Sabtu, Juli 11, 2009

Pasien yang baik hati


Siang ini kami tidak makan siang di rumah, karena ada yang mengajak makan di luar rumah. Tidak ada alasan khusus mereka mengundang makan siang bersama. Lebih tepat kalau dikatakan acara keakraban. Belum pernah terjadi kami makan bersama dengan pasien kami. Jarang ada pasien yang mau mengajak makan bersama, selain undangan pernikahan putra/i pasien-pasien kami. Baru kali ini ada pasien yang berbaik hati kepada kami yang dinyatakan dalam acara makan siang bersama. Kami merasa gembira, selain tidak usah menyiapkan makan siang kami juga karena memang sudah lama kami tidak berjumpa dengan mereka. Mereka menganggap kami adalah sahabat mereka, bukan hanya sekedar seorang Dokter saja.

Ibu Siti ( bukan nama sebenarnya ), 68 tahun dan Ibu Aminah ( bukan nama sebenarnya ), 55 tahun adalah sahabat karib. Kedua Ibu ini merupakan pasien saya dan juga pasien isteri saya, artinya kalau salah satu dari kami tidak praktek, kedua Ibu ini berobat kepada saya atau isteri saya. Mereka merupakan pasien kami sejak bertahun-tahun.

Kedua pasien kami ini sejak beberapa bulan yang lalu ingin mengajak kami untuk makan siang disebuah Rumah Makan Sunda milik seorang sahabatnya. Baru siang ini kami sempat berkumpul dan pergi ke Rumah Makan tadi.

Ibu Aminah ( sebagai driver sedan Picanto miliknya ) dan Ibu Siti menjemput kami tepat tengah hari. Kami meluncur ke Rumah Makan itu yang berlokasi dekat kota Sumber yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Cirebon.

Selama perjalanan, kami ngobrol ke Barat dan ke Timur disertai dengan guyonan layaknya sahabat yang sedang ngerumpi.

Banyak pengunjung yang kami lihat bersantap siang disana. Hidangan yang tersedia adalah makan khas Sunda: Ikan Mas bakar, Ikan Mas goreng, Karedok ( semacam Lotek yang berisi irisan Kacang panjang, Taoge dan Mentimun ), Goreng Tahu, Goreng Tempe, Sayur asam, Sayur Lodeh, Lalaban dan Sambel. Minuman tersedia Es Jeruk , Kelapa Muda, Teh hangat dll. Cita rasa hidangan yang dipesan sungguh menggugah selera makan kami, pas pada jam makan siang kami. Terima kasih, sahabat!

Setelah selesai santap siang, kami berkunjung ke rumah Ibu Siti yang asri dengan banyak macam tanaman hiasnya dan ke rumah Ibu Aminah yang kecil mungil yang juga mempunyai tanaman hias. Kami diberi sebuah pot tanaman Cincaw dalam sebuah pot plastk. Tanaman Cincaw ini kegemaran isteri saya yang sering membuat Cincaw dari remasan daun tsb. Cincaw buatan sendiri yang diberi sirop dan es batu, segar diminum pada siang hari. Nyam nyam...

Siang ini pengalaman hidup kami bertambah satu lagi.

---

Kutipan:

Hadiah terbesar dari kerja keras manusia bukanlah hasil yang ia peroleh, melainkan manfaat dari yang ia kerjakan ( John Ruskin ).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar