Rabu, Juli 28, 2010

Pasien tidak patuh berobat




Kemarin datang berobat Pak. S 35 th, seorang salesman suatu perusahaan dagang dengan keluhan batuk ada darah lagi.

Dari Kartu pasien, saya melihat ia menderita TB paru. Berobat dengan keluhan batuk ada darah pada tanggal 15-4-2010. Hasil Foto Thorax: Spesific process, duplex. Diberi kombinasi obat anti TB  untuk 10 hari. Dipesan agar bila obat habis datang kembali untuk mendengar apakah ada efek samping atau keluhan dari pemberian  obat-obatan tadi.

Pemberian obat anti TB paru dijadwalkan untuk minimal selama 6 bulan terus menerus.
Setelah minum obat-obatan tsb, pasien merasa “sudah baikan” dan ia tidak datang kembali untuk kontrol.

Bagaimana akan sembuh kalau minum obat selama 10 hari saja dari 6 bulan yang seharusnya ia lakukan. Pasien ini tidak patuh untuk berobat.

Ketika ditanya “Mengapa tidak datang kembali setelah obat habis?”

Pasien menjaqwab “Setelah minum obat itu, badan saya  sudah tidak ada keluhan lagi. Jadi saya tidak kembali lagi.”
“Lho, saya kan sudah berpesan, bila obat habis 10 hari kemudian harap datang kembali untuk menerima obat selama 1 bulan dst selama 6 bulan berturut-turut, bila ingin sembuh dari TB paru anda.” Saya  menjelaskan kepadanya.

Pasien diam. Mungkin merasa bersalah atau mungkin merasa “sudah baikan” dan tidak perlu datang kontrol kembali. Penjelasan saya sepertinya tidak diperhatikan baik-baik, meskipun itu untuk kepentingan pasien dan bukan untuk kepentingan dokter.

Seperti yang sering saya tulis di Blog ini bahwa  untuk berbuat baikpun ternyata tidak mudah. Ada batu sandungan di depan kita.

Akhirnya kepada pasien ini, saya berikan kombinasi obat anti TB selama 1 bulan dengan pesan bulan depan bila obat sudah habis mesti disambung lagi. Makanlah ekstra Protein ( sebutir telur ayam matang dan atau segelas susu  setiap hari ) untuk meningkatkan gizinya. Pesan terakhir: “Stop merokok”.

Apakah pasien ini akan mematuhi advis dokternya? Semoga.-

2 komentar: