Selasa, Juni 30, 2009

Sudah cocok


2 kata tsb mudah diingat dan mudah diucapkan, tetapi sukar menjadi kenyataan. Perlu suatu perjuangan agar 2 kata itu terwujud.

---

Dalam melaksanakan praktik dokter umum sejak April 1980, saya sudah 4 kali berpindah tempat praktik mulai dari Kabupaten Cirebon sampai ke kota Cirebon. Sering kali pindah tempat praktik ini membingungkan pasien yang akan berobat kembali. Tidak jarang pasien pindah ke dokter lain yang terdekat dengan tempat tinggal pasien.

Sebagian lagi, ada pasien-pasien yang masih mau datang berobat ke tempat praktek yang baru, tidak peduli dimana lokasinya. Kadang saya heran menghadapi kenyataan bahwa lebih dari 10 orang pasien yang masih mau berobat kepada saya, meskipun rumah mereka jauh dari tempat praktik saya. Rumah mereka dan tempat praktik saya ada yang berjarak: 4, 10, 15 dan bahkan 30 Km. Padahal saya bukan dokter spesialis.

Ada seorang Ibu ( saat ini usia 70 tahun ) yang pernah berobat kepada saya di tempat praktik yang pertama ( 1980 ) dan sampai saat ini (2009 ) saya sudah 4 kali pindah tempat praktik, tetapi masih mau datang berobat. Suaminya yang juga menjadi pasien saya sudah naik Haji dan sudah almarhum beberapa tahun yang lalu.

Kalau saya bertanya kepada pasien-pasien saya yang demikian “Ibu / Bapak jauh-jauh datang berobat kepada saya, padahal dari rumah ke tempat saya, sudah melewati banyak tempat praktek Dokter. Mengapa Ibu / Bapak tidak mau berobat kepada Dokter terdekat tetapi kok masih mau datang kepada saya ?”

Jawaban mereka sungguh membuat saya heran. Apakah itu?
Jawabannya seperti Judul artikel ini, yaitu “Sudah cocok berobat sama dokter ( saya ).”

Gleg, saya terhenyak mendengar jawaban yang tulus seperti itu. Hal ini menyebabkan saya lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan pratik ini. Saya tidak mau pelayanan saya mengecewakan mereka yang sudah datang dari tempat yang jauh, meskipun sakit mereka hanyalah Flu atau sekedar ingin tahu berapa Tekanan Darah mereka karena merasa pusing selama 2 hari ( padahal pusingnya disebabkan oeh Stres karena ingin menikahkan putranya dan dana belum terkumpul ).

Mempunyai pasien yang hanya satu kali datang berobat mudah, tetapi mempunyai pasien yang menjadi langganan bertahun-tahun tidaklah mudah. Disinilah letaknya Seni ( Art ) dalam praktik dokter ( baik dokter umum maupun dokter spesialis ). Hubungan yang baik antara Pasien dan Dokter sungguh mesti dijaga dengan baik.

Dari praktik umum yang saya laksanakan sejak tahun 1980, saya menarik kesimpulan bahwa: 
1. membuat Diagnosa ( penentuan penyakit ) yang benar, 
2. memberikan Terapi yang rasional, 
3. pemberian Informasi ( inform consent ) yang baik kepada pasien, 
4. menjawab dengan Baik atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pasien, 
5. ramah, keep Smiling,
6. dan jasa pelayanan yang terjangkau.

merupakan modal utama agar pasien dapat sembuh dan mau datang kembali untuk berobat di lain waktu.

Pengalaman saya tsb semoga ada manfaatnya bagi Teman Sejawat yang ingin / sudah buka praktik.

---

Kutipan:

Orang yang sukses memiliki banyak uang. Bukan karena memiliki banyak uang yang membuat dia sukses, tetapi kesuksesannyalah yang membuat uang datang padanya. Apa yang mereka kerjakan membuat mereka sukses ( Wayne Dyer ).



Senin, Juni 29, 2009

Khasiat Pisang



Beberapa hari yang lalu, saya menerima artikel dari teman saya. Isinya bagus untuk kita semua. Berikut saya  posting untuk anda.
---
Ternyata pisang yang telah matang, menghasilkan zat TNF ( Tumor Necrosis Factor ) penangkal sel jahat .

Kedepannya mungkin Anda baru sadar di masa yang akan datang........ akan terjadi kekurangan stok pisang di pasaran !

Pisang yang semakin matang permukaan kulitnya akan semakin banyak bercak2 (bintik2) hitam, ini akan memproteksi penyakit dari kehidupan kita semakin tinggi. Orang Jepang suka makan pisang bukan tidak ada alasannya, dewasa, anak-anak pun suka makan pisang ~ sangat gampang, 5 buah setiap hari, penyakit akan menjauhi aku lho....... 

Berdasarkan hasil penelitian ilmiah para ilmuwan Jepang diketemukan, kandungan dalam pisang terdapat zat TNF yang berfungsi menangkal kanker (sel jahat / tumor). 

Selain itu, pisang semakin matang khasiatnya akan semakin tinggi untuk menangkal kanker. Profesor Senji dari Universitas Tokyo Jepang mengadakan penelitian memakai hewan, membandingkan hasilnya dengan memberi makan pisang, anggur, apel, semangka, nangka, pear, kiet na dan berbagai macam buah2an untuk mengujinya, hasilnya membuktikan di antara buah2an pisanglah yang terbaik khasiatnya, bisa menambah sel darah putih, dapat mengganti sel-sel yang rusak, selain itu juga menghasilkan zat TNF yang menangkal sel-sel jahat. 

Penelitian dan pengujian sang profesor juga menemukan, kulit luar pisang yang semakin makin matang akan timbul bercak2 (bintik2) hitam, ini akan dapat memperpanjang umur hidup. Oleh sebab itu mulai saat ini harus sering makan pisang yang lebih matang loh ! Pisang tidak akan mengakibatkan sel darah putih tiba2 bertambah banyak dalam sekejap tapi pada saat sel darah putih berkurang otomatis bertambah sendiri. Maka, para ahli peneliti beranggapan, pisang bisa memprotek penyakit dan memperpanjang umur hidup lebih stabil, di saat kondisi tubuh orang yang sehat daya tahan tubuh akan tinggi. Tapi bagi orang sakit, orang tua dan orang yang daya tahan tubuhnya kurang dan lemah akan lebih baik makan pisang kuning untuk kesehatan tubuh.

Maka, setiap hari, lebih baik kita makan pisang matang 1 ~ 2 buah per hari, demi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, terlebih khusus mencegah influensa dan wabah flu (burung, babi & R4N1) dll.
Petunjuk sang profesor Senji, kulit pisang yang menguning itu timbul bercak (bintik) hitam, kemampuan menambah sel darah putih lebih baik............. 8 kali lipat daripada kulit pisang yang hijau.
---
Kutipan:
Memang menyedihkan kalau mengalami kegagalan, tetapi jauh lebih buruk kalau tidak pernah mencoba untuk sukses.
( Theodore Roosevelt )












Jumat, Juni 26, 2009

Sirkumsisi (01)






Khitan, sunat, sirklumsisi adalah pemotongan kulit preputium pada alat vital pria.
Khitan dapat dilakukan pada pria usia anak-anak dan dewasa. Pada posting ini dikisahkan khitan pada anak pria.

Ketika tahun 1980 – 1983 ketika saya bertugas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Cirebon, setiap tahun diadakan khitan masal di tingkat Kecamatan. Penyelenggara khitan masal ini adalah salah satu Partai Politik besar. Biasanya anak-anak yang dikhitan cukup banyak sekitar 50 -60 orang. Pelaksana khitan ini biasanya tenaga Puskesmas setempat yaitu Dokter dan Perawat-perawat.

Tehnik yang dilakukan biasanya, guilotine technik / pemotongan preputium dengan pisau bisturi ( bedah ) dan menjahit luka khitan dengan catgut. Anesthesi yang dilakukan dengan menggunkan anestesi lokal dengan cairan Lidokain 2% atau Procain 2% yang biasa tersedia di Puskesmas untuk keperluan ini. Saat itu belum ada tehnik dengan menggunakan Sinar laser atau alat Elektro kauter. Dengan kedua alat ini maka perdarahan yang terjadi nyaris tidak ada, sebab pemotongan dilakukan dengan energi panas sehingga pembuluh darah kecil yang terpotong akan menutup akibat energi ini.

26 Juni 2009 saya melakukan khitan pada anak pria, Viki ( bukan nama sebenarnya ), usia 11 tahun. Beberapa hari sebelum tanggal tsb, ayah Viki bertanya kepada isteri saya yang juga dokter umum, apakah dapat melakukan khitan? Putranya minta dikhitan, sebab katanya malu diledekin kawan-kawannya kalau pipis bersama di toilet sekolahnya sebab Viki bekum disunat.

Bulan Juni 2009 ini kebetulan masa libur anak sekolah sehingga masa ini digunakan untuk melakukan khitan pada Viki. Akhirnya disepakati Viki akan dikhitan oleh saya di tempat praktek saya. Saya menggunakan alat Elektro kauter agar perdarahan lukan khitan minim atau tidak ada. Alat ini cukup praktis sehingga bahaya perdarahan, relatip tidak terjadi. Anestesi lokal dilakukan secara Blok anestesi pada pangkal penis Viki dengan menggunakan cairan Lidocain 2% sebanyak 2 cc. Luka khitan dirawat dengan mengunakan benang chromic catgut 03 pada beberapa lokasi dan luka khitan saya olesi dengan antibiotika salep kulit.

Pemotongan kulit preputium tergolong cepat dengan alat ini. Waktu yang lama lebih banyak dipakai ketika saya harus membersihkan dan melepaskan kulit preputium dari kepala penis ( glans ). Disitu banyak melekat benda putih seperti tepung ( smegma ), kulit dan glans mesti dilepaskan dengan menggunakan alat pean, seperti gunting capit yang ujungnya bengkok.

Dalam ingatan saya masih terekam tehnik khitan yang pernah saya lakukan dan untuk mengingat kembali saya membaca catatan kecil di komputer saya tentang tehnik khitan ini. Isteri saya turut membantu ketika saya melakukan khitan ini.

Kami bersyukur proses khitan terhadap Viki berlangsung dengan baik. Ketika pulang Viki mendapat obat kapsul antibiotika, tablet anti nyeri, tablet anti peradangan dan salep kulit antibiotika dan berpesan agar kembali 3 hari lagi untuk kontrol luka khitan.

Kalau pernah melakukan suatu pekerjaan seperti khitan, maka bila melakukannya lagi tidak terasa sulit. Amin.
---
Kutipan:
Manusia dilahirkan untuk sukses, bukan gagal ( Henry David Thoreau ).




Selasa, Juni 23, 2009

The Bible and Your Birthday


Do you know that the Bible has a special verse for everyone’s Birthday?

Look up your verse on, enter your birthday and view the verse: 
http://www.birthverse.com/mybirthverse.cfm  

Minggu, Juni 21, 2009

Aneh


2 minggu yang lalu kami menerima suatu Undangan Pernikahan putri dari dari seorang relasi, Tn. Muhtar ( bukan nama sebenarnya ) dari suatu Keluaraga yang berada di kota kami. 

20 Juni 2009 sore kami menghadiri resepsi Pernikahan itu di sebuah gedung yang cukup bagus. Hidangan yang tersedia berlimpah dan cita rasanya menggugah selera makan kami. Maklum suatu perjamuan dari keluaraga yang cukup kaya.

Pada saatnya kami mohon diri ketika banyak tamu sudah meninggalkan gedung perjamuan. Ketika kami hendak mengucapkan selamat dan mohon pamit, tidak ada tamu lain di belakang kami. Kepada ayah dari mempelai wanita, saya menjabat tangannya dan mengucapkan “Tuan Muhtar, kami mengucapkan Selamat “

Wajah Tn. Muhtar datar, tidak ada gambaran gembira, tidak ada suara balasan dari mulutnya ketika diberi ucapan Selamat oleh saya. Tn. Muhtar ini diam saja. Aneh.

Memang dunia kita ini sudah aneh.
Paling tidak, saya akan menerima ucapan “Terima kasih, anda sudah datang.”
Jangankan ucapan terima kasih, sedikit senyuman-pun tidak saya lihat.

Saya tidak berkomentar apapun terhadap isteri saya yang mendampingi saya menghadiri perjamuan ini. Ketika kami pulang, perasaan saya hampa. Hidangan yang bagus dan berlimpah, tidak diimbangi dengan inner beauty yang bagus juga.

Mungkin pikiran Tn. M sedang kacau, saya tidak tahu. Dunia sudah aneh, seaneh inner beauty-nya.

---

Kutipan:

Mudah untuk menerima.
Sukar untuk memberi.



Kamis, Juni 18, 2009

Pasien anak



Setiap orang tua tentu merasa senang mempunyai anak atau anak-anak. Anak merupakan penerus keturunan mereka. Apalah artinya mempunyai banyak harta kalau tidak mempunyai anak.

Bila kita bertemu dengan teman atau famili, pertanyaan yang diajukan sering berupa “Sudah punya anak berapa?”, bukan pertanyaan “Sudah punya uang berapa?” Inilah bukti bahwa anak mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan berkeluarga.

Kami yang dikarunia 1 putra dan 1 putri, yang semuanya sudah bekerja, selalu teringat masa kecil mereka bila membuka Album keluarga. Saya membuat foto-foto ulang tahun mereka sejak usia 1 tahun sampai 10 tahun, ketika kami merayakan uang tahun mereka. Masa-masa itu tidak mungkin kembali lagi. Waktu berjalan terus. Hanya kenangan yang masih dapat kami kenang dan dapat kami lihat dalam sebuah Album.

---

Kemarin datang berobat seorang Ibu Lili ( bukan nama sebenarnya ) yang juga membawa seorang putranya, Steve ( bukan nama sebenarnya ), 4 tahun. Penampilan Steve cukup bagus dan lincah. Ibu Lili menderita sakit Flu sejak 2 hari yang lalu.

Saat saya memeriksa Ibu Lili, Steve selalu bergerak dari kursi tempat duduknya, menuju ke lemari buku saya dan membaca-baca sebuah buku. Selesai membaca buku, Steve mengambil sebuah ballpoint diatas meja kerja saya. Ia mencoret-coret sebuah kertas kosong doatas meja saya. Semua benda yang ada di atas meja kerja saya dipegang-pegangnya.

Ibunya menegur Steve “Steve, jangan ganggu barang-barang Pak Dokter.”

Steve berhenti melakukan aktivitasnya dan segera menuju sebah timbangan berat badan. Ia berdiri diatasnya, setelah itu ia meloncat-loncat diatas timbangan berat badan tadi. Kalau didiamkan terus maka timbangan itu akan rusak.

Selesai memeriksa Ibunya, saya kembali duduk menghadapui meja kerja saya.
Saya menegur Steve “ Steve, jangan meloncat-loncat disitu. Kemarilah. Nanti Om beri sebuah ballpoint dan buku tulis.”

Mendengar saya akan memberi sesuatu untuknya, Steve segera duduk diatas kursi dihadapan saya.

Steve bertanya “Mana bukunya, Om dokter?”

Saya senang menghadapi seorang bocah yang aktip. Saya memberikan sebuah ballpoint dan sebuah buku kosong. Steve tampak senang menerimanya.

Sambil duduk Ibu Lili berkata “Dok, Maafkan anak kami. Ia emang nakal, tidak mau diam. Di rumah juga begitu. Barang-barang di rumah kami selalu berantakan akibat ulah Steve.”

Saya menjawab “Tidak apa-apa, Bu. Anak-anak yang sehat biasanya begitu. Kalau anak-anak diam saja sepanjang hari, tidak mau aktip bergerak dan tidak mau bermain dengan anak tetangga, maka kemungkinan anak iti sakit. Biarlah anak itu aktip dan kita sebagai orang tua membantu mengarahkan perbuatan yang wajar yang ia mau lakukan. Ada masanya di dalam kehidupan anak-anak. Nanti kalau sudah besar kan akan berubah sesuai dengan umurnya.”

Ibu Lili bertanya “Kalau putra dokter bagaimana?”

Saya menjawab “Sama, Bu. Bila dibelikan sebah mainan yang biasanya sebuah robot atau mobil dari bahan plastik yang mesti dirakit. Putra kami setiba di rumah akan merakitnya menjadi sebuah Robot atau mobil sesuai gambar pada kotak pembungkusnya. Kalau dibelikan sebuah Robot yang sudah jadi, putra kami selalu akan membongkarnya dan merakitnya kembali. Kalau diajak kondangan, putra kami selalu berpindah tempat, kesana-kemari seolah-olah ingin mengetahui keadaan ruangan pesta itu. Ia sering kali menghilang lalu kembali lagi ke tempat duduk kami. Kami harus waspada mengawasinya.”

Ibu Lili menjawab “O..begitu ya, dok. Sekarang usia putra dokter berapa?”

“Dua puluh sembilan tahun. Ia sudah jadi dokter dan sudah menikah.”

“Wah, berarti pengalaman dokter mendidik anak , sudah lama ya.”

“Ya, begitulah Bu. Puji Tuhan, putra dan putri kami berkembang dengan baik sesuai dengan umurnya.”

Ibu Lili berteriak “Steve…Steve….” Ketika Steve mulai meloncat-oncat lagi diatas timbangan berat badan saya.

He..he..semoga timbangan itu tidak rusak menahan hempasan badan Steve.

---

Pesan moralnya:
Mendidik anak harus dengan kasih sayang, bukan dengan memarahinya.


---

Kutipan:
Sebuah hari takkan pernah dikenang, tanpa karya yang Anda buat ( Josh S. Hinds )


Selasa, Juni 16, 2009

Donor Darah




Pernahkah anda menjadi Donor Darah, baik secara sukarela maupun untuk membantu sanak keluarga yang sedang membutuhkan darah? Tujuan mendonorkan darah adalah untuk life saving, menyelamatkan jiwa si korban.

---

Ada beberapa Golongan darah, tetapi yang paling sering dipakai adalah golongan darah ABO ( golongan, A, B, AB dan O ) dan golongan Rhesus faktor ( Rhesus Positip atau Rhesus Negatip ). Penduduk Asia umumnya mempunyai gol. Rhesus Positip dan orang Barat golongan Rhesus Negatip. Jadi seseorang dapat mempunyai gol darah B, Rhesus Positip atau Gol A, Rhesus Negatip dst. Bila seseorang mempunyai gol darah ABO dan Rhesus Negatip yang sedang membutuhkan darah ( operasi, kecelakaan lalau lintas dll ), cukup merepotkan karena Donor sukarela dengan Rhesus Negatip lebih sedikit dari pada Rhesus Positip. PMI mempunyai database para Donor dengan gol. Rhesus Negatip yang dapat dimintai bantuannya untuk menyumbangkan darah dengan cara menghubungi Donor via telepon ( on call ).

Sampai saat ini saya pernah menjadi Donor darah sebanyak 4 kali. 2 kali ketika masih mahasiswa di Bandung ( ada relasi-relasi yang membutuhkan darah ), 1 kali ketika kerja magang di RSU Purwokerto dan 1 kali sesudah Pensiun.

Di kota Cirebon calon Donor yang ingin diambil darahnya mesti diperiksa terlebih dahulu oleh petugas ( tekanan darah, kadar Haemoglobin/zat besi, dll ). Bila memenuhi persyaratan, darah Donor dapat diambil. sebanyak 250 – 350 cc. Darah ini di Laboratorium Drah PMI setempat akan di periksa terhadap 4 macam penyakit yaitu: Hepattis B, Hepatitis C, HIV/AIDS dan Syphilis. Bila ada 1 atau lebih penyakit tsb, maka darah itu tidak akan diberikan kepada Resipien ( sipenerima darah ). Darah tsb akan dimusnahkan dengan jalan membakarnya dengan alat Incenerator. Darah yang disumbangkan oleh para Donor ini selanjutnya akan diproses menjadi komponen darah seperti Thrombosit ( keping darah embeku ) yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit Demam Berdarah.

Setelah diambil darahnya, maka Donor akan mendapat Menu Donor yang saat ini di PMI Kota Cirebon, berupa 1 botol minuman Extrazone, 1 Cup Pop Mie dan 2 bungkus biskuit Malkist Crackers.

Menjadi Donor darah adalah suatu perbuatan amal yang sangat mulia. Darah yang sudah diambil akan diproses lebih lanjut. Semuanya ( kantong darah dan pemeriksaan darah ) membutuhkan biaya. Biaya itulah yang diminta penggantiannya ketika keluarga Resipien mengambil darah di PMI setempat. Biaya itu sebesar Rp. 200.000,- untuk setiap labu darah a 350 cc. Bagi pasien Jamkesmas dikenakan biaya pengolahan darah sebesar Rp. 120.000,- yang dibayar oleh Rumah Sakit dengan dana dari Pemerintah. Jadi PMI tidak menjual darah tetapi untuk penggantian biaya pengolahan darah.

Bagi yang memenuhi persyaratan menjadi Donor darah, maka pengambilan darah dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Berminatkah anda untuk menjadi Donor darah? Berbuat amal dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menjadi Donor darah.

--------

Kutipan:

Manusia dilahirkan untuk sukses, bukan gagal. ( Henry David Thoreau )


Senin, Juni 15, 2009

Kereta api


Semula saya enggan menulis artikel ini tetapi akhirnya saya tulis dan posting ke Blog saya ini.

---

Rasanya saat ini hampir semua orang sudah pernah naik kereta api.
Selain naik kereta api, dapat pula orang naik bus, atau mobil pribadi ketika bepergiana dari kota Cirebon ke kota Jakarta .

Saat ini antara Cirebon dan Jakarta dengan naik kereta api dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam ( k.a. Argo Jati ) atau selama 3 jam ( k.a. Cireks / Cirebon Ekspres ). Bila naik Bus atau mobil pribadi akan ditempuh dengan waktu yang lebih lama, sekitar 5 jam, nonstop. Oleh karena itu orang lebih nyaman naik kereta api dengan biaya yang hampir sama atau lebih murah.

Sejak mempunyai KTP seumur hidup ( bagi yang sudah berusia 60 atau lebih ) saya, isteri dan Ibu saya bila naik kereta api Cirebon – Jakarata atau sebaliknya, dengan menyerahkan selembar Fotokopi KTP, maka harga tiket kereta api mendapat diskon 20 %. Cukup berarti bagi para pensiunan. Untuk itu kami mengucapkan kepada Pemerintah yang sudah menaruh perhatian dan memberikan keringanan bagi para pemegang KTP seumur hidup.

Harga tiket dari Cirebon dan Jakarta mestinya sama untuk jarak tempah yang sama, tetapi harga yang saya bayar berbeda ( entah apa sebabnya ). Bisanya kami naik k.a. Argo Jati karena 2 alasan: 1. karena hanya memakan waktu 2,5 jam ( Cireks perlu waktu 3 jam ), dan 2. k.a. Argo Jati lebih nyaman ( ada TV ). 

Jam keberangkatan A.J. dari Crb – Jkt pukul 05.45, tiba di Jkt ( Gambir ) pukul 08.32. Jam keberangkatan A.J. dari Jkt ( Gambir ) – Crb pukul 17.10, tiba di Crb pukul 19.51. Jadwal ini bisa terlamabat sekitar 5 – 15 menit dari jadwal sebenarnya. Keterlambatan ini masih cukup wajar, kecuali bila ada gangguan perjalanan k.a ( kecelakaan, kerusakan k.a. )

Tanggal 14 Juni 2009 saya dan isteri pergi ke Jakarta karena akan melayat seorang famili yang meninggal dunia. Saya antri dan membeli tiket k.a. di konter khusus untuk pemesanan tiket k.a. ke segala tujuan. Saya membayar Rp. 76.000,- untuk 1 tiket Argo Jati, Crb – Jkt, berarti harga sesungguhnya 76.000 + 20 % = Rp. 91.200,-
Untuk 1 tiket Jkt – Crb saya membayar Rp. 80.000, berarti harga sesungguhnya 80.000 + 20% = Rp. 96.000,- Untuk jarak tempuh yang sama dan jenis kereta api yang sama saya membayar dengan harga yang tidak sama. Untuk 2 penumpang saya membayar 2 kali dari harga yang saya uraikan tadi. 

Itu keunikan yang pertama.
Keunikan yang kedua, ini benar terjadi ketika kami kembali dari Jakarta ke Cirebon pada sore harinya. Jadwal keberangkatan k.a. A.J. dari Gambir sudah terlambat sekitar 10 menit ( sering terjadi pada jadwal sore hari, sebab harus menunggu k.a. A.J. yang baru datang dari Crb ). K.a. A.J. atau Cireks selalu berhenti di stasiun Jatinegara untuk mengangkut para penumpang yang naik dari Jatinegara., setelah k.a. berangkat sekitar 12 menit dari Gambir. Dari Jatinegara ada beberapa penumpang yang masuk ke gerbong k.a. kami. 2 baris di depan kami ada seorang Bapak, sekitar 50 tahun dengan memegang selembar tiket bolak balik mencari kursinya.

Rupanya kursi haknya telah diduduki oleh seorang wanita, sekitar 35 tahun, yang tampaknya terpelajar dan dandanan yang menarik. Bapak tadi meminta agar wanita itu memberikan kursinya karena itulah nomer kursi yang tertera di tiketnya. Setelah terjadi sedikit dialog, akhirnya ketahuan bahwa wanita itu salah naik k.a. atau sengaja naik A.J. agar lebih cepat tiba di Crb. Ia mempunyai tiket k.a. Cireks yang berangkat pukul 18.15, sedangkan Argo Jati berangkat pukul 17.10. Mungkin ia ingin membeli tiket A.J. tetapi sudah habis ( maklum hari Minggu banyak penumpang yang bepergian ). Beberapa penumpang menganjurkan kepada wanita itu agar mencari kursi yang lain yang masih ada di gerbong kami ( mungkin juga jatah untuk penumpang yang akan naik dari Jatinegara ). 

Akhirrnya ia mau pindah kursi dan menduduki kursi yang masih kosong tidak jauh dari kursi tadi. Kalau semua kursi penuh maka kemungkinan besar wanita tadi aharus mencari kursi di gerbong makan dan harus membeli maknan disana untuk dapat menduduki kursi di gerbong makan.

Setiba di Jatinegara, k.a. A.J. berhenti untuk mengangkut penumpang. Beruntung kursi yang diduduki wanita tadi tidak ada penumpang dari Jatinegara yang meng-claim kursi tadi. Aman…Saya berpikir, kalau pada saatnya Pak Kondektur memeriksa tiket dan melubangi tiket para penumpang, wanita itu pasti akan berurusan dengan Pak Kondektur.

Lima menit setelah meninggalkan jatinegara, seperti biasa Pak Kond3ektut mulai memerisa tiket penumpang. Ketika tiba di kursi wanita tadi, Pak Kondektur mengerutkan wajahnya karena ini tiket yang salah. Mengapa ada tiket k.a. Cireks, tetapi naik di k.a. A.J.? Cukup lama terjadi dialog antara Pak Kondektur dan wanita tadi. Alasan yang dikemukan wnaita tadi ( saya tidak mendengar o.k. suara berisik ketika k.a. berjalan ) rupanya masuk akal Pak Kondektur, tetapi ia harus membayar kekurangan biaya perjalanan antara k.a. A.J. dan Cireks.

Wanita tadi memberikaan selembar uang dan Pak Kondektur menukar uang tadi kepada seorang penumpang di dekatnya. Entah berapa yang hatus dibayar, apakah kena denda juga? Saya tidak tahu, tetapi wajah Pak Kondektur cerah ketika wanita tadi punya uang untuk membayar kekurangan harga tiket yang berbeda tadi. Waktu penukaran uang, dialog Pak Kondektur dan wanita tadi cukup memakan waktu dan menganggu penglihatan kami ke layar TV yang sedang menayangkan sebuah film yang menarik. Jengkel juga.

Yang menggelikan saya adalah ketika wanita tadi memberikan selembar uang, di dalam dompet Pak Kondektur tidak ada uang untuk kembalian dan mesti menukar kepada penumpang disekitarnya. Jadi adegan antara penumpang dan Pak Kondektur ini jelas disaksikan oleh para penumpang disekitar wanita tadi. Tidak tergambarkan rasa khawatir atau takut di wajah wanita tadi. Seolah-olah hal itu pasti akan terselesaikan dengan baik.

Masih untung ( lagi-lagi masih untung ) digerbong kami masih tersisa kursi kosong. Kalau tidak, maka ia harus pindah ke gerbong makan dan harus mengeluarkan uang untuk membeli makanan yang lumayan besar untuk seporsi Nasi Goreng, Nasi Campur, atau Bistik. Keadaan wanita tadi ternyata dapat diselamatkan dengan selembar uang kertas sebagai denda: salah naik kereta api. Kayaknya sudah terjadi win-win solution. UUD juga ya. Ciao.-


---

Kutipan:
Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan bersifat terbatas, sedangkan imajinasi melingkupi jagat raya
( Albert Einstein )

Sabtu, Juni 13, 2009

Bunyi Klakson





Pagi ini saya mengunjungi sebuah Toko Buku di sebuah Mall di kota Cirebon.
Ketika sedang asyik berkeliling diantara rak-rak buku, saya mendengar keributan suara klakson mobil dan motor. Maklum di sekitar Mall banyak orang dan kendaraan yang berhenti untuk parkir dll. Kebisaan membunyikan klakson kendaran bermotor sudah merupakan kebiasaan setiap waktu di negara kita. Lampu traffic light masih Kuning, suara klakson dari mobil di belakang kita sudah bersautan. Rupanya mereka tidak sabar untuk segera maju. Budaya antri belum berjalan dengan baik, dan masih sering dilanggar. Seharusnya peraturan dibuat untuk ditaati dam bukan untuk dilanggar.

Keadaan ini tidak berbeda denagn situasi di kota Hanoi yang pernah kami kunjungi. Jumlah penduduk 3 juta dan jumlah sepeda motor juga 3 juta. Dapat dibayangkan betapa hiruk pikuknya keadaan di jalan raya dalam kota Hanoi. Tiap sebentar pengemudi sepeda motor membunyikan klakson. Pengendara sepeda motor yang di depan cuek bebek saja mendengar suara klakson tsb. Kendaraan ingin saling mendahului sehingga mereka harus membunyikan klakson motornya.

Ketika kami mengunjungi kota Singapure, Macao, ( RRC ), Sydney, Melbourne, Gold Coast ( Australia ), jaramg sekali mendengar bunyi klakson mobil dan sepeda motor ( yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari pada jumlah mobil ). Pengendara mobil di negara-negara tsb lebih sabar dan tau diri. Bila lampu trafficlight masih Kuning mereka masih berhenti. Kalau kalau lampu sudah berubah menjadi Hijau mobil mulai melaju dengan hati-hati, sebab disetiap perempatan jalan selalu berada zebra cross untuk pejalan kaki. Mereka sangat menghormati pejalan kaki. Menabrak pejalan kaki, urusan bisa panjang dan SIM bisa dicabut tanpa ampun. Meskipun mereka juga sibuk tetapi tetap dengan bijaksana menjalankan moto “Time is money atau waktu adalah uang”. Uang sih uang, tetapi kalau nabrak pejalan kaki, dapat berakibat SIM dicabut alias tidak boleh mengendarai mobil lagi. Pilih mana? 

Sangsi melanggar peraturan lalu lintas sangat berat. Jangan coba-coba mobil melaju ketika lampu sudah Merah. Bila ada mobil yang tetap berjalan, maka Kamera yang berada di atas akan memotret Pelat nomer mobil tsb. Secara otomatis file foto ini akan masuk di komputer Kantor Polisi setempat dan petugas membuat Surat Tilang ke alamat pemilik mobil yang melanggar itu dengan jumlah yang besar. Meskipun Polisi lalu Lintas tidak nampak tetapi sistim sudah berjalan dengan baik sehingga dianjurkan agar pengemudi harus mentaati semua peraturan lalu lintas kalau ingin aman.

---
Kutipan:
Memang sakit kalau gagal, tetapi lebih buruk lagi kalau tidak pernah berusaha untuk berhasil
(Theodore Roosevelt )

Kamis, Juni 11, 2009

Trik agar tetap sehat di kantor




Upayakan agar tubuh dalam keadaan Fit ketika bekerja di Kantor.
Untuk itu kita harus mempersiapkan tubuh kita, a.l.:

1. Cukup tidur ( 7 – 8 jam setiap hari ).
Tidur akan membuat kita segar, seperti aki mobil yang distrom kembali.

2. Lakukan sarapan pagi sebelum berangkat ke Kantor.
Pola makan yang baik adalah:
3 kali makan dan 2 kali makan kecil ( snak ).
Makan pukul: 6, 12, 18. Snak: pukul 10.00, 15.00

3. Keep smiling. Teman sekerja dan para langganan akan merasa lebih nyaman berhadapan dengan kita. Wajah yang berkerut akan lebih mudah keriput.

4. Kursi yang diduduki harus yang ergonomik.
Tinggi meja dan jok kursi harus semikian rupa sehingga sudut siku menjadi 90 derajat ( posisi relax ). Gunakan kursi yang dapat diatur tinggi jok.

5. Bagi yang bekerja di depan layar Monitor Komputer:
Pakailah filter terbaik didepan layar Monitor agar mata kita tidak lekas lelah. Setiap 1 jam upayakan mata melihat benda-benda yang jauh untuk memberikan kesempatan mata istrirahat.

6. Udara didalam Kantor agar cukup ventilasi, ada pertukaran udara .
Bila ber AC, maka setiap hari bukalah jendela agar ada pertukaran udara luar.

7. Setiap 1 jam upayakan agar kita dapat berdiri atau berjalan.
Ambillah alasan untuk berpindah tempat dari kursi kita ( ambil air minum ke toilet, dll ). Hal ini akan memperbaiki aliran darah di dalam tubuh kita.

8. Upayakan agar diatas meja kita bersih dari segala macam Arsip Surat dll. Meja bersih menunjukkan pekerjaan kita sudah dikerjakan.
Jangan menunda-nunda pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat itu.

9. Bila ada kesempatan lakukanlah Senam ringan ketika duduk untuk memperlancar aliran darah kita. Angkatlah kedua lengan keatas kepala dan kembali kebawah ( ke atas meja kerja ). Gerakan kedua lengan ke arah samping tubuh kita. Lakukan 3 – 5 menit.

10. Lakukan Medical checkup tiap tahun 1 kali. Bila ada kelainan dapat segera diobati.

Semoga anda tetap fit di Kantor.




Selasa, Juni 09, 2009

Manula ( 2 )



Manula atau Manusia usia lanjut.
Di Indonesia, batasnya adalah 60 tahun ke atas. Bila sudah 60 tahun ke atas ia akan mempunyai KTP seumur hidup ( tidak usah mengganti KTP lagi ) dan kalau membeli Tiket kereta api akan mendapat diskon ( dengan memberikan Fotokopi KTP ybs ).

Ada anggapan bahwa faktor usia lanjut merupakan hambatan bagi seseorang untuk mengakses Internet. Mungkin itu benar, mungkin itu tidak benar.

Internet dapat diakses secara:
Siapa saja: tidak tergantung usia dari muda sampai tua.
Dimana saja: di rumah, di sekolah, di Mall, di mobil, di Airport dll.
Kapan saja: terbuka selama 24 jam penuh, siang dan malam.
Yang terakhir: dapat dilakukan dengan banyak alat sepeti: Komputer rumah ( Desktop), komputer jinjing ( Laptop/Notebook dan Netbook ), Smartphone ( Black Berry, Nokia, Samsung, LG, Nexian dll ).

Dengan makin terjangkaunya harga peralatan tsb ditambah adanya fasilitas pembelian secara kredit, cicilan ( Kartu Kredit ), maka makin mudah seseorang mempunyai sarana untuk mengakses Internet. Semudah anda menekan Tombol ENTER atau meng-klik Tombil KIRI Mouse anda.

Sebenarnya apa sih yang dapat dikerjakan dengan Internet itu?

Bila kita dapat mengakses Internet, maka kegiatan dibawah ini dapat dilakukan:

• Kirim/terima Email ( electronic mail / surat elektronik )
• Chatting, saling kirim berita dengan tulisan / teks.
• Browsing / surfing, untuk mencari berita, melihat dan mengambil foto dari Internet.
• Internet Banking, beberapa Bank sudah mempunyai fasilitas ini bagi para Nasabahnya seperti: melihat Saldo, melihat aktifitas transaksi dan mentransfer uang ke nasabah lain sesama Bank atau Bank lain.
• Membuat Web, Blog: baik untuk keperluan Bisnis, Berita, Pendidikan, Pribadi dll.

Ada banyak Manula yang asyik dengan laptop mereka untuk ber-Internetria. 

Ada juga ahli IT yang berusia masih muda, misalnya Marko Calasan, usia 8 tahun, ahli IT Sistem Administrator bersertifikat, penduduk kota Skopje, negara Macedonia. Di sekolah Marko menyenangi pelajaran Matematika.

Beberapa foto dapat dilihat dalam posting kali ini.
Semoga posting ini dapat menambah semangat anda yang belum mengenal Internet

Pesan moralnya:
• Untuk ber-Internetria, faktor usia tidak menjadi masalah, selama keinginan untuk belajar masih ada.
• Belajar adalah salah satu cara untuk mengindari pikun seperti dalam kalimat ini “Use it or lose it” .

Senin, Juni 08, 2009

Bahagia




                                       Lambang Double happiness

====

Tadi pagi, datang berobat Pak Heru ( bukan nama sebenarnya ), 51 tahun. Pak Heru pasien saya sejak bertahun-tahun sehingga sudah akrab.

Pak Heru menderita Flu. Setelah diberi resep, Pak Heru seperti biasa bertanya lain-lain hal.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik hati saya.

Pertanyaan Pak Heru iu adalah “Dok, apakah Dokter sudah merasa bahagia?”

Langsung saya jawab “Sudah”

Pak Heru dengan serius mengajukan pertanyaan berikutnya ( sepertinya saya jadi terdakwa dalam persidangan ), “Bisa dijelaskan, Dok.”

Saya menjawab dengan serius juga 

“ Pak, Heru, Bahagia itu tidak dapat dilihat tetapi hanya dapat dirasakan. Bahagia itu tidak ada di luar tubuh kita. Bahagia itu ada dalam hati kita. Bahagia adalah suatu perasaan. Perasaan hati yang hanya dapat dirasakan oleh setiap orang. Sama seperti Marah. Marah tidak dapat dilihat, tetapi akibat marah dapat kita lihat misalnya orang berteriak-teriak, memaki-maki orang lain, membanting benda yang dipegangnya dll.

Akibat Bahagia juga dapat dilihat misalnya wajah yang cerah, keep smiling, enak diajak bicara, berkarya dengan baik ( sesuai dengan talenta yang dimiliknya ). Tidak mudah tersinggung, tidak egois dll.

Itulah sedikit penjelasannya tentang makna Bahagia.”

“O..gitu ya ,Dok.”

Saya melihat masih ada rasa penasaran di wajah Pak Heru, lalu saya yang bertanya kepadanya “Ada pertanyaan lain, Pak?”

Pak Heru terpancing oleh pertanyaan saya dan langsung mengajukan pertanyaan lagi, “Dok, bagaimana kita bisa merasakan kebahagian seperti yang Dokter jelaskan tadi.”

Saya bertanya “Benarkah Pak Heru ingin tahu?”

Saya melihat kepala Pak Heru mengangguk-angguk, tanda membenarkan.

Saya menjawab dengan lebih santai dan teringat akan kalimat bijaksana yang pernah saya baca dan setiap hari saya lakukan dalam praktik sehari-hari:

Ingin Bahagia?

Untuk sehari, pergilah mancing.
Untuk sebulan, menikahlah. 
Untuk setahun, warislah harta.
Untuk selamanya, tolonglah orang lain.

Saya berkata lagi “Pak Heru, bila ingin bahagia untuk selamanya, lakukanlah yang terakhir tadi. Saya ingin yang terakhir itu, karena itulah saya berusaha banyak menolong orang lain bukan sekedar dalam praktik dokter saja tetapi juga dalam hal lain.”

Terdengar suara Pak Heru yang sayup-sayup sampai, nyaris tidak terdengar oleh saya, “Luar biasa…...”

Saya tidak mengerti arti kata luar biasa tadi, tetapi saya melihat wajah Pak Heru lebih cerah. Luar biasa dampak ucapan saya tadi.

Lama Pak Heru memandang, pigura foto-foto kami sekeluarga, foto wisuda putra/i kami, Surat Tanda Registrasi Dokter dan Surat Ijin Praktek Dokter milik saya yang terpasang di tembok di belakang tempat duduk saya.

Pak Heru berkomentar “Luar biasa. Putra/i Dokter sudah selesai kuliahnya. Isteri Dokter juga seorang Dokter. Saya percaya kalau Dokter merasa bahagia.”

Saya berkata merendah “Saya bersyukur bila Tuhan sudah memberkati saya dan keluarga saya, Pak.  Amin. Kalau ditelusuri kehidupan pribadi saya, saya sudah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Sekolah sudah, jadi Dokter sudah, bekerja sebagai PNS sampai pensiun sudah, menikah sudah, punya anak sudah, menikahkan anak sudah. Saat ini saya tergolong dalam daftar tunggu ( waiting list ). Menunggu jemputan oleh Tuhan. Saya tidak tahu kapan waktu itu. Besok, bulan depan, tahun depan, 10 tahun lagi. Saya tidak tahu rencana Tuhan. Oleh karena itu saya berusaha agar dapat menolong orang lain, seperti jawaban atas pertanyaan Pak Heru tadi. Mau jugakah Pak, Heru berbuat yang sama seperti saya?”

Pak Heru menjawab tegas “Mau, Dok”.
Pak Heru meninggalkan tempat praktik saya dengan bersemangat dan wajahnya cerah, secerah cuaca kota Cirebon pagi itu.

Pesan moralnya:
1. Rasa bahagia ada dalam hati kita masing-masing.
2. Kalau mudah menolong orang lain, kenapa harus dipersulit?
3. Kita menuai apa yang telah kita tanam.




Siklus Bioritmik



Grafik ( atas ) bulan Juni - Juli 2009

Grafik ( bawah ) bulan Oktober - November 2009

---

Pernahkah anda pada suatu tanggal tertentu bulan tertentu, merasa kondisi kesehatan anda sedang menurun?

1. Terlambat makan, perut menjadi nyeri. Kehujanan sedikit saja, badan meriang. Kurang tidur, tubuh menjadi tidak nyaman sekali.

2. Padahal pada lain waktu, anda merasa baik-baik saja meskipun terlambat makan, kehujanan atau tidur larut malam tetapi keesokan hari tubuh tetap fit?

Saya pernah mengalami dan memperhatikan hal tsb sedikitnya selama 2 tahun terakhir ini.

Keadaan tsb ( 1 ) mungkin sekali karena Siklus Bioritmik tubuh saya sedang dalam posisi paling bawah. Biasanya dalam bulan Juni, saya mengalami bersin-bersin, tubuh pegal linu, tiap sebentar saya harus b.a.k. Keesokan harinya saya menderita Flu.

Flu saat ini memerlukan waktu yang lebih lama umntuk penyembuhannya dari pada Flu 5 tahun yang lalu. Saya selalu minum obat Anti untuk 5 hari saja lalu distop, sebab rasanya minum obat atau tidak minum obat sama saja. 3 hari kemudian kesehatan saya pulih kembali denagn sendirinya. Sekitar 2 minggu kemudian tubuh saya menjadi Fit kembali dengan sendirinya seperti keadaan nomer ( 2 ). Rupanya siklus Bioritmik saya naik kembali.

---

Siklus Bioritmik:

Para ahli Astronomi menemukan adanya konsep Bio cycles / siklus hidup misalnya Biological clock / jam biologis yang ada dalam tubuh setiap orang. Ini menerangkan mengapa orang dapat bangun sendiri pada jam tertentu, bila sudah terbiasa. Jam Biologis ini berbeda pada setiap orang. Jam Biologis harus disetel ulang bila kita berada disuatu negera yang perbedaan waktunya sangat besar. Kalau belum disetel ulang maka orang tsb selalu akan bangun dari tidurnya misalnya setiap pukul 05.00 pagi. Tidak peduli saat itu ia berada di negara dengan waktu yang sangat berbeda.

Siklus Bioritmik ditemukan pada abad ke 19 dan 20 di negara Austria dan Jerman. Dr. Herman Svoboda ( Ahli Psikologi ) dan Dr. William Fliess of Berlin ( Germanic Academiy of Science ) telah mempelajari siklus Bioritmik ini dalam penelitiannya ( http://cycletourist.com/biochart/biodoc.php ).

Siklus Bioritmik terdiri dari:
1. Siklus Fisik ( setiap 23 hari), warna Biru.
2. Siklus Emosi ( setiap 28 hari ), warna Merah.
3. Siklus Intelektuil ( setiap 33 hari ), warna Hijau.

Ketiga siklus ini akan naik dan turun setiap 23, 28 dan 33 hari.
Pada website tsb kita dapat memasukkan nama kita, tangal, bulan dan tahun lahir untuk mengetahui bagaimana ke 3 siklus Bioritmik ini pada setiap 1 bulannya, seperti grafik ini.

Grafik pada tanggal 20 bulan Juni 2009:
Siklus Fisik dan siklus Emosi berada di titik paling rendah ( keadaan yang tidak bagus ).

Grafik pada tanggal 23 bulan Oktober 2009:
Siklus fisik, siklus Emosi dan siklus Intelektuil secara bersamaa berada di titik paling tinggi ( keadaan yang bagus )

Kalau kita perhatikan dalam tiap bulan sepanjang tahun, ketiga siklus tadi akan naik dan akan turun setiap bulannya. Jadi setiap bulan kondisi Fisik, Emosi dan Intelektuil kita selalu berubah-ubah. Kalau sedang berada di titik paling rendah kita mesti waspada.

Dengan melihat Grafik Siklus Bioritmik tiap-tiap orang dalam setiap bulan, dapat dilihat bahwa kadang status Fisik, Emosi dan Inteltuil seseorang ada diatas dan kadang ada di bawah.

---

Grafik ini dapat menjelaskan mengapa pada tanggal tertentu kondisi seseorang tidak baik dan pada waktu lain menunjukkan keadaan yang baik.

Minggu, Juni 07, 2009

Kejujuran manusia (2)


Ini sebuah Kisah kejujuran manusia yang lain.

Tanggal 4 Juni 2009 sekitar pukul 18.45 saya mendapat telepon dari seseorang. Ternyata ia teman saya, pemilik sebuah toko yang tidak jauh dari tempat praktek saya.

Pak S. menyatakan bahwa ia sudah berada di rumahnya yang jauh dari lokasi Tokonya. Katanya ada seorang karyawannya yang tinggal/menunggui toko yang sakit demam dan ingin berobat kepada saya tetapi, bayar docor fee-nya tidak bisa saat itu, karena karyawannya tidak dibekali uang. Pak S sendiri sering datang berobat kepada saya.

Saya menjawab “No problem, asal pasien segera datang ke tempat praktek saya”

10 menit kemudian, pasien Pak A. datang ke tempat praktek saya dengan dibonceng motor putra Pak S.

Setelah bertanya dan melakukan pemeriksaan fisik, saya membuat Diagnosa kerja: Observasi Febris, sebab belum dilakukan pemeriksaan Laboratorium dll. Kemungkinan besar pasien menderita Typhus. Pak A saya beri resep obat: anti biotika kapsul, anti demam tablet dan vitamin tablet. Pasien pulang dan tidak bicara soal biaya pemeriksaan, karena saya sudah maklum.

Keesokan harinya tidak ada yang mengantar uang biaya pemeriksaan. Mungkin Pak S lupa atau pura-pura lupa. Sampai tanggal 7 Juni 2009 saat saya mengetik artikel ini, juga masih belum ada beritanya, apalagi uangnya.

Saya membatin: “Mengapa ada orang yang menyatakan berhutang tetapi tidak segera melunasinya meskipun ia bukan orang yang tidak punya.” Kalau ia tidak punya, saya bisa maklum. tetapi kalau ia mampu mengapa ia tidak mau membayar? Aneh tapi nyata.

Mengapa tidak ditagih saja?
Saya malas melakukannya. Untuk apa? Kalau tidak mau membayar, ya sudahlah.
Mungkin itu bukan rejeki saya.

Bagi saya tidak masalah, tetapi lain kali saya tidak mau melayaninya lagi. Cari Dokter lain saja.

Pesan moralnya:
Seringkali kebaikan kita, tidak dihargai oleh orang lain.
Suatu saat hukum karma akan menimpa dirinya.




N A T O (2)



Ini kisah NATO ( No Action Talk Only ) yang lain.

Krisis ekonomi sudah melanda banyak negara, termasuk di USA.

Adalah seorang pengusaha di negera Mr. Barrack Obama yang kaya raya karena bisnisnya maju pesat. Akibat krisis yang sudah mendunia, dalam waktu singkat bisnisnya merosot dan ia akhirnya menjadi bangkrut. Sebagai orang pengangguran ia sangat menderita. Kebiasaan hidup yang mewah menjadi kehidupan yang serba kekurangan menjebabkan ia Stres berat.

Ia berusaha bangkit kembali tetapi semua usahanya itu membutuhkan waktu yang lama. 
Untuk menjadi kaya mendadak, hanyalah memenangkan Undian besar.
Setiap hari ia berdoa kepada Tuhan “Ya Tuhan menangkanlah Undian saya, agar saya dapat bangkit kembali dalam usaha saya.”

Hari lepas hari, minggu lepas minggu dan bulan lepas bulan, ia tidak mendapat jawaban dari Tuhan. Menjelang hari Natal pada bulan Desember, juga ia masih belum mendapat jawaban.

Akhirnya ia marah besar kepada Tuhan dan berkata “Tuhan, mengapa doa-doa saya tidak mendapat jawaban? Saya sudah mengetuk pintu agar pintu dibukakan. Saya sudah meminta agar saya diberi, tetapi mengapa Tuhan tidak mendengar dan menjawab semua doa-doa saya? Mengapa Tuhan tidak mau mendengar saya?”

Seketika itu terdengar suara yang sangat keras, GLEGARRRRR......Mendadak lampu di ruangan menjadi mati dan dalam kegelapan ia mendengar sebuah suara “Aku mendengar. Aku mendengar doamu, tetapi mengapa engkau belum membeli Undiannya?”

Pengusaha itu kaget setengah mati mendengar suara Glelegar yang sangat keras itu dan lebih kaget lagi ketika Tuhan bertanya mengapa dia belum membeli Undiannya, padahal ia berdoa agar dimenangkan Undiannya. Kalau tidak mempunyai Kupon Undiannya, mana bisa nomer Undiannya menang?”

Pengusaha itu terjatuh lemas. Sadar bahwa doa-doanya tidak disertai dengan perbuatan membeli Undian. Sia-sialah ia berdoa dan menunggu jawaban hampir 1 tahun lamanya. Perbuatannya sia-sia belaka. Ia sangat menyesal sudah marah kepada Tuhan dan sangat menyesal mengapa tidak membeli Kupon Undiannya.

Pesan moralnya:
Jangan hanya berkata saja, tetapi lakukanlah dengan perbuatan ( No Action Talk Only ).
Bersyukurlah dalam krisis ekonomi saat ini, dimana Tuhan masih memberikan kehidupan bagi kita semua. Amin.



Sedan atau Anak



Manakah yang ingin anda miliki: Sedan / Anak / Keduanya?

1. Ada Pasutri yang memunyai keinginan mempnyai sebuah mobil Sedan. Bersusah payah menabung untuk dapat membeli Sedan dengan cara angsuran ( kalau beli kontan, bisa dicurigai, dari mana uang itu?). Kalau ada uang maka Sedan dapat dimiliki.

2. Ada Pasutri yang sudah menikah lebih dari 1 tahun, tetapi masih belum mempunyai seorang anakpun. Banyak uang dan doa sudah dijalankan tetapi masih belum juga mempunya keturunan. Akhirnya dengan suatu cara, misalnya Bayi tabung ( dengan biaya cukup mahal ), Pasutri ini akhirnya dapat mempunyai anak. Jadi anak ini termasuk anak yang mahal.

3. Ada Pasutri lain yang mempunyai Sedan dan Anak, tetapi anaknya disia-siakan. Lebih mementingkan Sedan dari pada mengasihi anaknya. Aneh tapi nyata.

---

Dalam Kebaktian pagi di Gereja kami, Bpk. Pendeta kami menceritakan sebuah ilustrasi yang sangat menarik:

Ada sebuah Pasutri yang sudah mempunyai anak, Anton ( bukan nama sebenarnya ), usia 4 tahun. Pak Harman ( bukan nama sebenarnya ) akhirnya dapat mempunyai sebuah Sedan baru, warna Putih idamannya. Suatu hari Pak Harman berangkat ke Kantor naik Sepeda motornya. Ia masih merasa sayang Sedan yang masih mulus itu tergores ketika dibawa ke Kantor tempat kerjanya.

Anton yang mulai gemar menggambar, hari itu dengan sebuah Spidol membuat macam-macam gambar diatas permukaan Sedan putih ayahnya. Anton bangga sudah dapat membuat gambar di hampir seluruh permukaan badan Sedan itu.

Pak Harman sepulang dari Kantor, langsung menuju garasi dan mendapatkan Sedan Putih mulus yang baru dimilikinya, penuh dengan coretan Spidol. Pak Harman bertanya kepada Pembantunya. Jawab Pembantunya “Saya tidak tahu Tuan, siapa yang melakukannya. Sepanjang hari saya bekerja di dalama rumah dan Dapur untuk menyiapkan makanan.”

Saat itu datanglah, Anton mendekati ayahnya dan berkata “ Ayah, bukankah gambar saya itu bagus?”

Bukannya memuji Anton, ia malah Pak Harman naik pitam dan berkata kepada putranya “ Anton, kenapa engkau mencoret-coret Sedan ayah? Engkau harus dihukum.”

Tanpa mau mendengar alasan Anton, Pak Harman mengambil sepotong Kayu. Kedua tangan Anton dipukulinya, akibatnya tangan Anton luka dan berdarah. Anton menangis keras-keras, tetapi ayahnya tidak peduli. Perbuatan Pak Harman baru berhenti setelah isterinya memohon agar Anton tidak dipukul lebih lanjut.

Oleh Ibunya, luka Anton dirawat dan diobati. Malang luka Anton pada keesokan harinya menjadi makin parah, tangan Anton bengkak. Pak Harman yang masih marah tidak mau membawa Anton ke Dokter untuk mengobati tangan Anton. Akhirnya tangan Anton mengalami infeksi berat dan harus diamputasi oleh Dokter Bedah. Kini Anton tidak mempunyai kedua tangannya lagi. Meskipun Pak Harman mempunyai Sedan ( idamannya ) dan anak ( kesayangannya ), tetapi untuk apa kalau kedua tangan anaknya buntung? Menyesal kemudian tidak ada artinya lagi.

---

Sampai disini kisah itu berakhir dengan tragis, tetapi kalau mau dilanjutkan maka kisahnya lebih tragis lagi: 

Ibu Anton sedih dan juga marah kepada suaminya yang telah tega berbuat begitu kepada putra mereka, satu-satunya anak yang merupakan keturunan mereka, tetapi kini tangannya cacad berat akibat perbuatan suaminya. Suaminya lebih mementingkan Sedannya dari pada anaknya. Akhirnya isterinya minta cerai, Anton dibawa ibunya. Hiduplah Pak Harman seorang diri dengan sebuah Sedan putih yang penuh coretan Spidol anaknya. Lalu untuk apa hidup ini?

---

Kalau Pak Harman berbuat dengan hati ( bukan dengan pikiran / otaknya ), maka mungkin kisahnya begini:

Anton dipuji bahwa ia sudah dapat menggambar ( tidak semua anak dapat menggambar dengan baik seusianya ). Kemarahannya diredam ( biarlah nanti catnya diperbaiki dibengkel cat mobil ). Untuk mewujudkan kasih sayang kepada ankanya, Anton selanjutnya disediakan sebuah Kanvas untuk melukis atau sebuah Papan Tulis putih ( white board ) sebagai sarana untuk pendidikan menggambar Anton. Pemecahan masalah yang Win-win solution.

---

Kalau anda menjadi Pak Harman, solusi manakah yang akan diambil?

---

Pesan moralnya:
Berpikirlah dahulu lalu bertindak, bukan bertindak dahulu baru berpikir.


---------------------------------------------------------------------------

Walau kecil talentamu, berikanlah yang terbaik untuk Tuhan

---------------------------------------------------------------------------


Sabtu, Juni 06, 2009

Tips Sehat


Saya sering mendapat satu pertanyaan dari para pasien saya.
Pertanyaan itu ialah “Apa Tips agar dapat hidup sehat?”

Jawabannya sudah banyak ditulis dalam Majalah Kesehatan Tabloid Kesehatan, Buku-buku Kesehatan, Talk show di radio dll.

Sebelum menjawab pertanyaan tadi, kita mesti tahu ada 2 hal yaitu Sehat dan Sakit.
Definisi Sehat adalah suatu keadaan sehat Jasmani, Rohani dan terlepas dari Kecacadan.
Sakit adalah kebalikan dari Sehat, yaitu adanya gangguan dalam Jasmani, Rohani dan adanya kecacadan.

Saat ini Sakit sudah merupakan kemewahan bagi kebanyakan orang, artinya kalau Sakit maka akan banyak dana yang dikeluarkan agar sembuh dari sakit. Daya beli yang rendah menyebabkan orang sakit tidak dapat berobat dengan baik.

Asuransi Kesehatan ( Askes ) bagi PNS banyak membantu mereka yang sakit. Demikian juga Jenis Asuransi Kesehatan yang lain.

---

Sakit

Penyebab sakit ada 2 yaitu: yang dapat dirubah dan yang tidak dapat dirubah.

I. Yang tidak dapat diubah yaitu:

1. Faktor genetik ( keturunan ): Sejak lahir sudah ada sifat / bawaan darti orang tuanya, misalnya: Kencing Manis / Diabetes mellitus, Hipertensi, Mata Myopia, Kelainan kulit Atopik dermatitis dll.
2. Faktor Gender ( jenis kelamin ): jenis kelamin tidak dapat dirunbah karena bawaan dari sononya. Ada penyakit yang hanya terdapat pada Wanita ( Kanker Leher rahim, kanker Payudara dll ) dan pada Pria ( Kanker Prostat ).
3. Faktor Usia: Usia tidak dapat ditawar, usia tidak dapat distop. Ada penyakit yang lebih banyak terdapat pada anak-anak ( Campak, Gondongan/Parotitis, Penyakit Jantung Bawaan dll ), pada usia dewasa ( Kencing Manis, Darah Tinggi dll ) dan pada usia lanjut ( Mata Katarak , Kanker, Stroke, Penyakit Jantung dll ).

II. Yang dapat dirubah yaitu:

1. Faktor Lingkungan Hidup: pencemaran udara, air dapat dicegah dengan tehnologi dan kemauan dari masyarakatnya, membuat sumur dengan jarak minimal 10 meter dari septik tank juga dapat dikerjakan.
2. Faktor Infeksi ( karena Bakteri atau Virus ): dapat dicegah dan diobati.
3. Faktor Kebiasaan Hidup: misalnya merokok dapat dihentikan, sering begadang sampai pagi hari dapat dihindari, cuci tangan sebelum makan dapat dibiasakan, menggosok gigi setelah makan dapat dibiasakan, minum, air yang sudah direbus dapat dilakukan dengan baik.

---

Banyak penyakit menyerang manusia oleh karena dibuat sendiri, misalnya:
1. Sakit Maag ( gastritis acuta ) akibat terlambat makan, makan yang pedas-pedas / asam-asam, 
2. Bronchitis, Kanker Paru karena perokok berat ( lebih dari 20 batang / hari )
3. Kencing nanah ( gonorrhoe ) terjadi karena hubungan seks dengan pasien G.O.
4. Luka bakar akibat ketidak hati-hatian ketika bekerja di dapur.
5. Gagal Ginjal dan kematian akibat minum Miras oplosan.

Tips agar Sehat:

a. 3 Hemat: hemat Garam, hemat Gula dan hemat Minyak.
Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin dapat menyebabkan Darah Tinggi, Terlalu banyak mengkonsumsi Gula ada bahaya kegemukan dan penyakit kencing Manis. Terlalu banyak mengkonsumsi makan yang berminyak ( kolesterol ) dapat menyebabkan Darah Tinggi dan Stroke.

b. Makan 4 Sehat 5 Sempurna atau makanan bergizi yang seimbang. Jangan dilupakan manfaat Sayur dan Buah-buahan karena mengandung Serat nabati yang membantu proses pencernaan dan b.a.b. dan juga merupakan sumber Vitamin dan Mineral yang kita butuhkan setiap hari.

c. Olah raga teratur ( seminggu 3 kali, selama 30 – 60 menit/kali latihan ) dapat berupa jalan pagi, bersepeda, berenang, senaam sehat dll tergantung dari usia dan adanya fasiltas. Olah raga teratur akan melatih Jantung, Pernafasan dan anggota gerak kita dengan baik.

d. Hindari kebiasaan jelek seperti: Merokok, Penggunaan Narkoba, Begadang, Minuman Keras, Hubungan seks dengan bukan pasangan yang sah.

e. Segera memeriksakan diri ke Dokter terdekat bila mengalami gangguan kesehatan. Menunda berobat akan memparah penyakit dan menyebakan makin besarnya biaya pengobatan. Jangan sekali-kali men-dokteri sendiri, kecuali kalau anda seorang Dokter.

f. Banyak menolong orang lain.

g. Berdoa, mohon diberi berkat dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

---

Lakukanlah hal-hal diatas, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Semoga anda jauh dari penyakit. Amin.




Kamis, Juni 04, 2009

USB Modem CDMA ( 3 )


Untuk mengakses Internet saya memakai USB Modem CDMA Starone. Sebelumnya, saya memakai Speedy.

Tanggal 17 Maret 2009 pemakaian Starone Prabayar, berubah menjadi Starone Pascabayar, karena sejak saat itu di kota Cirebon sudah ada Paket Starone untuk Internet dengan tarif Rp. 99.000 ,- ( + 10 % PPN ) untuk jatah 1 Gb. Kelebihan dari quota ini dikenakan tarif Rp. 300,- / Mb atau Rp. 0,30,- / Kb. Bulan Mei 2009 saya membayar Rp. 105.270,- untuk pemakaian Internet.

2 hari yang lalu saya mendapat informasi via handphone bahwa di Cirebon sudah ada paket Unlimited Pascabayar, oleh karena itu sejak tanggal 3 Juni 2009 saya berlangganan Starone Pascabayar Unlimited, yang akan aktip dalam waktu 1 x 24 jam ( semoga tepat waktu ). Tarif nya Rp. 113.000,-/bulan + PPN 10%. Saya pikir tarif ini tidak terlalu mahal, apalagi mendapat fasilitas Unlimited, dengan demikian saya tidak perlu khawatir adanya pemakaian yang overquota. Speed mash sama yaitu 153 Kbps.

 

Selasa, Juni 02, 2009

Kejang demam




Kemarin saya mendapat pasien dengan Diagnosa Kejang demam. Anisa, seorang Balita usia 3 tahun sejak 3 hari yang lalu menderita Radang Telinga Tengah Kanan. Kata Ibunya hari itu tubuh Anisa demam mendapat serangan Kejang. Kejang pada pasien anak yang kejang biasa disebut Kejang Demam. Penyebab demamnya sendiri dapat bermacam-macam seperti: Radang Telinga Tengah, Radang Saluran Kencing, Radang Saluran Pernafan, dll. Pemberian obat anti kejang yang dimasukkan ke dalam lubang dubur Anisa memberikan efek menghilangkan kejang dan pasien tertidur.

Bila menghadapi pasien anak yang Kejang demam, pikiran saya flash back ke tahun 1984. Saat itu saya bertugas di salah satu Puskesmas di kota Cirebon. Suatu pagi sekitar pukul 09.00 sebelum rombongan kami berangkat ke salah satu Posyandu dalam wilayah kerja Puskesmas, ada seorang pembantu rumah tangga yang disuruh majikannya memanggil dokter Puskesmas ( saya ).

Setiba di rumah pasien, Balita, 1 tahun, laki-laki, Ibu Lili ( bukan nama sebenarnya ) menjelaskan bahwa putranya, Joni ( bukan nama sebenarnya ) sejak kemarin batuk pilek demam, 1 jam yang lalu, Joni Kejang dan minta pertolongan Doker Puskesmas. Rumahnya dibelakang gedung Puskesmas kami.

Pada pemeriksaan kilat saya mendapatkan tubuh Joni demam tinggi, Mata tebalik ke atas, kedua lengan bawahnya melipat membentuk sudut 30 derajat ke arah lengan atas. Joni tidak sadar. Joni menderita Kejang demam.

Saya berkata kepada Ibu Lili bahwa Joni perlu mendapatkan obat secepatnya melalui suntikan anti kejang yang sudah saya siapkan dari Puskesmas. 

Ibu Joni berkata “Dokter, Joni jangan disuntik. Saya takut.”

Saya jadi bingung, pemberian obat anti kejang melalui suntikan akan dengan cepat menghilangkan kejang etapi kok tidak diperbolehkan. Saya tidak mempunyai obat anti kejang yang dapat diberikan melalui lubang dubur. 

Ibu Lili memohon “ Tolonglah Dokter, tapi Joni jangan disuntik.”

Saya menjawab “Baik. Baik. Kalau begitu saya buatkan resep untuk Joni”. 
Saya menulis resep berupa 2 Tube anti kejang via dubur, puyer anti kejang dan Antibiotika sirop. Saya memberikan resep obat itu kepada Ibu Lili dan berpesan agar setelah dibeli, obat anti kejang itu harus segera dimasukkan ke dubur Joni.

Saya kembali ke Puskesmas dan bersiap-siap untuk menuju Posyandu sesuai jadwal hari itu.

Keesokan paginya, bu Lili sudah menunggu saya di ruang kerja saya. Saya agak terkejut, pagi-pagi sudah ada tamu menunggu saya.

Saya menyapa Ibu lili “Met pagi, Bu. Ada apa ya?” Saya khawatir kalau-kalau ada masalah dengan putranya , Joni.

Ibu Lili menjawab “Dokter, saya mau membayar biaya pengobatan kemarin ketika dokter memeriksa Joni.”

Saya menjawab “Ibu Lili, tidak usah membayar apa-apa, sebab saya tidak dapat menolong Joni.”

Ibu Lili berkata lagi “ Kemarin kan, Doker datang ke rumah kami, memeriksa Joni dan memberikan resep untuk Joni.” 

Saya menjawab “ Oh.. itu. Sudahlah, Bu.Ibu tidak perlu membayar apa-apa. Yang penting Joni dapat selamat. Bagaimana kabarnya dengan Jni pagi ini, Bu.”

Ibu Lili berkisah “Setelah saya mendapat resep dari Dokter, saya menemui Ibu Dokter Ester ( bukan nama sebenarnya) yang dokter langganan kami. Saya menceritakaan penyakit Joni.Dr. Ester bertanya mana resep dari Dokter Basuki? Setelah membaca resep itu, Dr.Ester berkata ini resep sudah benar, cepat dibelikan di Apotik terdekat.
Saya langsung menuju salah apotik terdekat. Obat anti kejangnya saya masukkan ke dubur Joni dan Joni tertidur. Siang hari Joni terbangun dan minta makan. Sekarang Joni tidak demam lagi setelah minum obat dari resep Dokter Basuki. Begitu, Dokter ceritanya.”

Astaga…. berapa puluh menit mulai Ibu Ester mencari Dr. Ester, beli obat di apotik dan kembali pulang dan memasukkan obat anti kejang kepada Joni. Minimal 1 jam. Padahal menit sel-sel otak tidak mendapat Oksigen, mereka akan mati. Selama 60 menit ( minimal ) sudah berapa ratus ribu sel-sel otak Joni ada yang mati akibat kekurangan Oksigen ketika Joni demam? Matinya sel-sel Otak ( neuton ) tentu berdampak buruk terhadap tingkat kepandaian dll dari pasien.

Mengapa Ibu Lili tidak segera membeli obat itu langsung saja ke Apotik?
Saya merasa disepelekan oleh Ibu Lili, itulah sebabnya saya tidak usah meminta doctor fee dari Ibu Lili. Ia mohon bantuan dari seorang Dokter, tetapi ia tidak yakin akan pengobatan yang diberikan dokter itu. Ia minta second opinion dari dokter lain dan ini membuang banyak waktu yang akan mematikan banyak neuron anaknya!

Ya sudah mau apa lagi.

Sebelum Ibu Lili meninggalkan Ruang kerja saya, saya masih penasaran mengapa dia tidak mengijinkan saya menyuntik anaknya? Padahal tindakan itu perlu untuk mengatasi demamnya.

Jawaban Ibu Lili masuk diakal juga, katanya “Dok, 2 tahun yang lalu Stefen, kakak Joni juga menderita Kejang damam. Oleh salah seorang dokter, Stefen disuntik dan akhirnya Stefen meninggal dunia. Saya trauma kalau Joni disuntik, khawatir akan meninggal dunia juga.”

Saya menjawab “Oh..gitu alasannya, Bu. Baiklah. Ibu harus berupaya agar Joni tidak menderita demam. Kalau demam segera diberi obat penurun demam dan segera memeriksakan diri kepada dokter.”





Senin, Juni 01, 2009

Uji Kompetensi Dokter Indonesia


Foto peserta Uji Kompetensi Dokter Indonesia.

Dikutip dari website Konsil Kedokteran Indonesia, http://www.inamc.or.id ( mohon ijin KKI untuk artikel ini. Terima kasih. ) tentang Uji Kompetensi Dokter Indonesia.

Dalam upaya memenuhi Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (UUPK), setiap dokter yang lulus harus mempunyai sertifikat kompetensi, oleh karena itu setelah lulus pendidikan formal kedokteran, setiap lulusan harus melalui suatu uji kompetensi yang dilakukan oleh Bersama Uji Kompetensi Dokter Indonesia (KBUKDI).

Dalam UUPK tersebut juga dinyatakan bahwa sertifikat kompetensi (dokter) adalah surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter untuk menjalankan praktik kedokteran di seluruh Indonesia. Sertifikat kompetensi dikeluarkan oleh kolegium yang bersangkutan.

Pada tanggal 28 Februari 2009 diadakan uji kompetensi seluruh dokter lulusan baru (tahun 2009) di seluruh Indonesia dari seluruh universitas dengan 12 lokasi yang ditentukan. Dokter yang telah lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat kompetensi selanjutnya dapat memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. (KKI). Bagi dokter dan dokter gigi yang telah memiliki STR dapat melakukan praktik setelah terlebih dahulu mengurus Surat Izin Praktik (SIP) di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota setempat.

------

Keadaan dan Peraturan sudah berubah dari waktu ke waktu lain.
Ketika tahun 1979 saya lulus dan diwisuda menjadi Dokter salah satu Fakultas Kedokteran Swasta di Bandung, saya segera mendaftar ke Dep. Kes R.I. yang saat itu masih berloksai di Jl. Prapatan Jakarta ( saat ini sudah berlokasi di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta ). Saya mendapatkan S.K. ( Surat Keputusan Mentri Kesehatan tentang penempatan saya PNS tenaga Medis di Propinsi Jabar. Oleh Kakanwil Dep. Kes R.I. Jabar, saya mendapat S.K. penempatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dan oleh Kepala Dinkes Kab. Cirebon saya diberi tugas sebagai Kepala Puskesmas Cirebon Utara per tanggal 1 April 1980. S.I.P. ( Surat Ijin Praktek ) dokter dibuat oleh Ka Dinkes Kab. Cirebon. Setelah mempunyai SIP maka saya dapat buka praktek swasta / sore untuk menambah penghasilan. Saat itu saya dan Teman-teman Sejawat Dokter lain tidak diharuskan mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia. Barulah setelah diberlakukan UUPK no. 29 tahun 2004, tentang Praktek Kedokteran, setiap Dokter diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi ini. Setelah lulus ujian ini dokter mendapat STR ( Surat Tanda Registrasi ) yang berlaku selama 5 tahun. SIP dokter yang dibuat oleh kepala Dinas Kota/Kabupaten setelah setiap Dokter mempunyai STR. Perlu perjuangan dan persiapan yang baik untuk dapat lulus Uji Kompetensi tsb. Tanpa STR, para dokter tidak akan dapat mempunyai SIP. Tidak mempnyai SIP, tentu tidak diperbolehkan buka praktek.

Oleh Konsiil Kedokteran Indonesia para dokter yang sudah praktek diatas 5 tahun dapat mengikuti Program Konversi sebagai pengganti Uji Kompetensi tsb. Kami di Cirebon mengikuti Paket A dan B selama 4 hari penuh di sebuah RS di Cirebon. Beberapa minggu kemudian para peserta diwajibkan mengisi Borang-borang ( formulir isian ) yang menyangkut: identitas diri, alamat praktek, sarana praktek dokter, kasus-kasus penyakit yang ditangani setiap dokter praktek dll. Borang-borang ini dikirimkan secara kelompok ke KKI di Jakarta. Oleh KKI akan diberikan Sertifikat sebagai pengganti STR untuk memperoleh SIP di Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Para peserta program Konversi ini akan dilantik sebagai Dokter Keluarga (D.K. ) pada Kongres Nasional ( Konas ) PDKI tanggal di Bandung 6-9 Agustus 2009. Setelah dilantik maka kami berhak menambah gelar dibelakang nama kami, misalnya Dr. Alibaba D.K. ( Dokter Keluarga ).

Saat ini SIP kami akan habis masa berlakunya s/d tahun 2011. Dengan didapatkannya Sertifikat setelah mengikuti program Konversi ini maka untuk 5 tahun ke depan ( s/d tahun 2016 ) para peserta sudah mempunyai kesempatan untuk buka praktek s/d tahun 2016. Setelah itu kami belum tahu apakah kami masih dapat buka praktek atau tidak mengingat faktur usia yang sudah S2 ( sudah sepuh ).

-----

Pasien saya pernah berkomentar “ Dokter mau menolong orang sakit kok seperti dipersulit, harus punya Ijin yang panjang liku-likunya, tidak boleh menjual obat langsung kepada pasien dsb. Mengapa ya Dok.”

Saya menjawab ”Peraturannya memang seperti itu, ya kami harus mengikutinya kalau masih ingin buka praktek. Memang dilematis profesi para dokter yang buka praktek ini. Kalau orang yang jual-beli tanah / rumah di depan Notaris harus membayar biaya yang cukup besar. Kalau tidak punya uang ( mosok jual tanah kok tidak punya uang? ) ya sertifikat tanah tidak akan ditanda-tangani. Sebaliknya kalau pasien yang datang berobat kepada dokter dan tidak punya uang mosok akan diusir begitu saja? Rasanya tidak tega mengusir orang yang sakit. Kalau ini terjadi maka keselamatan dokter ( apalagi di daerah terpencil ) dapat terancam. Masyarakat akan marah kalau dokter tidak mau menolong masyarakat yang sakit. Lain profesi, lain pula resiko dan tangung jawabnya. Karena itu kalau berobat, ya ikhlaslah untuk membayar doctor fee dan biaya obat di apotik.”
Pasien saya itu mengangguk-angguk. Semoga ia dapat memahami jawaban saya. Amin.