin yaitu Kanker Leher Rahim yang disebabkan oleh virus yaitu HPV ( Human Papilloma Virus ). Pada Kanker jenis lain tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi sayuran / buah-buhan yang mengandung suatu antioksidant untuk meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya Brokoli yang mengandung Sulforafen , buah Tomat yang mengandung Lycophene dll yang dipercaya dapat mencegah tumbuhnya sel-sel Kanker ( Payudara, Prostat dll ).

Kanker Leher Rahim adalah tubuhnya sel-sel tidak normal pada Leher Rahim. Perubahan menjadi sel Kanker memakan wakatu 10 – 15 tahun.
Kanker Leher Rahim umumnya terjadi pada rentang usia 30 – 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif wanita sehingga akan menyebabkan gangguan kwalitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual.

Penyebab Kanker Leher Rahim antara lain: 
1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda ( hasil penelitian para ahli menyatakan bahwa wanita yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar dari pada waniyta yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun ).
2. Berganti-ganti pasangan seksual ( resiko terkena Kanker Leher rahim menjadi 10 kali lipat pada Wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Disamping itu Virus Herpes Simpleks tipe 2 dapat menjadi faktor pendamping ).
3. Merokok ( Wanita perokok mempunyai resiko 2 kali lebih besar dibanding dengan wanita yang tidak merokok. Nikotin akan menurunkan daya tahan Leher Rahim dan juga merupakan Ko-karsinogen infeksi Virus ) ).
4. Defisiensi zat Gizi ( kekurangan Asam Folat dapat meningkatkan resiko terjadinya Displasia ringan dan sedang, setta mungkin juga meningkatkan resiko te3rjadinya Kanker Leher Rahim pada wanita yang makananannya rendah Beta Karoten dan Retinol / vitamin A yang banyak terdapat pada Wortel.
5. Trauma menahun pada Leher rahim akibat Persalinan/melahirkan, Infeksi dan Iritasi menahun

Pada presentasi tsb dibicarakan produk dari perusahaan GlaxoSmithKline, Vaksin Cervarix, yang dapat mencegah Human Papilloma Virus tipe 16 dan 18, Recombinant, ASO4 adjuvanted. Dengan adanya komponen ASO4 ini maka kekebalan yang dibentuk oleh tubuh dapat berlangsung lama sampai 6 tahun.

Berbeda denga Cervarix, maka Vaksin Gardasil, produk dari perusahaan Merck & Co., Inc., merupakan vaksin rekombinan untuk mencegah virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 . Jadi dapat mencegah lebih banyak tipe Virus HPV. Harga vaksin Gardasil 2 kali lebih mahal dari pada Cervarix.

Vaksin HPV ini diberikan dengan cara disuntikkan ke dalam otot lengan atas.

Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 3 kali suntikan dalam bulan ke 0, 1 dan 6.
Sampai saat ini pada penelitian vaksin Cervarix pemberian vaksin tsb tidak membutuhkan booster ( vaksinasi ulangan ) karena dengan adanya komponen ASO4.

Vaksin ini diberikan kepada Remaja putri dan Wanita dewasa.

Efek samping yang paling sering menganggu adalah rasa nyeri pada tempat suntikan.

Vaksin ini tidak berpengaruh terhadap wanita yang mengikuti KB dengan minum Pil atau suntik KB yang mengandung hormon Estrogen dan Progesteron..

Sebaiknya vaksin ini tidak diberikan bila wanita ini sedang Hamil atau menyusui. Penelitian terhadap keadaan ini belum dilakukan.

Kesimpulan:
Dengan memperhatikan faktor-faktor penyebab Kanker Leher Rahim dan pemberian vaksinasi HPV, maka penyakit Kanker Leher Rahim yang mematikan ini dapat dicegah.





Sunday, April 26, 2009

Insomnia


Orang mesti menjaga keseimbangan antara bekerja dan istirahat ( tidur ).
7-8 jam ( 1/3 dari 24 jam ) diperluan untuk tidur. Jadi bila kita umur 60 tahun, maka kita sudah menggunakan waktu sebanyak 20 tahun untuk tidur. Cukup banyak waktu itu.

Orang yang kurang tidur maka badannya tidak Fit. Ibarat Handphone yang low batere yang sebentar lagi matot ( mati total ). Jadi orang mesti tidur yang cukup kalau ingin badannya tetap Fit.

Untuk dapat tidur tentu ada syaratnya yang antara lain:
1. Sehat ( orang sakit sering sukar tidur )
2. Perut terisi cukup makanan ( perut lapar sukar tidur )
3. Sekitarnya tidak berisik ( sebelah toko kaset, bioskop dll )
4. Udara kamar cukup nyaman, tidak terlalu panas / dingin.
5. Tidak minum Kopi atau obat-obat yang merangsang Susunan Syaraf Pusat
6. Tidak sedang Stres berat ( kematian anggota keluarga dekat, bertengkar dengan suami/isteri, atasan/bawahan, tetangga/teman dll )
7. Kadar hormon Melatonin yang cukup ( pada usia diatas 60 tahun produksi hormon yang dihasilkan kelenjar Pineal / dibawah otak besar, akan menurun sehingga terjadi gangguan tidur / insomnia ). Pada usia diatas 60 tahun minum 1 tablet Melatonin 3 mg ( sudah banyak dijual di apotik ) sebelum tidur akan memperbaiki jam biologisnya sehingga tidur akan terjadi seperti usia sebelumnya.

Adanya salah satu dari keadaan diatas, orang akan mengalami sukar tidur ( Insomnia ) seperti kasus pasien saya dibawah ini.

2 hari yang lalu seorang wanita datang dari Jakarta ke Cirebon, Ny. M, 45 tahun, janda sejak 10 tahun yang lalu, punya seorang putri 15 tahun, tinggal di Jakarta, mengeluh ketika tinggal di Jakarta sukar tidur. Kalau berada di kota Cirebon, bermalam di rumah kakaknya, ganguan tidur tidak muncul. Enak makan enak tidur. Ny. M berkisah ada Darah Tinggi dan sudah berobat pada seorang Dokter dengan obat-obat yang diminum secara teratur. Saat datang berobat kepada saya Tekanan darah: 130/80 mmHg, tidak terlalu tinggi lagi.

Perceraian dengan sang suami 10 tahun yang lalu masih teringat. Ny. M kesal dengan suaminya yang dianggap tidak mempunyai hati kepada isteri dan putrinya. Rumah kontrakannya di Jakarta yang saat ini ditemnpati juga kurang baik ventilasinya. Tetangga sebelah memasang AC dimana alat out door mengarah ke kamarnya sehingga semburan udara panas selalu mengenai dinding kamarnya. Hidup selama bertahun-tahun dengan kondisi yang banyak Stres dan udara yang cukup panas menyebabkan Ny. M sering tidak dapat tidur ( insomnia ).

Keadaan Insomnia yang saya temui ada 2 tipe yaitu:
1. sukar tertidur sampai larut malam, dini hari baru tertidur.
2. mudah tertidur, malam hari terbangun ( ingin b.a.k. ) setelah itu tidak dapat tidur lagi sampai pagi.

Pengobatan Insomnia yang paling baik adalah membuang penyebabnya.
Mengkonsumsi obat tidur ( dengan resep dokter ) akan menyebabkan kebiasaan yang berkepanjangan. Minum obat ini kalau diperlukan saja. Bila orang dalam keadaan sehat maka tidur sebenarnya mudah dan bahkan dapat bermimpi yang indah.

Sebenarnya ada gangguan tidur yang lain seperti: berjalan ketika tidur ( Somnambulism ), gangguan tidur akibat gangguan pssikologis yang dapat disembuhkan oleh dokter ahli jiwa, ( Narcolepsi ), tidur dengan waktu yang lebih lama dari pada normal ( Hypersomnia ), nafas berhenti ketika tidur ( Apnoe ), namun tidak dibahas dalam artikel ini.


91


Hari Jumat 24 April 2009 saya mengunjungi Panti Wreda. Tak lama kemudian turun hujan besar, sehingga udara kota Cirebon menjadi lebih sejuk dan tidak menyengat seperti biasanya. Setelah semua warga Panti mendapat pemeriksaan kesehatan, saya mendatang Oma TK, usianya saat ini 91 tahun.

Kesehatan Oma TK sejak 2 minggu terakhir menurun dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Oma ini menderita: pembesaran Jantung ( Cardiomegalia ), pendengaran yang sudah banyak menurun ( Tuli ), Katarak pada kedua matanya sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berat badan yang tahun lalu 44 Kg, saat ini banyak menurun sampai menjadi 36 kg, kurus.

Tahun yang lalu setelah mendapat persetujuan dari Pengurus Panti, saya merujuk Oma TK ke salah seorang Dokter Ahli Mata untuk dilakukan pemeriksaan menjelang Operasi Katarak. Ketika akan diantar meuju tempat Dr. Mata, mendadak Oma TK mengeluh sesak bafas, sehingga rencana semula dibatalkan. Mungkin ia merasa Stres, ketika mendengar matanya mau dioperasi, padahal ybs sendiri setuju untuk dioperasi.

Setiap saya memeriksa kesehatannya di Ruang periksa, Oma TK sering mengeluh hidupnya susah karena matanya tidak berfungsi. Nampaknya Oma TK hidup di dalam kegelapan dan kesunyian akibat pemdengarannya yang sudah jauh berkurang.

Kini Oma TK sering dikunjungi oleh anak-anaknya dan familinya. Ketika kesehatannya masih cukup baik, jarang sekali ada kunjungan dari mereka. Keadaan ini banyak membantu perasaan hati Oma TK. Saya juga setuju demikian. Numpung masih hidup berikanlah yang terbaik bagi Ibunya. Kalau sidah meninggal, membuat makam yang bagus juga tidak ada artinya sebab orang yang sudah mati tidak tahu apa-apa lagi.

Sering kali saya merenung, ada orang yang bertumur panjang dengan kondisi fisik yang cukup baik dan ada orang yang berumur panjang tetapi bertahun-tahun berbaring di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya. Jangankan untuk melayani orang lain, melayani diri sendiri saja sudah tidak mampu dan banyak ditolong oleh orang lain. Lalu apa gunanya berumur panjang? Mungkin lebih baik cepat dipanggil Tuhan saja, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu rencana Tuhan bagi kehidupan tiap-tiap orang. Hanya Tuhan saja yang mengetahinya.

Saya sendiri belum tentu mempunyai umur sepanjang umur Oma TK. Kalau diberi umur panjang, saya berharap agar kesehatan tetap baik dan tidak menderita penyakit menahun. Amin.



Tuesday, April 21, 2009

Mengikuti PKB






Tanggal 17 – 19 April saya dan isteri meghadiri suatu kegiatan PKB ( Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ) VIII 2009 di Hotel Horison, Bandung. Di Hotel ini juga kami bermalam. Selama itu pula saya tidak dapat melakukan Posting ke Blog saya. Di Lobby Hotel tersedia Komputer dengan akses Internet gratis selama 24 jam. Fasilitas ini tidak saya sia-siakan untuk mencek Inbox saya di gmail.com atau sekedar browsing ke detik.com atau kompas.com untuk membaca berita-berita nasional.

Setiap tahun bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNPAD / RS Hasan Sadikin mengadakan acara PKB. Peserta PKB dapat menerima Ilmu Kedokteran yang baru yang tidak didapat ketika masih kuliah sekian tahun yang lalu. Peserta yang rajin mengikuti PKB sampai acara mendapat sebuah Sertifikat dengan 12 SKP ( Satuan Kredit Profesi ) yang harus memenuhi persyaratan sebanyak 250 SKP yang berguna untuk mendapatkan STR ( Surat Tanda Registrasi ) di Konsil Kedokteran Indonesia Jakarta untuk mendapatkan SIP ( Surat Ijin Praktek ) Dokter yang berlaku setiap 5 tahun. 

Menjadi Dokter praktek juga kami harus menambah ilmu pengetahuan setiap saat agar pengetahuan kami tetap mengikuti jaman sesuai dengan kompetensinya masing-masing dokter ( dokter umum dan dokter spesialis ). Tanpa SIP para dokter tidak diperkenankan buka praktek alias dapur tidak ngebul. Jadi harap maklum bila selama beberapa hari para dokter tidak dapat buka praktek karena harus ke luar kota untuk mengikuti berbagai macam Seminar atau Symposium di kota-kota Bandung, Jakarta atau kota lainnya di seluruh Indonesia. Acara-acara seperti itu biasanya dilakukan oleh IDI ( Ikatan Dokter Indonesia ) Kota / Kabupaten setempat. 

Ada pasien saya yang berkomentar “Mau menolong orang sakit juga tidak mudah ya, Dok. Harus ikut seminar, ikut workshop/pelatihan dalam topik-topik tertentu dll”. Ya begitulah prosedurnya agar para dokter dapat buka praktek sesuai dengan UU Kedokteran no. 29 tahun 2004 yang sudah diberlakukan dan juga ada sangsinya bagi yang tidak memenuhi segala persyaratan. Beda dengan prakteknya Ponari yang tanpa susah payah sekolah dokter, ikut seminar dll dapat punya pasien  banyak . Omset sehari begitu banyak, tetapi  semua ada batasnya. Belum setahun prakteknya sudah ditutup. Sedangkan bagi dokter prakteknya berlangsung dalam jangka panjang bertahun-tahun selama mereka masih mampu melayani pasien dan selama  semua persyaratan terpenuhi maka selama itu pula mereka  dapat buka praktek agar dapurnya tetap ngebul.

Acara yang ketat dan padat mengharuskan para peserta hadir dalam ruangan yang tersedia. Untuk dapat mengikuti Undian Door Price maka tingkat persentase kehadiran sangat menentukan boleh tidaknya ikut Undian ini. Hadiah Door Price ini sangat menggiurkan yaitu ( setiap peserta pasti menginginkannya ): Hadiah I: Laptop Mini HP 10,2” Mini Black 1001TU, Hadiah II Handphoner Blackberry Curve New Red, Hadiah III Handphone Blackberry Curve 8310, Hadiah IV HP Nokia E63 dan Hadiah V HP Nokia 5310 Express Music.

Meskipun kami penuh harap untuk mendapat Undian yang menggiurkan ini, tetapi kami masih belum beruntung mendapatkan 1 hadiahpun. Ya namanya juga Undian. Bisa dapat dan biasa tidak dapat. Saya sudah sangat mengharapkan mendapat Blackberry atau E63 yang masih baru dan isteri saya sangat berharap mendapat Laptop Mini HP 10.2”. Bila ingin mewujudkan keinginan kami, kami harus merogoh kocek untuk memiliki barang-barang tsb.

Jumlah peserta PKB ini mencapai 1.007 orang Dokter ( jatah perlengkapan mengikuti PKB, tas dll terbatas untuk 800 peserta saja ). Penyelnggarakan PKB kali ini saya anggap sangat sukses.

Ada banyak Topik Ilmu Kedokteran yang dipresentasikan oleh para Senior Dokter Ahli Penyakit Dalam dan para Guru Besar ( Profesor ) yang tidak pernah didapat ketika masih kuliah sekian tahun yang lalu. Acara Diskusi setelah presentasi juga sangat menarik meskipun waktu yang tersedia hanya sekitar 5 - 10 menit saja.

Dalam Acra penutupan juga di presentasikan Paduan Suara dan Band dari para Resident ( calon Dokter Ahli Penyakit Dalam yang sedang mengikuti study ). 4 buah lagu sempat dipresentasikan dan mendapat aplaus sangat meriah dari para peserta PKB. Hebat ya, Dokter juga bisa nyanyi dan juga punya Band.

Tanggal 19 April pukul 20.10 kami tiba kembali di kota Cirebon dengan selamat. Cape juga setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam Bandung – Cirebon. 

Home sweet home.



Thursday, April 16, 2009

Demam


Suhu tubuh manusia berkisar antara 36,8 – 37,2 derajat Celsius.
Peningkatan suhu tubuh menunjukkan adanya infeksi Bakteri atau Virus dalam tubuh kita.

Sebenarnya Demam, merupakan reaksi tubuh yang bagus untuk melawan Bakteri atau Virus. Pada usia anak-anak, gejala Demam sering ditakuti oleh para Ibu karena pada demam sering terjadi Stuip / kejang. Kejang sangat berbahaya pada usia anak yang dapat menyebabkan kematian kalau tidak segera ditolong. Oleh karena itu bila anaknya Demam, Ibu sering panik, khawatir anaknya Stuip.

Pada anak yang normal jarang timbul Stuip. Pada anak dengan ambang demam yang rendahpun dapat menyebabkan Stuip. Jadi mesti berhati-hati terhadap anak yang demikian yaitu Kejang akibat demam ( Febris convulsi ).

Vaksinasi dasar yang diberikan pada Bayi pada usia 1 tahun pertama yaitu BCG ( thd TBC ), DPT1,2,3 ( thd. Difteri, Pertusis, Teratanus ), polio 1,2,3 ( thd Polio ) dan Campak ( atau Tampek, Morbili ). Hanya vaksinasi DPT yang menimbulkan Demam, Sifat Demam: tidak tinggi, hanya berlangsung beberapa jam atau 1 hari saja. Jadi tidak mengkhawatirkan.. Sirop pereda demam dapat diberikan bila diperlukan.

Pemberian vaksinasi tidak menjamin 100% aman dari serangan penyakitnya, tetapi kalaupun terserang maka penyakitnya bersifat ringan dan tidak membahayakan.

Anak-anak sering terjangkit penyakit Campak sebelum usisa 8 bulan, dimana saat ini diberikan vaksinasi Campak. Rupanya kadar zat kekebalan yang didapat dari Ibunya sudah menurun atau kegansan ( virulensi ) virus Campak yang meninggi sehingga Bayi terserang Campak sebelum mendapat vaksinasinya.

Penyakit dengan gejala Demam pada anak-anak dapat disebabkan oleh: Campak, Flu berat, Radang Paru-paru, DBD ( Demam Berdarah Dengue ), Radang Saluran Kencing, Tipes perut, Malaria. Yang paling sering pada usia Bayi adalah o.k. Campak.

Gejala Campak berupa: Flu like syndrome ( mirip penyakit Flu, batuk, pilek, demam ), Demam 4 hari, Skin rash Morbili form. Radang mata merah ( Conjunctivitis acuta ).

***

2 hari yang lalu Pak Andi ( bukan nama sebenarnya ) datang memeriksakan putrinya Siti ( bukan nama sebenarnya ), 4 bulan.
Keluhannya: demam sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksan fisik: semua dalam batas normal, kecuali terdapat demam.

Saya memberikan resep berupa Puyer turun panas dan sirop Antibiotika. Selain mengobati, saya juga memberikan penjelasan tentang penyakit-penyakit yang memberikan gejala demam, termasuk Campak.

Demam pada penyakit Camapk biasanya berlangsung 4 hari. Setelah timbul Skin rash Morbili form ( bintik2 merah di kulit ), demam akan segera turrun. Jadi dalam menghadapai Bayi dengan gejala Demam yang dalam waktu 2 hari belum turun, maka kita mesti ingat akan penyakit Campak dan perlu evaluasi 2 hari lagi ( total 4 hari ). Bila setelah itu keluar bintk-bintik merah maka itu adalah penyakit Campak dan demam akan segera turun.

1 hari yang lalu Pak Andi, melaporkan bahwa demam putrinya belum reda. Meskipun sudah diberi penjelasan tentang demam, rupanya Pak Andi masih panik. Sepertinya ia tidak percaya kepada saya karena demam putrinya belum reda dalam 2 hari. Lho saya kan sudah bilang mungkin ini penyakit Campak dengan demam selama 4 hari. Oleh karena baru 2 haru, ya tunggu 2 hari lagi.

Sirop Antibiotika sudah diberikan untuk mengatasi Bakteri penyebab penyakit yang lain. Virus penyebab penyakit Campak sendiri tidak akan mati dibunuh oleh Antibiotika manapun. Jadi pemberian antibiotika ditujukan untuk mengatasi infeksi sekunder oleh Bakteri yang mungkin terjadi.

Penyakit Virus bersifat self limiting disease, penyakit yang dapat sembuh sendiri bila daya tahan tubuh bagus.

Pesan moralnya:
1. Menghadapi gejala Demam, orang tua tidak perlu panik berlebihan.
2. Secepatnya memeriksakan diri kepada Dokter terdekat.
3. Perlu kesabaran terhadap pola penyakit dengan gejala Demam.
4. Penyakit yang disebabkan oleh Virus, bersifat Self limiting disease, jadi daya tahan tubuh perlu ditingkatkan ( gizi yang baik, cukup istirahat, vitamin ).



Wednesday, April 15, 2009

Pengemis


Wow...ada pengemis keren. Pakai handsfree, jam tangan dll

Kalau penampilan pengemis seperti ini, siapa yang mau kasih sedekah?

****

Kemarin pagi ketika saya membeli Buah-buahan di sebuah pasar tradisionil, saya dihampiri oleh seorang pengemis wanita. Ketika terjadi tawar menawar harga sesisir Pisang, pengemis itu menyodorkan tangan meminta sedekah dari saya. Bila sedang melakukan suatu pekerjaan ( tawar menawar, sedang makan di warung makan dll ) kemudian datang pengemis yang nyelonong seenaknya tanpa basa-basi, rasa dongkol timbul. Apakah tidak bisa menunggu saya selesai, lalu meminta dengan rendah hati?

Rasanya sukar dilakukan. Maklum level pendidikan mereka juga rendah.
Saya merogoh saku celana saya. Ada sebuah koin Rp. 200,-, hanya satu koin yang tersisa. Saya berikan koin itu kepada sang pengemis. Ia bukannya berterima kasih atas pemberian itu, tetapi ia merengek meminta uang lagi.

Habislah kesabaran saya. Saya kerjain dia “Kalau tidak mau, sini kembalikan koin itu.” ( dalam bahasa daerah Cirebon ). Sang pengemis itu terkejut dan balik kanan meninggalkan saya.

Penjual Pisang berkata “Biasa Pak. Pengemis-pengemis itu selalu minta uang lebih banyak. Mereka sudah keterlaluan.”

Beberapa tahun yang lalu ketika kami sekeluarga makan disebuah Rumah Makan di sebelah sebuah Mall, datang seorang bocah laki mengemis. Saya beri sebuah koin Rp. 500,- Dia menerima koin itu dan melihat berapa harganya. Ketika ia mengetahui bahwa koin itu Rp. 500,- an dia langsung melemparkannya. Saya naik pitam, lalu berteriak “Hei, sini.”

Bocah itu melarikan diri, mengindar kejaran saya. Astaga.....sudah diberi uang, bukan berterima kasih tetapi ia tidak menghargai sebuah pemberian. Berapapun pemberian itu kalau dikumpulkan dalam sehari pasti ia mendapat sejumlah uang yang lumayan besarnya hanya dengan menyodorkan tangan mengemis, tanpa bekerja keras. Dia toh tidak mau menerimanya. Maunya diberi uang yang besar. Lalu siapa yang akan memberi uang besar kepada seorang pengemis? Huh…

Mental pengemis saat ini sudah salah kaprah.

Ikutilah kisah lain yang jauh lebih wah.

Ketika Pak Harto masih menjadi Presiden R.I. suatu pagi datanglah seorang perempuan tua ke tempat praktek saya. Dia teriak-teriak meminta sedekah. ( minta sedekah dengan cara berteriak saja sudah salah besar ).

Saya keluar ingin mengetahui siapakah yang teriak teriak pada pagi hari itu?
Ternyata dia adalah seorang pengemis wanita tua dengan pakaian yang lusuh.
Saya menyodorkan sebuah koin Rp. 500,- ( biasanya cukup dengan Rp. 100,- para pengemis sudah berterima kasih ).

Perempuan tua itu menerima koin itu dan ketika mengetahui koin itu Rp. 500,- ia segera melemparkannya ke hadapan saya dan ia berteriak “Dasar antek-antek Suharto.” 
Lalu ia berteriak-teriak yang tidak jelas artinya.

Saya malas meladeninya. Sudah diberi uang, lalu marah-marah. Lagi pula apa hubungannya saya dengan Pak Harto? Nama Presiden kok dibawa-bawa ketika mengemis.

Saya segera menutup Ruang Tunggu dan membatin “Jangan-jangan dia Orgil, orang gila ” Huh....pagi yang menyebalkan. Siapa sih yang mau dijuluki antek-antek Suharto. Saya jadi Mentri bukan! Jadi Pejabat juga bukan! Diberi uang kok jadi marah-marah, lalu maunya apa??

Sesaat kemudian saya mendengar dia teriak-teriak di tengah jalan raya dan tertawa cekikikan. Ah….dugaan saya benar, ternyata ia Orgil.

Berurusan dengan orang gila tidak ada menangnya. Vonis Hakim di Pengadilan-pun tidak membawa dia ke Penjara tetapi ke Rumah Sakit Jiwa. Sebenarnya dia orang sakit ( sakit jiwa ) yang perlu dikasihani dan diberi pengobatan, tetapi siapa yang peduli?

***

Saat ini ada banyak pengemis, lebih-lebih pada masa resesi seperti ini.
Di. P. Bali saya tidak pernah bertemu dengan pengemis, baik di tempat-tempat umum maupun tempat pariwisata.

2 kali kunjungan saya ke P. Bali pada tahun 1979 dalam rangka Bulan Madu dan tahun 2005 ketika Piknik bersama teman-teman SMA, saya tidak bertemu dengan pengemis.

Memang ada banyak anak-anak / dewasa yang mendekati kami, tapi bukan untuk mengemis tetapi untuk menawarkan barang dagangannya yang berupa kerajinan tangan, foto-foto pemandangan Bali dll. Mereka berkata “Buy me, Sir”, maksudnya belilah dagangan saya, Tuan.

Jadi mereka ingin memberikan sesuatu kepada para pengunjung dan ingin mendapatkan sesuatu ( uang ) dari kita.

Sedangkan para pengemis disini, hanya ingin mendapatkan sesuatu ( uang ) tanpa mau memberikan sesuatu.

Mengapa di P. Bali tidak ada pengemis? Kita dapat bertanya kepada Pande Baik, teman Bloger saya yang orang Bali asli yang saat ini berdomisili di kota Denpasar bersama keluarganya.

Tuesday, April 14, 2009

Nama



Siapa nama saya? 
Basuki Pramana / Basuki Prahmana / Basuki Permana?

Ini bukan sebuah Kuis!
===

Seorang Pujangga Inggris, William Shakespeare pernah bertanya “What is a name?”, apalah artinya sebuah nama.

Bagi kita, nama itu sangat penting. Sebaiknya jangan merubah-rubah nama kita!
Mengapa? Bisa berabe! Sebagai ilustrasi:

1. Salah nama, maka transfer uang via Bank bisa gagal. Petugas Bank akan mengembalikan uang kepada si pengirim karena salah nama si penerima uang. Sia-sia kita menunggu datangnya uang akibat kegagalan transfer karena nama yang dituju tidak sama dengan aplikasi pengiriman uang.

2. Salah menyebut nama pasien yang datang berobat, maka akan sulit mencari file Medical Record. Saya sering kali menghadapi pasien yang datang berobat tetapi File Medical Record-nya tidak ditemukan di Laptop saya.

Pasien Ibu Siti Aminah ( bukan nama sebenarnya ) tadi pagi datang untuk kontrol penyakitnya. Seminggu yang lalu Ibu ini berkunjung ke Jakarta dan berobat pada Dokter Ahli Penyakit Dalam untuk keluhan Jantungnya. Salah membaca nama pada Label obat yang dibeli di salah satu Apotik di Jakarta. Disitu tercantum namanya: Titi Aminah.

Setelah pasien pergi dari Ruang periksa, saya menelusuri nama pasien saya itu dalam Buku Bantu sebelum dilakukan Data entry catatan pasien tsb ke dalam Laptop. Ibu tsb ngotot bahwa bulan yang lalu ia pernah datang berobat kepada saya. Saya membuka catatan pasien bulan Maret. Tidak ada nama Siti Aminah. Yang ada nama Sarti Aminah. Agar tidak kacau, maka nama pasien saya edit dengan nama yang benar yaitu Siti Aminah. Nambah kerjaan lagi.

Nah…. pada satu orang dipakai 3 nama untuk berobat kepada 2 Dokter ( saya dan Dokter di Jakarta ). Ketika ditanya oleh saya, Keponakannya menjawab dengan nama Sarti Aminah. Ketika ditanya oleh petugas di Jakarta, Keponakannya yang lain menjawab dengan nama Tuti Aminah, padahal orangnya sama yaitu bernama: Siti Aminah.

3. Nama saya juga sering berubah-rubah, padahal orangnya tetap sama. Pada Label alamat sebuah Majalah yang dikirim setiap 3 bulan sekali dari salah satu Perusahaan Obat, nama saya tercantum: Basuki Prahmana. Pada Label Majalah yang lain tercantum: Basuki Permana. Meskipun namanya berbeda tetapi Petugas Pos yang sering mengantar surat atau kiriman lain ke rumah kami, sudah maklum. Biar salah nama, tetap masuk ke Kotak surat di pagar rumah kami. Saya kirim email kepada Redaksi Majalah-majalah tsb untuk meminta agar nama saya di-edit dengan nama yang benar sebab kalau tidak, maka saya harus buat Nasi Kuning untuk selamatan ganti nama. He..he..Dalam bilangan jam, pada sore hari saya menerima Reply dari Redaksi, permohonan maaf dan akan mengedit nama saya untuk pengiriman 3 bulan berikutnya. Terima kasih Bapak/Ibu Redaksi.

Sebagai akhir artikel ini, saya ingin mengusulkan kepada Netter yang kebetulan berkunjung ke Blog saya ini, bila punya anak, jangan memberi nama sembarangan, asal nama saja. Mengapa?

Coba bayangkan kalau kelak ia besar dan jadi seorang Dokter atau profesi lainnya.
Ketika ditanya “Siapa nama anda?”

“Nama saya Dokter Boncel.” Sang Dokter mungkin sekali tidak PD dengan nama itu dan merasa malu. Mau ganti nama bingung, karena itu adalah nama pemberian orang tuanya yang harus diterima.

Nama kok Boncel, seperti nama sejenis Ikan di sungai. Mungkin ketika Ibunya melahirkan, Bapaknya sedang mancing di sungai dan mendapat ikan Boncel. 
Lebih etis bila diberi nama Bambang atau Herman atau lainnya yang lebih keren.
Janganlah cuek dengan “What is a name?”, but please “Give him/her a nice name!”

Seorang wanita bernama Sartiyem dari sebuah Desa, ketika tiba di Jakarta merubah nama panggilannya dengan Susi. Nama Susi lebih keren dan lebih PD. Cocok dengan situasi kota besar. Ketika pulang mudik, ia pakai nama aslinya yang Sartiyem, sebab bila mengaku namanya Susi, orang-orang di Desa-nya tidak ada yang mengenal nama Susi. Ah kayak Bunglon aja, disini Sartiyem dan disana Susi. Nah lho…….




Monday, April 13, 2009

Pelayanan



Foto atas: Dr. Basuki Pramana & iteri, Dr. Hernita Basuki,ketika mengikuti suatu Seminar Kedokteran di Bandung tahun 2006.
Foto bawah: Foto bersama dengan sebagian warga Panti.
===

Suatu hari saya kedatangan pasien Pak. L, 60 tahun, sebaya dengan saya. Pak L adalah pasien lama, se-Gereja dengan saya dan kami sudah kenal satu sana lain.

Keluhan Pak L. batuk, pilek dan ingin cek tekanan darah. Semua dalam batas normal. Pak L hanya menderita Flu.

Ketika saya menulis resep, Pak L bertanya “Dok, boleh saya bertanya?”

“Boleh, silahkan Pak” saya menjawab.

Pak L melanjutkan “Kalau saya perhatikan Dokter setiap minggu memeriksa kesehatan para warga Panti Wreda Kasih milik Gereja. Saya ingin tahu mengapa Dokter mau melakukannya dan dapat honor berapa? Maaf saya bertanya sekedar ingin tahu saja. Dokter jangan marah ya ”

Saya menjawab dengan santai “Ah…engga apa-apa Pak. Bukan rahasia kok. Kalau ditanya mengapa? Jawaban yang pasti saya juga tidak tahu, tapi saya ingin bekerja di ladang Tuhan. Itu saja.”

Pak L mendesak lagi “Lalu apa lagi, Dok?”

Saya bingung juga menjawabnya, lalu disambung lagi “Usia saya yang sudah berkepala 6, semua sudah saya lakukan dan saya ingin hidup bahagia dengan menjalankan suatu syarat.”

Pak L heran dan bertanya lagi “Apa syarat itu, Dok. Saya ingin tahu, karena saya juga ingin hidup bahagia. He..he…”

Saya melanjutkan “Ingin Bahagia? Untuk sehari, pergilah mancing. Untuk sebulan, menikahlah. Untuk setahun, warisilah harta dan untuk selamanya tolonglah orang lain. “

Pak L berkomentar “ O…menolong orang lain. Jadi itu alasan pokoknya: melayani dengan bekerja diladang Tuhan?

Saya menjawab “Betul sekali, Anda sudah menangkap maksud saya.”

Pak L bertanya lagi dengan bersemangat “Berapa honor yang Dokter terima setiap bulan?”

Saya mengerti akhirnya UUD ( Ujung Ujungnya Duit ). Hampir semua hal di dunia saat ini akhirnya UUD juga.

Ditanya begitu saya lalu menjawab apa adanya “Saya tidak mendapat bayaran dari Pengurus Panti atau Gereja, selain transportasi antar dan jemput ke Panti dengan mobil Gereja setiap hari Jam’at. Itupun kalau diantara 3 mobil Gereja ada yang dapat mengantar saya. Kalau ada yang meninggal dunia atau ada tugas pelawatan ke rumah-rumah anggota Jemaat Gereja, semua mobil sibuk dan saya naik kendaraan sendiri pergi ke Panti”.

Pak L berkomentar :”Tidak dapat honor, Dok? Kok Dokter mau?”

Saya menjawab “Pak L, bekerja di ladang Tuhan jangan mengharap dapat uang. Badan tetap sehat saja sudah merupakan honor yang terbesar bagi saya. Saya kan masih dapat cari nafkah dari buka praktek setiap hari kerja. Tuhan selalu memberkati kami, jumlah yang kami dapatkan tidak menjadi soal”

Pak L berkomentar “Luar biasa. Dokter sudah menjadi saluran berkat Tuhan bagi orang-orang lain.”

Saya menjawab dengan satu kata saja “Amin.”

Pak L bertanya lagi ketika hendak meninggalkan ruang periksa “Berapa Dok yang harus saya bayar?”

Saya menjawab “Tidak usah Pak L. Uangnya untuk beli obat di Apotik saja.” Saya tahu kondisi sosial ekonomi Pak L.

Pak L tersenyum “ Terima kasih Dok. Tuhan memberkati. Hari ini saya mendapat satu pengalaman yang bagus sekali.”

Saya tidak tahu Pak L gembira karena digratiskan atau memang tulus dari dalam hatinya. Semoga kedua-duanaya benar. Amin.





Sunday, April 12, 2009

N A T O


NATO, No Action Talk Only. Banyak omong, tapi tidak berbuat apa-apa. Judul artikel kali ini agak unik.
 
Pagi ini saya terbangun pada pukul 04.00 untuk b.a.k. Setting jam biologis saya tidak seperti biasanya. Saya biasa terbangun pukul 05.00. Alarm dalam tubuh saya berbunyi lebih cepat. Setelah b.a.k. saya tidak dapat tidur kembali. Pikiran saya terusik akan sikap keluarga yang memanggil saya karena Ibu mereka dalam keadaan kritis tetapi ending cerita seperti judul artikel kali ini.

Tanggl 11 April pukul 09.00 saya kedatangan sebuah keluarga ( anak dan cucu ) naik mobil, minta dengan sangat agar saya dapat menengok Ibunya yang sakit.

Saat itu mobil Gereja kami sudah menunggu saya untuk mengantar saya ke Panti Wreda Kasih yang rutin saya lakukan. O.k. saya diantar mobil ini mengunjungi rumah mereka yang berjarak hanya 200 meter dari tempat praktek pagi saya.

Ketika tiba di rumah mereka saya melihat, sesosok tubuh wanita, usia 80 tahun berada dalam sebuah kamar tidur berAC, kamar yang berukuran 3 kali 4 meter itu yang cukup nyaman. Ny. H. ini dalam keadaan tidak berdaya, terdengar suara pernafasan yang tampaknya ada banyak lendir dalam saluran pernafasan yang perlu segera disedot agar udara pernafasan dapat keluar-masuk ke dalam paru-parunya.

Reflex pupil ( anak mata ) sudah lemah, kontak dengan pasien tidak ada, Pasien dalam keadaan Sopor, suatu keadaan menjelang Koma. Tekanan darah 110/80 mmHg, denyut Jantung teratur, tetapi Paru-paru mengalami banyak gangguan akibat banyak lendir di dalam saluran nafasnya.

Saya segera memberitahukan bahwa Ibu mereka dalam keadaan kritis dan perlu mendapat pertolongan secepatnya dengan mengirim ke Rumah Sakit. Para anak dan cucu mengatakan ingin berunding dulu. 

Baik, tapi berunding jangan lama-lama. Segera saya membuat Surat Rujukan ke sebuah Rumah Sakit terdekat.

Saya segera meluncur ke Panti Wreda Kasih untuk memeriksa kesehatan para warga Panti. Pukul 12.00 saya sudah kembali ke rumah dan segera menikmati makan siang kami. Pukul 12.15 keluarga ( anak dan cucu ) Ibu H datang ke rumah kami dan minta tolong untuk melihat Ibu mereka di rumahnya yang katanya sudah tidak bernafas.

Saya bilang saya sedang makan siang. Tunggu dulu. Saya akan ikut mobil mereka.
Ketika santap siang sudah selesai dan saya siap pergi ke rumah meraka, di depan rumah kami, mobil mereka sudah tidak ada. Saya dibiarkan pergi ke rumah mereka, tanpa mereka jemput. Sepertnya mereka hanya ingin menerima ( pertolongan saya ) tetapi tidak mau memberi ( tumpangan bagi saya ). Keluarga ini emang tidak tahu etika dalam pergaulan, padahal mereka ingin meminta bantuan saya.

Semula saya akan balik kanan masuk ke rumah kami kembali, tetapi sudah kepalang tanggung. Mau menolong orang jangan tanggung-tangung. Segera saya pinjam mobil kantor isteri saya untuk pergi ke rumah mereka.

Astaga sejak pukul 09.00 mereka akan berunding tetapi tidak ada tindakan apa-apa terhadap Ibunya yang sakit berat. Benar-benar NATO.
Mereka sepertinya tidak mau bertindak apa-apa lagi terhadap Ibunya. Ibunya memerlukan bantuan para anak-anak dan cucunya tetapi mereka membiarkan Ibunya pergi ke rumah Bapa sendirian. Alasan ingin berunding dahulu sebelum membawanya ke Rumah Sakit hanyalah basa-basi saja. 

Saya pikir Surat Rujukan yang saya buat dengan susah payah akan mendapat respon, ternyata tidak. Lalu mengapa menanggil saya? Saya kan bukan Malaikat yang dapat berbuat lebih baik. Sebagai tenaga kesehatan kalau menghadapi pasien yang kritis wajib merujuk ke fasilitas yang lebih baik ( misalnya Rumah Sakit ) dari pada dibiarkan di rumah.

Sikap keluarga mereka acuh tak acuh terhadap Ibu mereka yang terbukti dari:
mereka tidak mendampingi saya ketika saya datang memeriksa tubuh Ibunya ( saya dibiarkan sendirian berdua dengan tubuh Ibu mereka. Ini saja sudah aneh. ) dan ketika saya datang untuk kedua kalinya, ketika saya memeriksa apakah sudah meninggal atau belum.

Yang lazim adalah keluarga pasien selalu mendampingi saya atau melihat tindakan apa yang saya lakukan bagi keluarga mereka yang sakit sampai perlu memanggil dokter datang ke rumah mereka.

Ny. H sudah meninggal dunia. Saya membuat sehelai Surat Keterangan Kematian, yang akan dibutuhkan untuk proses pemakaman, kremasi atau membuat Akte Kematian di Kantor Catatan Sipil.

Tugas saya sudah selesai ketika meninggal rumah mereka, tetapi rasa janggal dalam hati saya masih belum selesai. Mengapa mereka bertindak Nato terhadap Ibu mereka. Mereka lahir dari rahim Ibunya, tetapi kenapa mereka membiarkan Ibunya begitu saja menjelang kepergiannya tanpa ada usaha yang maksimal? Ini yang tidak habis pikir sampai saya terbangun dini hari untuk segera menulis artikel ini. Aneh tapi nyata.



Saturday, April 11, 2009

Sahabat karib


Ada sebuah kisah “ PASIR DAN BATU.”

Kisah ini menceritakan tentang 2 sahabat yang berjalan melintasi Gurun Pasir.

Saat berjalannya waktu, mereka mulai bertengkar dan yang satu menamnpar pipi sahabatnya.

Yang ditampar hatinya terluka, tetapi tanpa berkata sepatah katapun dia kemudian menulis di Pasir: “HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPAR WAJAHKU.’

Mereka meneruskan perjalannnya sampai menemukan sebuah Oasis, dimana mereka memutuskan untuk beristirahat dan mandi.

Orang yang wajahnya ditampar, terjebak di Pasir penghisap dan tenggelam; tetapi sahabatnya berhasil menyelamatkannya.

Setelah pulih keadaannya, dia mengukir kalimat disebuah batu: “HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKAN HIDUPKU.’

Orang yang telah menampar sahabatnya dan kemudian menolongnya, bertanya: “Setelah aku menampar kamu menulis di Pasir dan sekarang kamu menulis di Batu, kenapa begitu?”

Sahabat yang ditanya menjawab: “Ketika seseorang menyakiti, kita harus menuliskannya di Pasir sehingga Angin bisa memaafkan kita dengan meniupnya lenyap tidak berbekas. Tapi saat orang melakukan kebaikan untuk kita, kita harus mengukirnya di Batu supaya tidak ada satu Angin pun yang sanggup menghapuskan ingatan indah itu.”

BELAJARLAH UNTUK MENULISKAN KEPEDIHANNU DI PASIR DAN MENGUKIR PENGALAMAN BAIKMU DI BATU CADAS.

Orang bijak berkata:

Memerlukan waktu satu menit untuk bisa menemukan seseorang yang spesial.

Satu jam untuk bisa menghargainya

Satu hari untuk bisa menyukai dan mengasihi.

Dan dibutuhkan waktu seumur hidup untuk bisa melupakannya.



Friday, April 10, 2009

Lubang Bawah


10 April 2009, Jum’at, Hari Paskah.

Kami akan mengikuti Kebaktian Paskah di Gereja kami pada pukul 09.30. 
Pagi ini saya kedatangan 2 pasien yang mempunyai keluhan pada Lubang Bawah.

Beberapa hari yang lalu saya posting artikel “Manfaat Lubang.”
Pada manusia ada Pintu masuk ( mulut, lubang hidung, lubang telinga ) dan Pintu keluar ( lubang kencing dan anus ). Semua Pintu mesti dipelihara dengan baik agar kesehatan tetap prima.

Kasus Pertama:
Pukul 07.30 datanglah pasien Joko ( bukan nama sebenarnya ), 8 tahun untuk kontrol.
Kemarin malam pukul 20.00 Joko diantar ayahnya ( seorang Caleg dari suatu Parpol ) dan Ibunya. Keluhan Joko sudah 4 jam tidak bisa b.a.k. Siang hari Joko dengan bersepeda ikut ayahnya ke TPS pada Pemilu Legislatif 2009. Di tengah jalan ban sepeda Joko melindas sebuah batu. Sepeda dan Joko terjatuh. Joko mengeluh nyeri pada daerah bokong, alat vital dan anusnya. Setelah itu Joko tidak dapat b.a.k.. Joko diantar ayahnya ke tempat praktek saya.

Saya memeriksa fisik Joko. Semua normal, kecuali di daerah Kandung kencing terdapat cairan ( urine ) yang banyak sampai setinggi Pusar Joko. Kalau diukur mungkin sekitar 2 liter.

Saya berkata kepada ayah Joko, bahwa Kandung Kencing Joko harus segera dikosongkan sebab sudah sangat penuh. Saya menawarkan 2 Plan:

Plan A: segera bawa Joko ke UGD di RS mana saja untuk dipasag Kateter melalui lubang kencing untuk mengeluarkan Urine. Seperti biasa Ortu selalu menolak dengan berbagai alasan. Ayah Joko bertanya adakah cara lain? Saya jawab ada. Apakah itu?

Plan B: setiba dirumah bawah pusar Joko harus di kompres dingin ( es batu ) selama beberapa menit. Rasa dingin akan menimbulkan relfex ingin b.a.k.

1 jam kemudian Ayah Joko menelepon saya dan melaporkan bahwa Joko sudah dapat b.a.k. Caranya? Plan B saya dimodifikasi oleh Ayahnya yaitu dengan menyiram perut bagian bawah dan alat vital dengan air mandi dengan alat shower ( penyemprot air mandi ). Sesaat kemudian Joko dapat b.a.k. sampai kosong. Kalau tahu caranya, kayaknya mudah mengeluarkan urine itu. Saya bersyukur kalau Joko sudah dapat b.a.k. meskipun malam-malam disiram air dingin.

Kesokan harinya, tadi pagi Joko diantar Ayah dan Ibunya datang untuk kontrole. Kandung kencing Joko kosong dan tidak terasa nyeri lagi. Saya memberikan resep obat, anti peradangan ( anti inflamasi ) dan pereda kekakuan otot ( muscle relaxant ) agar otot-otot klep saluran kencing Joko tidak kaku / tegang yang terjadi akibat benturan daerah bokong ketika Joko kemarin terjatuh dari sepedanya. Otot yang kaku akan menjepit urethra ( saluran kencing ) sehingga tidak dapat b.a.k.
 

Kasus kedua:
Ini lebih gawat lagi. Pukul 08.00 datanglah seorang Ibu, Aminah ( bukan nama sebenarnya ) dan suaminya, Pak Muhidin ( bukan nama sebenarnya ). Ibu Aminah mnta pertolongan saya. Pak Muhidin ketika naik motor ojeknya membonceng isterinya . Di suatu perempatan di daerah Selatan Kota Cirebon terjadi tabrakan antara motor Muhidin dengan motor lain. Muhidin yang Tukang Ojek dan isterinya ini terjatuh. Daerah bokong dan alat vitalnya terbentur aspal jalan. Dari lubang kencing ( urethra ) Muhidin keluar darah segar. Muhidin dapat b.a.k. dan terasa nyeri. Trauma pada daerah lubang bawah tampaknya cukup kuat sehingga menimbulkan luka pada saluran kencing dan luka lecet diameter 2 Cm pada daerah sekitar Anus Muhidin.

Saya memberikan resep obat berupa Kapsul Anti biotika untuk mencegah infeksi, Tablet anti nyeri dan Tablet anti peradangan. Saya anjurkan agar Muhidin dalam 2 hari tidak naik Motor Ojeg dahulu dan bila obat habis datang untuk kontrol lagi. Ketika pulang ternyata Isterinya dapat mengendarai sepeda motor. Mungkin sekali suami isteri ini sama-sama Tukang Ojeg.

Sepulang pasien –pasien saya meninggalkan tempat praktek, saya merenung: lubang yang kecil diameternya kalau terganggu dapat menimbulkan penderitaan besar. Sayang sampai saat ini belum ada Helm pelindung Lubang bawah ini.

Penyakit Buatan Sendiri


Dari pengamatan saya sejak tahun 1980 buka praktek umum, saya menemukan ada banyak penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi tetapi terjadi juga dan pasien mengidap penyakit yang dibikin sendiri.

Penyakit buatan sendiri artinya sudah tahu tetapi dikerjakan juga sehingga menimbulkan penyakit, sekitar 13 penyakit. Suatu jumlah yang cukup banyak terjadi dan bisa bertambah lagi kalau ditambah dengan penggunaan Obat Narkoba dan Jarum suntik yang dipakai berramai-ramai.

Setelah saya hitung, saya terkejut juga karena jumlahnya cukup banyak, seperti di bawah ini:

**
1. Alergi. 
Yaitu tidak tahan terhadap sesuatu sehingga menimbulkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan.
Alergi disebabkan oleh Alergen ( penyebab alergi ). Alergen dapat berupa: obat-obatan, kosmetik, cat rambut dll.
Misalnya sudah tahu kalau ia makan obat yang mengandung Antalgin ( obat pereda demam dan sakit ) badannya akan gatal-gatal, toh di minum juga karena malam hari ia demam dan beli obat di warung tetangga. Ia tidak tahu tablet itu mengandung Antalgin

2. Badan tidak Fit.
Gejalanya ngantuk, badan lemes, pikiran tidak konsentrasi, tidak gairah kerja, mirip Handphone yang Low batere.
Penyebab yang terbanyak karena tidur larut malam sehingga kurang tidur. Tidur seharusnya 30 % dari 24 jam setiap hari atau perlu tidur 8 jam/24 jam tidak terpenuhi, misalnya karena: melihat siaran TV ( sepak bola, film dari TV kabel dll ). Padahal besok pagi mereka harus tetap bekerja atau mencari nafkah. Bagaiman mau kerja kalau Low batere yang sebentar lagi Matot ( mati total )?

3. Darah Tinggi ( Hipertensi ).
Penyakit ini memang ada faktor keturunan ( genetik ), dari sononya ( orang tua, kakek, nenek ) sudah ada bakat, tetapi hal ini dapat makin parah dengan pola makan yang tidak sehat, seperti:
Makan makanan berlemak. Ada pasien saya yang setiap Lunch di Kantin Kantornya, lauknya kalau bukan sate Kambing, ya Gulai kambing. Begitu selama 5 tahun. Kadar Koletserolnya tinggi sekali dan ini dapat menyebabkan tekanan darah yang meninggi dan sukar turun hanya dengan minum obat kalau pola makannya tidak dirubah.
Bisa juga senang makan yang terlalu asin yang mengandung garam Dapur ( Na Cl ) yang senang megikat air ( H2O ) sehingga volume cairan tubuh mennggi dan perlu tekanan darah yang meninggi juga .

4. Gangguan Penglihatan.
Terjadi terutama pada karyawan/wati yang bekerja sebagai Operator ( Komputer ( Kasir, Sekretaris, Programer dll ) selama berjam-jam atau pada jam kerja sepanjang hari tanpa ada waktu istirahat bagi matanya.
Hal ini dapat dicegah dengan:
Istirahat dengan melihat benda yang jauh ( keluar jendela ruangan ), setelah 1 jam bekerja atau pindah tempat beberapa menit ( ke Toilet, ambil minuman dll ).
Pasang Screen di depam layar Monitor Komputer agar paparan sinar Monitor menjadi redup dan bagus untuk penglihatan atau atur kekontrasan layar Monitor.

5. Gigi Berlubang ( Caries dentis ).
Terjadi terutama pada anak-anak yang masih mempunyai Gigi Susu ( yang tidak punya akar ) dan akan lepas sekitar usia 7 tahun dan diganti dengan Gigi Tetap. Caries dentis ini terjadi karena:
Tidak gosok gigi setelah makan sehingga sisa makanan melekat pada permukaan email gigi.
Kebiasaan makan yang manis-manis yang banyak mengandung Glukose ( permen, dodol dll ) dan tidak secepatnya kumur-kumur atau gosok gigi.
Caries dentis menyebabkan gigi berwarna hitam dan dapat menurunkan penampilan diri.

6. Hipoglikemi ( kadar gula darah turun ).
Hal ini sering terjadi pada pasien Kencing manis ( Diabetes mellitus ).
Pasien ingin cepat sembuh sehingga, ia tetap minum tablet anti diabet tetapi makan pagi sedikit atau tidak makan. Efek obat ini akan menurunkan kadar Glukose darah dengan cepat kalau pasien tidak makan seperti biasanya. Pasien akan mengeluh: badan lemes, gemetar, pusing, sesemutan dan sebentar lagi akan pingsan ( koma diabetikum ), kalau tidak segera minum air gula atau sirop manis untuk segera menaikkan kadar Glukose darahnya. Hal ini pernah saya jumpai pada pasien yang memanggil saya via telepon ( yang pernah saya posting di Blog ini ). Kami bersyukur pasien tsb dapat tertolong dalam waktu beberapa menit setelah minum air teh manis 2 gelas.

7. Kanker Paru.
Frekwensi penyakit Kanker Paru, Bronchitisk hronis dan TBC paru lebih banyak terdapat pada heavy smoker ( perokok berat, lebi dari 20 batang/hari).
Meskipun sudah tahu dan sudah dilarang untuk merokok toh tetap dilakukan juga. Merokok sejak umur muda dapat diharapkan 15 tahun kemudian akan menderita penyakit tsb. Banyak Pro dan Kontra masalah Merokok ini.
“Serba serbi Merokok” sudah saya poosting di Blog ini.

8. PHS ( Penyakit akibat Hubungan Seksual. ).
Sanggama dengan wanita PSK tanpa Kondom dapat menularkan PHS. 
90% diakibatkan oleh G.O. ( Gonorrhoea ), Kencing nanah, penyakit Agogo ( yang pernah saya posting di Blog ini ). Sudah tahu kalau dilakukan ada resikonya, tetapi toh dilakukan juga dan ada yang merupakan hobi. Wah…repot nih. Bolak balik kena G.O. Penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Kalau berobat sembuh dan dilakukan lagi, kena lagi, dst. Penyakitnya dibuat sendiri.

9. Sakit Maag ( Gastritis, Dispepsi ).
Kebiasaan pola makan yang tidak teratur. Seharusnya dalam sehari 3 makan ( pukul 6, 12, 6 ) dan 2 kali Snak ( pukul 10 dan 15 ). Terlambat makan ( kalau makan siang dilakukan pada pukul 15.30, ini makan siang atau makan malam ?). Kejadian seperti ini pernah saya posting dalam Blog ini.
Makan makanan yang terlalu pedas, terlalu asam juga membuat lambung tidak nyaman sehingga timbul Gastritis ( maag ) atau Dispepsi.
Juga mengkonsumsi obat-obat anti nyeri sendi yang diminum waktu perut kosong sering menyebabkan gangguan Lambung. Sebaiknya diminum sesudah makan.
Penyakit Maag ini mudah sembuh tetapi mudah kambuh lagi, karena penyakitnya dibuat sendiri.

10. Penyakit Jamur Kulit ( Dermatomycosis ).
Penyakit ini biasa terjadi pada daerah kulit tubuh yang lembab atau basah, seperti di Lipat Paha, di bawah Payu dara, di Ketiak, dan di sela-sela jari Kaki.
Penyakit in timbul karena memakai pakaian yang ketat ( blue jean dll ) , CD yang terbuat bukan dari bahan katun yang mudah menyerap keringat dan Sepatu yang ketat, tidak berventilasi.
Kulit yang lembab mengakibatkan Jamur Kulit mudah berkembang di permukaan Kulit tadi.
Memakai Celana panjang yang agak longgar, CD dari Katun dan kaus kai yang diganti setiap hari akan lebih baik untuk mencegah penyakit ini. Kalau di rumah memakai Celana pendek, Sarung dan Sandal lebih baik lagi.

11. Resistensi ( kekebalan ) terhadap Antibiotika.
Dapat terjadi akibat minum obat yang diresepkan Dokter tidak dibeli semua atau dibeli setengah resep sehingga penyakit hanya sembuh setengahnya saja. Minggu depan penyakit Ipesnya timbul lagi karena bakteri sudah berkembang biak lagi dan pasien sering menyalahkan Dokter, padahal penyakitnya dibuat sendiri.
Hal ini terjadi biasanya karena:
Ketidaktahuan pasien, atau
Tidak cukup uang untuk beli obat ( meskipun sudah dibuatkan resep obat generik sekalipun ).

12. Sakit Pinggang ( Lumbago ).
Sakit pinggang ini terjadi sering kali karena Posisi duduk yang salah atau seenaknya berjam-jam.
Yang benar Posisi duduk adalah membentuk sudit 90 derajat antara Jok dan Sandaran kursi. Pilihlah Kursi yang ergonomis, sedemikan rupa sehingga posisi duduk 90 derajat.
Setiap jam bangunlah dari duduk sekedar untuk melemaskan otot-otot penyangga tubuh ( musculus erector trunci ) dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.

13. Sembelit ( susah b.a.b. ).
Keadaan ini sering terjadi bila tidak mengkonsumsi Sayuran dan Buah-buahan dengan cukup setiap hari dengan alasan tidak suka. Kalau tidak suka buatlah Sayur dan Buah semuanya diblender dan disedot sebelum makan.
Peranan Ibu sangat penting! Bagi kebiasaan b.a.b. putra/i-nya. Biasakanlah mereka mengkonsumsi Sayur dan Buah setiap hari.

Masukan cairan setiap hari minimal 2 liter/ hari perlu dilakukan, sebab ini untuk mengganti cairan tubuh yang keluar dari tubuh kita setiap harinya 1,5 liter melalui Uirne dan 0,5 liter merupakan uap air yang dikeluarkan oleh sistim pernafasan kita.

Bagi para Atlit dan pekerja lapangan jumlah 2 liter ini dapat bertambah banyak tergantung dari aktifitas masing-masing setiap harinya.



Thursday, April 09, 2009

Jasmani dan Rohani



Harta kekayaan terbesar dari hidup manusia adalah ‘KESEHATAN.”

Manfaat dari Keseimbangan Jasani dan Rohani melampaui semua langkah-langkah pemeliharaan kesehatan lainnya. Kondisi Rohani mempunyai pengaruh yang teramat besar terhadap timbulnya dan berkembangnya penyakit. Terutama penyakit khronis seperti: Kanker, Jantung Koroner, Tekanan Darah Tinggi dan Diabetes.

1. Hati penuh kasih sayang, kepada sesama dan masyarakat.

2. Berhati dermawan dengan kepedulian sosial yang tinggi.

3. Bermoral lurus dan jujur.

4. Hindarilah sifat tamak dan selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperoleh.

5. Berbakti kepada Orang tua.

6. Jujur dalam takaran pas.

7. Beramal tanpa suatu ikatan, makin banyak beramal, makin baik.

8. Tanpa pamrih, tidak mengharapakan imbalan atas amal yang diberikan.

( “Gaya Hidup Sehat Usia Pertegahan dan Lanjut “ – Prof. Hung Zhao Guang )



Wednesday, April 08, 2009

Tidak suka sayur



Saya perhatikan isteri saya setiap pagi memetik sayuran yang kami tanam di kebun di halaman depan rumah. Kami menanam tanaman Cabe Rawit, Kemangi, Kangkung darat, Ginseng Jawa, Daun Dewa, dan beberapa pot tanaman hias.

Untuk teman sarapan pagi, isteri saya gemar mengolah masakan seperti Kuah tahu atau Mie Rebus yang diberi Daun Ginseng Jawa dan potongan Tomat. Kadang kalau tidak sempat masak, kami sering sarapan Nasi Putih hangat ditemani Abon Ikan / Ayam / Sapi di tambah beberapa tangkai Daun Kemangi dan ditaburi Bawang goreng yang dapat dibeli siap saji dalam kemasan bungkusan plastik. Rasanya? Cukup nyam nyam juga. Setiap makan kami selalu melahap sayuran, dengan demikian proses b.a.b kami selalu lancar. Kami jarang mengeluh sembelit. Jangan lupa tiap hari makan Pisang sebagai sumber Kalium untuk mempertahankan tonus otot agar tetap baik dan kerja Jantung tetap normal.

Siang hari kami sering membuat minuman dari buah-buahan yang diblender, bukan di Juice. Blenderan buah-buahan masih mengandung serat nabati yang merangsang gerakan peristaltik usus sehingga isi usus lebih mudah ke ujung usus besar dan mempermudah proses b.a.b. Buah-buhan yang dibuat Juice, hanya cairan yang di minum sedangkan ampasnya selalu dibuang, padahal ampas yang mengandung serat nabati ini juga penting. Jadi sebaiknya jangan dibuang tetapi dikonsumsi saja yaitu dengan cara di blender.

Pasien anak yang datang berobat sering mengeluh b.a.b hanya tiap 2 atau 3 hari saja ( seharusnya tiap hari ) dan perut serring terasa tidak nyaman.

Kalau ditanya apakah tiap hari makan Sayur dan Buah. Jawab mereka tidak suka sayur. Jadi penyakit Sembelitnya dibuat sendiri.

Kalau anak tidak suka sayur, yang salah siapa?
Tentu Ibunya, yang tidak mendidik anak-anaknya sehingga mereka menyukai sayur dan buah-buahan.

“Susah, Dok. Kalau makan sayurannya disingkirkan ke tepi piring dan tidak dimakan.” jawab Ibu pasien.

Rasanya mulai anak Balita sampai usia Dewasa wajib makan Sayur dan Buah, seperti yang diajarkan dalam Ilmu Kesehatan di sekolah SMP dan SMU dan dikenal dengan istilah “Empat Sehat Lima Sempurna” ( Karbo hidrat, Protein, Lemak, Sayur dan Buah serta Susu ). Sayuran dan Buah-buahan juga mengandung serat nabati dan vitamin-vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

“Jadi bagaimana, Dok” Ibu pasien bertanya.

Saya menjawab “Ya sudah kalau tidak mau, kita akalin saja. Caranya semua Sayur dan Buah diblender dan sebelum makan nasi, minum Blenderan ini dengan sebuah sedotan plastik. Sebaiknya minum Blenderan Buah dan Sayur sebelum makan agar enzym yang dikandungnya dapat bekerja lebih baik. Ibu dapat pilih Sayuran yang bervariasi seperti: Caisim, Bayam, Brokoli dll ditambah buah Tomat, Nenas, Wortel, Pepaya, Pisang dll. Setiap kali kombinasi beberapa jenis Buah dan Sayuran.”

“O..gitu ya, Dok. Baik nanti saya coba.” Ibu pasien menjawab.

“Iya betul, coba dulu selama 2-3 hari dan perhatikan apa yang akan terjadi” begitu kata saya menirukan ucapan Bapak Mario Teguh dalam setiap acara “Golden Way” yang ditayangkan setiap hari Minggu pukul 19.05 – 20.00.

----

Kalau dilanjutkan ceritanya, maka ada banyak khasiat dari Buah-buahan, dan Sayuran, misalnya:
Brokoli mengandung Sulforafen yang dapat menangkal Kanker Payudara dan Prostat.
Tomat mengandung anti oksidan dan Leukofen yang berkhasiat sebagai anti kanker. 
Asparagus juga mengandung anti oksidant dan dapat menangkal Kanker Kelenjar Getah bening, Kandung Kencing, paru-paru, Kulit, Batu Ginjal. ( “The Element of Materia Medica” edisi 1854, University of Pennsylvania ).-





Tuesday, April 07, 2009

Keyakinan


Kalau kemarin saya posting ke Blog saya sebuah artikel tentang Kataatan ( obedience ), maka kali ini saya menulis artikel tentang Keyakinan ( confidence ).

Keyakinan yang dikerjakan dengan benar, pada akhirnya akan menjadi kenyataan. 

Alkisah ada sepasang suami-isteri.
Sang suami bekerja di suatu kantor dan sang isteri sebagai ibu rumah tangga.
Setiap hari, suami mengambil kerja lembur agar dapat menabung untuk dapat mempunyai rumah sendiri. Suami selalu pulang sore menjelang malam hari.

Sang isteri tidak percaya, kalau suaminya kerja lembur, meskipun suami sudah memberikan uang dan slip gajian yang tercantum lemburnya setiap bulan.

Sang isteri sering marah-marah kepada suaminya, karena pulang kerja selalu sudah malam. Yang lebih parah lagi, sang isteri menuduh suaminya mempunyai wanita lain. Ia berbuat demikian kepada suaminya selama 2 tahun.

Sang suami yang berbuat benarpun masih tidak dipercayai oleh isterinya. Selama 2 tahun ia selalu mengalah dan tidak bertindak apa-apa. Saya toh tidak berbuat seperti apa yang diyakininya, pikir sang suami.

Makin lama sang suami, habis kesabarannya mendengar semua tuduhan isterinya. Isterinya yang paranoid ( rasa curiga yang abnormal ) kepada suaminya selam 2 tahun. Akhirnya sang suami berpikir “Saya berbuat baik dan benarpun, tidak dipercaya isteri saya. Lebih baik saya berbuat seperti apa yang dituduhkan kepada saya. Toh sama saja hasilnya. Setiap hari ia selalu memarahi saya.

Sang suami mulai berkenalan dengan wanita yang mau dikencani. Beberapa bulan kemudian sang suami menikah dengan wanita itu..

Sang isteri jatuh pingsan mendengar berita suaminya kawin lagi.

Pesan moralnya:
Keyakinan yang dikerjakan dengan baik, suatu saat akan terjadi.



Monday, April 06, 2009

Gaptek



Pagi ini ketika saya sedang praktek pagi, saya menerima panggilan via HP dari isteri saya yang sedang ada di dalam Ruangan Rapat di Kantornya.

Sdr. H. yang biasa sebagai operator Laptop Kantor sedang cuti. 
Isteri saya berusaha membuka isi sebuah CD. Ketika sebuah CD yang berisi data Hasil Pelatihan Teman Sejawat Dokter A. di Jakarta tidak dapat dibuka meskipun CD sudah tersimpan di CD-drive Laptop.

Semula saya heran sebab di Kantor itu ada 3 orang Dokter, isteri saya, Dokter A dan Dokter B. Dokter A dan Dokter B sudah study S2 ( MKes, Master Kesehatan ), kok tidak ada seorangpun yang dapat operasikan Laptop sekedar untuk membaca data di CD tsb. Isteri saya juga sudah pernah diberitahu cara buka CD dan saat itu mungkin lupa caranya. Ketika kuliah semester I semua student S2 sudah lulus materi Ilmu Komputer, jadi mestinya mereka dapat membuka data CD dengan mudah. Mengapa harus panggil Konsultan lagi?

Saya segera menutup tempat praktek dan segera meluncur ke Kantor isteri saya.
Ketika saya memasuki Ruang Rapat, semua mata dari 25 Staf dan 3 Dokter tertuju kepada saya. Wah.. serba kikuk nih. Kalau saya gagal membuka data yang dimaksud, betapa malunya saya, tapi mosok sih saya tidak bisa? Wong tugas ini sudah makanan sehari-hari saya.

Laptop sudah terhubung dengan Projektor, tetapi di Screen belum tampak tampilan yang sama dengan tampilan di Laptop ( masih searching terus ).

Maaf dibawah ini bukan untuk mengajari Netter yang berkunjung ke Blog saya ini. Ini sekedar sharing aja.

Saya berkata “Bapak dan Ibu semua, selamat pagi. Mari kita mulai Lesson one. 
Untuk menampilkan tampilan seperti di Laptop pada Screen, kita harus menekan bersamaan Tombol Fn dan F7 dari Laptop. 

Setelah Scren berhasil menampilkan gambaran Laptop, saya melanjutkan dan berkata:

Untuk menampilan isi CD, kita mesti Klik icon My Computer.” 
Sambil berkata saya lakukan apa yang saya katakan ( learning by doing ).

Setelah terlihat tampilan isi Hardisk C, Harddisk D dan CD My Disk ( E ).

Saya berkata “ Kita Klik My Disk (E ), maka akan tampak, isi dari CD ini.
Kolom di sebelah Kiri menampilan Folder-folder dari ( E ) dan kolom sebelah Kanan menampilan nama-nama file dengan judul yang panjang. Nama-nama file yang panjang ini terpotong pada tampilan Thumbnail. 

Untuk melihat nama file yang akan kita cari, kita Klik Menu View ( ada diatas tampilan monitor Laptop sebelah Kiri atas ) kemudian pilih/klik List, lalu tampak nama-nama file selengkapnya di kolom Kanan. 

Untuk menayangkan File yang mau kita buka maka kita Klik 2 kali file tsb yang ada di sebelah Kanan.

Kalau file dibuat dengan Power Point maka program Power Point akan terbuka dan menampilkan nama file tsb dan beberapa ( bisa puluhan Slide ) slide Power Point.

Kalau file dibuat dengan Word akan tampak Icon dengan huruf W, kalau Excel akan tampak Icon dengan huruf  X, kalau Power Point akan tampak Icon merah dengan gambar lingkaran ( sambil saya menggerak-gerakkan Kursor ke Icon-icon yang dimaksud ).

Untuk menayangkan slide Power Point dalam ukuran penuh ( Full screan ), tekanlah tombol F5 ( dari Laptop ), maka akan tampak slide dalam ukuran penuh di Screen.

Untuk menampilkan slide berikutnya tekan tombol PgDn ( Page Down ).

Untuk menampilkan slide sebelumnya tekan tombol PgUp ( Page Up ).

Untuk kembali ke Menu sebelumnya, tekan tombol Esc ( Escape ).

Untuk menutup program Power Point, Klik tanda silang merah di lokasi Kanan atas tampilan di Laptop.

Untuk mematikan Laptop, Klik Menu Start kemudian Klik Shutdown."

Beberapa orang yang hadir meminta agar Sdr. M. mempraktekkan ilmu yang baru saja saya ajarkan.

Saya persilahkan Sdr. M jang akan menjadi operator Laptop berikutnya ( kalau Sdr. H tidak ada di tempat ). Langkah demi langkah dapat dikerjaan dengan baik. Kalau ada kesalahan segera saya koreksi. Dalam sekejap Sdr H. dapat membuka File CD tadi mulai dari awal membooting Laptop. 

Sebenarnya tidak sukar menjadi Operator Laptop / Komputer, asal ada kemauan untuk belajar dan otak masih segar.
Yang sukar kalau ingin menjadi Programer dan untuk ini ada sekolah khusus selama bertahun-tahun yang tidak sempat saya ikuti. Biarlah saya jadi Operator ( supir ) saja dan teman-teman saya jadi Programer seperti Sdr. A.P. di Sleman, Yogyakarta.

Setelah dirasa cukup dan tidak ada yang menjawab pertanyaan saya “Any question, Ada pertanyaan?”, saya mohon pamit dan terdengarlah ucapan “Terima kasih Dok” beramai-ramai. Isteri saya sambil menepuk pundak saya, berkata “ Xie-xie” ( thank you ).

Bagi saya tugas itu bukan merupakan masalah besar, tetapi bagi peserta Rapat di Kantor isteri saya, itu merupakan bantuan yang berharga sebab tanpa itu Rapat pagi tadi tidak dapat dilaksanakan. Tidak ada salahnya berbuat kebaikan bukan?

Selesailah tugas saya menjadi Konsultan gratisan. He..he..
Pagi itu saya mendapat satu pengalaman hidup lagi. Hati saya plong ketika sudah berada di dalam Panther saya menuju tempat paktek kembali.



Manfaat Lubang





Kali ini saya akan  menulis apa ya?

Ada yang terlintas dalam benak saya, suatu kisah yang unik seperti di bawah ini:

Siang ini ketika saya hendak menutup pintu pagar rumah kami, saya melihat kain seorang penumnpang wanita yang turun dari sebuah Angkot ( minibus angkutan kota ) tersangkut pintu Angkot sehingga ia hampir terjatuh. Ibu tadi keluar dari sebuah pintu atau sebuah lubang yang ada di Angkot itu. Ibu ini marah-marah kepada supir Angkot yang cuek dan tancap gas setelah penumpangnya turun.

Saya teringat akan sesuatu yang unik dalam dunia kita ini yaitu sesuai dengan judul posting saya kali ini.

Kalau tidak ada Lubang maka hidup kita jadi susah. Benar kita akan susah.
Adakah buktinya?
Ingin bukti? Saya punya bukti yang otentik.

Mari kita urut satu demi satu.

Dari mana kita semua lahir ke dunia ini?
Dari sebuah Lubang ( maaf bukan Prorno, ini fakta yang ada dan tidak ada maksud untuk membicarakan Pornografi ).

Setelah lahir, bayi bernafas. Melalui apa ia bernafas? Melalui Lubang hidung.

Bagaimana kita dapat mempertahankan hidup kita?
Kita harus makan dan minum.
Melalui apa makanan dan minuman itu masuk ke dalam tubuh kita? Melalui Mulut alias sebuah Lubang.

Seorang Bayi dapat minum susu dari botol susu. Air susu dapat masuk ke perut bayi melalui apa? Melalui Lubang Dot pada botol susu dan air susu masuk melalui Lubang mulut agar dapat masuk ke Lambung bayi.

Pada saatnya kita semua akan b.a.k dan b.a.b. Melalui apa semuanya keluar dari tubuh kita ? Melalui Lubang khusus. Ada Lubang masuk dan ada Lubang keluar.

Agar tidak kedinginan dan kepanasan kita memakai pakaian ( baju dan celana ). Agar pakaian tetap melekat pada tubuh kita, dipergunakan kancing-kancing. Melalui apa kancing-kancing itu dapat berfungsi? Melalui Lubang kancing.

Ketika kita hendak bepergian naik mobil / motor, kita harus menghidupkan ( men-stater ) mesin kendaraan kita. Kunci mobil/motor dimasukkan kemana? Ke Lubang kunci, bukan?

Bila kita hendak pergi bekerja, semua pintu harus ditutup dan dikunci.
Anak kunci dimasukkan ke mana? Ke Lubang kunci.

Ketika kita hendak bekerja dengan Komputer. Komputer butuh aliran listrik yang mengalir melalui Lubang listrik yang berada di dinding tembok.

Mau belanja kita perlu uang yang dapat diambil dari tabungan kita yang tersimpan di Bank. Bank sudah mempermudah kita dalam pengambilan uang agar kita tidak usah lama antri di Loket. Kartu ATM kita masukkan kemana? Ke Lubang mesin ATM . Dari mana uang itu keluar? Dari sebuah Lubang juga.

Uang kita simpan dimana?
Di dompet. Uang akan masuk melalui apa? Melalui Lubang dompet.
Dompet di simpan di saku melalui apa? Melalui Lubang saku ( Saku tertutup, dompet tidak dapat masuk ).

Ketika kita akan bekerja dan masuk ke ruang kerja, kita masuk melalui sebuah Pintu atau sebuah Lubang juga bukan?

Untuk mengabadikan pertandingan Sepak Bola, para wartawan membuat Foto-foto. Melalui apa mereka membidik target? Melalui lubang, view finder pada Kamera digital masing-masing.

Kalau kita sakit dan di rawat di rumah sakit, para perawat akan pasang cairan infus untuk memasukkan cairan infus dan obat-obatan. Melalui apa jarum infus itu dapat berfungsi mengalirkan semua cairan itu? Melalui sebuah Lubang yang dibuat ketika jarum infus menusuk kulit dan pembuluh darah kita.

Kalau kita meninggal dunia kelak, jenasah kita akan masuk ke kuburan. Untuk dapat menyimpan jenasah di dalam tanah makam, melalui apa? Melalui Lubang yang digali oleh para petugas makam.

Dst. Dst. Anda dapat meneruskan contoh dan fakta-fakta lain untuk membuktikan bahwa yang namanya Lubang itu sangat penting.
Jadi jangan anggap enteng sesuatu yang bernama Lubang. Agar supaya semuanya lancar kita harus memelihara Lubang-lubang itu. Setuju?

Saya menunggu komentar Anda. Terima kasih.



Sunday, April 05, 2009

Ketaatan




Hari Minggu 5 April 2009, kami mengikuti Kebaktian pagi di Gereja kami.
Pendeta yang bertugas adalah Pdt. I. Kotbah-kotbahnya selama ini cukup menarik dan tidak membuat ngantuk anggota Jemaat gereja kami .

Topik kotbah hari ini adalah Ketaatan. Sebagai manusia kita harus taat kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Meskipun taat, kita harus meresponnya dengan baik. Bila action kita salah maka hasilnya juga tidak baik.

Sebagai ilustrasi Pdt. I berkisah.

Alkisah ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan 2 anak laki-laki.
Sebagai seorang kepala keluarga ayah tsb ingin mengetahui sampai sejauh mana ketaatan putra-putranya.

Putra sulung dan putra bungsu diberi uang masing-masing sejumlah yang sama dengan 2 pesan:
1. Kalau ada orang yang pinjam uang, janganlah engkau menagih pengembaliannya
2. Badan mereka tidak boleh kena sinar matahari.

Setahun kemudian sang ayah datang berkunjung ke rumah putra sulung dan bungsu. Ayah ingin mengetahui hasil pesan dan bagaimana ketaatan si sulung dan si bungsu.

Putra sulung menjawab bahwa semua uangnya habis.
Sang ayah bertanya “Kenapa bisa habis?”

Putra sulung menjawab “Uangnya dipinjam oleh seseorang dan ia tidak menagihnya. Makin lama makin banyak orang yang pinjam uangnya dan uangnya makin sedikit. Oleh karena ayah berpesan badan saya tidak boleh kena sinar matahari, maka saya kalau bepergian selalu naik Taksi. Ongkos Taksi mahal dan habislah uang saya.”

Sedangkan jawaban putra bungsu berbeda dengan kakaknya.

Putra bungsu menjawab “Oleh karena ayah berpesan, jangan menagih uang dari orang yang meminjam uang, maka saya tidak pernah memberi pinjaman uang kepada orang lain. Uang tetap utuh. Pesan kedua agar badan saya tidak boleh kena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko saya pagi-pagi sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah kalau matahari sudah terbenam. Ini uang ayah masih utuh.”

Kedua putranya sudah melakukan ketaatan terhadap ke 2 pesan sang ayah, tetapi responnya bertolak belakang. Yang satu uangnya habis dan yang lain uangnya tetap utuh.

Pesan moralnya:
1. Ketaatan kepada Tuhan perlu dilakukan .
2. Respon dari ketaatan harus benar.



English course




Kemarin siang ketika mendengarkan siaran Metro TV, ada selingan siaran kampanye Capres pada Pemilu 2009 y.a.d.

Saya mendengar profile seorang Capres dari sebuah partai politik mantan anggota ABRI. Dikatakan bahwa Capres ini mempunyai banyak kemampuan ( maklumlah namanya juga Kampanye ) antara lain beliau ini menguasi 5 bahasa asing. Tidak disebutkan bahasa asing apa saja.

Saya membatin, hebat ya Capres ini. Kalau nanti benar jadi Presiden R.I., mudah berkomunikasi dengan para Pemimpin dunia. Tidak perlu Juru bahasa lagi.

Bagi saya jangankan 5 bahasa asing, satu bahasa Inggris ( yang menjadi bahasa dunia ) saja masih sulit dikuasai. Melihat Film saya mesti membaca teks agar mengerti jalan cerita film tsb.

Pikiran saya flashback ke tahun 2005 ketika saya mengikuti English course, kursus Inggris di Gereja kami.

Suatu saat ada pengumuman akan diadakan Kursus 2 bahasa asing yaitu Bahasa Inggris dan Belanda. Saya mengeluh mengapa bahasa Mandarin tidak ada. Sebenarnya Gereja dapat mencari Lawse ( guru ) bahasa Mandarin untuk mengajar anggota jemaat Gereja kami. Informasi selanjutnya kursus bahasa Mandarin menyusul. Ternyata sampai tahun kedua, kursus ini tidak ada. 
Tidak ada kemampuan berbahasa Mandarin ketika melancong ke Singapore atau Hongkong, sangat sulit berkomunikasi dengan masyarakat disana. Mereka juga tidak semuanya dapat berbahasa Inggris. Kalau shoping, maka Kalkulator menjadi sarana penghubung dalam acara tawar-menawart barang belanjaan. Kalau kita menawar dalam bahasa Mandarin maka harga menjadi lebih murah. Kalau tidak, mereka akan pasang harga semaunya. Kita juga sering menawar semaunya juga, biasanya 50 % dari harga yang diberikan. Pedagang di Kios-kios di Orchard Road ( salah satu pusat perbelanjaan di Singapore ) sering memasang harga tinggi. Kalkulator sering berpindah tangan untuk saling tawar menawar dengan menekan keypad Kalkulator. Lucu juga rasanya.

Pada awal Kursus Inggris yang saya ikuti terdapat 20 murid termasuk saya. Hari pertama kursus ruangan rapat Serba Guna yang dipakai kursus, terisi penuh. Bulan demi bulan jumlah pengikut kursus makin menurun dan tersisa 8 student saja yang terdiri dari Ibu-ibu Rumah Tangga, dan saya adalah satu-satunya dokter yang kesasar di Kursus Inggris ini.

Saya pernah ditanya oleh English teacher kami, Mrs. Weni ( bukan nama sebenarnya ) seorang Ibu mantan Guru T.K. Pelita Harapan, Jakarta yang juga anggota jemaat Gereja kami. Hubungan kami sudah cukup akrab dan beliau pernah datang berobat 2 kali kepada saya.

“Apa alasan Pak Basuki, mengikuti kursus ini?” beliau bertanya heran. 
Untuk apa saya ikut English course?

Saya menjawab “Alasan utama saya adalah agar saya dapat mendengar dialog dalam Film-film di TV yang hampir semuanya dalam bahasa Inggris. Saya sering kali harus membaca teks agar dapat mengikuti jalan cerita film tsb.”

“Saya juga sama. Tidak semua ucapan pemain Film itu mudah dimengerti, karena pemain Film-film USA berasal dari bermacam Negara Bagian Amerika. Logat mereka sering kali sukar dimengerti oleh kita. Kadang kala saya juga harus baca teksnya.” beliau menambahkan.

Mengikuti Kursus ini kadang membingungkan saya, sebab dari 8 student terdiri dari Multilevel dalam kemampuan bahasa Inggris. Ada yang sudah lancar, ada yang baru lancar dan ada yang masih sulit mengikuti kursus. Saya mungin masuk kategori kedua tadi.

Saya mengusulkan agar peserta dibagi dalam 2 kelompok yaitu Kelompok Pemula dan Kelompok Lanjutan. Peserta Kelompok Pemula jangan mengikuti Kursus Kelompok Lanjutan, tahun depan boleh mengikuti Kelompok Lanjutan. Usul diterima, tetapi apa yang terjadi? Selesai jam Kursus Pemula dan ketika ruangan kelas akan digunakan oleh Kelompok Lanjutan, mereka tidak mau keluar Ruang kelas dan ingin mengikuti Kursus Kelompok Lanjutan. Ya sama saja, kalau begitu. Huh..jengkel juga saya.

Apa sebabnya?
Beberapa kali Sdr. Halim ( bukan nama sebenarnya ) kalau bertanya dan diberi penjelasan oleh teacher akan memakan waktu sampai 10 menit untuk sebuah pertanyaan saja. Waktu yang tersisa menjadi sedikit dari 60 menit setiap kunjungan belajar. Lalu kapan kami akan makin pandai. Ya maklumlah kalau kelasnya masih Multilevel.

Masuk bulan kedua, kami diberi tugas dan diberi waktu 1 mingu ( minggu berikutnya ) masing-masing student untuk membuat suatu presentasi atau semacam pidato di muka kelas dengan topik yang diberikan oleh teacher kami.

Topiknya adalah sebuah nama bunga bagi setiap student. Ada yang mendapat Bunga Mawar, Bunga Anggrek dll. Saya mendapat jatah topik Bunga Melati ( Jasmine ).

Setiap student harus membuat karangan tentang tiap bunga pemberian teacher. Yang dibahas adalah: apa nama Bunga itu dalam bahasa Latin, apa warna bunga tsb?, bagaimana daun, akar dan batangnya? bagaimana cara menanamnya? bagaimana prospek ekonominya? Dll Wah mirip membuat tesis.

Lembar kertas karangan itu minggu depan harus diserahkan kepada teacher dan setiap student berdiri di depan kelas dan cerita tentang bunga jatah masing-masing. Rupanya isi semacam test bagi kami untuk melihat sampai dimana kemampuan bahasa Inggris kami. Tugas ini cukup sulit, apalagi bagi Ibu-ibu Rumah Tangga yang masih level Pemula.

Semula saya juga bungung, mau bicara apa tentang bunga Melati ini. Tidak banyak buku yang dijual tentang bunga ini. Saya teringat Mr. Google di Internet. Beliau mempunyai database yang cukup banyak tentang segala hal. Saya snagat berterima kasih kepada Mr. Google yang alamatnya ada di Internet ( http://www.google.com ).

Dari hasil googling saya mendapat beberapa artikel tentang Jasmine yang kemudian saya rangkum menjadi satu karangan sepanjang 1 halaman Folio. Tidak lupa saya insert-kan sebuah Foto sekuntum Jasmine yang berwarna daun Hijau dan warna putih bunga Melati.

Rangkuman itu saya hafalkan mati-matian agar pada saatnya saya bisa ngoceh tentang Jasmine. Hah…lebih mudah untuk menyuntikobat ke pasien secara intra vena ( langsung ke dalam pembuluh darah balik ) dari pada harus menghafal materi Jasmine ini. Benar-benar suatu ujian bagi kami semua. Apakah semua student berbuat yang sama dengan saya? Ternyata tidak!

Tanggal main telah tiba. Kami semua tegang. Siapa korban pertama? Ia adalah seorang Ibu Rumah tangga yang kebetulan duduk di baris depan ( giliran dimulai dari baris depan dan saya duduk di sampingnya yang bakal jadi korban berikutnya ).

Dengan susah payah, Ibu ini ( tidak mau memberikan naskahnya kepada teacher ) membaca kata demi kata apa yang tertulis di kertasnya. Entah siapa yang membuatnya. Mungkin anaknya yang murid SMU. Bunga Mawar ( topik yang terkenal ) di ceritakan dengan suara yang terbata-bata. Saya merasa kasihan kepadanya. Membaca saja sulit, apalagi pidato tanpa teks. Ya itulah tugas kami, sepertinya kami dibantai satu per satu. Ditelanjangi di depan kelas. Hi..hi..malunya kalau gagal.

Jantung saya berdebar-debar juga. Apakah saya mampu menyelesaikan tugas berpidato dalam bahasa Inggris tentang Jasmine di depan 9 orang di ruangan kelas Inggris kami?

10 menit selesailah sudah pembacaan Bunga Mawar itu dan tibalah giliran saya sebagai korban kedua, pikir saya.

Setelah saya menyerahkan karangan saya yang saya print dalam sehelai kertas HVS ukuran Folio, saya berdiri di depan kelas menghadapi teacher dan para student, teman-teman sekelas saya.

Saya meyampaikan salam “Good morning every body”, kemudian saya mulai berpidato ( seperti memberi presentasi bagi murid mahasiswa STIKES ). Saya keluarkan semua apa yang dapat saya hafalkan. Semua saya keluarkan dari memori saya kalimat demi kalimat, nyaris seperti apa yang tersurat dalam karangan saya itu.

Sambil mendengarkan pidato saya, teacher memperhatikan kalimat demi kalimat yang tertulis di lembar kertas yang beliau pegang. Sekali-kali saya melihat wajahnya yang mengangguk-angguk. Mungkin keinginan teacher memberi tugas ini dapat dikerjakan dengan baik oleh saya. Saya tidak tahu, sebab beliau sampai saat ini tidak berkata apa-apa tentang presentasi saya itu.

2 student selanjutnya menjadi korban juga. Dan berakhirlah 60 menit pada kelas Inggris kami ini. Sayang minggu berikutnya pelajaran sudah berganti dengan topik lain.

Setelah 6 bulan berjalan mengikuti English course ini, saya tetap tidak dapat mendengarkan dialog pemain di Film yang disiarkan di TV. Sepertinya saya berjalan di tempat saja. Keinginan saya tidak terkabul, maklumlah Multilevel course. Mungkin saya harus ambil Private les, khusus English Conversation yang dapat melatih Hearing ( mendengarkan ). Hal ini belum sempat saya lakukan karena ada kesibukan lain.

Minggu berikutnya saya menulis surat dalam bahasa Inggris yang ditujukan kepada teacher kami yang isinya bahwa saya mengundurkan diri dari English course ini dan menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas semua yang sudah diberikan kepada kami.

Banyak student yang terheran-heran, mengapa saya jadi sering bolos ikut kursus. Lho.. kan saya sudah mengundurkan diri. Rupanya teacher tidak memberitahukan kepada para student yang lain.

Hubungan antara Mrs. Weni dan saya masih terjalin baik. Beliau sering berkonsultasi tentang kesehatannya kepada saya. Jadi win-win solution-lah. Saya bertanya tentang bahasa Inggris dan beliau bertanya tentang kesehatan. Impas.



Saturday, April 04, 2009

Obat Penenang


Kisah ini terjadi tahun 2008.

Suatu sore, datang seorang pemuda, Abidin ( bukan nama sebenarnya ), 30 tahun ke tempat praktek saya. Ia tidak menderita suatu penyakit fisik.

Ketika saya tanyakan keluhannya, Abidin berkata bahwa ia sudah berhenti sebagai pengguna obat-obatan terlarang. Sekarang keinginan minum obat tertentu timbul kembali. Ia minta dibuatkan resep obat penenang merk tertentu. Tampaknya ia hafal nama-nama obat penenang.

Saya memberi nasehat dan petunjuk kemana ia harus datang. Saya merujuk kepada suatu Puskesmas yang menangani kasus seperti dia. Tampaknya ia tidak mau dan ngotot minta diberikan Resep obat penenang merk tertentu.

Setelah menanyakan alamatnya, ia menyebutkan jalan anu nomer sekian. Saya tidak yakin ini alamat sebenarnya.. Kepada Abidin saya berikan sebuah resep tablet obat penenang dengan jumlah X ( sepuluh). Ketika ia membaca resep obat dengan jumlah X , ia menawar dan minta lebih banyak lagi ( lho yang jadi Dokternya siapa? dia atau saya, kok ngatur dokter. Sudah bagus kalau diberi X juga ). Akhirnya saya ganti menjadi XV ( lima belas ) tablet. Golongan obat ini hanya dapat dibeli dengan resep dokter, tidak dapat dibeli bebas. Kalau diminum dengan dosis 2 kali 1 tablet/hari maka obat itu akan habis dalam waktu 7 hari.

3 hari kemudian, sore hari pada jam praktek saya, saya mendapat telepon dari sebuah Apotik. Petugas Apotik bertanya apakah benar saya membuat resep obat penenang untuk pasien nama Abidin?

Saya jawab “Benar. Ada masalah?”

Petugas Apotik berkata “Resep ini sepertinya Fotokopian, Dok.”

Wah.... sudah saya duga pasien ini nakal, segala cara dipakainya untuk mendapatkan Obat penenang. Belum 7 hari, ia sudah mau beli lagi.

Kalau Abidin minum sesuai dosis, maka obat itu belum habis pada hari ke 3. Jadi ada yang tidak beres, dan kemungkinannya:

1. Ia minum dengan dosis yang lebih besar dari yang diresepkan sehingga belum 7 hari obatnya sudah habis, Oleh karena harus dengan resep dokter, maka ia membuat Fotokopi sebelum ia menyerahkan kepada Apotik saat ia membeli obat tsb.

2. Obat yang dibeli dengan Resep itu, ia jual kepada orang lain yang membutuhkan dengan harga yang jauh lebih mahal.

Apapun alasannya, ia sudah menyalahi aturan.

Kepada Petugas Apotik saya berkata bahwa pasien Abidin tidak boleh membeli obat tsb kecuali ada resep baru dari dokter ( yg tentu tidak akan saya beri lagi ). Keinginan Abidin membeli obat tadi sebaiknya ditolak saja.

Petugas Apotik dapat menerima masukan dari saya. 
Kesembuhan pasien pengguna obat-obatan tergantung juga dari dalam diri pasein. Kalau imannya tidak kuat maka ia akan jatuh lagi. Begitu seterusnya sehingga hidupnya tergantung dari obat-obat terlarang. Melihat umurnya yang masih muda ( 30 th ), sangat disayangkan bagaimana kehidupannya nanti. Saat ini kasus demikian cukup banyak. Sepertinya ada generasi yang hilang ( lost generation ). Peranan orang tua dalam pengawasan anak-anaknya sangat diperlukan, tapi bagaimana kalau mereka hidup dalam keluarga yang broken home? Ibu dan Bapak bercerai / berpisah dan menikah lagi, lalu siapa yang akan mengawasi perkembangan anak-anak mereka? Pergaulan dengan teman-teman yang tidak baik sangat berperan terhadap kepribadian dan perkembangan jiwa mereka. Akhirnya banyak yang masuk RSKO ( Rumah Sakit Ketergantungan Obat )  di Jakarta yang banyak memerlukan biaya perawatan dan penyembuhan.

Pesan moralnya:
1. Peranan orang tua sangat penting bagi perkembangan anak-anak.
2. Petugas Medis dan Apotik harus berhati-hati dalam memberikan/menjual obat-obat terlarang bila ditemukan kasus yang mencurigakan.




Friday, April 03, 2009

Postpaid Starone


Tanggal 1 April 2009 merupakn April Mop bagi saya.

Kejadian atau pengalaman yang menggelitik hati saya biasanya saya tuliskan dalam sebuah artikel yang saya poosting ke Blog saya.

Inti masalahnya adalah: untuk akitfasi Kartu ( RUIM Card ) Postpaid Satrone perlu waktu 10 hari.

10 hari untuk menunggu koneksi ke Internet?
Jangankan 10 hari tanpa Internet, 1 hari atau 1 jam saja kita tidak dapat mengakses Internet rasanya ada sesuatu yang tidak beres. Bagi sebagian netter mungkin merupakan musibah besar.

10 hari?
Saya protest dan langsung meminta. Kalau tidak minta pasti tidak akan mendapat sesuatu. Kepada siapa meminta? Kepada yang berwenang.

Saya bersyukur masih ada orang yang berprinsip “Kalau dapat dipermudah, kenapa dipersukar.”

Bagi Dokter pertanyaannya adalah “Kalau dengan obat Generik ( yang pasti lebih murah ) dapat sembuh, mengapa harus dengan obat Patent ( yanga harganya lebih mahal )?
Tidak semua pasien menyukai obat Generik ( mungkin gengsi atau tidak percaya akan khasiatnya ). Menghadapi pasien yang bermacam ragam tingkat sosial ekonominya, Dokter mesti selektip dalam memberikan obat.

Kisahnya begini:

Sejak November 2008 saya berhenti berlangangan Speedy ( dari Telkom ) untuk mengakses Internet yang sudah saya lakukan sekitar 2 tahun. Speedy membutuhkan telepon rumah yang tidak dapat dibawa ke tempat lain, sehingga koneksi Internet hanya dapat dilakukan di rumah dan billing ( tagihan ) yang sering ngaco. 

Bulan November 2008, saya beli modem USB Starone. Yang saya sukai modem USB ini dapat dipakai selain dengan RUIM card Starone, juga dapat dipakai dengan RUIM card dari Fren dan Flexi. Setting: user name, password dan dial number sudah tersedia, tinggal Klik saja.. Paket USB Modem Starone sudah berisi RUIM card Starone dengan bonus Pulsa Rp. 10.000,- yang dapat dipakai untuk mencoba akses Internet. Pengeluaran biaya per bulan sekitar Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,- yang biasa saya beli via ATM BCA atau kadang-kadang beli pulsa elektronik di Kios Handphone terdekat

Saat itu di kota Cirebon belum ada paket Rp. 99.000,-/bulan unlimited seperti di Denpasar, Bali. Teman baik saya disana sudah pakai paket ini. Dari pada tidak ada, maka saya pakai RUIM card Starone dengan promosi selama 3 bulan dengan tarif Rp. 25,-/menit. Sejak 11 Pebruari 2009 tarif ini menjadi Rp. 75,- ( 3 kali lebih mahal ). 

Enaknya pakai sistem Prabayar: kita dapat mengontrol banyaknya Pulsa yang sudah dipakai. Kalau pulsa habis, maka habislah koneksi Internet dan harus isi ulang pulsa lagi.

17 Maret saya mendatangi Kantor Indosat / Starone di kota Cirebon untuk merubah dari Prabayar menjadi Pasca bayar Starone ( dapat kartu lain dan nomer yang lain ). Mulai saat itu sudah ada paket Pasca bayar Rp. 99.000,- + PPN 10 % = Rp. 108.000,- untuk quota 1 Gb/ bulan. Kelebihan pemakaian dikenakan tarip Rp. 300,- / Mb. Ketika saya pakai Speedy dengan quota yang sama, 1 Gb, saya membayar Rp. 200.000,- + PPN 10 % = Rp. 220.000,-

Oleh karena sisa pulsa di RUIM card Starone prabayar saya pada tgl 17 Maret 2009 masih banyak, sekitar Rp. 100.000,- maka saya minta agar langganan Pasca bayar Starone diberlakukan mulai tgl 1 April 2009. Juga sebagai April mop bagi saya.

Tgl 1 April 2009 saya menduga bakal mendapat kejutan sebagai April mop.
Saya berkunjung lagi ke kantor Indosat / Starone untuk melengkapi persayaratan berlangganan Pasca bayar ( isi formulir aplikasi, Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, jumlah pendapatan per bulan dll ) dan mendapatkan Kartu RUIM card Pasca bayar. Nomer Kartu ini boleh pilih mana suka. Saya ambil 1 nomer yang mudah diingat oleh saya ( 0231******* ). Kartu ini hanya dapat menerima data, kirim SMS, terima panggilan tapi tidak dapat memanggil telepon lain. Saya hanya butuh untuk koneksi Internet ( data ). Untuk HP saya pakai operator lain yang sudah dipakai bertahun-tahun.

Oleh Customer Service Indosat / Starone Cirebon saya dapat info bahwa kartu akan aktip dalam waktu 24 jam . Dari Pak S ( Account Executive ) Indosat Cirebon, saya dapat informasi via SMS untuk megetahui apakah sudah aktip dapat menguhubungi nomer 111 ( CS di Jakarta ) dan kirim SMS, ketik NET ke nomer 799.

Tanggal 2 April 2009, saya masih belum dapat akses Internet, meskipun saya sudah melakukan advis tsb. Saya kirim SMS lagi kepada Pak. S. melaporkan hal ini dan berita dari CS di Jkt bahwa kartu akan aktip dalam waktu 10 hari. Kok lama sekali ya, padahal semua persyaratan administrasi sudah lengkap.

Pak S. yang baik hati ini yang punya moto: “Kalau dapat dipermudah, mengapa dipersulit”, berjanji akan melakukan permintaan saya, mengaktifasi melalui Sistem Starone di Cirebon. Sekitar pukul 13.00 saya mendapat telepon dari CS Starone Cirebon bahwa kartu sudah aktip akses Internet. Jadi sebenarnya kalau mau, maka aktifasi kartu ke Internet dapat dilakukan dalam waktu 1 hari atau 1 jam saja. Kartu Pra bayar begitu dimasukkan ke Modem, setelah aktifasi via SMS maka dapat langsung akses Internet. Kalau Pasca bayar mengapa harus menunggu lebih lama? Sistem berbeda atau ada alasan lain yang saya tidak ketahui. Membuat lama saya kira merupakan pantangan bagi petugas Marketing. Orang akan pindah ke Operator tetangga. Saat ini sudah banyak operator yang mempunyai fasilitas akses Internet dengan harga yang terjangkau. Kalau harga sama, maka faktor Service-lah yang diunggulkan. Pilihan ada di tangan Konsumen. Makin banyak pelanggangan maka akan lebih banyak Bonus yang akan diterima bukan?

Pukul 15.30 saya tiba di rumah dan segera melakukan akses Internet via Starone Pasca bayar. Berhasil! Kecepatan download/upload tidak secepat ASDL ( Speedy dll ) yaitu 153 kbps. Saya baca download speed di Desktop saya sekitar 6-10 kpbs. Sudah lumayan-lah, dari pada 0 kbps alias tidak dapat akses Internet.

Pesan moralnya:
1. Untuk mendapat sesuatu kita harus meminta sesuatu.
2. Kalau dapat dipermudah, mengapa mesti dipersulit?




Thursday, April 02, 2009

Musim Kampanye


Pemilu Legislatip sebentar lagi akan dilaksanakan yaitu pada tanggal 9 April 2009.
Untuk menarik simpati masyarakat agar mau memilih Caleg dan Partai tertentu banyak cara. Dilakukan, seperti Bakti Sosial, kunjungan rumah, pidato di TV / tempat-tempat lain dll.

Dalam 2 minggu terakhir ini, saya kedatangan seorang Ibu Yuli ( bukan nama sebenarnya ) Caleg dari Partai tertentu. Ibu Yuli datang mengantar pasien Ibu / Bapak yang di jumpai kedapatan sedang sakit atau gangguan kesehatan. Ibu Yuli sudah saya kenal sejak suaminya masih hidup ( saat ini sudah almarhum ).

Beberapa pasien sudah Ibu Yuli antar datang berobat kepada saya. Keluhan pasien berupa: Batuk, Flu, Demam, dan Sakit pinggang. 

4 hari yang lalu Ibu Yuli kembali mengantar pasien seorang Bapak, usia 60 tahun. Pak Hadi ( bukan nama sebenarnya ). Pak Hadi diduga sakit turun bero ( hernia ) oleh Ibu Yuli. Pak Hadi sendiri tidak tahu nama penyakitnya yang sangat mengganggunya. Rasa nyeri di bawah Pusar itu dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Tidak ada demam, mual, atau muntah. Sakit ini baru kali ini terjadi. Pak Hadi tampak menderita sekali ketika memasuki Ruang Periksa saya.

Saya melakukan tanya jawab ( anamnesa ) riwayat penyakit, melakukan pemeriksaan Fisik ( merngukur tekanan darah, mendengar bunyi Jantung / Paru, sampai melakukan pemeriksaan fisik lebih mendalam untuk mencari gejala Hernia inguinalis ( lipat paha ) atau Hernia scrotalis ( kantung kemaluan ).

Pak Hadi berdiri dengan melepas celana panjang dan CD nya. Saya tidak melihat adanya penonjolan pada Lipat paha kiri / kanan, Kantong kemaluan, dibawah Pusar. Ketika saya tanya dimana yang paling sakit, Pak Hadi menunjuk daerah di bawah Pusar. Saya tidak menemukan kelainan, selain adanya nyeri tekan pada dinding perut dibawah Pusar. Tidak jelas adanya gejala Hernia atau turun bero.

Saya bertanya lebih mendalam kepada Pak Hadi untuk mengetahui apa penyabab rasa sakitnya itu.

Saya bertanya “Pak Hadi, umurnya berapa?”

Pak Hadi menjawab “Umur saya sudah 60 tahun.”

“Apa pekerjaan Bapak?”

“Saya Tukang Becak, Dok”

Saya agak terkejut juga , di usia 60 tahun masih menarik Becak.

“Sudah 20 tahun saya menjadi Tukang Becak.”

“Pak Hadi, apakah dalam 2-3 hari yang lalu Bapak mengangkat benda berat seperti beras atau lainnya?”

“Saya tidak mengangkat benda berat, tetapi 2 hari yang lalu saya membawa penumnpang dengan barang bawaannya dan jalan agak mendaki karena harus melewati sebuah jembatan. Saya kewalahan mengayuh Becak saya.”

“ Apakah Bapak turun dari sadel Becak dan mendorong Becak itu?”

“Tidak, saya tetap duduk diatas sadel becak dan tetap mengayuh dengan tenaga ekstra berat. ( ya tentu saja sangat berat kerena penumpang yang berat dan jalan mendaki ). 2 hari kemudian saya merasa sakit luar biasa pada daerah bawah pusar saya.”

Nah ketahuan sudah penyebab rasa sakit ini karena otot-otot dinding perut Pak Hadi turut kerja ekstra ketika jalan mendaki tadi.

Akhirnya saya bilang Plan A kepada Ibu Yuli yang membawa pasein Pak Hadi ini “Ibu, tampaknya Pak Hadi ini lebih baik di rawat di Rumah Sakit untuk mencari penyebabnya lebih lanjut.”

Tampak wajah Ibu Yuli dan Pak Hadi tidak cerah, suatu tanda tidak setuju. Saya membaca pikiran mereka dan akhirnya saya memutuskan Plan B yaitu:

“Pak Hadi sekarang saya buatkan resep 3 macam obat. Bila besok siang keluhan sakitnya belum reda, lebih baik masuk Rumah Sakit.” Sambil menyodorkan Surat Rujukan ke Rumah Sakit Umum di kota kami.

Ibu Yuli dan Pak Hadi setuju dengan Plan B saya.

2 hari kemudian ketika saya buka praktek sore, Ibu Yuli datang kenbali membawa pasien lain. Wah laris banget Ibu Yuli dapat pasien-pasien yang diharapkan mau memilihnya nanti dalam Pemilu Legislatip. Ibu Aminah ( bukan nama sebenarnya ) menderita Flu biasa dan badan lemas, mungkin akibat makan tidak teratur ( bingung apa yang mau dimakan karena uang tidak punya ).

Setelah selesai urusan Ibu Aminah, saya menanyakan kasus Pak Hadi.

“Ibu Yuli, bagaimana keadaan Pak Hadi. Apakah jadi masuk Rumah Sakit?”

Ibu Yuli tertawa sumringah “ Wah…Dok obatnya manjur. Besok paginya ketika saya besuk ke rumah Pak Hadi. Ia sudah dapat tertawa dan mau narik Becaknya lagi. Sakitnya sudah banyak berkurang. He…he…makasih Dok.” 

Ibu Yuli gembira. Gembira karena tidak jadi memasukkan Pak Hadi ke Rumah Sakit Umum yang tentu akan mengosongkan sebagian isi sakunya.

Rupanya rasa neyri yang diderita Pak Hadi bukan turun bero atau Hernia, tetapi Severe mialgia ( rasa nyeri otot yang hebat ) akibat bawa becak di jalan mendaki.

Semoga upaya Ibu Yuli menarik simpati masyarakat dapat memenuhi keinginannya agar ia terpilih menjadi anggota Legislatip. Amin.




Wednesday, April 01, 2009

Mercedes antik




Sekitar tahun 1992, kami sekeluarga dari kota Cirebon dengan menggunakan sedan Mercedes warna Kuning kecoklatan, produksi 1976 menuju kota Jakarta. Liburan sekolah pura/i kami isi dengan berlibur pergi ke Jakarta, ke rumah Kakek dan Nenek mereka. Mengendari sedan bermesin 2800 CC dan berpower streering pada kemudinya ini cukup nyaman. Sedan melaju dengan mantap dengan kecepatan 70 – 80 Km per jam. Terasa keempat ban sedan menggigit aspal jalan raya.

Kami bangun dan berangkat pagi hari karena akan menempuh jarak jauh. Ketika mobil kami tiba di daerah Sukra, Kabupaten Indramayu, isteriku yang duduk di jok sebelah saya selaku pengemudi dan kedua putra/i kami yang duduk dijok belakang tertidur. Nyamannya duduk di sedan yang nyaman ini, sering kali membuat para penumpang ngantuk dan tertidur. Saya sebagai pengemudi berusaha sekuat mungkin agar saya tidak ngantuk.

Disuatu tempat, saya melihat jalan raya masih sepi pada pukul 06.30. Sekitar 100 meter di depan mobil kami, saya melihat seekor Kerbau Hitam berdiri di sisi kiri jalan yang akan dilalui sedan kami. Aku merasa tenang, karena Kerbau itu diam di tempat. Aku sedikit mengurangi kecepatan karena ada beberapa lubang kecil dijalan. Kwalitas jalan raya di daerah ini pada saat itu kurang baik.

Pada posisi 50 meter dari Kerbau berdiri, aku masih melihat ia masih diam di tepi jalan raya. Pada jarak 10 meter, aku melihat tiba-tiba Kerbau itu sudah berada di tengah jalan raya dan diam disana.

Aku menjerit “Ya Tuhan, tolong kami”
Aku tetap memegang kemudi dengan panik dan pedal rem aku injak habis, bunyi ban menggesek aspal terdengar dari dalam sedan kami. Kemudi sedan tidak aku banting ke kanan, karena akan mengambil jalan kendaran lain dari arah yang berlawanan. Aku tidak membanting kemudi ke arah kiri karena jalan raya diatas tanah tepian jalan, ada semacam jarak yang cukup dalam. Kemudi aku pegang erat, tetap ke arah depan. Aku mengira jarak 10 meter tidak akan cukup untuk menghentikan sedan kami tanpa menabrak Kerbau Hitam itu. Aku makin dalam menginjak pedal rem dengan mata tertutup. Aku membayangkan sedan kami akan menabrak sang Kerbau dan sedan kami akan terlempar, kami akan mengalami luka-luka atau patah tulang. 

Sedan berhenti tepat 10 Cm di samping Kerbau. Sedan kami tidak bergeming. Arahnya tetap ke depan, tidak ke kiri atau ke kanan.

“Puji Tuhan, kami selamat. Terima kasih Tuhan” aku membatin.
Mulut kerbau komat-kamit mengunyah rumput makanannya, ia cuek saja. Padahal nyawanya akan melayang bila sedan kami menabrak badannya. Ia segera berlari setelah penggembalanya, seorang bocah menyuruh ia berjalan menyebrangi jalan yang akan kami lalui.

“Ada apa? isteriku terbangun, karena sedan berhenti.
“Ada kerbau melintasi jalan dan aku menginjak Rem mobil. Aku tidak berkata apa yang terjadi sebelumnya. Putra/i kami tidak terbangun dari tidur mereka.
“O… kirain ada ada apa” isteriku melanjutkan tidurnya dan aku melanjutkan tugas mengemudikan sedan kami ke kota Jakarta.

Setelah lima menit sedan kami meninggalkan tempat kejadian itu, aku menarik nafas dalam dan sangat bersyukur kalau kami mengendari sedan Mercy yang stabil dan Tuhan sudah menyelamatkan kami. Kalau sedan ini merek lain, aku tidak dapat membayangkan apakah kami akan selamat dari kejadian yang berlangsung sangat cepat itu, hanya sekian detik.

Beberapa tahun kemudian Sedan yang bersejarah itu kami jual dan kami mendapatkan gantinya produksi tahun 1985, warna Merah Dunhill. Mobil antik dengan merek yang sama juga. Mobil ini banyak menghasilkan uang, karena sering disewa oleh banyak pasangan Pengantin yang ingin duduk di Sedan dengan merk yang antik di hari yang bahagia mereka.

Saat ini kami tidak mempunyai sedan Mercy lagi akibat harga sparepart dan bahan bakar Pertamax yang tinggi. Alasan lain adalah untuk membiayai study putra dan putri kami. Sebagai pensiunan, aku tidak sanggup lagi memelihara Mercy. Kami bersyukur kami telah mencicipi dan memelihara 2 Sedan Mercy selama hampir 15 tahun. Banyak kenangan manis yang kami dapat dari kedua Mercy ini.