Rabu, Maret 04, 2009

Macau-Zhuhai Trip (1)







Saya bersama isteri, Dr. Hernita mengikuti Macau-Zhuhai Trip pada tanggal 28 – 30 November 2008. Jumlah peserta sebanyak 60 orang Dokter ( dari berbagai disiplin ilmu kedokteran ) dan Keluarga. 

Rombongan. Rombongan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok Ungu dipimpin oleh Tour leader, Pak Cheppy dan kelompok Biru dipimpim oleh Pak Budi W. Saya dan isteri masuk kelompok Ungu. Masing-masing kelompok akan naik 2 Bus yang berbeda selama mengikuti Tour di Macau dan Zhuhai. Macau dikenal sebagai “Oriental Las Vegas”, perjudian di Macau merupakan industri terbesar dan menjadi hal yang penting dalam ekonomi Macau.

Berikut adalah suatu reportase yang dapat saya rangkum.

Lokasi dan area:
Nama Macau berasal dari kata Magao (A-Ma Temple ), yang didedikasikan untuk Pura Mazu, Dewi Laut yang dihormati oleh orang Macau. Pada abad ke 16 ketika orang Portugis pertama kali menginjakkan kaki disana, salah satu petugas bertanya kepada nelayan tentang nama tanah itu. Dijawab Magao. Selama hampir 400 tahun Portugis memerintah disini sebelum Macau resmi kembali ke RRC pada 20 Desember 1999 sebagai wilayah administrasi khusus. 

Macau terletak di Propinsi Guangdong, dibagian Barat Pearl River Delta
Pulau Taipa dan Coloane terhubung ke Semenanjung Macau oleh 3 jembatan, yaitu:
1. Nobre de Carvalho ( panjang 2,5 Km )
2. The Friendship Bridge ( 4, 5 Km ) yang menghubungkan langsung ke Macau International Airport yang terletak di Pulau taipa.
3. Sai Van Bridge ( 2,2 Km )

Penduduk dan Bahasa:
Luas Macau sekitar 27,5 kilometer persegi dengan jumlah penduduk total 513.000 jiwa yang terdiri dari 95% etnis Cina dan sisanya Portugis dan Barat. Bahasa Cina dan Portugis biasa dipakai sehari-hari. Bahasa Kanton ( Cantonese ) yang paling banyak digunakan, sedangkan bahasa Inggris dipergunakan untuk Perdagangan, Pariwisata dan Komersial. 

Xie-xie, terima kasih lebih dikenal dari pada Thank you. 
Siauwpien ( pipis ) adalah sebutan untuk bertanya dimana lokasi Toilet atau Rest room utk buang air kecil.

Mata Uang:
Mata uang yang dipakai di Macau adalah PATACA ( MOP $) yang dibagi dalam terdiri dari pecahan: 10, 20, 50, 100, 500 dan 1000 PATACA.
Coin: 1, 2, 5, dan 10 PATACA.
Hongkong dolar juga dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di Macau.
1 HKD = IDR 1.600,- 100HKD = IDR 160.000,-
1 US$ = 8 MOP$
Mata uang Cina adalah RMB ( Yuan ). 1 RMB = IDR 1.800,-

Waktu:
Waktu di Macau adalah GMT +8, Bangkok dan Jakarta: GMT +7.

Suhu dan Cuaca:
Cuaca di Macau termasuk sedang sampai panas dengan suhu tahunan rata-rata: 16 – 25 derajat Celsius. Kelembaban rata-rata: 73 – 90%. Musim Semi ( Oktober – Desember ): cerah, panas dan kelembaban rendah. Musin dingin : Januari – Maret, dingin tapi ada cahaya matahari. Bulan April: kelembaban meningkat. Bulai Mei – September: cuaca panas dan turun hujan, kadang-ladang ada badai ( Typhoone ).

Komunikasi:
Komunikasi ( IDD ) di Macau dapat terhubung dengan 219 negara. Mobile phone Service: full GSM connection connection. Biaya telepon lokal: 1 MOP $. Beberapa Hotel mempunyai fasilitas: Telex, Fax dan Internet ( modem & WIFI ).
Untuk men-charge, stroom Handphone, kita mesti membawa adaptor khusus seperti adaptor utk AC yang mempunyai 3 buah tonjolan yang persegi ( bukan bundar spt di Indonesia ) dan dihubungkan lagi dengan adaptor yang mempunyai 2 lubang bundar untuk memasukkan conector Charger batere Handphone kita. Tanpa 2 adaptor ini, kita tidak dapat menyetrom HP kita selama kita berada di Macau..

Belanja:
Mata uang yang dipergunakan di toko-toko adalah PATACA / MOP $, juga HK $. Di Kios-kios, pedagang souvenir biasa dipakai PATACA. Sangat sedikit yang mengerti bahasa Inggris. Lebih banyak dipakai bahasa Kanton sehngga tawar menawar sering menggunkaan Kalkulator yang secara bergantian ditekan oleh pedagang dan calon pembeli untuk mendapatkan kesepakatan harga. Barang-barang yang dijual adalah: pakaian, kosmetik, parfum, cendera mata, sepatu, arloji, kamera dll. Kita mesti menawar untuk membeli sesuatu barang kecuali di toko-toko ( di Bandara dll ) yang sudah mempunyai harga tetap yang tidak dapat ditawar lagi.

Berulang kali Tour leader kami mengingatkan akan kewaspadaan barang / tas yang kita bawa. Sebaiknya di taruh di depan badan kita. Di Macau banyak pick pocket ( tukang copet ) terutama di tempat-tempat belanja dengan pakaian yang rapih sehingga tidak disangka mereka adalah tukang copet. Beruntung tidak ada laporan peserta Tour kami yang kehilangan barang akibat dicopet.

Makanan:
Makanan yang tersaji di Restaurant terdiri dari berbagai masakan dari beberapa negara, seperti: Macanese Food yang merupakan makanan kombinasi makanan Cina dan Portugis, Purtuguese Food yang bayak tersebar di Rumah Makan di Macau yang terdiri dari bake, simmer, grill dan fry. Makanan lainnya adalah: Shanghai Food, Western Food, Thai Food, Burmese Food, Japanese Food, dan Korean Food.

Mencari Nasi putih ( steam rice ) tidak sulit sebab hidangan diatas biasanya sudah dilengkapi dengan Steam rice yang merupakan makanan pokok orang-orang Oiriental seperti kita.

Bagi yang Muslim mesti waspada memilih hidangan yang bebas daging babi ( fork ) seperti Abon, Dendeng yang banyak dijual di toko-toko makanan.

28 November 2008:
Pk. 09.30 kami tiba di Bandara Sukarno-Hatta, Jakarta.

Pk. 09.45 bertemu dengan Sdr. Budi W. dan Cheppy selaku Tour leader yang akan memandu keberangkatan ke Macau dan kedatangan ke Jakarta kembali. 

Ketika saya membaca Fotokopi rencana Tour ini, ada seorang Ibu yang menyapa saya “Apakah anda ikut Tour ke Macau?” Saya jawab “ Benar, Bu. kok Ibu tau?” “Saya juga ikut tour Macau dan punya Fotokopian yang sama.” Akhirnya saya berkenalan dengan beliau dan suami, yang berasal dari kota Surabaya, Dr. Harun Al. Rasjid, Digestive Surgeon. Suami isteri dokter yang ramah ini akhirnya menjadi teman seperjalanan kami. Mereka baru saja landing pukul 0.9.00 dengan pesawat Garuda dari Surabaya.

Pk. 12.30: ada informasi bahwa pesawat Viva Macau ZG 100 yang akan membawa kami ke Macau mengalami delay dengan ETD ( Estimate Time Departure ) 22.05. Seluruh peserta Tour ini kecewa karena harus menunggu sekitar 10 jam lagi, suatu penantian yang cukup lama. Waktu delay ini tidak seberapa bila dibandingkan waktu delay yang sampai 1 hari 1 malam ketika kami tanggal 30 Des 2008 akan kembali ke Jakarta. Tampaknya promosi dalam iklan harian Kompas, Viva Macau tidak sebagus dengan kenyataan di lapangan.

Pk. 13.30: dengan naik 2 Bus dari Hotel, kami menuju Hotel FM7 Transit Hotel yang berlokasi di sekitar Bandara. Kami dapat istirahat dan mandi di Hotel, tanpa dapat ganti pakaian oleh karena semua Koper kami sudah masuk Bandara. Saya lihat di atas meja kamar kami ada beberapa fasilitas hotel yang dapat kami manfaatkan, termasuk Pijat refleksi kaki dengan tarif Rp. 25.000,-. Saya dan isteri meuju Salon hotel. Pijat kaki dari lutut sampai ujung kaki selama 30 menit, dapat melemaskan otot-otot saya. Selesai pijat, saya kembali ke kamar hotel dan mandi air hangat.

Pk. 18.00: seluruh peserta berkumpul di Ruang makan Hotel untuk menikmati Dinner sebelum kami kembali ke Bandara.

Pk. 21.30: kami memasuki pesawat Viva Macau ZG 100 yang selama penerbangan 4 jam 21 menit tidak memberikan makanan / minuman gratis. Para penumpang dapat membeli Snack atau mineral water di atas pesawat dengan dolar Hongkong. Kami bersyukur kami sudah Dinner sebelum masuk pesawat.

29 November 2008:
Pesawat terbang dengan mulus tanpa mengalami gangguan cuaca dll.
Setengah jam sebelum mendarat Pilot memberikan informasi tentang pendaratan pesawat yang kami tumpangi.

Pk. 03.30 dini hari ( waktu Macau ) pesawat ZG 100 landing dengan mulus di Macau International Airport.

Para penumpang dijemput 2 Bus Bandara untuk menuju gedung Imigrasi yang jaraknya hanya sekitar 100 meter. Udara luar di Bandara Macau ini cukup dingin yang membuat tubuh kami kedinginan ( kira-kira 18 derajat Celsius, mirip udara malam di Puncak, Bogor ).

Pk. 04.00: Paspor kami di stempel petugas Imigrasi Macau yang usianya masih muda. Setelah menunggu dan mengambil Koper masing-masing kami keluar gedung Bandara. Ketika melewati bagian Duane, semua Koper kami tidak diperiksa. Alat x ray tampak ngangur kedinginan dini hari itu.

Dengan menumpang 2 Bus Hotel Vennetian ( http://www.venetianmacao.com ) kami menuju Hotel yang terbesar di Macau dan mempunyai Casino dalam jumlah yang banyak. Konon nomer 2 terbesar setelah Casino di Las Vegas,USA.

Pk. 05.00: kami check in di Venetian Hotel. Fasilitas yang mewah, kamar yang besar mengharuskan kami menyimpan uang sebagai tanggungan kalau-kalau ada barang yang hilang atau rusdak. Tiap keluarga di wajibkan menyimpan Deposit ( uang atau gesek kartu Kredit ) sebesar HK$ 1000/ malam. Gesekan Kartu Kredit ini akan di cancel ketika kami check out.

Saya dan isteri mendapat jatah kamar 1422. Ibu Fiona selaku Tour leader selama di Macau memberikan petunjuk dan mengantar kami ke lokasi Lift meunju kamar. Tanpa petunjuknya maka mungkin sekali kami akan tersesat di gedung Hotel yang sangat besar ini dan memerlukan waktu lama untuk dapat memasuki kamar Hotel. Sebagai jalan terdekat kami melewati ruangan Casino yang tampak tidak banyak pengunjung pada dini hari itu. Petugas Security berwarna kulit hitam ( mungkin dari India ? ) tampak berjaga-jaga dan mengawasi kami.

Pk. 05.30: kami memasuki kamar Hotel mewah ini dengan ukuran sekitar 10 x 4 meter, ber-AC yang dingin. Mandi air hangat dan tidur karena badan sudah sangat lelah dan mata mengantuk.

Pk. 08.00: saya mendengar dering telepon di kamar sebagai Morning call yang membangunkan peserta tour.

Pk. 08.15: kami Breakfast di Ruang Makan Hotel Venetian yang luas dan bagus. Kami mengambil beberapa foto di Ruang Makan ini. Hidangan yang tersaji cukup banyak variasinya. Ada Bubur Ayam, Roti bakar, Buah-buahan, Nasi Goreng, Telur rebus, omelet dll. Minuman juga terdiri dari banyak macam: mineral water, Apple juice, Orange juice, Teh, Kopi dll. Kami mengisi perut secukupnya oleh karena hari ini kami akan melakukan Tour sepanjang hari.

Pk. 11.00: kami berkumpul di West Lobby Venerian, tempat yang sama ketika kami check ini dini hari tadi. Sambil menunggu kedatangan 2 Bus yang akan membawa kami jalan-jalan, kami berfoto di halaman Hotel. Angin berhembus dingin seperti sejuknya udara Kulkas, padahal cahaya matahari pagi itu sangat cerah. Memang saat ini dalam musim dingin di Macau. Kacamata Hitam sangat menolong sebagai pelindung mata dari cerahnya sinat matahari Macau saat itu.

Pk. 11.30: kami sudah berada di dalam 2 Bus menuju Zhuhai ( RRC ), Bus kami di temani oleh Ibu Fiona yang fasih berbicara Indonesia. Hal ini disengaja oleh Obaja Tour Jakarta, agar semua peserta tour dapat berkomunikasi dengan Toiu leadernya di Macao. Tanpa bantuannya, kami akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan penduduk setempat yang banyak berbicara bahasa Konghu ( Cantonese ).

Pk. 12.00: kami tiba di Gedung Imigrasi Macau untuk meninggalkan kota Macau. Kami melihat ada ribuan orang yang akan meninggalkan Macau menuju Zhuhai. Luar biasa banyaknya orang yang akan meninggalkan Macau. Antrian yang sangat panjang kadang menjengkelkan. Kami harus banyak berdiri dan menunggu, antri untuk mendapat Stempel petugas Imigrasi Macau di Paspor kami. Petugas Imigrasi bekerja sangat teliti, sambil melihat wajah kami dan Pasfoto yang ada di tiap Paspor kami. Setelah semua peserta mendapat stempel. Kami bergegas berjalan kaki menuju gedung Imigrasi kota Zhuhai yang berlokasi sekitar 200 meter dari Gedung Imigrasi Macau.
 




4 komentar:

  1. Artikel tentang Macau nya bagus. Ikutan lomba blog "Why Macau" yuk. Re - publish aja artikel ini. Hadiahnya jalan-jalan ke Macau dan iPhone 5c GRATIS!
    Yuk ikutan lomba blog 'Why Macau' di sini http://bit.ly/WhyMacau
    Submit sebelum 30 September 2014!

    BalasHapus
  2. To Christine Natalia,

    Terima kasih sudah berkunjung dan atas informasi lomba Blog tsb.

    Salam

    BalasHapus
  3. terimaksih infonya terutama buat yang akan pergi k macau...

    BalasHapus
    Balasan
    1. To winda Yudhita,

      Terima kasih sudah berkunjung. Semoga dapat bermanfaat.

      Salam.

      Hapus