Minggu, Juni 19, 2011

Komunikasi yang baik



Dari komentar-komentar yang saya terima di Blog saya, sepertinya saya ini dokter dan Blogger  yang hebat. Ternyata bukan begitu.

Pasien-pasien  mau berobat kepada saya juga tentu ada alasan tertentu. Kalau  banyak yang sembuh tentu juga ada alasannya masing-masing. Ada yang sembuh, ada juga yang tidak sembuh dengan alasan tertentu pula.

Setelah saya perhatikan kenapa sampai terjadi  begitu, maka saya menemukan alasannya.

Yang utama adalah terjalinnya komunikasi yang baik.
Tanpa komunikasi yang baik, sering  terjadi banyak masalah. Banyak tuntutan terhadap adanya Malpraktik juga  karena  komunikasi  tidak berjalan dengan baik. Jangankan mau berkomunikasi, mau bertanya atau minta informasi saja susah.

Mengapa Komunikasi yang baik merupakan faktor utama?
Tentu ada triknya yaitu menggunakan bahasa yang sama.
Bila pasiennya  hanya dapat berbahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Mandarain dll maka dokter juga berbicara bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Mandarin.

Bicara dengan satu bahasa, pasien merasa berada di dalam satu keluarga. Jadi lebih akrab.
Saya sendiri tidak pandai berbahasa Mandarin, mesti ada penerjemah yang biasanya dari keluarga pasien.

Selain Komunikasi yang baik, juga ada faktor lain yaitu: ramah.

Keep smiling, enak diajak bicara, tidak sombong, mau mendengarkan keluhan pasien merupakan tambahan lain bagi pelayan masyarakat. Pasien akan merasa nyaman kalau berobat.

Terakhir adalah kemamuan dokter untuk mendiagnosa penyakit pasien dan menyembuhkan pasien. Bila tidak berhasil, minimal ada jalan keluarnya misalnya dengan merujuk ke dokter lain yang disetujui oleh pasien dan keluarganya. Bila tidak dapat menyembuhkan penuakit pasien, minimal dapat mengurangi penderitannya.

Ilmu Kedokteran adalah long life study, jadi mesti belajar dan menambah ilmu untuk dapat melayani para pasien dengan baik.

Bagaimana pengalaman anda?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar