
Saya pernah mempunyai seorang kenalan ( Pak S ). Rumah keluarga S ini disebrang sebuah Mall. Ibu S sering berurusan dengan pihak Keamanan Mall tsb. Persolannya karena Ibu S ini beberapa kali ketahuan mengambil barang-barang dari Mall tsb. Akhirnya Pak S yang membayarnya dan berpesan bila Ibu S mengambil barang, dihitung saja berapa ? nanti Pak S yang melunasi harga brang yang sudah dimabil isterinya. Ibu S akhirnya diketahui sebagai pengidap Kleptomani. Pak S meninggal sekitar 3 tahun yang lalu. Ibu S sudah pindah ke kota lain turut dengan kedua putrinya yang sudah bekerja.
---
Kleptomania ( bahasa Yunani ) kleptein = mencuri, dan mania = kegemaran berlebihan.
Kleptomania adalah penyakit Jiwa yang membuat penderitanya tidak dapat menahan diri untuk mencuri. Benda-benda yang dicuri umumnya barang-barang yang tidak berharga ( gula, permen, ssisir atau lainnya ). Penderita biasanya merakan tegang subjektip sebelum mencuri dan merasa lega atau kenikmatan setelah melakaukan tindakan mencuri tadi. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya. Tidak ada batasan umur atau jabatan atau kaya dan miskin.
Penyebab:
Penyebabnya tidak diketaui persis, kemungkinan ada faktor genetik. Penyakit ini muncul pada usia Puber dan sampai Dewasa. Dapat terjadi pada jenis kelamin pria dan wanita, pada wanita frekwensinya lebih banyak. Pada beberapa kasus, Kleptomania diderita seumur hidup. Penderita mungkin menderita kelainan Jiwa lainnya, seperti: Kelainan emosi, Bulimia nervosa ( rasa lapar berlebihan ), Paranoid, Schizoid atau Borderline Personality Disorder. Kleptomania dapat muncul setelah terjadi Trauma ( benturan ) pada Otak dan keracunan Karbon Mono-oksida ( gas CO )
Gejala:
Para Kleptomania melakukan pencurian bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi sebagai tanda kebanggan atas dirinya sendiri dan untuk memenuhi rasa puas yang menguasai pikirannya, sehingga kadang-kadang para Kleptomania setelah mencuri akan membuang begitu saja hasil curiannya atau diberikan kepada orang lain sebagai hadiah, seolah-olah itu miliknya sendiri.
Asosiasi Jiwa Amerika menerbitkan buku panduan untuk mendiagnosa gangguan mental yaitu: Diagnostik dan Statistik Manual dari Gangguan Mental, edisi 2000, berisi daftar 5 kriteria diagnostik untuk kasus Kleptomani, yaitu:
1. Berulang pencurian benda-benda yang tidak perlu, baik untuk pribadi atau menggunakan nilai moneter.
2. Meningkatkan ketegangan segera sebelum pencurian.
3. Pleasure atau yang timbul ketika melakukan pencurian.
4. Pencurian tidak didorong oleh marah atau balas dendam dan tidak disebabkan oleh khayalan atau angan-angan.
5. Perilaku yang tidak baik menyumbang dengan melakukan kekacauan, manik episode atau Gangguan kepribadian antisosial.
Terapi:
Kleptomania membutuhkan Terapi rutin yang terus menerus untuk menumbuhkan rasa empati dan mengalihkan rasa emosi untuk menekan dan melatih diri meredam perasaan iningin memiliki barang orang lain. Ini memerlukan waktu panjang karena Kleptomania merupakan ketidaksadaran refleksi otak dan akan kembali kambuh bila terapi terabaikan, atau orang yang mensupportnya / kalangan / keluarga / orang yang sangat dipercayainya kurang perhatian. Pengidap Kleptomani ini harus mendapat perhatian yang cukup karena mereka yang ingin sembuh atau sadar akan kebiasaan jeleknya kadang akan malu sehingga selalu menghindari khalayak ramai atau suka hidup menyendiri.
Pengobatan termasuk Pskikoterapi seperti: Terapi kognitif-perilaku rasional dan terapi emosional.
Terapi farmakologi dengan obat-obatan dengan obat Anti depresant Fluoxetine dan Naltrexone juga dapat membantu.

2 comments:
kalo mencuri ide dari media buat bahan BLoG, termasuk kategori klepTo gak Dok ?
-pengalaman pribadi-
To PanDe Baik:
Rasanya itu bukan termasuk Kleptomani, o.k. yg diambil bukan barangnya tetapi idenya. Pada Kleptomani yang diambil memang barangnya.
Ide itu bisa berkembang menjadi produk lain.
Post a Comment