Selasa, Juni 30, 2009

Sudah cocok


2 kata tsb mudah diingat dan mudah diucapkan, tetapi sukar menjadi kenyataan. Perlu suatu perjuangan agar 2 kata itu terwujud.

---

Dalam melaksanakan praktik dokter umum sejak April 1980, saya sudah 4 kali berpindah tempat praktik mulai dari Kabupaten Cirebon sampai ke kota Cirebon. Sering kali pindah tempat praktik ini membingungkan pasien yang akan berobat kembali. Tidak jarang pasien pindah ke dokter lain yang terdekat dengan tempat tinggal pasien.

Sebagian lagi, ada pasien-pasien yang masih mau datang berobat ke tempat praktek yang baru, tidak peduli dimana lokasinya. Kadang saya heran menghadapi kenyataan bahwa lebih dari 10 orang pasien yang masih mau berobat kepada saya, meskipun rumah mereka jauh dari tempat praktik saya. Rumah mereka dan tempat praktik saya ada yang berjarak: 4, 10, 15 dan bahkan 30 Km. Padahal saya bukan dokter spesialis.

Ada seorang Ibu ( saat ini usia 70 tahun ) yang pernah berobat kepada saya di tempat praktik yang pertama ( 1980 ) dan sampai saat ini (2009 ) saya sudah 4 kali pindah tempat praktik, tetapi masih mau datang berobat. Suaminya yang juga menjadi pasien saya sudah naik Haji dan sudah almarhum beberapa tahun yang lalu.

Kalau saya bertanya kepada pasien-pasien saya yang demikian “Ibu / Bapak jauh-jauh datang berobat kepada saya, padahal dari rumah ke tempat saya, sudah melewati banyak tempat praktek Dokter. Mengapa Ibu / Bapak tidak mau berobat kepada Dokter terdekat tetapi kok masih mau datang kepada saya ?”

Jawaban mereka sungguh membuat saya heran. Apakah itu?
Jawabannya seperti Judul artikel ini, yaitu “Sudah cocok berobat sama dokter ( saya ).”

Gleg, saya terhenyak mendengar jawaban yang tulus seperti itu. Hal ini menyebabkan saya lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan pratik ini. Saya tidak mau pelayanan saya mengecewakan mereka yang sudah datang dari tempat yang jauh, meskipun sakit mereka hanyalah Flu atau sekedar ingin tahu berapa Tekanan Darah mereka karena merasa pusing selama 2 hari ( padahal pusingnya disebabkan oeh Stres karena ingin menikahkan putranya dan dana belum terkumpul ).

Mempunyai pasien yang hanya satu kali datang berobat mudah, tetapi mempunyai pasien yang menjadi langganan bertahun-tahun tidaklah mudah. Disinilah letaknya Seni ( Art ) dalam praktik dokter ( baik dokter umum maupun dokter spesialis ). Hubungan yang baik antara Pasien dan Dokter sungguh mesti dijaga dengan baik.

Dari praktik umum yang saya laksanakan sejak tahun 1980, saya menarik kesimpulan bahwa: 
1. membuat Diagnosa ( penentuan penyakit ) yang benar, 
2. memberikan Terapi yang rasional, 
3. pemberian Informasi ( inform consent ) yang baik kepada pasien, 
4. menjawab dengan Baik atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pasien, 
5. ramah, keep Smiling,
6. dan jasa pelayanan yang terjangkau.

merupakan modal utama agar pasien dapat sembuh dan mau datang kembali untuk berobat di lain waktu.

Pengalaman saya tsb semoga ada manfaatnya bagi Teman Sejawat yang ingin / sudah buka praktik.

---

Kutipan:

Orang yang sukses memiliki banyak uang. Bukan karena memiliki banyak uang yang membuat dia sukses, tetapi kesuksesannyalah yang membuat uang datang padanya. Apa yang mereka kerjakan membuat mereka sukses ( Wayne Dyer ).



Senin, Juni 29, 2009

Khasiat Pisang



Beberapa hari yang lalu, saya menerima artikel dari teman saya. Isinya bagus untuk kita semua. Berikut saya  posting untuk anda.
---
Ternyata pisang yang telah matang, menghasilkan zat TNF ( Tumor Necrosis Factor ) penangkal sel jahat .

Kedepannya mungkin Anda baru sadar di masa yang akan datang........ akan terjadi kekurangan stok pisang di pasaran !

Pisang yang semakin matang permukaan kulitnya akan semakin banyak bercak2 (bintik2) hitam, ini akan memproteksi penyakit dari kehidupan kita semakin tinggi. Orang Jepang suka makan pisang bukan tidak ada alasannya, dewasa, anak-anak pun suka makan pisang ~ sangat gampang, 5 buah setiap hari, penyakit akan menjauhi aku lho....... 

Berdasarkan hasil penelitian ilmiah para ilmuwan Jepang diketemukan, kandungan dalam pisang terdapat zat TNF yang berfungsi menangkal kanker (sel jahat / tumor). 

Selain itu, pisang semakin matang khasiatnya akan semakin tinggi untuk menangkal kanker. Profesor Senji dari Universitas Tokyo Jepang mengadakan penelitian memakai hewan, membandingkan hasilnya dengan memberi makan pisang, anggur, apel, semangka, nangka, pear, kiet na dan berbagai macam buah2an untuk mengujinya, hasilnya membuktikan di antara buah2an pisanglah yang terbaik khasiatnya, bisa menambah sel darah putih, dapat mengganti sel-sel yang rusak, selain itu juga menghasilkan zat TNF yang menangkal sel-sel jahat. 

Penelitian dan pengujian sang profesor juga menemukan, kulit luar pisang yang semakin makin matang akan timbul bercak2 (bintik2) hitam, ini akan dapat memperpanjang umur hidup. Oleh sebab itu mulai saat ini harus sering makan pisang yang lebih matang loh ! Pisang tidak akan mengakibatkan sel darah putih tiba2 bertambah banyak dalam sekejap tapi pada saat sel darah putih berkurang otomatis bertambah sendiri. Maka, para ahli peneliti beranggapan, pisang bisa memprotek penyakit dan memperpanjang umur hidup lebih stabil, di saat kondisi tubuh orang yang sehat daya tahan tubuh akan tinggi. Tapi bagi orang sakit, orang tua dan orang yang daya tahan tubuhnya kurang dan lemah akan lebih baik makan pisang kuning untuk kesehatan tubuh.

Maka, setiap hari, lebih baik kita makan pisang matang 1 ~ 2 buah per hari, demi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, terlebih khusus mencegah influensa dan wabah flu (burung, babi & R4N1) dll.
Petunjuk sang profesor Senji, kulit pisang yang menguning itu timbul bercak (bintik) hitam, kemampuan menambah sel darah putih lebih baik............. 8 kali lipat daripada kulit pisang yang hijau.
---
Kutipan:
Memang menyedihkan kalau mengalami kegagalan, tetapi jauh lebih buruk kalau tidak pernah mencoba untuk sukses.
( Theodore Roosevelt )












Jumat, Juni 26, 2009

Sirkumsisi (01)






Khitan, sunat, sirklumsisi adalah pemotongan kulit preputium pada alat vital pria.
Khitan dapat dilakukan pada pria usia anak-anak dan dewasa. Pada posting ini dikisahkan khitan pada anak pria.

Ketika tahun 1980 – 1983 ketika saya bertugas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Cirebon, setiap tahun diadakan khitan masal di tingkat Kecamatan. Penyelenggara khitan masal ini adalah salah satu Partai Politik besar. Biasanya anak-anak yang dikhitan cukup banyak sekitar 50 -60 orang. Pelaksana khitan ini biasanya tenaga Puskesmas setempat yaitu Dokter dan Perawat-perawat.

Tehnik yang dilakukan biasanya, guilotine technik / pemotongan preputium dengan pisau bisturi ( bedah ) dan menjahit luka khitan dengan catgut. Anesthesi yang dilakukan dengan menggunkan anestesi lokal dengan cairan Lidokain 2% atau Procain 2% yang biasa tersedia di Puskesmas untuk keperluan ini. Saat itu belum ada tehnik dengan menggunakan Sinar laser atau alat Elektro kauter. Dengan kedua alat ini maka perdarahan yang terjadi nyaris tidak ada, sebab pemotongan dilakukan dengan energi panas sehingga pembuluh darah kecil yang terpotong akan menutup akibat energi ini.

26 Juni 2009 saya melakukan khitan pada anak pria, Viki ( bukan nama sebenarnya ), usia 11 tahun. Beberapa hari sebelum tanggal tsb, ayah Viki bertanya kepada isteri saya yang juga dokter umum, apakah dapat melakukan khitan? Putranya minta dikhitan, sebab katanya malu diledekin kawan-kawannya kalau pipis bersama di toilet sekolahnya sebab Viki bekum disunat.

Bulan Juni 2009 ini kebetulan masa libur anak sekolah sehingga masa ini digunakan untuk melakukan khitan pada Viki. Akhirnya disepakati Viki akan dikhitan oleh saya di tempat praktek saya. Saya menggunakan alat Elektro kauter agar perdarahan lukan khitan minim atau tidak ada. Alat ini cukup praktis sehingga bahaya perdarahan, relatip tidak terjadi. Anestesi lokal dilakukan secara Blok anestesi pada pangkal penis Viki dengan menggunakan cairan Lidocain 2% sebanyak 2 cc. Luka khitan dirawat dengan mengunakan benang chromic catgut 03 pada beberapa lokasi dan luka khitan saya olesi dengan antibiotika salep kulit.

Pemotongan kulit preputium tergolong cepat dengan alat ini. Waktu yang lama lebih banyak dipakai ketika saya harus membersihkan dan melepaskan kulit preputium dari kepala penis ( glans ). Disitu banyak melekat benda putih seperti tepung ( smegma ), kulit dan glans mesti dilepaskan dengan menggunakan alat pean, seperti gunting capit yang ujungnya bengkok.

Dalam ingatan saya masih terekam tehnik khitan yang pernah saya lakukan dan untuk mengingat kembali saya membaca catatan kecil di komputer saya tentang tehnik khitan ini. Isteri saya turut membantu ketika saya melakukan khitan ini.

Kami bersyukur proses khitan terhadap Viki berlangsung dengan baik. Ketika pulang Viki mendapat obat kapsul antibiotika, tablet anti nyeri, tablet anti peradangan dan salep kulit antibiotika dan berpesan agar kembali 3 hari lagi untuk kontrol luka khitan.

Kalau pernah melakukan suatu pekerjaan seperti khitan, maka bila melakukannya lagi tidak terasa sulit. Amin.
---
Kutipan:
Manusia dilahirkan untuk sukses, bukan gagal ( Henry David Thoreau ).




Selasa, Juni 23, 2009

The Bible and Your Birthday


Do you know that the Bible has a special verse for everyone’s Birthday?

Look up your verse on, enter your birthday and view the verse: 
http://www.birthverse.com/mybirthverse.cfm  

Minggu, Juni 21, 2009

Aneh


2 minggu yang lalu kami menerima suatu Undangan Pernikahan putri dari dari seorang relasi, Tn. Muhtar ( bukan nama sebenarnya ) dari suatu Keluaraga yang berada di kota kami. 

20 Juni 2009 sore kami menghadiri resepsi Pernikahan itu di sebuah gedung yang cukup bagus. Hidangan yang tersedia berlimpah dan cita rasanya menggugah selera makan kami. Maklum suatu perjamuan dari keluaraga yang cukup kaya.

Pada saatnya kami mohon diri ketika banyak tamu sudah meninggalkan gedung perjamuan. Ketika kami hendak mengucapkan selamat dan mohon pamit, tidak ada tamu lain di belakang kami. Kepada ayah dari mempelai wanita, saya menjabat tangannya dan mengucapkan “Tuan Muhtar, kami mengucapkan Selamat “

Wajah Tn. Muhtar datar, tidak ada gambaran gembira, tidak ada suara balasan dari mulutnya ketika diberi ucapan Selamat oleh saya. Tn. Muhtar ini diam saja. Aneh.

Memang dunia kita ini sudah aneh.
Paling tidak, saya akan menerima ucapan “Terima kasih, anda sudah datang.”
Jangankan ucapan terima kasih, sedikit senyuman-pun tidak saya lihat.

Saya tidak berkomentar apapun terhadap isteri saya yang mendampingi saya menghadiri perjamuan ini. Ketika kami pulang, perasaan saya hampa. Hidangan yang bagus dan berlimpah, tidak diimbangi dengan inner beauty yang bagus juga.

Mungkin pikiran Tn. M sedang kacau, saya tidak tahu. Dunia sudah aneh, seaneh inner beauty-nya.

---

Kutipan:

Mudah untuk menerima.
Sukar untuk memberi.



Kamis, Juni 18, 2009

Pasien anak



Setiap orang tua tentu merasa senang mempunyai anak atau anak-anak. Anak merupakan penerus keturunan mereka. Apalah artinya mempunyai banyak harta kalau tidak mempunyai anak.

Bila kita bertemu dengan teman atau famili, pertanyaan yang diajukan sering berupa “Sudah punya anak berapa?”, bukan pertanyaan “Sudah punya uang berapa?” Inilah bukti bahwa anak mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan berkeluarga.

Kami yang dikarunia 1 putra dan 1 putri, yang semuanya sudah bekerja, selalu teringat masa kecil mereka bila membuka Album keluarga. Saya membuat foto-foto ulang tahun mereka sejak usia 1 tahun sampai 10 tahun, ketika kami merayakan uang tahun mereka. Masa-masa itu tidak mungkin kembali lagi. Waktu berjalan terus. Hanya kenangan yang masih dapat kami kenang dan dapat kami lihat dalam sebuah Album.

---

Kemarin datang berobat seorang Ibu Lili ( bukan nama sebenarnya ) yang juga membawa seorang putranya, Steve ( bukan nama sebenarnya ), 4 tahun. Penampilan Steve cukup bagus dan lincah. Ibu Lili menderita sakit Flu sejak 2 hari yang lalu.

Saat saya memeriksa Ibu Lili, Steve selalu bergerak dari kursi tempat duduknya, menuju ke lemari buku saya dan membaca-baca sebuah buku. Selesai membaca buku, Steve mengambil sebuah ballpoint diatas meja kerja saya. Ia mencoret-coret sebuah kertas kosong doatas meja saya. Semua benda yang ada di atas meja kerja saya dipegang-pegangnya.

Ibunya menegur Steve “Steve, jangan ganggu barang-barang Pak Dokter.”

Steve berhenti melakukan aktivitasnya dan segera menuju sebah timbangan berat badan. Ia berdiri diatasnya, setelah itu ia meloncat-loncat diatas timbangan berat badan tadi. Kalau didiamkan terus maka timbangan itu akan rusak.

Selesai memeriksa Ibunya, saya kembali duduk menghadapui meja kerja saya.
Saya menegur Steve “ Steve, jangan meloncat-loncat disitu. Kemarilah. Nanti Om beri sebuah ballpoint dan buku tulis.”

Mendengar saya akan memberi sesuatu untuknya, Steve segera duduk diatas kursi dihadapan saya.

Steve bertanya “Mana bukunya, Om dokter?”

Saya senang menghadapi seorang bocah yang aktip. Saya memberikan sebuah ballpoint dan sebuah buku kosong. Steve tampak senang menerimanya.

Sambil duduk Ibu Lili berkata “Dok, Maafkan anak kami. Ia emang nakal, tidak mau diam. Di rumah juga begitu. Barang-barang di rumah kami selalu berantakan akibat ulah Steve.”

Saya menjawab “Tidak apa-apa, Bu. Anak-anak yang sehat biasanya begitu. Kalau anak-anak diam saja sepanjang hari, tidak mau aktip bergerak dan tidak mau bermain dengan anak tetangga, maka kemungkinan anak iti sakit. Biarlah anak itu aktip dan kita sebagai orang tua membantu mengarahkan perbuatan yang wajar yang ia mau lakukan. Ada masanya di dalam kehidupan anak-anak. Nanti kalau sudah besar kan akan berubah sesuai dengan umurnya.”

Ibu Lili bertanya “Kalau putra dokter bagaimana?”

Saya menjawab “Sama, Bu. Bila dibelikan sebah mainan yang biasanya sebuah robot atau mobil dari bahan plastik yang mesti dirakit. Putra kami setiba di rumah akan merakitnya menjadi sebuah Robot atau mobil sesuai gambar pada kotak pembungkusnya. Kalau dibelikan sebuah Robot yang sudah jadi, putra kami selalu akan membongkarnya dan merakitnya kembali. Kalau diajak kondangan, putra kami selalu berpindah tempat, kesana-kemari seolah-olah ingin mengetahui keadaan ruangan pesta itu. Ia sering kali menghilang lalu kembali lagi ke tempat duduk kami. Kami harus waspada mengawasinya.”

Ibu Lili menjawab “O..begitu ya, dok. Sekarang usia putra dokter berapa?”

“Dua puluh sembilan tahun. Ia sudah jadi dokter dan sudah menikah.”

“Wah, berarti pengalaman dokter mendidik anak , sudah lama ya.”

“Ya, begitulah Bu. Puji Tuhan, putra dan putri kami berkembang dengan baik sesuai dengan umurnya.”

Ibu Lili berteriak “Steve…Steve….” Ketika Steve mulai meloncat-oncat lagi diatas timbangan berat badan saya.

He..he..semoga timbangan itu tidak rusak menahan hempasan badan Steve.

---

Pesan moralnya:
Mendidik anak harus dengan kasih sayang, bukan dengan memarahinya.


---

Kutipan:
Sebuah hari takkan pernah dikenang, tanpa karya yang Anda buat ( Josh S. Hinds )


Selasa, Juni 16, 2009

Donor Darah




Pernahkah anda menjadi Donor Darah, baik secara sukarela maupun untuk membantu sanak keluarga yang sedang membutuhkan darah? Tujuan mendonorkan darah adalah untuk life saving, menyelamatkan jiwa si korban.

---

Ada beberapa Golongan darah, tetapi yang paling sering dipakai adalah golongan darah ABO ( golongan, A, B, AB dan O ) dan golongan Rhesus faktor ( Rhesus Positip atau Rhesus Negatip ). Penduduk Asia umumnya mempunyai gol. Rhesus Positip dan orang Barat golongan Rhesus Negatip. Jadi seseorang dapat mempunyai gol darah B, Rhesus Positip atau Gol A, Rhesus Negatip dst. Bila seseorang mempunyai gol darah ABO dan Rhesus Negatip yang sedang membutuhkan darah ( operasi, kecelakaan lalau lintas dll ), cukup merepotkan karena Donor sukarela dengan Rhesus Negatip lebih sedikit dari pada Rhesus Positip. PMI mempunyai database para Donor dengan gol. Rhesus Negatip yang dapat dimintai bantuannya untuk menyumbangkan darah dengan cara menghubungi Donor via telepon ( on call ).

Sampai saat ini saya pernah menjadi Donor darah sebanyak 4 kali. 2 kali ketika masih mahasiswa di Bandung ( ada relasi-relasi yang membutuhkan darah ), 1 kali ketika kerja magang di RSU Purwokerto dan 1 kali sesudah Pensiun.

Di kota Cirebon calon Donor yang ingin diambil darahnya mesti diperiksa terlebih dahulu oleh petugas ( tekanan darah, kadar Haemoglobin/zat besi, dll ). Bila memenuhi persyaratan, darah Donor dapat diambil. sebanyak 250 – 350 cc. Darah ini di Laboratorium Drah PMI setempat akan di periksa terhadap 4 macam penyakit yaitu: Hepattis B, Hepatitis C, HIV/AIDS dan Syphilis. Bila ada 1 atau lebih penyakit tsb, maka darah itu tidak akan diberikan kepada Resipien ( sipenerima darah ). Darah tsb akan dimusnahkan dengan jalan membakarnya dengan alat Incenerator. Darah yang disumbangkan oleh para Donor ini selanjutnya akan diproses menjadi komponen darah seperti Thrombosit ( keping darah embeku ) yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit Demam Berdarah.

Setelah diambil darahnya, maka Donor akan mendapat Menu Donor yang saat ini di PMI Kota Cirebon, berupa 1 botol minuman Extrazone, 1 Cup Pop Mie dan 2 bungkus biskuit Malkist Crackers.

Menjadi Donor darah adalah suatu perbuatan amal yang sangat mulia. Darah yang sudah diambil akan diproses lebih lanjut. Semuanya ( kantong darah dan pemeriksaan darah ) membutuhkan biaya. Biaya itulah yang diminta penggantiannya ketika keluarga Resipien mengambil darah di PMI setempat. Biaya itu sebesar Rp. 200.000,- untuk setiap labu darah a 350 cc. Bagi pasien Jamkesmas dikenakan biaya pengolahan darah sebesar Rp. 120.000,- yang dibayar oleh Rumah Sakit dengan dana dari Pemerintah. Jadi PMI tidak menjual darah tetapi untuk penggantian biaya pengolahan darah.

Bagi yang memenuhi persyaratan menjadi Donor darah, maka pengambilan darah dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Berminatkah anda untuk menjadi Donor darah? Berbuat amal dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menjadi Donor darah.

--------

Kutipan:

Manusia dilahirkan untuk sukses, bukan gagal. ( Henry David Thoreau )


Senin, Juni 15, 2009

Kereta api


Semula saya enggan menulis artikel ini tetapi akhirnya saya tulis dan posting ke Blog saya ini.

---

Rasanya saat ini hampir semua orang sudah pernah naik kereta api.
Selain naik kereta api, dapat pula orang naik bus, atau mobil pribadi ketika bepergiana dari kota Cirebon ke kota Jakarta .

Saat ini antara Cirebon dan Jakarta dengan naik kereta api dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam ( k.a. Argo Jati ) atau selama 3 jam ( k.a. Cireks / Cirebon Ekspres ). Bila naik Bus atau mobil pribadi akan ditempuh dengan waktu yang lebih lama, sekitar 5 jam, nonstop. Oleh karena itu orang lebih nyaman naik kereta api dengan biaya yang hampir sama atau lebih murah.

Sejak mempunyai KTP seumur hidup ( bagi yang sudah berusia 60 atau lebih ) saya, isteri dan Ibu saya bila naik kereta api Cirebon – Jakarata atau sebaliknya, dengan menyerahkan selembar Fotokopi KTP, maka harga tiket kereta api mendapat diskon 20 %. Cukup berarti bagi para pensiunan. Untuk itu kami mengucapkan kepada Pemerintah yang sudah menaruh perhatian dan memberikan keringanan bagi para pemegang KTP seumur hidup.

Harga tiket dari Cirebon dan Jakarta mestinya sama untuk jarak tempah yang sama, tetapi harga yang saya bayar berbeda ( entah apa sebabnya ). Bisanya kami naik k.a. Argo Jati karena 2 alasan: 1. karena hanya memakan waktu 2,5 jam ( Cireks perlu waktu 3 jam ), dan 2. k.a. Argo Jati lebih nyaman ( ada TV ). 

Jam keberangkatan A.J. dari Crb – Jkt pukul 05.45, tiba di Jkt ( Gambir ) pukul 08.32. Jam keberangkatan A.J. dari Jkt ( Gambir ) – Crb pukul 17.10, tiba di Crb pukul 19.51. Jadwal ini bisa terlamabat sekitar 5 – 15 menit dari jadwal sebenarnya. Keterlambatan ini masih cukup wajar, kecuali bila ada gangguan perjalanan k.a ( kecelakaan, kerusakan k.a. )

Tanggal 14 Juni 2009 saya dan isteri pergi ke Jakarta karena akan melayat seorang famili yang meninggal dunia. Saya antri dan membeli tiket k.a. di konter khusus untuk pemesanan tiket k.a. ke segala tujuan. Saya membayar Rp. 76.000,- untuk 1 tiket Argo Jati, Crb – Jkt, berarti harga sesungguhnya 76.000 + 20 % = Rp. 91.200,-
Untuk 1 tiket Jkt – Crb saya membayar Rp. 80.000, berarti harga sesungguhnya 80.000 + 20% = Rp. 96.000,- Untuk jarak tempuh yang sama dan jenis kereta api yang sama saya membayar dengan harga yang tidak sama. Untuk 2 penumpang saya membayar 2 kali dari harga yang saya uraikan tadi. 

Itu keunikan yang pertama.
Keunikan yang kedua, ini benar terjadi ketika kami kembali dari Jakarta ke Cirebon pada sore harinya. Jadwal keberangkatan k.a. A.J. dari Gambir sudah terlambat sekitar 10 menit ( sering terjadi pada jadwal sore hari, sebab harus menunggu k.a. A.J. yang baru datang dari Crb ). K.a. A.J. atau Cireks selalu berhenti di stasiun Jatinegara untuk mengangkut para penumpang yang naik dari Jatinegara., setelah k.a. berangkat sekitar 12 menit dari Gambir. Dari Jatinegara ada beberapa penumpang yang masuk ke gerbong k.a. kami. 2 baris di depan kami ada seorang Bapak, sekitar 50 tahun dengan memegang selembar tiket bolak balik mencari kursinya.

Rupanya kursi haknya telah diduduki oleh seorang wanita, sekitar 35 tahun, yang tampaknya terpelajar dan dandanan yang menarik. Bapak tadi meminta agar wanita itu memberikan kursinya karena itulah nomer kursi yang tertera di tiketnya. Setelah terjadi sedikit dialog, akhirnya ketahuan bahwa wanita itu salah naik k.a. atau sengaja naik A.J. agar lebih cepat tiba di Crb. Ia mempunyai tiket k.a. Cireks yang berangkat pukul 18.15, sedangkan Argo Jati berangkat pukul 17.10. Mungkin ia ingin membeli tiket A.J. tetapi sudah habis ( maklum hari Minggu banyak penumpang yang bepergian ). Beberapa penumpang menganjurkan kepada wanita itu agar mencari kursi yang lain yang masih ada di gerbong kami ( mungkin juga jatah untuk penumpang yang akan naik dari Jatinegara ). 

Akhirrnya ia mau pindah kursi dan menduduki kursi yang masih kosong tidak jauh dari kursi tadi. Kalau semua kursi penuh maka kemungkinan besar wanita tadi aharus mencari kursi di gerbong makan dan harus membeli maknan disana untuk dapat menduduki kursi di gerbong makan.

Setiba di Jatinegara, k.a. A.J. berhenti untuk mengangkut penumpang. Beruntung kursi yang diduduki wanita tadi tidak ada penumpang dari Jatinegara yang meng-claim kursi tadi. Aman…Saya berpikir, kalau pada saatnya Pak Kondektur memeriksa tiket dan melubangi tiket para penumpang, wanita itu pasti akan berurusan dengan Pak Kondektur.

Lima menit setelah meninggalkan jatinegara, seperti biasa Pak Kond3ektut mulai memerisa tiket penumpang. Ketika tiba di kursi wanita tadi, Pak Kondektur mengerutkan wajahnya karena ini tiket yang salah. Mengapa ada tiket k.a. Cireks, tetapi naik di k.a. A.J.? Cukup lama terjadi dialog antara Pak Kondektur dan wanita tadi. Alasan yang dikemukan wnaita tadi ( saya tidak mendengar o.k. suara berisik ketika k.a. berjalan ) rupanya masuk akal Pak Kondektur, tetapi ia harus membayar kekurangan biaya perjalanan antara k.a. A.J. dan Cireks.

Wanita tadi memberikaan selembar uang dan Pak Kondektur menukar uang tadi kepada seorang penumpang di dekatnya. Entah berapa yang hatus dibayar, apakah kena denda juga? Saya tidak tahu, tetapi wajah Pak Kondektur cerah ketika wanita tadi punya uang untuk membayar kekurangan harga tiket yang berbeda tadi. Waktu penukaran uang, dialog Pak Kondektur dan wanita tadi cukup memakan waktu dan menganggu penglihatan kami ke layar TV yang sedang menayangkan sebuah film yang menarik. Jengkel juga.

Yang menggelikan saya adalah ketika wanita tadi memberikan selembar uang, di dalam dompet Pak Kondektur tidak ada uang untuk kembalian dan mesti menukar kepada penumpang disekitarnya. Jadi adegan antara penumpang dan Pak Kondektur ini jelas disaksikan oleh para penumpang disekitar wanita tadi. Tidak tergambarkan rasa khawatir atau takut di wajah wanita tadi. Seolah-olah hal itu pasti akan terselesaikan dengan baik.

Masih untung ( lagi-lagi masih untung ) digerbong kami masih tersisa kursi kosong. Kalau tidak, maka ia harus pindah ke gerbong makan dan harus mengeluarkan uang untuk membeli makanan yang lumayan besar untuk seporsi Nasi Goreng, Nasi Campur, atau Bistik. Keadaan wanita tadi ternyata dapat diselamatkan dengan selembar uang kertas sebagai denda: salah naik kereta api. Kayaknya sudah terjadi win-win solution. UUD juga ya. Ciao.-


---

Kutipan:
Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan bersifat terbatas, sedangkan imajinasi melingkupi jagat raya
( Albert Einstein )

Sabtu, Juni 13, 2009

Bunyi Klakson





Pagi ini saya mengunjungi sebuah Toko Buku di sebuah Mall di kota Cirebon.
Ketika sedang asyik berkeliling diantara rak-rak buku, saya mendengar keributan suara klakson mobil dan motor. Maklum di sekitar Mall banyak orang dan kendaraan yang berhenti untuk parkir dll. Kebisaan membunyikan klakson kendaran bermotor sudah merupakan kebiasaan setiap waktu di negara kita. Lampu traffic light masih Kuning, suara klakson dari mobil di belakang kita sudah bersautan. Rupanya mereka tidak sabar untuk segera maju. Budaya antri belum berjalan dengan baik, dan masih sering dilanggar. Seharusnya peraturan dibuat untuk ditaati dam bukan untuk dilanggar.

Keadaan ini tidak berbeda denagn situasi di kota Hanoi yang pernah kami kunjungi. Jumlah penduduk 3 juta dan jumlah sepeda motor juga 3 juta. Dapat dibayangkan betapa hiruk pikuknya keadaan di jalan raya dalam kota Hanoi. Tiap sebentar pengemudi sepeda motor membunyikan klakson. Pengendara sepeda motor yang di depan cuek bebek saja mendengar suara klakson tsb. Kendaraan ingin saling mendahului sehingga mereka harus membunyikan klakson motornya.

Ketika kami mengunjungi kota Singapure, Macao, ( RRC ), Sydney, Melbourne, Gold Coast ( Australia ), jaramg sekali mendengar bunyi klakson mobil dan sepeda motor ( yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari pada jumlah mobil ). Pengendara mobil di negara-negara tsb lebih sabar dan tau diri. Bila lampu trafficlight masih Kuning mereka masih berhenti. Kalau kalau lampu sudah berubah menjadi Hijau mobil mulai melaju dengan hati-hati, sebab disetiap perempatan jalan selalu berada zebra cross untuk pejalan kaki. Mereka sangat menghormati pejalan kaki. Menabrak pejalan kaki, urusan bisa panjang dan SIM bisa dicabut tanpa ampun. Meskipun mereka juga sibuk tetapi tetap dengan bijaksana menjalankan moto “Time is money atau waktu adalah uang”. Uang sih uang, tetapi kalau nabrak pejalan kaki, dapat berakibat SIM dicabut alias tidak boleh mengendarai mobil lagi. Pilih mana? 

Sangsi melanggar peraturan lalu lintas sangat berat. Jangan coba-coba mobil melaju ketika lampu sudah Merah. Bila ada mobil yang tetap berjalan, maka Kamera yang berada di atas akan memotret Pelat nomer mobil tsb. Secara otomatis file foto ini akan masuk di komputer Kantor Polisi setempat dan petugas membuat Surat Tilang ke alamat pemilik mobil yang melanggar itu dengan jumlah yang besar. Meskipun Polisi lalu Lintas tidak nampak tetapi sistim sudah berjalan dengan baik sehingga dianjurkan agar pengemudi harus mentaati semua peraturan lalu lintas kalau ingin aman.

---
Kutipan:
Memang sakit kalau gagal, tetapi lebih buruk lagi kalau tidak pernah berusaha untuk berhasil
(Theodore Roosevelt )

Kamis, Juni 11, 2009

Trik agar tetap sehat di kantor




Upayakan agar tubuh dalam keadaan Fit ketika bekerja di Kantor.
Untuk itu kita harus mempersiapkan tubuh kita, a.l.:

1. Cukup tidur ( 7 – 8 jam setiap hari ).
Tidur akan membuat kita segar, seperti aki mobil yang distrom kembali.

2. Lakukan sarapan pagi sebelum berangkat ke Kantor.
Pola makan yang baik adalah:
3 kali makan dan 2 kali makan kecil ( snak ).
Makan pukul: 6, 12, 18. Snak: pukul 10.00, 15.00

3. Keep smiling. Teman sekerja dan para langganan akan merasa lebih nyaman berhadapan dengan kita. Wajah yang berkerut akan lebih mudah keriput.

4. Kursi yang diduduki harus yang ergonomik.
Tinggi meja dan jok kursi harus semikian rupa sehingga sudut siku menjadi 90 derajat ( posisi relax ). Gunakan kursi yang dapat diatur tinggi jok.

5. Bagi yang bekerja di depan layar Monitor Komputer:
Pakailah filter terbaik didepan layar Monitor agar mata kita tidak lekas lelah. Setiap 1 jam upayakan mata melihat benda-benda yang jauh untuk memberikan kesempatan mata istrirahat.

6. Udara didalam Kantor agar cukup ventilasi, ada pertukaran udara .
Bila ber AC, maka setiap hari bukalah jendela agar ada pertukaran udara luar.

7. Setiap 1 jam upayakan agar kita dapat berdiri atau berjalan.
Ambillah alasan untuk berpindah tempat dari kursi kita ( ambil air minum ke toilet, dll ). Hal ini akan memperbaiki aliran darah di dalam tubuh kita.

8. Upayakan agar diatas meja kita bersih dari segala macam Arsip Surat dll. Meja bersih menunjukkan pekerjaan kita sudah dikerjakan.
Jangan menunda-nunda pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat itu.

9. Bila ada kesempatan lakukanlah Senam ringan ketika duduk untuk memperlancar aliran darah kita. Angkatlah kedua lengan keatas kepala dan kembali kebawah ( ke atas meja kerja ). Gerakan kedua lengan ke arah samping tubuh kita. Lakukan 3 – 5 menit.

10. Lakukan Medical checkup tiap tahun 1 kali. Bila ada kelainan dapat segera diobati.

Semoga anda tetap fit di Kantor.