Kamis, Oktober 01, 2009

Sydney Trip (03)


25 September 2009:
Pk. 08.00 waktu Sydney ( 05.00 WIB ): saya terbangun. Rupanya Jam biologis saya masih mengikuti irama WIB. Setelah mandi air hangat, badan terasa segar. Tanpa campuran air panas, rasanya sulit mandi dengan air dingin dengan suhu sedingin air minum di dalam Kulkas.

Pk. 08.30: putri kami ( N ) yang tinggal dengan Flat mate ( teman se-Flat ) di daerah Maroubra Rd, Sydney, datang ke Flat putra kami. N mengambil cuti kerja di sebuah perusahaan susu “Dairy Farmers”, Sydney, selama kami berada di Sydney. Dengan demikian kami sekeluarga tinggal di Flat putra kami agar memudahkan kami dapat langsung pergi menuju tempat-tempat yang akan kami kunjungi selama kami berada di kota Sydney.

Pk. 10.15: kami berempat menuju rumah adik ipar ( Mr. M ) di Croydon Av untuk menjemput adik ipar ( HL ) dan H. Dengan drive 2 sedan kami ber-7 round-round kota Sudney. Kami menuju Darling Harbour. Di tepi pantai ini tampak Gedung Opera ( Opera House ) dan Sydney Harbour Bridge yang menjadi ikon kota Sydney. Ada banyak turis local maupun dari luar Aussie yang mengunjungi tempat ini. Berjalan kaki di tepi pantai ini sama dengan olah raga jalan kaki. Ada banyak orang ( pria atau wanita, tua atau muda ) berlari mengelilingi taman di daerah panti ini. Kondisi tubuh yang prima diperlukan untuk dapat menikmati view di tepi pantai ini. Kami melihat dan mendengar suara beberapa helikopter penjaga pantai yang terbang di atas pantai ini.

Pk. 13.15: kami menuju Chinese Resto ( dahulu namanya Dragon Restaurant ) yang berlokasi di lantai-3 Paddy’s Market ( suatu pasar tradisionil di daerah China Town, Pecinan ) yang menyajikan makanan Yam Ca, yaitu berjenis-jenis makanan kecil seperti : Bapaw, sayur Kailan rebus, Kembang Tahu kuah manis, Ceker Ayam, Manggo pai, Baso tahu, Siomai, Roti dll. Jam Ca ini di edarkan dengan kereta-kereta yang di dorong oleh Pramusaji wanita. Para tamu dapat meminta jenis Yam Ca yang di sukai. Setiap hari Resto ini selalu penuh dengan para tamu. Sehelai kertas pesanan makanan akan di stempel oleh Pramusaji ketika ia menyerahkan makanan yang kita ambil. Dengan demikian mereka akan lebih mudah menghitung berapa AUD yang harus kami bayar setelah bersantap. Sering kali kami harus menunggu 10 – 15 menit sebelum mendapat kursi karena harus menunggu ratusan tamu yang selesai makan. Ruangan Makan Resto ini cukup luas.
Pk. 14.15: kami pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Pk. 18.15: isteri saya membantu anak mantu kami untuk menyiapkan Dinner di Flat putra kami. Lauk yang disiapkan berupa Goreng Kulit ikan, Capcai goreng, Sapi cah brokoli. Sebagai cuci mulut kami menikmati buah Strawberi dan buah Kiwi. Selama di kota ini sering kali kali kami jarang menemui Nasi putih, kecuali kalau makan di rumah atau di rumah famili. Kalau sudah 2 hari tidak makan Nasi, maklumlah orang Indonesia, perut sepertinya masih belum makan. Hal ini disebabkan kami belum beradaptasi dengan menu makanan di luar negeri yang lebih banyak makan Mie, Salad dan Roti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar