Kamis, Juni 03, 2010

Gatel setelah minum obat?




Pak T, 68 th 20 hari yang lalu datang berobat dengan keluhan demam 2 hari dan batuk-batuk sejak 3 minggu. Hasil pemeriksaan Urine terdapat Infeksi Saluran Kencing ( ISK ).
Hasil pemeriksaan Foto Thorax ( Jantung & Paru ) terdapat KP Dupleks aktip ( TBC Paru ). Ia perokok, 1 bungkus Kretek per hari.

Saya memberikan resep obat untuk ISK terlebih dahulu. Seminggu kemudian ia datang kembali untuk mendapat resep obat kombinasi anti TBC Paru untuk selama 10 hari.
4 hari yang lalu, Pak T datang kembali dan mengeluh bahwa setelah minum obat resep terakhir, ia merasa gatel dan lebih banyak berkeringat. Akhirnya Pak T malas minum obat anti TBC yang harus diminum minimal selama 6 bulan berturut-turut. Kalau obatnya tidak diminum, bagaimana penyakit TBC nya akan sembuh?

Saya berpikir: apakah Pak T tidak tahan ( alergi ) terhadap salah satu atau lebih obat anti TBC paru yang diberikan?

Pada pemeriksaan kulit, tidak terdapat kelainan. Biasanya bila alergi ( obat, makanan dll ) terdapat Kaligata ( biduren ) pada permukaan kulit, Kulit tampak bentol-bentol, menonjol dari permukaan kulit dan pasien mengeluh gatel.
Saya pikir itu bukan alergi obat.

Saya telusuri, apakah penyebab gatel pada kulit pasien ini?

“Sejak kapan terasa gatel dan berkeringat, Pak.” Saya bertanya kepada Pak T.
Pendengaran Pak T sudah menurun sehingga tanya jawab mesti dibantu oleh putri yang mengantar datang berobat.

“Saya berkeringat dan kulit terasa gatel sudah lama. Ketika minum obat untuk Paru-paru, keluhan saya makin bertambah,” kata Pak T.

“Di rumah Bapak ada AC atau Kipas angin?” tanya aya.

Pak T menjawab “Hanya ada AC alam saja, Dok”sambil tersenyum kecut.

Saat ini di kota Cirebon mulai memasuki musim Kemarau sehingga udara terasa lebih panas menyengat. Kita akan cepat berkeringat dan gatel bila tidak segera membersihkan diri.

Saya berkesimpulan bahwa keluhan Pak T ini akibat udara panas. Saya tetap memberikan kombinasi obat anti TBC kepada Pak T dari merek yang lain dan salah satu tablet diganti dengan sirup. Hal ini unuk memberikan kesan bahwa dokter dokter telah mengganti obatnya, padahal kandungan obat berkhasiatnya tetap sama.

Ketika Pak T dan putrinya hendak meninggalkan Ruang Periksa, saya menyarankan agar di rumah Pak T dipasang paling tidak Kipas Angin agar udara lebih sejuk. Udara sejuk tidak menyebabkan berkeringat dan kulit gatel-gatel. Dengan demikian Pak T diharapkan lebih patuh meminum obatnya.-



-----



Bagaimana kita akan menerima kalau tidak mau memberi kepada orang lain?
Makin banyak memberi, akan makin banyak akan menerima.

34 komentar:

  1. dok, saya sudah 2 minggu mengkonsumsi obat anti tb. tapi akhir2 ini terasa gatal dan kemerahan di kulit, kadang di kaki, kadang perut. saya konsultasi dengan dokter paru agar rifampicinnya di hentikan. keesokan harinya saya ke dokter yang berbeda dan doketr tersebut menyarankan untuk tetap konsumsi rifampicin, karena kalo rifampicin dihentikan akan memeperlama pengobata. terus saya dikasih obat gatal. setelah sehari gatalnya masih tapi berkurang saya masih konsumsi rifampicin. sebaiknya gimana ya dok? saya tetap konsumsi rifampicin atau tidak?

    BalasHapus
  2. To Putri Pratiwi,

    Berapa usia anda saat ini?

    Oleh Dokter Ahli Paru anda diberi obat apa saja, selain Rifampicin?

    Kalau seseorang minum sesuatu obat dan bila ia alergi terhadap obat itu, biasanya dalam bilangan menit / jam sudah timbul reaksi pada kulit spt: rasa gatal, kemerahan, bibir bengkak dll.

    Anda sudah minum Obat Anti TB selama 2 minggu dan baru timbul reaksi gatal dan kemerahan. Jadi diragukan bahwa anda alergi thd obat anti TB tsb.

    Kalau benar anda alergi thd salah satu obat anti TB, maka stop mengkonsumsi obat anti TB ini dalam beberapa hari. Kalau bukan alergi thd obat anti TB, maka reaksi alergi itu akan hilang, dan penyebabnya mesti dicari apakah anda ada minum obat lain selain anti TB?

    Bila sudah normal kembali, maka minumlah satu onat anti TB, perhatikan keesokan harinya, apakah ada reaksi alergi?

    Bila tidak ada apa-apa, maka tambahkan minum obat anti TB yg lain, perhatikan keesokan harinya, apakah ada reaksi alergi?

    Demikian seterusnya sampai anda minum obat anti TB ( 3- 4 macam obat anti TB ). Obat manakah yang memberikan reaksi alergi thd anda. Bila sudah ketemu maka stop obat tsb seumur hidup ( o.k. obat ini yg memberikan reaksi alergi ) dan minumlah obat anti TB yg lainnya.

    Saat ini anda minumlah obat cacing Combantrin dgn dosis 10 mg/Kg Berat Badan. Bila anda BB = 50 kg, maka minumlah 500 mg Combantrin ( 2 tablet a 250 mg ). Keluhan gatal dan kemerahan kadang juga ditimbulkan oleh adanya Cacing dalam tubuh seseorang.

    Semoga dapat membantu.

    Salam.

    BalasHapus
  3. usia saya 25. selain rifampicim ada inh etambutol pyrazinamide. saya kemarin putuskan untuk tetap mengkonsumsi semua obat itu sambil minum obat anti alergi famotidin dan ctm selama 6 hari dan gatal saya hilang. setelah itu saya lanjutkan konsumsi obat tb tanpa obat gatal. setalah 3 hari kadang muncul gatal malam hari tapi tidak terlalu gatal sih dan tidak ada bentol2nya. itu bagaimana ya dok? terimakasih banyak jawabanya

    BalasHapus
  4. To Putri Pratiwi,

    Famotidin adalah obat utk Maag. Apakah anda ada keluhan mual, rasa tidak enak diperut?
    Kalau semua tidak ada lebih baik distop saja.

    CTM ( generik ) adalah obat anti alergi dan harganya sangat murah, tapi ada efek samp[ingnya yaitu rasa ngantuk setelah minum obat ini, jadi dosis dikurangi saja 3 x 1/2 tab/hari dan bila sudah tidak gatal distop saja.

    Apakah anda sudah minum tablet Combantrin yg saya sarankan. Bila ada Cacing dl, tubuh anda juga dapat memberikan keluhan rasa gatal. BIla rasa gatalnya timbul pada malam hari itu karena Cacing Kremi ( cacingnya kecil2 spt parutan kelapa ). dan bila tidak ada Cacing sama sekali, tidak ada ruginya utk mengkonsumsi Combantrin ( sekali pemberian tiap 3 bulan sekali ).

    Semoga dapat membantu.

    Salam.

    BalasHapus
  5. ekarang saya malah diare 3 hari ini. apa karena efek samping obat tb? solusinya bagaimana dok? oh ya, suami saya 35 tahun tidak merokok. setahun lalu terkena pneumothoraks kanan tapi sembuh setelah di wsd. 4 bulan yang lalu kambuh terus dipleurodesis, tapi malah kempes lagi. dokter menyarankan untuk dioperasi, setelah operasi dokternya bilang ke saya kalau suami saya suspect tb dan keesokan harinya diberi obat tb sama seperti saya. keterangan dokternya bahwa paru2 suami saya ada masalah di apek (ada 1 lubang disekitarnya dan sudh dokter jahit, paru bagian atas berwarna putih dan agak keras) apa itu benar tb? setelah operasi malah suami saya jadi sering batuk berdahak dan hasil rongsenya efusi pleura dan bronkovaskuler kasar. mohon penjelasanya dok..

    BalasHapus
  6. To Putri Pratiwi,

    Anda diare setelahg minum obat Combantrin? Combantrin sebenarnya tidak menyebabkan diare. Utk mengatasinya cobalah minum tablet anti diare spt Diapet dll yg dapat dibeli secara bebas di Apotik.

    Suami anda meskipun tidak merokok tetapi dapat saja terkena penyakit TB paru, o.k. penularannya melalui udara pernafasan atau percikan luidah saat berhadapan dgn pasien TB paru.

    Bila tidak segera diketahui penyakitnya maka penyakit berlanjut dan dapat memberikan komplikasi Pleuritis ( radang selaput Pleura Paru, efusi Paru ) dan dapat berakibat memberikan cairan dalam rongga Pluera ( paru2 basah ). Kead ini memberikan rtasa sesak nafas.

    Pd org dewasa TB paru biasanya terletak di Apex ( puncak ) Paru. Bila tidak diobati segera dan tepat dapat memberikan Paru-paru berlubang ( Caverne ). Kead ini juga dapat memberikan gejala sesak nafas. Suami anda sudah dioperasi Paru-parunya oleh doktrer, tinggal minum obat anti TB Paru ( kombinasi 3-4 obat anti TB Paru ).

    Selain itu juga suami anda harus cukup istirahat, makan makanan yg bergizi tinggi, vitamin dan mineral sebagai suplemen ( tamabahan ).

    Semoga suami anda cepat pulih kembali.

    Salam

    BalasHapus
  7. terimakasih banyak dok, saya serasa punya dokter pribadi. semoga amal baik dokter mendapat balasan dariNYA. apa benar suami saya benar2 TB dok? masalahnya dulu sebelum operasi jarang batuk sekarang malah sering batuk. diagnosa dokter juga tanpa pemeriksaan seperti dahak,cairan pleura,dll. tapi langsung memvonis TB paru setelah mengoperasi suami saya dengan keterangan paru bagian atas berwarna putih dan agak keras. sekarang suami saya juga sering mengeluh sakit perut sebelah kanan (perutnya kembung tidak seperti biasanya) dan kaku leher sama pusing. maaf merepotkan lagi dok.

    BalasHapus
  8. To Putri Pratiwi,

    Amin.

    Utk mendiagnosa peny. TB Paru, kita harus mencari keterangan dari anamnesa ( wawancara ) dg pasien: adakah ada keluhan batuk-batuk, badan berkeringat pd malam hari, sesak nafas. Pd pemeriksaan Auskultasi dgn alat Stetoscope, dokter dapat mendengar bunyi pernafasan: adakah kelaianan?.

    Bila dicurigai pasien menderita TB paru: diperiksa Darah: LED ( Laju Endap Darah ) yg biasanya tinggi s/d 50 mm/jam ( normal < 10 mm/jam ).

    Juga diperiksa Dahak ( sputum ): utk dicari adakah BTA ( Basil Tahan Asam, bakteri penyebab TB Paru ). Dahak diperiksa dibawah Mikroskop, dicari BTA nya. 3 hari pemeriksaan ( tiap hari sekali ). Bila tampak BTA, diagnosa TB paru mendukung. Kadang kala pemeriksaan ini tidak tampak BTA nya.

    Terakhir dibuatkan Foto Thorax ( foto Rontgen Jantung Paru-paru ): dilihat adakah bercak-bercak putih di daerah apex paru ( puncak paru ). Biasanya pd TB paru tdp adanya kelainan ini.

    Setelah didapat Diagnosa TB paru, maka dokter akan memberikan terapi TB paru yng berupa kombinasi 3-4 macam obat TB, minimal yg diminum selama 6 bulan berturut-turut.

    Peny. TB paru ini dapat memberikan komplikasi ( bila tidak segera diobati ) spt: Pleuritis ( radang Pleura / selaput Paru-paru, Paru-paru basah ( adanya cairan dalam rongga Pleura, antara paru-paru dan Pleura/selaput paru-paru, Caverne ( jaringan paru berlubang ).

    Saat ini suami anda telah dioperasi Paru-parunya dan harus minum obat TB paru.

    Suami anda juga ada keluhan sakit perut kanan ( daerah dimana Hati terletak ) dan ada gangguan pencernaan spt rasa kembung ( banyak gas/udara dlm Lambung ). Mungkin ada gangguan pd fungsi Hatinya. Cobalah diperiksa darahnya atas : kadar Bilirubin, enzym SGOT daan SGPT, Alkali Fosfatse. Gangguan fungsi Hati ini bisa terjadi karena minum obat2an dlm wkt yg lama.

    Leher terasa kaku biasanya terdapat peninggian kadar Trigliseride ( lemak darah ). Cobalah diperiksa juga darahnya, adakah peninggian Trigliseridenya.

    Rasa pusing dpt disebabkan adanya masalah dlm pekerjaan, kurang tidur / tidur terlalu malam, adanya Stres dll. Cobalah minum tablet Paracetamol spt Panadol tablet 3 x 1 tab/hari.

    Bila sudah diperiksa darahnya, silahkan beritahu saya lagi atas hsl pemeriksaan ini.

    Semoga dapat membantu.

    Salam.

    BalasHapus
  9. kok dulu suami saya tidak diperiksa dahak, LED, dan di foto thorax juga tidak ada keterangan bercak di paru2ny, tapi dokter bilang suami saya terkena tb. gmn ya dok?

    BalasHapus
  10. To Putri Pratiwi,

    Untuk menegakkan Diagnosa suatu penyakit, mesti diikuti prosedurenya, mulai dari anbamnesa ( wawancara penyakit ), pemeriksaan Fisik ( Auscultasi dgn alat Stetoscope. Palpasi / periksa dengan jari, Perkusi / periksa ketok dgn jari tangan ), pemeriksaan Penunjang ( pemeriksaan Darah/Dahak/Urine/Tinja, pembuatan Foto Rontgen, pemeriksaan ECG, pemeriksaan USG, pemeriksaan MRI dll yg dibutuhkan ).

    Setelah terdapat data-data penyakit, barulah dokter menegakkan Diagnosa penyakitnya. Jadi dokter bekerja melalui prosedure yug telah ditentukan dan didapat bukti-bukti pemeriksaan ( medical base evident ).

    Saya tidak tahu kalau ada seorang dokter ( umum / spesialist ) yang menentukan penyakit tanpa adanya bukti-bukti pemeriksaan penyakit terlebih dahulu. Ini menyalahi ketentuan dalam menegakkan Diagnosa.

    Salam.

    BalasHapus
  11. Pak dokter. Kalo panas tinggi bolehkah minum obat combantrin???

    BalasHapus
  12. To Agni Amiliandani,

    Kalau sedang demam tinggi sebaiknya minum obat penurun panas seperti Aspirin, Parasetamol dll.

    Bila demam sudah kembali normal boleh minum obat Cacing merk Combantrin ( pirantel pamoat). Minum setiap 3-4 bulan sekali dengan dosis 10 mg/kg berat badan, sekali minum ( single dose) saja.

    Semoga dapat bermanfaat.

    Salam.

    BalasHapus
  13. Anonim6:41 PM

    Dok,,apakah dengan tes ICT TB positif,,sudah dikatakan terkena TB dok?

    BalasHapus
  14. To Anonim,

    Untuk mendiagnosa pasien anak ( dibawah 12 tahun ) antara lain dengan cara ICT ( Intra Cutan Tuberculin ), suatu suntikan tuberculin ke dalam lapisan kulit pasien. Bila hasilnya Positip, maka pasien di diagnosa menderita TBC.

    Sebaiknya putra/i anda mendapat perawatan dari dokter ahli anak terdekat.

    Semoga dapat bermanfaat.

    Salam.

    BalasHapus
  15. Pak Dokter saya sedang merawat papa saya yg terkena tbc, tetapi papa saya alergi terhadap obat rifampicin, karena mengakibatkan gatel gatel merah dan sesak nafas umur papa saya 75 th, apakah boleh pd saat mengkonsumsi rafampicin bersamaan dengan obat alergi, tolong solusinya dokter supaya pengobatan papa saya tetap bisa berjalan. terima kasih

    BalasHapus
  16. To NCH_16,

    Bila setelah minum obat tersebut timbul rasa gatel dan sesak nafas, sebaiknya segera Papa anda berkonsultasi kepada Dokter yg memberikan obat tersebut dan melaporkan kejadian ini agar beliau mengetahui hal ini. Nanti belkiau akan memberikan solusi yang terbaik untuk Pap anda.

    Salam.

    BalasHapus
  17. Dok mau tanya kenapa ya saya stlah minum obat yg di berikan dokter menjadi gatal . saya mengeluh ke dokter itu .klau saya suka pusing dan perut saya perih dan demam tinggi .obatnya ada 4 macem dok.maksih

    BalasHapus
  18. To Maulana,

    Sebaiknya anda datang lagi kpd dokter yg memberi resep anda dan memberitahukan efeknya setelah minum obat ini agar beliau mengetahuinya dan dapat memberi pengobatan selanjutnya.

    Salam,
    Basuki Pramana

    BalasHapus
  19. Anonim12:54 PM

    siang dok
    saya ika purnamasari dari banjaran
    dok saya sedang merawat nenek saya yang terkena TBC tapi akhir2 ini nenek saya mengeluh gatal2 dan bintik merah di tubuh nya dok. sya bawa ke rumah sakit kata dokter " tidak apa2 lanjutkan saja nanti juga hilang sendirinya " apakah benar dok ? tapi saya khawatir gatal itu semakin hari semakin menjadi mau saya berikan CTM tapi dokter rumah sakit itu bilang TIDAK boleh bagai mana yh dok ? minta saran dan masukkannya :-) trimakasih dok :-)

    BalasHapus
  20. To Ika P,

    Bila seseorang sehabis minum obat apapun dan mengeluh adanya rasa gatal dan apalagi timbul bintik2 merak, ini menunjukkan ada efek samping dari obat2 yg diminum. minum obat2 inni harus dihentikan sementara dan minum obat anti alergi spt CTM, Incidal , Cetrizine dll.

    Kalau dikatakan nanti hilang dg sendirinya, belum tentu ini akan terjadi. Itu efek samping obat dan mesti distop dahulu dan beri obat anti alergi.

    Silahkan anda membawa nenek anda pergi berkonsultasi kepada dokter lain terdekat dan minta advis beliau.

    Salam.

    BalasHapus
  21. Dok kasus saya sama seperti yg prtma alergi terhadap rifampicin.
    saya baru di diagnosa TB sebulan yg lalu . Karena asam urat saya tinggi kata dokter nya 7.8 lalu saya tidak di beri obat gol 1 . Tetapi gol kedua yaitu suntik dan obat . Streptomycin 750 ml , INH 300gr, etambhutol 500gr , rifamphicin 450 gr . Seminggu awal blm merasakan apapun tetapi memasuki minggu kedua saya sering panas tinggi, gatal2 seluruh tubuh, kepala terasa di tarik, ulu hati sakit, dan muntah2 . Konsul ke dokter nya di bilang bukan salah obat tp alergi makanan tetapi akhirnya tetap di cabut suntikan nya . Dan mencoba obat satu2 diminum . Ketika rifampicin di minum mulai gatal2, mata saya merah dan bengkak seperti habis nangis seluruh badan gatal merah akhirnya dokter menyuruh stop dan saya hanya minum etambhutol dan INH. Agak aneh saya pindah rs lain . Akhirnya saya mengulang dari awal dan rifampicin di ganti pyrazinamit dan cetrizin utk menetralkan alergi . Apakah itu memang karena alergi obat ?
    Lalu dok utk suntikan bokong saya terasa bengkak dan pernah saya tidak bisa bangun krna sakit yg luar biasa di daerah suntikan apakah penyebab nya ?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Unknown,

      Kalau anda mempunyai alergi thd obat tertentu ya mesti distop pemberiannya. Ana dapat berkonsultasi dg Dr. Ahli Paru terdekat.

      Salam

      Hapus
  22. Pak Dokter, saya didiagnosa menderita tbc kelenjar setelah mendapati ada benjolan di leher sebelah kiri sebesar biji salak. Saya tidak tinggal di Indonesia saat ini shg menyulitkan pengobatan. Saya sudah menjalani tes kulit dan positif namun ketika diberi obat tbc setelah hari ke 11 kulit saya alergi dan gatal2 parah, indikasinya badan menggigil, pusing, gatal seluruh tubuh, bentol dan bercak merah disekujur tubuh. Saya kembali kr dokter kmd dihentikan pengobatan dan minum obat anti alergi. Saya kmd pindah ke dokter lain dan dilakukan Fine needle aspiration biopsy krn saya ingin yakin benar bhw ini memang tbc atau bukan dan hasilnya POSITIF tbc kelenjar.. paru2 saya baik dok setelah di rontgen.
    Kmd saya dilakukan menum obat tbc terpisah untuk mengetahui mana yang alergi. Hari pertama saya minum etambutol dan isoniazid keesokannya badan saya panas dan muka dan badan saya merah2.. sisa bercak alergi kmr menjadi aktif lagi yang asalnya hitam menjadi merah. Namun tidak terlalu gatal. Hari kedua saya diminta dokter untuk minum isoniazid dan pyrazinamide langsung 1 jam setelah minum gatal2 sekujur tubuh dan makin parah setelahnya dengan badan merah2, demam tinggi, menggigil, muka dan bibir bengkak. Saya betitahukan ini kr dokter saya diminta tetap minum obat ini terus. Akhirnya saya putuskan saya tidak kuat bila hrs minum obat ini dokter. Apa yang harus saya lakukan ya dokter? Rencananya saya akan pulang ke Indonesia bulan depan. Terima kasih

    BalasHapus
  23. To Gita,
    Kalau alergi the suatu obat mesti dihentikan INH Dan Pyrazinamid nya. Ada obat TB main yi Ethambutol Dan Rizampicin.
    Cobalah and a datang me Dokter Ahli Paru terdekat di Indonesia utk berkonsultasi lebih lanjut.
    Salam

    BalasHapus
  24. To Gita,
    Kalau alergi the suatu obat mesti dihentikan INH Dan Pyrazinamid nya. Ada obat TB main yi Ethambutol Dan Rizampicin.
    Cobalah and a datang me Dokter Ahli Paru terdekat di Indonesia utk berkonsultasi lebih lanjut.
    Salam

    BalasHapus
  25. mlm dok saya mau tanya apa sesudah minum obat tb 2jam ga boleh makan terus sesudah minum obat tb saya sering sakit sendi, sama mual apa itu gpp .mksih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toi Pawas,

      Coba minum obatnya setelah makan, agar rasa mualnya bisa hilang. Biasanya jarang obat anti TB nebyebabkan sakit sendi. Bila masih ada silahkan anda melaporkan hal ini ke3pada dokter yg memberi obat anti tb ini.

      Salam.

      Hapus
  26. To Pawaz,

    Setelah minum obat pasien bisa saja mengalami efek samping dari obat yg diminum spt: gatel, ( paling sering ), sakit ulu hati, berdebar-debar dll. Bila anda mengalami hal ini silahkan anda berkonsultasi lagi dengan dokyet yg memberi obat tsb agar beliau maklum dapat dapat memberikan obat utk mengatasinya.

    Salam,
    dr. Basuki Pramana

    BalasHapus
  27. Tulus pan1:59 PM

    Gila kerwn banget penjelasannya... Ya Allah..panjangkan umur dokter ini dan penuhi kesehatan dan rezeki serta kebahagiaan atas dirinya..amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Tulus pan,

      Makasih atas komentar anda dan doa anda. Amin.

      Salam.

      Hapus
  28. dok saya perempuan usia 25 th didiagnosa tb paru dan sudah menjalani pengobatan selama 1,5 bulan. awalnya tidak ada keluhan setelah minum obat tb (4fdc). hanya terkadang terasa pegal dan pusing sedikit tp tidak saya hiraukan, krna keluhan itu akan hilang sendiri dan tidak seberapa mengganggu. saya juga merasa gatal dan mudah keluar keringat setelah minum obat tsb.yg mau saya tanyakan setelah minum obat 1,5 bulan ini saya agak terganggu dengan gatal gatal dan keringat yg muncul. karna mulai menggangu aktifitas saya. apakah gatal dan mudah berkeringat merupajan efek dr minum obat tb tsb ? krna memang diawal saya sudah merasakannya hanya saya hiraukan dan skr mulai terasa tidak nyaman. terimakasih

    BalasHapus
  29. To Widi,

    Kalau setelah minum obat timbul rasa gatal, maka kemungkinan besar anda me3ngalami Alergi terhadap salah satu komponen obat yg diminum.

    Sebaiknya anda melaporkan keluhan ini kepada dokter yang memberi obat anti TB tsb. Nanti beliau akan memberikan solusi terbaik bagi anda.

    Salam,
    dr. Basuki P.

    BalasHapus
  30. Dok.. saya penderita TBC sejak oktober 2017.

    Krna waktu itu saya tak ada uang. Di bulan oktober sampe february saya konsunsi pro tb4 tanpa berhenti sebanyak 3 kapsul per hari.

    Februari saya merasa perkembangan. Tidak batuk tidak demam dll.

    Tp stlah rontgen bulan februari dan periksa ke dokter lagi. Dokter bilang saya kelebihan dosis PRO TB 4. Karena seharusnya pro tb4 hanya utk 2 bulan.
    Stlah hasil rontgen bulan feb keluar pun dokter blg progress saya kecil sekali.

    Lalu dokter memberikan obat rifamtibi dan INH 400.

    Seminggu setelah berganti obat. Saya mulai gatal gatal. Dan bentol2 seperti digigit nyamuk di sekujur tubuh tangan kaki hingga muka.

    Saya kembali lagi ke dokter di cek alergi obat. Tapi tidak alergi.

    Kemudian bberapa benjolan di bagian area leher muncul.

    Gatal pun tak kunjubg sembuh. Bentol2 nya makin banyak di muka.
    Dokter memberikan obat alergi tp tidak berfungsi. Bentol nya pun tidak hilang hilang.

    Apa yang terjadi dok? Apa yg hrs saya lakukan?

    BalasHapus
  31. To D. Daniel.

    Untuk lebih meyakinkan masalah anda, sebaiknya anda berkonsultasi dengan Dokter Ahli Paru terdekat, ceritakan kisah anda kepada beliau. Nanti beliau akan memberikan pemecahan masalah kesehatan anda.

    salam,

    BalasHapus