SOAL jus jambu biji ini, ternyata ada perkembangan yang cukup mengejutkan. Jika jus itu dibuat dari buah, rasanya bukan sesuatu yang aneh. Tetapi, yang kini tengah dicoba dikembangkan dalam memanfaatkan jambu biji sebagai pencegah demam berdarah adalah pembuatan jus dari bahan daunnya. Betulkah ekstrak daun jambu biji ini bisa meringankan penyakit DBD?
Pada hari Rabu (10/3) kemarin, bertempat di Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Jakarta Pusat, dilansir sebuah hasil kerja sama penelitian antara Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan Badan POM. Meskipun baru bersifat pengujian pre-klinik, dilaporkan bahwa ekstrak daun jambu biji diketahui bisa menghambat pertumbuhan virus dengue, penyebab DBD. Bahan itu juga disebutkan mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping.
Dari pengujian, peningkatan jumlah trombosit diperkirakan dapat tercapai dalam tempo 8 s.d. 48 jam atau dua hari setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.
Kepala Badan POM, Drs. H. Sampurno, MBA mengungkapkan, sampai saat ini obat spesifik demam berdarah dengue (DBD) memang belum ditemukan. Tidak mengherankan, apabila pola pengobatan terhadap penyakit yang masuk ke Indonesia sejak 36 tahun lalu itu hanya bersifat pendukung. Sampurno menuturkan, setelah uji lebih lanjut yang dilakukan tim peneliti di bawah pimpinan Prof. Dr. Sugeng Sugiarto itu, diharapkan ekstrak daun jambu biji ini dapat dijadikan obat antivirus dengue. Penelitian sementara menunjukkan, daun jambu biji bisa bermanfaat. Bahkan, kabarnya, kandungan dalam daun jambu biji lebih baik dibandingkan dengan buahnya yang biasa digunakan.
Menurut keterangan, penelitian tersebut menghabiskan dana hingga Rp 500 juta. "Kami menargetkan, tahun sekarang bisa dilakukan uji klinik karena penelitian ini merupakan terobosan berharga untuk menanggulangi DBD," kata Sampurno yang juga alumnus Fakultas Farmasi UGM.
Rencananya, hasil pengujian itu pun akan dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). "Apabila nanti uji klinik yang dilakukan hasilnya paralel, maka kemungkinan ekstrak daun jambu ini akan menjadi suplemen dalam mengobati DBD," tuturnya.
Hasil lain dari pengujian pre-klinik di Jawa Timur, terindikasi bahwa daun jambu biji tersebut tidak memiliki kandungan zat beracun. Sebaliknya, daun jambu biji ternyata memiliki komponen yang berkhasiat, yakni kelompok senyawa tanin dan flavonoid. Diketahui, keduanya dapat menghambat aktivitas pertumbuhan virus dengue.
Menurut rencana, dalam waktu dekat ini Badan POM akan melakukan pengkajian mendalam, untuk mengetahui apakah ekstrak daun jambu biji bisa diproduksi secara besar-besaran. Misalnya, dalam bentuk kapsul untuk orang dewasa dan sirup untuk anak-anak.Sampurno mempersilakan apabila ada masyarakat ingin membuat ekstrak sendiri.
Caranya, daun jambu dibersihkan, ditumbuk, dan direbus. Setelah itu, airnya disaring, sebelum kemudian diminum. Namun, diingatkannya, standar pengobatan DBD dengan dokter harus tetap dilakukan, mengingat ekstrak daun jambu biji ini hanya suplemen. Kalau begitu, apa salahnya kita coba.-