Rabu, Juni 01, 2011

Burung Puter.



Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu.
Siang itu ketika saya menuju ke teras depan rumah kami, saya  melihat ada seekor Burung Puter berwarna Putih. Burung itu berdiri dengan anggun di lantai teras. Tampaknya ia  tidak mau terbang saat saya mendekat. Tergerak hati saya ingin memegang Burung tadi. Sang Burung  diam saja dan dengan mudah saya memegangnya. Burung ini cakep, mungkin ia Jantan. Burung Puter mirip Burung Merpati, tetapi ukuran badannya lebih kecil.

Ah…rejeki nomplok nih.

Burung itu saya masukkan ke dalam sebuah sangkar bekas burung yang lain yang sudah diberikan kepada orang lain. Keesokan pagi saya mendengar Burung Puter itu berbunyi, berkicau seperti Burung Merpati. Benar ia Jantan. Kalau yang Betina  bunyinya tidak begitu.

2 hari kemudian sepulang dari tempat tugas, saya menuju ke sebuah Pasar Tradisionil. Saya mencari Kios yang menjual makanan burung, langganan saya.

Setelah melihat-lihat, saya melihat seonggok Beras Merah dengan warna yang bagus. Beras Merah, ini yang saya cari. Kalau dimasak untuk makan siang juga bagus, dicampur dengan Beras Putih, 1 banding 1. Beras Merah banyak mengandung vitamin B1 yang berada di selaput ari butiran Beras Merah.

Saya bertanya kepada Ibu penjualnya “Ibu, Beras Merah itu berapa harga 1 kilogramnya?”

Ibu itu menjawab “Sekilo Rp. 2.000,-, Bapak mau beli berapa kilo?”

Saya menjawab “Saya mau beli 2 kilogram.”

Wajah Ibu tadi  mengkerut, mungkin heran ada orang yang beli Beras Merah makanan burung sebanyak 2 kilogram, bukan 1 atau 2 ons saja.

Ibu tadi bertanya “Emangnya  burung Bapak ada berapa?”

Pertanyaan Ibu tadi wajar dan saya menjawab apa adanya “Burung saya ada satu, Bu.” ( benar kan? )

Ibu tadi tersenyum malu-malu mendengar jawaban saya.

Sadar akan jawaban saya yang berbau guyonan, saya  berkata lagi dengan serius “Benar, Bu. Burung Puter saya ada satu dan saya akan membeli 1 ekor lagi . Jadi nanti saya punya 2 burung.”

Kepala Ibu tadi mengangguk-angguk dan percaya jawaban saya benar, bukan guyonan.

Setelah membeli Beras Merah, saya membeli 1 ekor Burung Puter Betina di kios penjual burung di Pasar ini. Betina ini untuk menemani  yang Jantan di rumah kami.

Akhirnya saya memelihara  sepasang Burung Puter di halaman belakang rumah. Mereka serasi dan bertelur 2 butir dan menetas. Mereka 1 keluarga ada 4 ekor. Wah…rejeki nomplok lagi nih.

Orang-orang  pernah berkata kalau  menanam pohon ( papaya, jeruk, srikaya ) di halaman rumah kita  dan berbuah atau memelihara hewan ( anjing, burung , ikan ) yang beranak dirumah kita, atau ada burung  ( gereja, emprit dll ) yang membuat sarang di rumah kita, maka rumah kita akan membawa rejeki yang bagus.

Saya tidak begitu percaya dan memperhatikan, saya hanya melakukannya sebab ada rasa senang dalam menanam 4 pohon Srikaya yang berbuah banyak, memelihara sepasang ikan Louhan Merah yang bertelur dan menetaskan 300 ekor anakan, memelihara anjing Blasteran Cow-cow yang beranak 4 anak anjing yang lucu-lucu, menanam pohon Bunga Kertas ( Bougenville ), Bunga Lavender dihalaman depan rumah kami. Konon bau harum bunga Lavender dapat mengusir Nyamuk. Ada merek mate anti Nyamuk dengan bau Lavender yang di jual di Mini Market dekat rumah kami.



Saat ini saya sedang menanam pohon Bunga Melati dengan cara stek ( batang pohon dipotong dan langsung dicancapkan ke dalam tanah  dalam sebuah pot besar ). Ada juga kami menanam pohon Buah Jeruk Purut di halaman depan rumah yang kami beli dari sebuah Kios Penjual Tanaman di kota Cirebon.

Trik yang dipakai untuk menghilangkan Stres selain  Menulis ( catatan harian, buku dll ) , juga Gardening ( menanam pohon Bunga, Buah ), memelihara binatang di rumah ( anjing, ikan, burung ) dan Blogging di webblog, dari pada bengong di rumah aja bukan?

Mungkin  hobi anda sama dengan saya. Semoga. Met pagi.-

4 komentar:

  1. Anonim9.38 AM

    Satu kegiatan yg positif di masa pensiun. Sy juga pingin mengisi hari pensiun nanti dengan hal2 yg pasitif seperti ini.

    BalasHapus
  2. To Anonim,

    Terima kasih sudah berkunjung.
    Selamat menekuni hobi anda.

    Salam.

    BalasHapus
  3. Wow, tersentuh sekali saya membaca tulisan ini Pak. Terutama soal burung puter, yang saya pun punya banyak memori tentang spesies tsb.

    Salam kenal, dan silakan berkunjung kr blog saya... :)

    BalasHapus
  4. To Arie Kurniawan,

    Terima kasih sudah berkunjung. Blog anda juga menarik.

    Salam.

    BalasHapus