Kamis, Maret 19, 2009

Kelenjar Prostat ( 2 )




Ini merupakan lanjutan artikel Kelenjar Prostat ( 1 ) dalam Blog ini.

Setelah hasil pemeriksaan darah atas PSA ( Prostat Spesific Antigent ) Opa Sugeng diterima, maka saya merujuk kembali Opa S ini kepada Dr Ahli Urologi, Dr. M.T.

Beliau mengirimkan Surat Jawaban rujukan saya bahwa melihat hasil pemeriksaan PSA sebesar 41,5 ng/cc atau 4 kali lebih besar dari nilai normal, diusulkan dilakukan tindakan Biopsi ( mengambil sedikit jaringan Prostat dan diperiksa dengan Mikroskop ), bila hasilnya Kanker Prostat, tindakan lanjutannya adalah Plan A yaitu: Orchiectomy atau pengangkatan kedua Testis ( biji kemaluan ). Dengan perkataan lain Opa S akan dikebiri, dengan alasan Testis menghasilkan hormon Testosteron yang berpengaruh terhadap perkembangan sel-sel Kanker Prostat. Plan B adalah pemberian obat Chemotherapy ( harganya juga lumayan besar ).

Selesai membaca Surat Jawaban itu, saya berpikir.
Kasihan ya Opa S yang sudah sepuh ( 84 tahun ), masih harus menanggung penderitaan lain dan bahkan mau dikebiri. Pembuangan kedua Testis ( yang merupakan lambang kejantanan ) akan sangat merisaukan hati Opa S. Bagaimana tidak? Sudah sepuh, mau dikebiri pula. Huh….Di dalam Textbok dikatakan bahwa Diagnosa pasti dilakukan dengan Biopsi, tetapi tindakan Biopsi sendiri ( dilakukan dengan tusukan Jarum Biopsi ke dalam jaringan Kelenjar Prostat ) akan mempercepat metastase ( penjalaran ) sel-sel kanker ke organ-organ lain sehingga banyak yang menganjurkan melakukan terapi dengan Obat Chemotherapy.

Beberapa hari kemudian pada tanggal 16 Maret diadakan Rapat Bulanan Pengurus Panti Wreda Kasih di Gereja kami. Dalam rapat ini saya menjelaskan kesehatan Opa S dan Jawaban Rujukan dari Dr. Ahli Urolog. Para Pengurus Panti setuju kalau terhadap Opa S tidak dilakukan Biopsi, Orchiectomy, obat Chemotherapy. Alasannya: faktor usia lanjut ( yang sudah mencapi 84 tahun ) .

Para Pengurus bertanya kepada saya, apa yang akan diberikan kepada Opa S yang menderita pembesaran Prostat. Sebelum rapat saya melakukan Googling di Internet dengan bantuan mesin pencari ( search machne ) Google. Saya menemukan Link pada Artikel Brokoli sebagai terapi alternatip terhadap kanker Prostat dan Payudara. Brokoli yang mengandung Sulforafen dapat menghambat perkembangan pertumbuhan sel-sel Kanker. Demikian juag tomat yang mengandung suatu anti oksidan Lycophene mempunyai efek yang sama.

Berangkat dari artikel ini, saya mengusulkan kepada Pengurus Panti agar kepada Opa S. dan kepada semua penghuni Panti yang notabene sudah berusia lanjut ( diatas 65 tahun ) diberikan Sayuran Brokoli dan Buah Tomat setiap hari. Keduanya mempunyai harga yang jauh lebih murah dari pada tundakan Operasi di Rumah sakit atau harga Obat Chemotherapy yang  jutaan rupiah.

Semoga Opa S dan juga Oma dan Opa warga Panti lainnya dapat hidup sehat sebelum mereka satu per satu menghadap Tuhan. Amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar