Rabu, Desember 02, 2015
Liburan ke Sydney (4)
Pagi ini 2 Desember 2015 sekitar pukul 10.00 a.m. saya dan isteri berjalan kaki menuju Mascot Kantor pos yang terletak di Botany Road. 2 tahun yang lalu pada September 2013 kami juga berjalan kaki dari apartemen putri kami ke Mascot Post office. Kali ini kami akan mengambil kiriman dari relasi putri kami yang dialamatkan kepada putri kami. Oleh karena putri kami bekerja, maka kami yang akan mengambilnya.
Dari Church Ave kami menuju Botany Road, lokasi kantor pos. Di pertigaan Oriondant street dan Botany Road, terdapat sebuah taman yang bernama Mascot Memorial Park. Taman ini cukup luas dan tampak terawat dengan baik. Terdapat bangku-bangku untuk tempat duduk. Kami duduk sebentar disebuah bangku untuk melepas lelah setelah berjalan kaki.
Tiba di Botany Road disuatu lokasi kami melihat terdapat sebuah public toilet (gratis) di tepi jalan. Kami melihat ada 2 buah Autocar Service Station, bengkel mobil dan sebuah Mascot Public Preschool, sekolah taman kanak-kanak. Di seberang jalan tampak banyak toko yang berjualan makanan, snack, dan mini market. Botany Rd adalah suatu jalan yang cukup ramai yang dilalui oleh mobil dan bus kota.
Kami masuk ke post office, disini juga menjual alat-alat tulis. Isteri saya dilayani oleh seorang petugas wanita yang ber-ras Oriental. Setelah diperiksa ternyata surat pemberitahuan dari kantor pos belum ditandatangani oleh putri kami, sehingga kiriman belum bisa diambil.
Kami keluar dari post office dan berjalan melihat-lihat toko yang berada di sepanjang jalan Botany. Kami masuk ke sebuah rumah makan dan memesan 2 porsi Vietnam sop kuah daging ayam. 1 porsi besar harganya 11,2 AUD, sekitar Rp.112.000,- per porsi. Rasanya cukup nikmat, tetapi harganya kurang bersahabat bagi kantong Indonesia.
Dalam perjalanan pulang kami melewati sebuah SPBU, pompa bensi. Harga tiap liter bahan bakar berbeda di setiap SPBU tergantung perusahaan bahan bakarnya (merk Shell dan lain-lain) dan harganya berubah-ubah tiap harinya. Disini tidak ada petugas SPBU. Jadi setiap mobil yang akan mengisi bahan bakar ( bensin atau solar ), tiap pengemudi harus mengisi sendiri bahan bakarnya, tidak pandung usia dan derajatnya, mesti self service mengisi bensin. Setelah itu mereka membayar di sebuah kantor yang berdekatan dengan pompa bahan bakar.
Selasa, Desember 01, 2015
Liburan ke Sydney (03)
Hari Senin, 30 November 2015 pukul 07.30 putri kami setelah sarapan Roti, berangkat kerja di sebuah perusahaan obat dengan mengendari mobil dan pulang sekitar pukul 06.30-07.00 kalau tidak kena macet.
Kami juga setelah mandi sarapan Roti. Acara hari ini kami pergi berjalan kaki ke mini market di dekat apartemen putri kami di daerah Mascot, dekat Sydney Airport. Kami beli Roti tawar dan sayuran untuk makan siang dan malam hari.
Kami pergi melihat-lihat di sekitar Mascot. Kami mengunjungi Mascot Train Station jurusan Airport. Mascot station ini berada di bawah tanah dan menuju Airpot dan Central Station di daerah City (kota) Sydney. Kami sempat mengambil foto dengan kamera handphone. Foto-foto ini setelah diedit dengan aplikasi PicsArt kami kirimkan ke handphone putra kami yang stay di kota Cairns ( 3 jam penerbangan dari kota Sydney), kepada putri kami dan beberapa teman di kota Cirebon, Indonesia. Beruntung di apartemen putri kami ada fasilitas WIFI sehingga koneksi Internet bisa gratis dan tidak usah menggunakan SIM card operator Telkomsel dan Three yang kami bawa dari Cirebon. Dalam bilangan detik kami sudah mendapat balasan dari mereka. Koneksi Internet dengan fasilitas WIFI memang lebih cepat dibandingkan dengan SIM card dari operator yang ada.
Saat kami berada di apartemen putri kami, kami berkerja keperluan rumah tangga seperti : mencuci pakaian ( pakai mesin cuci), menjemur pakaian, membersihkan dapur, kamar mandi dan lain-lain. Disini tiap rumah tangga tidak ada PRT (Pembantu Rumah Tangga), jadi mesti dikerjakan sendiri pada hari Sabtu dan Minggu. Para pekerja tidak bekerja pada hari-hari tersebut.
Setelah selesai pekerjaan rumah tangga, kami melihat siaran TV Australia dan TV Indonesia (Metro TV, Net TV dan lain-lain). TV di Australia juga banyak menayangkan siaran iklan sama seperti TV di Indonesia, maklumlah biaya operasional TV diambil dari biaya pemasangan iklan TV.
Liburan ke Sydney (02)
Pagi ini 29 November 2015 hari Minggu pk. 10.30 a.m. saya, istri saya dan putri kami mengikuti kebaktian di gereja Indonesian Presbyterian Church Randwick (94 Houston Rd, Kingsford, Sydney). Pengunjung kebaktian ini hampir memenuhi gedung gereja.
Di halaman gereja kami bertemu dengan teman sekuliah dahulu ketika kami kuliah Kedokteran tahun 1967 di Univkri Maranatha, Bandung,Dr. SR dan suaminya R. Ngobrol dilanjutkan dalam gedung gereja sebelum kotbah dimulai. Dr. Sr dan suami sudah sejak 20 tahun stay di Sydney. Mereka mempunya seorang putra dan seorang putrid dan sudah mempunyai 4 orang cucu. Setiap kami datang ke Sydney hampir selalu bertemu dengan Dr. SR di gereja.
Pengkotbah hari ini adalah Pendeta Darwin Agahari yang membawakannya dalam Bahasa Indonesia. Tema kotbah hari ini adalah: Injil Tuhan Yesus yang Agung menuntut pengorbanan yang besar. Nats Alkitab diambil dari kitab Kolose 1:15-29. Konklusi kotbah: Injil Tuhan Yesus yang agung menuntut pengorbanan yang besar dari kita.
Selesai kotbah acara dilanjutkan dengan Baptis anak dari 6 Keluarga. Pembaptisan ini dipimpin oleh Pendeta John Steeve. Selesai acara baptis anak ini dilanjutkan dengan acara foto-foto bersama.
Setelah itu para jemaat yang hadir menuju ruang belakang gedung gereja untuk menikmati hidangan yang dibuat oleh salah seorang Majelis Jemaat gereja. Menunya berupa Bubur Menado berupa bubur Jagung, wortel, kacang kapri, kangkung dan sambel. Ada juga Banana cake. Minuman berupa teh tawar hangat. Setiap hari Minggu selesai kotbah selalu diadakan makan dan minum bersama. Dalam acara ini para anggota jemaat dapat ngobrol tentang sekolah, tempat kost, bisnis dan lain-lain.
Perut kenyang dengan hidangan bubur Menado, kami meninggalkan gereja dan menuju mini market yang banyak terdapat di daerah Randwick ini. Kami belanja keperluan dapur untuk makan malam kami bertiga.
Setiba di apartemen putri kami, kami beristirahat. Sore hari cuaca masih terang padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.15 p.m. Siang hari lebih panjang dari pada malam hari pada musim panas (summer) di Sydney. New South Wales,
Liburan ke Sydney (01)
Tanggal 27 November 2015 saya dan isteri pergi ke Sydney. Pesawat Qantas QF 42, airbus 330, pukul 19.10 WIB ( Waktu Indonesia Barat) lepas landas menuju kota Sydney (Australia). Saya berdoa memohon agar penerbangan ini berjalan dengan selamat sampai di kota tujuan.
Sekitar pukul 21.00 4 orang pramugara dan 2 orang pramugari menyajikan makan malam bagi para penumpang. Sebelum hidangan disajikan para pramugara memberikan sehelai kertas menu makan malam. Para penumpang boleh memilih: Nasi putih dan daging sapi atau Mie dan ikan, roti isi daging. Minuman bole pilih: air mineral, coca-cola, air atau jeruk.Hidangan yang masih hangat ini rasanya cukup nyaman dan halal.
Setelah selesai makan malam, lampu di dalam pesawat dimatikan, hanya lampu-lampu kecil saja yang dinyalakan. Para penumpang dapat tidur. Penerbangan selama 7 jam ini para penumpang agak sulit untuk tidur karena penumpang kelas Ekonomi duduk dengan kursi yang cukup sempit. Penumpang kelas Bisnis menduduki kursi yang dapat diatur posisinya sehingga dapat tidur lebih nyaman.
Terdapat perbedaan waktu antara Jakarta (Waktu Indonesia bagian Barat) GMT +7 dan Sydney GMT +11.
Bulan November- Januari di Australia sedang musin panas (summer). Suhu pada malam hari sekitar 24 derajat Celsius dan pada siang hari sekitar 31-34 derajat Celsius. Bulan Juni – Juli suhu paling dingin ( winter) sekitar 16-17 derajat Celsius. Pada musim summer ini siang hari tampak lebih panjang dari pada malam hari. Malam hari pukul 08.00 p.m. di luar rumah masih tampak terang seperti pukul 17.30 WIB. Pada pukul 08.30-09.00 p.m. tampak langit sudah gelap.
1 jam sebelum pesawat mendarat di Sydney, sekitar pukul 05.00 waktu Sydney. Para penumpang disuguhi makan pagi (breakfast) berupa: Roti isi daging, coklat batangan, Kopi atau Teh hangat. Penumpang masih ngantuk sudah diberi hidangan pagi ( pukul 01.00 WIB). Bila tidak mau makan pagi, hidangan bias dimasukkan ke dalam handbag untuk dibawa pulang.
Pukul 06.10 ( 02.10 wib) tanggal 28 November 2015 pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Kingsmith Sydney. Tampak bandara masih sepi. Setelah antri bagian Imigrasi untuk mendapatkan stempel masuk Australia, kami segera menunggu keluarnya koper-koper pakaian dan ban berjalan. Setelah koper pakaian kami lengkap kami naikkan ke atas troiler (roda berjalan). Kami melewati bagian declare menyerahkan Kartu masuk negara Australia. Kami melihat hanya ada seorang petugas pria di bagian ini.
Di pintu kedatangan Bandara Sydney kami sudah ditunggu putri kami. Kami segera menuju ke tempat parker yang berupa sebuah gedung bertingkat. Mobil putri kami berada di lantai 3. Kami membawa troiler koper pakaian masuk ke dalam lift untuk menuju tempat parkir mobil. Mobil meluncur ke apartemen putri kami di daerah Mascot yang berdekatan dengan Bandara Sydney.
Setiba di tempat putri kami, kami segera membuka koper pakaian kami dan setelah mandi kami istirahat. Tengah hari kami terbangun dan makan siang.
Apartemen Mascot.
Pukul 03.00 p.m. 28 November 2015 kami siap-siap untuk menghadiri perayaan Natal 2015 di sebuah gedung di daerah City, Sydney. Putri kami menjadi salah satu anggota paduan suara acara ini. Perayaan ini cukup meriah yang diisi dengan: paduan suara, orkes Angklung yang dibawakan oleh anak-anak, sebuah drama, kotbah yang dibawakan oleh Pendeta J.S., yang berasal dari Jawa Tengah. Kotbah yang dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Yang hadir sebagian besar berbahasa Indonesia yang merupakan anggota jemaat gereja Indonesian Presbyterian Church Sydney. Yang hadir sekitar 350 orang, yang terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa dan juga banyak yang Lansia.
Sekitar pukul 06.30 p.m. acara selesai dan saat para hadirin pulang masing-masing mendapat Nasi Kotak dan sebotol air mineral. Kami menuju tempat parkir mobil dan menuju apartemen putri kami. Kami menikmati Nasi kotak itu yang berupa Nasi Kuning, lauk daging sapi , sambel goreng dan sayuran buncis.
Rabu, Oktober 14, 2015
Rekreasi Warga Panti Wreda Kasih Cirebon 11 Okt 2015.
Hari Minggu tanggal 11 Oktober 2015, Pengurus Panti Wreda Kasih GKI Pengampon Cirebon mengajak para warga Panti yang terdiri dari Opa dan Oma menikmati rekreasi berupa santap siang di Rumah Makan Cahaya, Jl. Karanggetas, Cirebon. Biaya santap siang ini berasal dari seorang sponsor.
Setelah Kebaktian ke 2 pagi ini pukul 11.30 rombongan berkumpul di gedung Panti dan sebagian Pengurus Panti setelah Kebaktian langsung menuju ke RM Cahaya. Seluruh peserta ada 26 orang yang terdiri dari 8 orang Opa dan Oma, 4 orang Karyawan Panti, 11 orang Pengurus Panti, 2 orang Majelis Pendamping dan 1 orang Supir. Rombongan berangkat dengan naik sebuah Minibus Gereja dan 2 buah sedan Pengurus Panti. Ada 4 orang Oma yang tidak dapat ikut karena kondisi kesehatan mereka.
Pukul 11.45 rombongan tiba di tempat tujuan dan kendaraan di parkir di lantai 2 tempat parkir RM Cahaya. Segera peserta memasuki ruang makan yang berudara sejuk AC. Cukup ramai juga pengunjung Rumah Makan ini, maklum sudah saatnya santap siang.
Kami duduk di kursi menghadap 3 buah meja makan. Sebuah meja dapat menampung 10 kursi. Para pelayan segera menghidangkan pesanan yang sudah dipesan oleh Ibu Pengurus Panti. Hidangan yang tersaji berupa: Nasi Putih, Ikan Gurame Asem Manis, Mie Goreng, Goreng Udang Tepung, Ayam Goreng Tepung, Buah-buahan ( Pepaya, Nanas, Melon, Semangka ), Es Teh.
Setelah doa makan, hidangan segera disantap oleh para peserta. Nikmat juga hidangan yang tersaji ini. Sambil ngobrol kami menikmati santap siang ini. Para Opa dan Oma terlihat senang dapat menikmati santap siang di tempat yang berbeda dalam suasana yang berbeda, sehingga tidak membosankan. Kami para Pengurus bersyukur dapat memberikan pelayanan kepada Opa dan Oma.
Acara terakhir adalah foto bersama. Sebagai latar belakang foto kami mengambil podium Rumah Makan Cahaya. Rombongan kembali ke gedung Panti dan tiba dengan selamat pukul 13.10.
Sampai jumpa di acara mendatang.-
Minggu, Oktober 04, 2015
Hidup makin susah
Kemarin pagi saya hendak berolahraga, bersepeda, sudah berada diluar halaman rumah kami.
Saya melihat ada sebuah becak di seberang jalan. Seorang tukang becak datang menghampiri saya. Saya melihat seorang laki-laki berumur sekitar 50 tahun, berbadan kurus, gigi sudah banyak yang tanggal datang menghampiri saya.
Ia berkata “Pak, saya minta uang untuk makan.”
Saya tertegun mendengar permohonannya itu. Belum pernah seorang penarik becak meminta uang kepada saya untuk makan. Paling tidak penarik becak menawarkan becaknya untuk ditumpangi agar bisa memperoleh uang untuk makan dan lain-lain keperluan.
Saya menjawab “Apakah bapak belum mendapat penumpang ?”
Laki-laki itu terdiam dengan wajah yang lusuh.
Saya merasa kasihan terhadap penarik becak ini. Saya merogoh saku celana saya untuk mengambil dua lembaran uang yang ada dalam saku celana dan memberikannya kepada penarik becak itu.
Sambil menerima uang, ia mengucapkan terima kasih.
Saya tidak sempat bertanya: dimana rumahnya dan berapa anggota keluarganya.
Sambil mengayuh sepeda saya berkata di dalam hati “Sekarang hidup makin susah, sampai-sampai seorang penarik becak tidak punya uang untuk sekedar sarapan pagi.”
Selasa, Juli 07, 2015
Rekreasi ke Cirebon Super Block Mall, Cirebon.
Tanggal 28 Juni 2015 Pengurus Panti Wreda Kasih mengajak para Opa dan Oma yang tinggal di Panti untuk rekreasi. Ada seorang donatur yang mensponsorin acara rekreasi ini. Rencana semula rekreasi akan pergi ke Hotel Grage Sangkan, Sangkan Urip, Kabupaten Kuningan yang berudara sejuk. Rombongan akan makan siang di Restaurant yang ada di Hotel ini. Berhubung dalam bulan puasa tahun ini Restaurant tutup pada siang hari, maka acara rekreasi dipindahkan ke CSB Mall Cirebon dan akan menikmati makan siang di Restaurant D’cost.
Rombongan berkumpul di gedung Panti pukul 11.00. Pukul 11.15 para Opa dan Oma sehabis mengikui Kebaktian ke II, tiba di gedung Panti. Para pengurus Panti juga mulai berdatangan sejak pukul 11.00.
Pukul 11.30 rombongan berangkat ke CSB Mall naik mobil Minibus gereja dan 2 mobil sedan milik pengurus Panti. Dari 12 Opa dan Oma yang tinggal di Panti, hanya 6 Oma dan 3 Opa yang ikut, sisanya tidak dapat ikut sebab kondisi kesehatannya. Selain itu ada 4 orang karyawan Panti, 11 orang Pengurus Panti dan 1 orang Supir mobil gereja.
Pukul 11.45 rombongan tiba di CSB dan langsung menuju tempat parkir mobil dilantai 4A. Rombongan turun dari mobil masing-masing dan langsung menuju Restaurant D’cost yang juga berada di lantai 4A.
Rombongan sebanyak 25 orang ini memasuki ruangan Restaurant yang berudara sejuk dari AC. Ibu Mey Lan sudah booking tempat dan hidangan. Kami duduk di kursi masing-masing menghadapi meja yang ditata memanjang.
Hidangan segera dihidangkan, yang terdiri dari: Nasi putih, Puyonghay, Ikan Gurame Asem Manis, Sapo Tahu, Ayam Goreng Tepung, Taoge Goreng, Acar, Sambel, Air Kelapa Jeruk dan Air Teh Hangat. Setelah berdoa makan, hidangan makan siang ini langsung dinikmati oleh para peserta rombongan. Waktu makan siang tepat waktunya.
Kami para Pengurus Panti merasa senang dapat memberikan pelayanan kepada para Opa dan Oma. Mereka juga merasa senang dalam usia lanjutnya masih dapat menikmati makan bersama dalam suasana yang berbeda dengan suasana di dalam Gedung Panti.
Penulis mengambil beberapa foto dalam acara rekreasi ini. Ada sebuah foto bersama di depan Restaurant D’cost yang penulis cetak dalam ukuran 4R (jumbo postard). Foto bersama ini penulis bagikan kepada semua peserta. Mereka merasa senang menerima foto bersama sebagai kenang-kenangan dalam acara rekreasi bersama ini.
Selesai acara makan siang bersama ini, rombongan berkeliling di lantai 4 CSB. Penulis melihat sudah ada banyak Rumah Makan baru, yang 6 bulan lalu belum ada sekarang bermunculan. Juga stand Anak-anak yang sebelumnya belum ada sekarang sudah dibuka. Disini ada banyak tempat bermain anak-anak. Pada hari Minggu ( libur) ini ada banyak pengunjung di CSB Mall ini. Suasana cukup ramai dan betah berlama-lama disini.
Setelah berkeliling melihat-lihat toko-toko, tempat hiburan termasuk bioskop, perut yang lapar dapat diisi dengan mengunjungi banyak Rumah Makan dengan bermacam menu yang dapat kita pilih.
Setelah dirasa cukup berkeliling Mall, rombongan menuju tempat parkir mobil. Pukul 13.45 rombongan tiba ke Gedung Panti Wreda Kasih, Cirebon, dengan selamat.
Sampai bertemu lagi di acara mendatang.-
Kamis, Juni 04, 2015
Nyeri otot leher
Kemarin sore datang berobat Pak S, usia 50 tahun. Keluhannya sejak 2 hari yang lalu lehernya terasa kaku dan nyeri. Pekerjaannya juru tulis sebuah perusahaan swasta. Bertahun-tahun ia bekerja, baru kali ini ini mengalami rasa nyeri ini. Pak S jarang berolah raga.
Sebagai juru tulis selama jam kerja ia duduk dan melakukan pekerjaan administrasi kantornya. Dalam posisi duduk dan menulis maka leher akan menahan berat kepala pada posisi yang sama berjam-jam. Hal ini akan membuat otot-otot leher Pak S akan mengalami kekakuan (spasme), akibatnya ia merasa nyeri leher. Juga dengan berjalannya waktu, faktor usia akan bertambah.
Pada pemeriksaan: tekanan darah dan lain-lain dalam batas normal.
Sambil menulis resep obat berupa tablet anti spasme otot dan tablet pain killer, saya memberi saran agar dalam jam kantor, setiap jam Pak S harus istirahat (mengambil air minum, pergi ke toliet atau lain-lain pekerjaan dengan meninggalkan kursi tempat duduknya). Dengan demikian otot-otot lehernya kembali relax.
Pak S dapat memaklumi saran saya ini dan ia berterima kasih sudah diberi saran yang baik ini.
Rabu, Juni 03, 2015
Ada Kapas di dalam telinga
Kemarin sore datang berobat Ibu L mengantar pembantu rumah tangganya, Nn. M, 16 tahun. Keluhannya saat M membersihkan telinga kanan dengan cotton bud (lidi plastik berkapas), kapas yang berada diujung lidi tersebut tertinggal didalam telinganya. M berupaya mengeluarkan kapas tersebut, tetapi tidak berhasil.
M lapor kepada Ibu L tentang kejadian ini. Ibu L kaget bagaimana bisa kapasnya tertinggal di dalam telinga kanan M. Ia memeriksa lubang telinga kanan M, tetapi ia tidak melihat ada Kapas di dalam telinga tersebut.
Ibu L menelepon saya ingin minta bantuan mengambil Kapas tersebut. Kemarin hari libur nasional (Hari Waisak), saya tidak buka praktik. Oleh karena Ibu L meminta bantuan, maka saya mempersilahkan mereka datang ke rumah kami yang merangkap sebagai tempat praktik saya.
Pada pemeriksaan pasien M, tampak M sehat-sehat saja, masih bisa tersenyum.
Dalam tanya jawab kata M saat ia membersihkan telinganya dengan cotton bud, ia kaget saat ia menarik lidi tersebut, tidak nampak Kapas yang semula berada diujung lidi tersebut. M panik dan berusaha mengeluarkan Kapas tersebut tetapi tidak berhasil, bahkan Kapas tersebut makin masuk ke dalam tubang telinga kanannya.
Dengan menggunakan head lamp untuk menerangi lubang telinga kanan, saya memeriksa lubang telinga kanan M. Tampak di dalam saluran telingan kanan tersebut, sebuah benda berwarna putih. Rupanya itu adalah Kapas yang tertinggal di dalam telinga M.
Dengan menggunakan alat korek kuping yang terbuat dari plastik, saya berusaha mengeluarkan Kapas tersebut. Berkali-kali saya mencoba mengeluarkannya, tetapi tidak berhasil. Lokasinya terlalu dalam, nyaris di depan selaput suara telinga.
Saya mencoba dengan pinset kecil untuk menjepit Kapas tadi dan berhasil. Kapas itu saya keluarkan, tampak seuntai Kapas bercampur kotoran telingan berwarna coklat. Saya ambil sehelai kertas tisue dan meletakkan Kapas tadi diatasnya.
Saya berkata “Ini Kapasnya, sudah saya keluarkan. Lain kali berhati-hati kalau hendak membersihkan telinga. Kapas pada cooton budnya di tarik-tarik terlebih dahalu. Kalau Kapasnya terlepas, ganti dengan cooton bud kapasnya melekat erat pada ujung lidinya. Jadi tidak mudah terlepas.”
Saya memeriksa telinga kiri M juga dan tidak ada kelainan.
Ibu L mengucapkan terima kasih setelah melihat Kapas tadi sudah berhasil dikeluarkan.
Setelah mereka meninggalkan Ruang periksa, saya bernafas lega. Tugas saya sudah selesai dengan baik. Semoga kejadian itu tidak terulang lagi.
Kamis, Mei 28, 2015
Efek samping obat
2 hari yang lalu datang berobat, Pak ML 50 tahun. Keluhannya kedua tungkai kaki bengkak sejak 1 minggu yang lalu. Penderita sering minum Bir.
Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg (dalam batas normal ), Jantung , Paru-paru, Perut: dalam batas normal. Kedua tungkai kaki tampat edema (bengkak) dan pada penekanan dengan ujung jari tampak cekungan (pitting edema).
Saya berkata “Tekanan darah anda normal.”
Pasien menjawab “Iya, Dok. Sebenarnya saya menderita darah tinggi dan ayah saya juga menderita darah tinggi. Saya minum obat anti darah tinggi sejak 6 bulan yang lalu.”
Saya bertanya “Anda mendapat obat darah tinggi dari siapa?”
Pasien menjawab “Dari seorang teman, yang juga dokter umum.”
Saya bertanya lagi “Apa nama obat anti darah tinggi itu?”
Ia menjawab nama sebuah tablet 5 mg dari sebuah perusahaan obat (namanya tidak saya sebutkan).
Saya berpikir, mungkin pitting edema pasien ini berasal dari efek samping obat anti darah tinggi tersebut. Obat ini sering menimbulkan efek samping bengkak pada kedua kaki pasien yang minum obat ini.
Untuk memastikan adanya kelainan Ginjal (kedua tungkai bengkak) dan fungsi Hati (karena pasien sering minum Bir/alkohol yang dapat mengganggu fungsi Hati), maka saya membuat surat pengantar untuk pemeriksaan Darah dan Urine ke sebuah Laboratorium Klinik. Untuk sementara saya tidak membuat resep onat untuk pasien ini dan akan diberikan setelah hasil Laboratorium ini datang.
Saya berkata kepada pasien bahwa penyebab bengkak tungkainya kemungkinan besar dari efek samping obat darah tinggi yang diminum sejak 6 bulan yang lalu, tetapi untuk memeriksa apakah ada kelainan fiungsi Ginjal dan fungsi Hati sebaiknya diperiksa Darah dan Urine terlebih dahulu. Setelah ada hasil pemeriksaan Lab, saya akan memberikan obat darah tinggi dari jenis yang lain.
Pasien menyetujui rencana saya ini dan ia meninggalkan ruang periksa.
Keesokan harinya pasien belum datang. Di tunggu sampai pukul 19.00 malam juga masih belum datang. Akhirnya saya menelepon Lab. Klinik tersebut. Setelah memperkenalkan diri saya, saya bertanya “Kemarin saya merujuk pasien nama Tn ML, 50 tahun untuk pemeriksaan Darah dan Urine. Apakah pasien saya sudah diperiksa? Kok sampai saat ini ia belum datang kembali.
Sang petugas Lab. Memeriksa di komputernya dan berkata “Dok, pasien nama ML, 50 tahun tadi pagi telah datang, tetapi tidak menunjukkan surat pengantar Lab dari dokter. Ia datang dengan status atas permintaan sendiri (APS). Ia menyebutkan hasil pemeriksaan Lab, tetapi hasil pemeriksaan fungsi hati tidak ada (tidak diperiksa).
Saya mengucapkan terima kasih atas informasinya. Saya heran akan sikap pasien saya yang satu ini, karena:
1. Diberi surat pengantar ke Lab, tetapi ia tidak menunjukkannya kepada petugas Lab. Ia memeriksakan diri dengan memakai status APS (Atas Permintaan Sendiri).
2. Pemeriksaan darah untuk pemeriksaan fungsi hati, tidak diperiksakan. Apakah ia khawatir kalau hasilnya akan buruk mengingat ia biasa minum Bir sejak lama.
3. Pasien tidak datang kembali untuk berkonsultasi tentang hasil pemeriksaan Laboratorium yang telah ia lakukan.
Saya berpikir apakah ia akan berkonsultasi kepada temannya yang juga seorang dokter umum? Saya tidak tahu. Pasien aneh.
Langganan:
Postingan (Atom)













