Apalah artinya sebuah uang Koin? Uang koin ada yang bernilai
Rp. 100, Rp. 200, Rp.500 dan Rp. 1000,-
Tadi malam saat pergi Kondangan
pernikahan, uang koin Rp. 500,- memberikan keberuntungan bagi saya.
Kemarin sore saya diajak oleh seorang relasi Pak A, untuk
pergi kondangan pernikahan temannya. Putri Pak A ini Nn. I, akan manggung dan menyanyikan
beberapa buah Lagu Mandarin. Penyanyi Mandarin di kota kami tidak banyak.
Ajakan ini memberikan kesempatan bagi saya untuk mendengarkan nyanyian Nn. I sambil mengambil beberapa foto saat ia in
action.
Saat para tamu menikmati hidangan prasmanan yang tersedia, diiringi
alunan suara seorang penyanyi lokal dari gedung tempat resepsi dan Nn. I. Saya
kagum kepada Nn. I yang cukup fasih membawakan lagu-lagu Mandarin. Iramanya
pas. Para tamu dapat menikmati hidangan dan alunan lagu-lagu Inggris dan
Mandarin.
Selesai mengambil foto-foto saat Nn. I in action, saya menikmati irisan Buah Semangka Merah.
Sang MC, seorang Pria, usia sekitar 30 tahun mengumumkan sebuah pengumuman “Para
hadirin yang terhormat, siapa yang mempunyai Koin Rp. 500,- warna Kuning (
maksdunya terbuat dari logam yang
berwarna Kuning ) diharap segera naik ke atas panggung. Ada hadiah yang menarik.
Ayo. Ayo siapa punya?”
Tidak seorang pun yang mau naik ke panggung. Saya ingat di
saku celana saya ada 4 buah koin Rp. 500,- yang dimaksud. Saya segera mendekati
sang MC dan berkata “Saya punya.” Sambil memperlihatkan 4 buah koin tadi.
“Ya silahkan naik ke panggung, Pak. Ayo siapa lagi yang
punya koin. Ada hadiah menarik. Siapa yang mau hadiah dari kedua Mempelai?”
dengan lantang MC ini berbicara lagi.
Mendadak secara bersamaan, berlarian seorang Pria 55 tahunan,
seorang wanita 45 tahunan, seorang anak
laki 10 tahunan mendekati sang MC. Satu per satu ditanya siapa nama
masing-masing.
MC berkata lagi “Tolong perhatikan uang koin masing-masing dan
katakan tahun berapa yang ada pada koin tersebut.”
Ibu tadi berkata
tahun 2002, Bapak tadi berkata 2003 dan anak laki berkata 2003, saya berkata
tahun 2001.
MC berkata lagi “Yang paling tua tahunnya itulah pemenang
undiannya.” Berarti saya yang tahun 2001 yang paling tua. Satu per satu semua
calon pemenang undian turun dari panggung dengan senyum kecut dan saya-lah pemenangnya.
Saya tidak menyangka kalau saya memiliki uang koin keberuntungan. Rejeki
nomplok nih, saya membatin.
Kedua Mempelai menyampaikan sebuah kotak yang terbungkus
dengan kertas kado. Saya menerima dan bersalaman sambil mengucaokan selamat
kepada kedua Mempelai. Semua merasa senang dan tersenyum gembira. Kedua
Mempelai tersenyum gembira dan bahagia pada
hari pernikahan mereka dan saya tersenyum mendapat hadiah undian yang unik cara
mendapatkannya. Entah apa isinya.
Setiba di rumah saya membuka bungkusan hadiah itu dan isinya
ternyata sebuah Handuk besar warna Biru muda dengan kwalitas baik. Lumayan
untuk menyeka air setelah mandi. Isteri saya tampak heran. Pergi kondangan kok
mendapat hadiah undian. He..he..namanya juga undian. Siapa saja bisa menang undian kalau sedang beruntung. Saya tidak perlu membeli
Handuk lagi sebab sudah punya handuk baru.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar