Rabu, Maret 04, 2009

Macau - Zhuhai Trip (2)





Pk. 13.00: Kami tiba di Gedung Imigrasi Zhuhai. Kami harus antri lagi bersama ribuan turis lainnya. Sdr. Ase selaku Tour leader selama kami berada di kota Zhuhai adalah seorang laki-laki yang berusia sekitar 25 – 30 tahun. Ase pernah kuliah di Univ. Sacawacana, Salatiga, sehingga tidak heran masih fasih berbahasa Indonesia dengan logat yang cadel. Di setiap kota, berganti Tour leader.

Pk. 14.00: Keluar dari Imigrasi Zhuhai kami menunggu peserta lain yang belum mendapat stempel Imigrasi. Setelah jumlah peserta tour lengkap, dengan diantar 2 Bus dari kota Zhuhai kami menuju suatu Restaurant untuk menikmati Lunch.

Pk. 14.30: Kami menuju suatu Toko Shings-Han Park Herbal Shop yang menjual Batu permata: Giok, Rubi, Mutiara dan Obat-obat Herbal. Pemilik Toko ini, Mr. Yang Bing Kun konon hari ini adalah Hari Ulang Tahunnya. Jadi semua barang yang dijual pada hari ini mendapat diskon sampai 20%. Mungkin ini suatu taktik dagang saja. Harga Cincin Batu Giok berkisar antara HK$ 2800 – 4500. Setiap Batu permata yang dibeli akan disertai Surat Jaminan bahwa Batu itu asli. Melihat harga yang cukup mahal, kami tidak berniat membeli Batu permata di toko ini, lebih baik membeli barang lain sebagai oleh-oleh.

Pk. 16.00: Kami menuju sebuah Bukit yang merupakan tempat pariwisata. Di lokasi ini kami dapat naik Cable car, kereta gantung ke atas bukit dengan bayaran RMB / Yuan 10, yang mesti dibayar dengan mata uang tsb. Petugas tidak mau menerima mata uang lain. Beruntung kami ada membawa RMB untuk membeli 2 lembar tiket cable car. 1 cable car hanya dapat diisi oleh 2 penumpang. Sudut kemiringan bukit cukup terjal, sekitar 45 derajat. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak bukit sekitar 3 menit. Tidak semua peserta tour naik cable car, mungkin karena tidak membawa RMB. Setiba di tempat pemberhentian cable car kami turun dan kami disambut seorang pemuda yang menawarkan foto-foto ketika kami naik cable car. Kami melihat foto kami, yang sayangnya wajah saya tidak tampak oleh karena tertutup Handycam yang saya operasionalkan saat cable car bergerak ke atas bukit dan wajah isteri saya yang sedang menunduk ke bawah. Sekilas foto kami tsb kurang baik komposisinya sehingga saya batal membeli foto tsb yang dihargai RMB 10 dan tidak mau dibayar dengan mata uang lainnya seperti HK$. Entah kenapa. Mungkin ia harus repot menukarkannya dengan RMB di Bank.

Waktu yang diberikan kepada kami hanya 15 menit, sehingga kami tidak dapat menikmati pemandangan dari atas bukit dengan leluasa. Kami sempat berfoto bergantian dengan peserta tour lainnya untuk saling memotret. Kerja sama yang baik dengan Dr. Sulantari, Sp.THT-KL dari Surabaya, untuk bergantian mengambil foto-foto selama kami mengikuti tour ini. . Vieuw dari atas bukit ini bagus yang sulit dilupakan. Tanpa membawa sebuah Kamera digital atau Handycam, rasanyya tidak lengkap tour ini. Pengalaman mengunjungi tempat pariwisata seperti ini mungkin sekali tidak akan terjadi untuk kedua kalinya dalam kondisi yang sama. Ase, tour leader dari Zhuhai, mencari-cari kami keatas bukit karena waktu yang tersedia sudah habis.”Bapak, Ibu waktu sudah habis. Kami akan mengunjungi pantai…he..he…” Ala mak, belum puas kami berfoto, sudah harus turun bukit. Kami segera menuruni bukit dengan naik cable car lagi dengan potongan tiket yang masih disimpan oleh saya. Ketika cable car menuruni bukit, saya tidak menyia-nyiakan men-shoot vieuw pantai dan daratan di bawah kami dengan Handycam. Vieuw yang terlihat mirip ketika pesawat akan landing di Bandara. Bagus! Belum pernah saya melihat vieuw seindah ini. Kami bersyukur dapat menikmati keindahan vieuw di kota Zhuhai ini.

Pk. 16.15: 2 Bus kami tiba di sebuah pantai. Beberapa puluh meter dari tepian pantai berdirilah sebuah Patung Dewi Laut, Seaside Lady Statue. Tampak puluhan turis berada di pantai ini. Ada yang duduk-duduk di atas bebatuan, ada yang berfoto, ada yang cecikikan bersama temannya dan ada pula yang duduk melamun atau merenung sambil melihat lautan yang terbentang di depannya.

Satu hal yang menarik perhatian kami adalah pantai yang berlumpur kehitaman, air laut yang keruh kecoklatan dan tampak banyak sampah plastik dan kertas pembungkus snack. Keadaan ini berbeda dengan air laut yang jernih dan pasir pantai yang putih di Kuta Beach, Bali dan Sydney Beach, Australia.

Pk. 17.00: Rombongan tiba di lokasi Geidong Center, gedung Imigrasi Zhuhai. Gedung tampak cukup besar dan dalam suasana malam, tampak huruf-huruf dari lampu terang yang membentuk 2 kata tadi. Kami diberi waktu shoping di lokasi ini selama 90 menit. Barang-barang yang dijual tidak berbeda dengan barang-barang di tempat belanja di tanah air. Kesulitan bahasa di atasi dengan cara tawar menawar dengan sebuah kalkulator yang selalu tersedia di setiap kios belanja. Tidak banyak pedagang yang fasih berbahasa Inggris. Mereka umumnya berbahasa Cantonese. Lagi-lagi tour leader kami mengingatkan agar waspada dengan barang bawaan kami, oleh karena disini ada banyak tukang copet. Sebaiknya bawaan kami selalu berada di depan badan kami. Kesempatan shoping ini tidak disia-siakan oleh peserta kaum Ibu yang gemar belanja. Kami hanya melihat-lihat saja suasana tempat shoping ini.

Pk. 18.30: Kami menikmati Dinner disuatu Restaurant.

Pk. 19.15: Kami memasuki Gedung Imigrasi Zhuhai, karena akan meninggalkan RRC.

Pk. 20.15: Kami memasuki Gedung Imigrasi Macau kembali untuyk mendapatkan stempel di paspor kami sebagai bukti kami akan memasuki Macau lagi, setelah itu naik 2 Bus menuju Venetian Hotel.

Pk. 20.35: Tiba di Venetian Hotel.

Pk. 21.00: Saya dan isteri ganti baju dan langsung menuju lantai 3 untuk mengambil Foto-foto di sekitar Grand Cannal. Di lantai 3 ini dibuat suatu selokan selebar 3 meteran yang berisi air jernih 1 meter yang mengitari lantai ini. Disini tersedia beberapa perahu kecil yang berkapasitas 4 penumpang termasuk pendayungnya. Calon penumpang dapat membeli Tiket di counter khusus seharga HK$104/ orang. Sebelum naik perahu, ada seorang Fotografer yang mengambil Foto. Ketika penumpang selesai naik perahu akan diberi sovenir, gantungan kunci dengan Foto mereka yang tadi dibuat. Kami membeli snack yang dikemas dengan sangat bagus dalam dus dan kaleng khusus yang dibayar dengan HK$.

Dilantai 3 ini kami dapat menikmati langit buatan yang berwarna biru muda dan berawan putih, padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pk. 22.00. Diluar Hotel langit sudah tampak hitam gelap bertaburan bintang. Langit buatan di lantai 3, Grand Cannal ini luar biasa. Suatu karya tehnologi yang sangat bagus. Langit masih terang padahal waktu hampir tengah malam. Badan yang pegel linu hilang dengan menikmati suasana di sekitar Grand Cannal Venetian Hotel ini. Malam itu kami mendapat satu pengalaman hidup yang sukar terlupakan.

Di lantai 3 Venetian Hotel ini terdengar lagu “Silent Night”, malam Kudus, yang biasa diperdengarkan pada setiap bulan Desember berkenaan dengan perayaan Hari Natal di seluruh dunia. Di lokasi perjudianpun, orang masih ingat akan Malam yang Kudus pemberian Tuhan. Suasana Natal sudah terasa di Hotel ini.

30 November 2008:

Pk. 07.00: terderangr dering telepon di kamar hotel sebagai “Morning call”.

Pk. 07.30: Semua peserta Tour melakukan check out dari Venetian Hotel.
Kami menikmati Braekfast terakhir di Hotel megah ini.

Pk. 08.30: Kami berkumpul di West Lobby Venetian Hotel. Banyak peserta tour yang mengambil foto-foto kenangan disekitar Lobby dan halaman Hotel.

Pk. 09.00: 2 Bus Pariwisata mengantar kami ke sebuah kuil yang terkenal dengan nama A Ma Temple. Peserta tour tidak memasuki gedung kuil ini. Di halaman kuil ada beberapa kios yang menjual sovenir berupa: Gantungan kunci, Koin Macau, Lukisan dan lain-lain. Seperti biasa calon pembeli dan penjual mesti tawar menawar dengan sebuah kalkulator sebagai media. Mata uang MOP $ dan HK $ dapat diterima oleh para pedagang.

Kuil ini sudah ada sebelum ada kota Macau. Kuil ini terdiri dari: The gate Pavilliun, The Memorial Arch, The Prayer Hall, The Hall of Benevolence, The Hall of Guanyin dan Zheng jiao Chaulin ( Budhis Pavilion ). Kuil ini merupakan budaya Cina yang terinspirasi oleh Confucianism, Taoism, Buddhism dan multiple folk beliefs.

Dalam perjalanan ini kami melihat Macau Tower. Dari atas Tower ini kita dapat melihat pemandangan kota Macau. Sayang kami tidak ada kesempatan melihat Macau Tower ini lebih dekat.

Pk. 09.30: Rombongan menuju objek pariwisata Macau lainnya yaitu reruntuhan gereja , Ruin St. Paul yang legendaris. Banyak turis yang berada di area ini.

Reruntuhan ini merupakan sisa dari Gereja The Mother of God yang saat ini dikenal dengan nama St. Paul’s – merupakan suatu landmark yang terkenal di Macau. Gereja ini dibangun pada tahun 1602 – 1637. Pada tahun 1835 terjadi kebakaran yang hanya meninggalkan fa├žade of the staircase dan beberapa bagian dinding Gereja yang pagi itu kami kunjungi.

Di halaman depan reruntuhan ini, saat itu kami dapat menyaksikan beberapa tarian tradisionil Portugis yang di bawakan oleh beberapa pasangan pria dan wanita Macau. Tarian ini diiringi musik khas Portugis. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh para turis yang hadir saat itu untuk diabadikan dalam Foto dan shooting video masing-masing.

Pk. 10.30: rombongan diajak Lunch di sebuah Resto yanga bernama “Scala Shark’s Fin Restaurant”.

Oleh karena merasa sudah memesan tempat sebelumnya, Ibu Fiona marah-marah kepada petugas Resto yang menerima rombongan kami. Seharusnya kami mendapat tempat di dekat tempat hidangan. Entah mengapa, kami diberi tempat agak jauh dari tempat hidangan. Ibu Fiona marah-marah dalam bahasa Cantonese. Petugas Resto bilang semua kursi sudah fool book. Bagi kami tidak masalah soal lokasi kursi, toh kami masih dapat menikmati Lunch kami dan kami harus cepat-cepat makan siang karena kami harus segera menuju Bandara Macau untuk check in. Hidangan yang tersaji boleh bebas kami ambil dan rasanya juga menggugah selera kami. Boleh juga rasanya.

Pk.12.00: Rombongan menuju Macau Airport, yang ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit.

Pk. 12.20: Kami melakukan check in kemudian melihat-lihat toko-toko disekitar Bandara. Kami membawa botol kosong Aqua dan mengisinya dengan air yang dapat diminum di kran khusus. Air ini dapat diminum sebelum kami dapat memasuki pesawat ZG 103 yang akan membawa kami pulang ke Jkt. Semua calon penumpang pesawat dilarang membawa air atau parfum lebih dari 100 cc. Kalau bawa botol kosong masih diperbolehkan. Jadi botol air yang ketahuan berada dalam handbag, sebelum disita lebih baik diminum di depan petugas Bandara. He..he.. 1 botol air mineral sebanayak 300 CC harganya HK$10.

Kejadian berikut membuat kecewa semua peserta rombongan tour ini . Ternyata pesawat Viva Macau ZG 103 ini tidak dapat terbang akibat ada kerusakan .

Aneh juga rasanya kalau pesawat tidak dapat terbang, mengapa calon penumpang diperebolehkan melakukan check in, boarding dan menunggu di ruang tunggu sebelum memasuki pesawat. Rupanya para Tehnisi Viva Macau tidak dapat membuat pesawat kami terbang ke Jakarta pada jadwal yang telah ditentukan. Rencana kedatangan kami ke Jakarta pada tanggal 30 Vovember dan kembali ke masing-masing kota dengan connecting flight dengan pesawat Garuda dll pasti tidak dapat dilakukan dan acara kami masing-masing para Dokter akan menjadi kacau. Rasa panik, kecewa dan marah menghinggapi kami semua.

Petugas Viva Macau mendapat kecaman dari seluruh calon penumpang yang jumlahnya ratusan. Sang Dutty Manager Viva Macau, Mr. Billy, dengan tanggap menjawab semua pertanyaan dan berdiri diatas kursi untuk bicara di depan seluruh penumpang. Dengan tenang Billy memberikan informasi tentang bagaimana kelanjutan penerbanagan kami. Rupanya ia sudah sering menghadapai kejadian seperti ini, sehingga ia yang bertanggung jawab mengatasi semua masalah yang timbul akibat pesawat tidak dapat terbang dan akibatnya kami di delay lagi. Bukan 10 jam tetapi 1 malam dan setengah siang besok harinya. 

Luar biasa…….Rupanya Viva Macau tidak mempunyai pesawat cadangan untuk situasi darurat seperti ini dan harus menunggu pesawat Viva Macau lainnya yang akan take off besok tgl 1 Des 2008 pukul 08.00. Rupanya kami akan diangkut dengan pesawat ZG 101 ini. Jadi mereka harus mendelayed para penumpang yang seharusnya terbang ke Jakarta pada pukul 08.00 dan digabung dengan rombongan kami pada pukul 14.40.

Akhirnya pada pukul 17.00 rombongan kami sebanyak 60 penumpang diberi jatah Hotel untuk bermalam dan makan. Kelompok Ungu, kelompok saya menempati Hotel “ Golden Crown China” yang terletak disebarang Bandara Macau dan kelompok Biru menempoati Hotel lain. Dengan naik Taksi mereka menuju Hotel tsb. 

Penumpang lain ada yang akan diterbangkan ke Jakarata via Hongkong, tetapi setelah tiba di Hongkong mereka disuruh kembali ke Macau karena tidak tersedia seat di pesawat yang akan terbang ke Jakarta. Wah…kacaunya.

Sebenarnya Viva Macau ada kerja sama hanya dengan Maskapai penerbanagan China Airline. Kalau untuk 1 - 2 penumpang masih mungkin tetapi kalau untuk 60 penumpang sangat sulit dapat ikut pesawat China Airline ke Jakarta.

Akhirnya semua peserta Tour kami ini, keluar melalui Imigrasi Macau dan menunggu Koper-koper kami dinaikan ke ban berjalan yang kemudian akan diambil oleh masing-masing pemiliknya. Persis seperti kita akan keluar dari setiap Vabdara. Padahal kami belum naik pesawat.

Rombongan Ungu sekitar 30 orang berramai-ramai membawa Koper masing-masing menyebrangi jalan menuju Hotel kami. Ternyata Lobby Hotel tsb berada di Lantai 9 dari Gedung yang kami datangi.

Pukul 19.15: Kami check ini di Hotel Golden Crown China.

Pukul 20.00: Kami menikmati Dinner ala Buffet. Badan sudah sangat lelah menunggu dan menunggu, terutama bagi kami yang usia sudah diatas kepala 6. Secara guyon saya berbisik kepada dokter-dokter lain, kerja kami adalah menunggu pesawat dan menunggu jatah makan. Kami tersenyum kecut. 

Apa boleh buat. Kejadian ini diluar kemampuan Maskapai penerbangan. Akibatnya seluruh calon penumpang dikorbankan akibat tidak bonafidnya Viva Macau ini 

Sebenarnya kami ingin melihat Sirkus di Venetian Hotel yang konon sangat menarik. Hanya ada seorang peserta yang nekat naik shuttle bus dari Bandara menuju ke Venetian Hotel untuk melihat Sirkus ini. Venetian menyediakan shuttle bus gratis dari Venetian ke banyak tujuan di kota Macau dan sebaliknya. Kami bermalam 2 malam di Venetian tetapi tidak ada kesempatan untuk melihat Sirkus ini. Sayang sekali.

Badan yang cape karena seharian menunggu pesawat di Bandara Macau mengurungkan kami pergi malam hari ke Venetian Hotel kembali. Lebih enak kalau langsung sleeping, karena besok pagi-pagi pukul 07.00 waktu Macau akan mendengar dering telepon “morning call” di masing-masing kamar kami

1 Desember 2008: Hari terakhir kami berada di kota Macau.

Pukul 07.00: Breakfast. Waktu luang menunggu ke Bandara kami berfoto bersama disekitar Hotel. Pemandangan dari Hotel ke Bandara Macau cukup bagus. Banyak pesawat diparkir, yang mau lepas landas dan yang akan mendarat, senua terlihat.

Pukul 10.00: Kami menuju Bandara Macau untuk proses Check ini sambil berdoa semoga kali ini kami benar-benar dapat terbang kembali ke Jakarta dan tidak ada delay lagi.

Pukul 11.00: Kami check in dan mendapat Boarding pass untuk masuk pesawat.

Pukul 12.00: Kami kembali menuju Hotel Golden Grand China untuk menikmati Lunch.

Pukul 13.00: Kami melewati Imigrasi untuk mendapat stempel di Paspor kami dan memasuki Ruang tunggu.

Pukul: 14.40: Pesawat Viva Macau ZG 101 take off dari Macau International Airport. Pesawat terbang dengan mulus dan kami dapat menikmati istirahat siang kami di atas seat masing-masing.

Pukul 18.20: ZG 101 landing dengan baik. Semua penumpang tiba dengan selamat di Sukarno-Hatta Airport, Jakarta. Kami bermalam di rumah adik ipar saya di daearah Kelapa Gading.-








Tidak ada komentar:

Posting Komentar