Kamis, November 29, 2012
Chest pain
Siang ini sekitar pukul 14.30 datang Pak M, 30 tahun ke rumah kami. Maksud kedatangannya adalah untuk memanggil saya dan minta tolong untuk memeriksa ayahnya yang sedang sakit.
Dengan dibonceng sepeda motornya saya meluncur ke rumah pasien yang berjarak sekitar 400 meter dari rumah kami. Setiba di rumah pasien, Pak MA, 58 tahun, tampak berbaring di atas kasur yang diletakkan di atas lantai ruang tengah dari rumah pasien.
Putrinya mengatakan bahwa ayahnya ini tadi sempat pingsan selama beberapa menit ( mungkin tidak kuat menahan sakit dadanya ). Keluhan pasien adalah merasa sesak pada daerah dada sebelah kiri. Kontak dengan pasien tidak berjalan baik sebab pasien tampak merasa tidak nyaman.
Pada pemeriksaan tekanan darah terukur 120/80 mmHg, bunyi pernafasan normal, bunyi jantung tampak tachycardia ( denyut jantung lebih cepat dari normal ). Saya menduga bahwa pasien saya ini menderita Chest pain yang diakibatkan oleh Acute Myocard Infarc, suatu serangan jantung. Pasien harus segera ditolong di Rumah Sakit dengan fasilitas yang memadai. Pasien memerlukan pemeriksaan penunjang ECG ( Electro Cardio Graphy ), pemberian infuse, pemberian oksigen. Setelah diketahui Diagnose ( penentuan penyakit ), maka dapat segera diberikan pengobatan untuk mengatasi keadaan pasien ini.
Saya mengatakan kepada Keluarga pasien ( isteri, putra dan putrinya ) bahwa pasien mesti dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya. Segera saya membuat Surat Rujukan ( Pengantar ) pasien ke UGD ( Unit Gawat Darurat ) Rumah Sakit Umum yang ada di kota kami.
Saya kembali ke rumah dengan diantar oleh Pak M.
Dalam perjalanan Pak M bertanya kepada saya “Apakah ayah saya masih dapat tertolong, Dok?”
Saya menjawab “Kalau segera ditangani oleh Dokter di Rumah sakit, semoga pasien dapat tertolong. Kita berdoa saja.”
Kasus AMI ini disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah Koroner ( pembuluh darah arteri yang memberikan aliran darah dan oksigen kepada otot jantung / myocard ). Penyempitan ini disebabkan oleh adanya plak, penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri. Mungkin sekali pak MA ini jarang melakukan medical check up sehingga kondisi kesehatannya tidak terkontrol.
Semoga Pak MA dapat pulih kembali kesehatannya. Amin.-
Selasa, November 20, 2012
Obatnya kosong
Dalam 2 hari terakhir ini saya setiap hari menerima telepon dari 2 Apotik yang mengatakan bahwa obat yang saya resepkan yaitu obat merk “I”, tidak ada.
Sang petugas Apotik bertanya “Isinya apa ya, dok.”
Obat itu sebenarnya kaplet yang berisi vitamin B1, B6, B12 dan Folic acid.
Menurut Detailer ( Medical representative ) nya obat itu sudah ada di Apotik-apotik.
Oleh karena tidak ada dalam persediaan, maka saya jawab “Ganti saja dengan tablet merek yang lain”.
Saya sudah memberitahukan kepada Detailernya agar dia maklum bahwa kaplet “I” itu tidak ada di 2 Apotik tadi.
Dia menjawab “Baik, dok, nanti diperhatikan.”
---
Jengkel juga saya kalau mendapat laporan bahwa obat tertentu yang saya resepkan tidak ada ( kosong ), padahal menurut Detailernya sudah ada hampir disemua Apotik. Beruntung masih ada tablet merk yang lain yang isinya hampir sama.
Selamat malam.
Minggu, November 11, 2012
Pasien
Sikap pasien bermacam-macam. Ada yang menghargai dokternya dan ada juga yang tidak menghargai dokternya, meskipun para pasien sudah mendapatkan pelayan kesehatan dari dokternya
---
Suatu sore saat saya buka praktik, ada seorang pemuda yang menghendaki agar saya dapat datang ke sebuah rumah di jalan Anu nomer sekian. Rupanya pemuda ini orang suruhan dari keluarga pasien yang bermaksud memanggil seorang dokter.
Saat saya tiba di rumah pasien, pemuda tadi langsung menghilang. Seorang Ibu menemui saya dan berkata bahwa suaminya yang sakit sudah meninggal dunia. Tampak di ruang depan rumahnya banyak tetangga yang berdatangan.
Kalau sudah meninggal dunia, ya saya tidak dapat berbuat banyak untuk menolong pasien. Ibu tadi tampak cuek terhadap saya, yang dipanggil datang ke rumahnya.
Jangankan memberikan doctor fee, bilang terima kasih saja juga tidak.
Saya maklum akan kedaaan ini, mungkin Ibu tadi sedang bingung dan sedih ditinggal pergi oleh suaminya. Segera saya meninggalkan rumahnya untuk kembali buka praktik.
---
Beberapa tahun yang lalu, suatu senja datang berobat sepasang suami-isteri. Mereka turun dari sebuah Sedan yang masih baru. Pakaiannyapun terbuat dari bahan yang lebih bagus dari pakaian saya.
Rupanya sang suami yang hendak berobat. Suaminya menderita Flu berat. Setelah diperiksa dan dibuatkan sehelai resep obat, sang isteri bertanya kepada saya “Berapa, Dok?”
Saya menjawab “Dua puluh ribu.”
Wanita ini berkata lagi “Dulu kan sepuluh ribu, Dok.”
Saya menjawab “Iya benar beberapa tahun yang lalu harga beras juga masih murah. Sekarang harganya sudah 4 kali lipat. Jadi dua puluh ribu, tidak mahal, ada penyesuaian.”
Wajah wanita cemberut, tampak tidak puas akan jawaban saya.
Lalu saya berkata lagi “Kalau Ibu tidak punya uang dan tidak ikhlas, Ibu tidak usah bayar. Belilah obat di Apotik dan semoga lekas sembuh suami Ibu.”
Wanita ini terkejut akan ucapan saya ini dan segera mengambil uang sebuah lembaran uang dengan nilai seratus ribu rupiah.
“Ya sudah, ini Dok uangnya,” samba menyodorkannya kepada saya.
Saya bahkan bingung, sebab tidak ada uang kembaliannya. Sore itu mereka adalah pasien pertama saya.
“Pakai uang pas saja,” saya menjawab.
Setelah mereka meninggalkan Ruang Periksa, saya membatin, mereka orang yang kaya, tetapi masih menawar doctor fee. Kalau mereka orang miskin, saya sering menggratiskan doctor fee dan mereka mengucapkan terima kasih kepada saya.
---
Seorang Ibu diantar oleh putrinya datang berobat. Sang pasien menderita batuk-batuk sudah 1 minggu. Setelah pasien diperiksa, saya membuatkan resep obat.
Sang pasien berkata “Kami tidak punya uang, Dok, tapi ingin berobat disini. Uangnya hanya ada segini,” sambil menyodorkan uang selembar sepuluh ribuan.
Saya berkata “Tidak apa-apa Ibu. Semoga lekas sembuh ya. Belilah obat generik ini di Apotik terdekat dan pakailah uang ini untuk bayar obatnya,” sambil menyerahkan kembali uang yang Ibu tadi serahkan kepada saya.
Saya melihat ada tetesan air mata yang keluar dari mata Ibu tadi. Ia berkata “Dok, dokter bukannya dapat uang, tetapi malah memberi uang kepada saya.”
“Tidak apa-apa, Bu. Semoga Ibu cepat sembuh ya,” kata saya sambil membukakan pintu Ruang Periksa.
---
Itulah beberapa kisah yang pernah saya alami dalam melayani kesehatan masyarakat.
Selamat siang.
Senin, Oktober 01, 2012
Mencari bantuan dana
Sore hari sekitar pukul 18.30 dua hari yang lalu saat saya menerima kedatangan seorang Mecical representative ( medailer ) suatu perusahaan obat, terdengar bel pintu ruang tunggu.
Saat itu saya menemui seorang pria usia sekitar 3o tahunan.
Saya bertanya kepadanya “Apakah anda ingin berobat? Silahkan tunggu dahulu, saya sedang ada tamu” sambil mempersilahkan pria itu duduk di Ruang tunggu.
Pria itu berkata “ Rumah saya di jalan Anu, Perumnas.”
Saya tidak mengerti dengan jawabannya itu. Ditanya A jawabnya B.
Saya berkata lagi “Maksud anda, mau apa?”
Tampak wajahnya seperti kebingungan menatap wajah saya. Rupanya ia malu untuk menyampaikan maksud kedatangannya.
Saya bertanya lagi “Pak, ada keperluan apa?”
Dia menjawab “Isteri saya baru melahirkan di Bidan Anu,” sambil tersenyum.
Saya masih tidak mengerti dengan jawabannya itu. Lalu saya berpikir “Isterinya baru melahirkan, lalu suaminya datang kepada saya. Mungkin dia mau minta sumbangan untuk biaya melahirkan.” Tempat praktik saya dengan daerah Perumnas, cukup jauh, sekitar 3 km. Lokasi rumahnya cukup jauh untuk minta sumbangannya.
Saya berkata lagi “O.. isteri anda baru melahirkan dan sekarang anda mau minta sumbangan untuk biaya melahirkan?
Tampak wajah pria itu tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Saya memberikan sejumlah uang untuk keperluan biaya melahirkan.
Setelah mengucapkan terima kasih, pria itu meninggalkan tempat praktik saya.
Pria itu rupanya berkeliling kota, untuk mencari dana untuk biaya isterinya yang baru melahirkan.-
Selasa, September 25, 2012
Wasir
Penyakit Wasir ( haemorrhoid ) merupakan pelebaran pembuluh darah vena di daerah Rectum ( usus besar dekat anus ). Haemorrhoid dibagi 2 yaitu: haemorrhoid interna ( di dalam rectum ) dan haemorrhoid externa ( di luar Rectum ).
Penyebabnya adalah: herediter ( keturunan ), pekerjaan ( banyak duduk, banyak berdiri ) dan mekanis ( bendungan aliran darah di daerah panggul misalnya pada kehamilan ).
Gejala yang paling sering terjadi adalah keluarnya darah saat buang air besar. Darah yang keluar adalah darah segar. Perdarahan ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah vena yang melebar. Susah buang air besar dapat menyebabkan perdarahan ini. Oleh karena itu harus diusahakan agar buang air besar dapat terjadi setiap hari dan tidak keras. Ini dimungkinkan bila mengkonsumsi Sayuran dan Buah-buahan setiap hari.
Pelebaran pembuuh darah vena ini memberikan gejala adanya bendjolan pada dinding Rectum yang dapat keluar dari Anus. Pada stadium ringan, benjolan ini dapat masuk kembali setelah buang air besar, tetapi pada stadium yang lebih berat benjolan ini tidak dapat masuk spontan, tetapi harus didorong kembali ke dalam. Pada stadium akhir benjolan ini tidak dapat dimasukkan kembali dan mesti dilakukan tindakan operasi.
---
Beberapa bulan yang lalu datang berobat Ny. A, 28 tahun. Ia sedang hamil 7 bulan. Keluhannya terdapat benjolan disekitar Anus yang tidak nyeri dan tidak ada perdarahan setelah buang air besar.
Pada pemeriksaan tampak 2 benjolan sekitar Anus sebesar biji jagung.
Pada anamnesa ( Tanya jawab ) Ny. A mengatakan bahwa Ibunya juga menderita Wasir. Saat ini Ny. A sedang hamil 7 bulan sehingga pada daerah panggul terdapat bendungan aliran darah di daerah panggul yang dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah vena setempat. Setelah selesai kehamilannya ( melahirkan ) maka biasanya benjolan ini akan menghilang dengan sendirinya.
Ny. A dianjurkan agar mengkonsumsi Sayuran dan Buah-buahan setiap hari. Serat tumbuhan ini akan membuat proses buang air besar menjadi lebih mudah sehingga mengurangi bendungan yang terjadi akibat isi usus yang tidak keluar.
Kemarin datang berobat Tn. K, 30 tahun dengan keluhan Flu. Dalam percakapan dengan Tn . A, saya mendapat informasi bahwa isterinya yaitu Ny. A tadi sudah melahirkan dan benjolan sekitar Anusnya sudah menghilang. Saya bersyukur akan hal ini.
Rabu, September 19, 2012
Konstipasi
Kemarin sore datang berobat Pak A, 82 tahun.
Keluhan Pak A adalah sudah 2 hari tidak bisa buang air besar
Konstipasi ( sembelit, susah buang air besar ) sering dialami oleh orang yang jarang makan Sayur / Buah-buahan. Pada usia lanjut Konstipasi juga sering dikeluhkan. Hal ini disebabkan karena gerakan peristaltik usus menurun, sehingga isi usus lambat menuju ke lubang anus.
Dari Tanya jawab dengan Pak A, ia mengaku setiap makan selalu ada Sayuran ( Kangkung, Bayam dan lain-lain ) dan setelah makan ia juga makan buah Pisang. Rupanya dietnya itu tidak membantu proses buang air besarnya.
Pada pemeriksaan fisik: tidak ditemukan kelainan yang berarti selain, mata yang menderita Katarak ringan.
Untuk Pak A, saya memberikan resep 2 tablet laksan untuk memudahkan buang air besar dan tablet Enzym, untuk membantu proses pencernaannya. Selain itu juga diberikan advis minum secangkair Susu / 1 Sendok makan Madu setelah makan malam
Kamis, September 06, 2012
Rekreasi warga Panti Wreda Kasih
Tanggal 3 September 2012 adalah hari yang ditunggu-tungu oleh warga Panti Wreda Kasih, karena hari itu adalah hari dimana mereka akan mengadakan rekreasi. Pengurus Panti membuat rencana setahun 2 kali akan mengadakan rekreasi bagi Opa dan Oma yang tinggal di Panti. Mereka yang sudah berusia lanjut merasa senang bila diajak rekreasi oleh Pengurus Panti.
Yang turut dalam acara ini ada sebanyak 8 orang Opa dan Oma, sedangkan 3 orang Oma lainnya tidak ikut karena keadaan fisiknya tidak memungkinkan ikut. Ada 3 orang karyawan yang turut serta. 2 orang Pendeta dan isteri & sebanyak 10 orang Pengurus Panti. Total 25 peserta termasuk Supir Minibus Gereja kami.
Lokasi yang dituju adalah daerah Linggarjati dan Sangkanurip, Kabupaten Kuningan yang berudara sejuk. Lokasi ini sejauh sekitar 20 km dari kota Cirebon dimana Panti ini berada.
Pukul 15.00 para peserta sudah siap berkumpul di gedung Panti. Kendaraan yang dipakai adalah 1 Minibus milik Gereja kami dan 3 sedan pribadi milik Pengurus Panti. Sebelum berangkat kami berdoa dahulu yang dipimpin oleh Pak H, selaku Ketua Panti.
Perjalanan kendaraan kami berjalan mulus. Tujuan yang pertama adalah Vila milik keluarga pak S ( anggota Jemaat Gereja kami ) yang berlokasi di daerah Linggarjati yang berdekatan dengan gedung Pertemuan Linggarjati. Vila ini sebenarnya disewakan bagi para turis yang datang berkunjung ke Linggarjati. Saat itu vila ini kosong dari para tamu. Ada belasan kamar yang bersih dan nyaman untuk bermalam. Juga tersedia kolam renang yang saat itu kebetulan sedang tidak ada airnya.
Di sebuah Aula kami ngobrol dan melepaskan lelah. Ibu E selaku Pembawa acara segera memulai acara. Yang pertama adalah bernyanyi. Oma T turut menyumbangkan suaranya yang serak-serak basah.
Acara lainnya adalah memasukkan bola-bola kecil dari suatu lokasi ke lokasi lainnya yang berjarak 5 meter, dalam waktu 15 hitungan. Siapa yang paling banyak memindahkan bola, dialah pemenangnya. Seru juga para Opa dan Oma yang turut serta dalam acara ini.
Acara berikutnya adalah 3 peserta sambil memegang sebuah sendok plastik yang berisi 2 buah kelereng, berjalan sejauh 5 meter. Siapa yang paling cepat tiba di garis finish dialah pemenangnya. Terdengar suara tawa para peserta dan para Pengurus.
Pada akhir acara yang seru adalah semuanya mendapat hadiah berupa sebuah kotak yang dibungkus kertas coklat. Jadi tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Semua peserta gembira karena semuanya mendapat hadiah.
Pukul 17.00 rombongan segera menuju Rumah Makan Laksana yang berlokasi di daerah Sangkanurip. Gedung Rumah Makan ini baru saja direnovasi sehingga tampak bersih , luas dan nyaman untuk makan malam. Meja makan sudah disiapkan dalam susunan memanjang yang cukup menampung 25 orang tamu.
Sebelum kami datang sudah ada sebagian Pengurus Panti yang memesan tempat dan hidangan yang akan disantap terlebih dahulu. Ketika kami datang, pesanan kami tidak lama kemudian disajikan. Hidangannya berupa Nasi Putih, Ikan bakar, Sop Ikan ( satu mangkuk untuk setiap peserta ), Mie Goreng, Tahu dan Tempe goreng, Karedok ( semacam Pecel ). Pukul 17.30 kami mulai santap malam bersama dalam suasana yang gembira dan penuh dengan gurauan.
Selesai santap malam kami ngobrol-ngobrol satu sama lainnya dengan suasana yang akrab. Pukul 18.15 kami meninggalkan RS Laksana ini untuk pulang menuju kota Cirebon kembali. Pukul 19.00 kami tiba dengan selamat di Gedung Panti.
Selamat malam Opa dan Oma. Selamat beristirahat.-
Minggu, Agustus 26, 2012
Mumps
( foto ilustrasi )
Pagi hari ini kami mengikuti kebaktian di Gereja kami pukul 06.00.
Di halaman Gereja kami dihampiri oleh Pak B, 65 tahun.
“Selamat pagi, dokter Basuki.”
“Selamat pagi, Pak.”
Pak B berkata lagi “Ah..kebetulan nih ketemu dengan dokter. Ini Dok, pipi saya saat bangun tidur terasa sedikit nyeri dan bengkak,” sambil memperlihatkan pipi kanannya.
Saat itu belum banyak anggota jemaat gereja yang hadir. Saya langsung memeriksa wajah Pak B ini. Tampak ada pembengkakan di area submandibularis dextra ( dibawah rahang bawah sebelah kanan ).
Pada sisi kiri tampak normal.
Saat meraba pembengkakan itu saya bertanya kepada Pak B “Sakit, Pak?”
“Sedikit, dok” Pak B menjawab.
Pak B lupa, apakah saat masih anak-anak sudah menderita penyakit Gondongan.
Saya membuat kesimpulan bahwa ini adalah peradangan kelenjar ludah dibawah rahang bawah sebelah kanan atau yang biasa disebut sebagai penyakit Gondongan / Mumps / Parotitis acuta yang biasa terjadi pada usia anak-anak. Sedangkan Pak B ini sudah berusia 65 tahun. Tidak cocok.
Penyakit Mumps disebabkan oleh sejenis Virus, paramyxovirus yang biasa menyerang usia anak-anak.
Peradangan kelenjar ludah pada Pak B ini mungkin bukan oleh Virus tetapi disebabkan oleh Bakteri.
Saya mengambil selembar kertas Resep obat yang biasa saya simpan beberapa lembar di dompet saya , kalau-kalau suatu saat diperlukan kala saya tidak berada di Ruang Periksa. Segera saya pinjam sebuah Ballpoint di Ruang Satpam dan menuliskan resep obat berupa: tablet antibiotika, tablet pain killer dan tablet anti peradangan untuk Pak B.
Saya berkata “Ini pak, resep obatnya. Nanti diminum ya,” sambil menyerahkan lembaran resep obat kepada Pak B.
“Terima kasih, dokter Basuki,” kata Pak B saat menerima resep obat gratis ini. Tampak Pak B ini gembira dan sayapun ikut gembira dan lega yang sudah dapat memberikan pertolongan bagi orang lain.
“Sama-sama Pak, semoga lekas sembuh ya,” saya menjawab sambil bergegas memasuki Ruang Gereja bersama isteri saya untuk mengikuti kebaktian pagi hari ini.
Jumat, Agustus 17, 2012
Peduli Kasih 2012
Peka ( Peduli Kasih ) tahun 2012 kembali diadakan oleh Gereja kami pada tanggal 14 sampai 18 Agustus 2012.
Peka 2012 mengambil tempat di kompleks area SPBU Bendungan yang berlokasi 15 Km dari kota Cirebon ke arah kota Tegal. Di lokasi ini tersedia SPBU untuk mengisi bahan bakar sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum dan bus. Selain itu juga tersedia: Mini market, rest area, tempat, solat, toilet dan halaman parkir yang cukup luas.
Seperti tahun yang lalu Panitia juga sudah melaporkan kegiatan Peka ini kepada Kepala Sektor Kepolisian dan Bapak Camat setempat yang menghargai kegiatan Peduli Kasih yang kami adakan ini.
Misi Peka 2012 ialah memberikan secara gratis makanan cepat saji, minuman dingin / hangat bagi para pemudik yang tidak puasa dan pelayanan kesehatan ( P3K). Makanan cepat saji yang disediakan adalah Mie gelas dan Pop mie. Minuman dingin berupa air mineral gelas dan ale-ale. Minuman hangat tersedia Kopi hitam, Kopi susu, Wedang jahe dll. Bagi anak-anak tersedia Susu kotak siap saji dan biskuit. Logistik ini berasal dari para donator para anggota jemaat.
Pak I.S. selaku Ketua Panitia Peka 2012 membentuk Panitia yang terdiri dari sekitar 45 orang dan tercatat sekitar 100 orang relawan yang membantu pelayanan ini. Tiap hari pelayanan terdiri dari 2 kelompok dimana Kelompok I bertugas dari pukul 08.00 – 14.00 dan kelompok II bertugas dari pukul 14.00 – 20.00.
Sebagai alat transportasi tersedia 2 Minibus pengangkut para relawan & Panitia dan 1 Minibus pengangkut bahan-bahan dan peralatan logistik. Selain itu juga ada relawan yang membawa mobil pribadi yang dapat dimanfaatkan mengangkut para relawan dan panitia.
Kunjungan para pemudik ke Pos Peka yang paling banyak adalah pada tanggal 17 dan 18 Agustus siang – sore hari yaitu 1-2 hari menjelang Hari Raya Idu Fitri 1433 H. Jumlah pengendara sepeda motor dari arah Jakarta menuju ke arah timur ( Tegal, Semarang dll ) sangat banyak, tidak terputus-putus. Para pengendara sepeda motor inilah yang merupakan pengunjung Pos Peka yang terbanyak. Tidak jarang para pemudik membawa anak-anak yang masih kecil. Tidak jarang 1 sepeda motor dinaiki oleh 3-4 orang, yang cukup berbahaya.
Selain tersedia makanan dan minuman cepat saji, tersedia juga 2 orang pemijat ( pria dan wanita ). Pemijat ini membantu para pemudik yang kelelahan untuk melemaskan otot-otot tubuh pemudik. Pelayanan pemijat ini juga gratis. Pemijat diberi honor oleh Panitia.
Panitia juga menyediakan alat musik Organ untuk menghibur para pemudik yang berhenti di Pos Peka ini. Perut kenyang, mata ngantuk dan pemudik dapat tidur di bawah tenda besar yang dipasang oleh Panitia.
Saya yang bertugas sebagai Seksi Kesehatan ( P3K ) melayani para pemudik yang mengalami kecelakaan sehingga terjadi luka pada kaki dan tangan, kepala pusing, perut mual dan lain-lain.
Ada pula pemudik wanita yang hamil muda mengalami kesakitan pada daerah perutnya sehingga perlu diantar ke Puskesmas terdekat.
Keluhan yang paling sering adalah mata perih terkena debu jalanan. Banyak mata pemudik yang kami tetesi dengan cairan obat tetes mata.
Kami mendapat kesan bahwa pelayanan Peka ini cukup bermanfaat dan sangat membantu para pemudik di dalam perjalanan mereka menuju kota tujuan masing-masing.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin”.
Minggu, Agustus 12, 2012
Sepeda santai
Dalam rangka Ulang Tahun Kemerdekaan R.I. tahun 2012 gereja kami, GKI Pengampon Cirebon mengadakan acara Sepeda santai. Acara yang diadakan pada tanggal 11 Agustus 2012 ini diikuti oleh sekitar 100 peserta.
Peserta kumpul pukul 05.00 pagi di Gedung pertemuan “Yakin” Jl. Pulasaren. Tiap peserta mendapat 1 buah T Shirt berlogo NKRI dan GKI Pengampon. Selain itu peserta mendapat sebuah bendera Merah-Putih yang dipasang di sepeda masing-masing.
Sebelum berangkat peserta mndapat pengarahan dari Panitia tentang tata tertib bersepeda dan route jalan yang akan ditempuh sejauh sekitar 5 Km. Selesai pengarahan dilanjutkan dengan doa oleh Pendeta Bpk I. Di depan gedung “Yakin” rombongan dilepas oleh Ketua Panitia, Bpk H.
Start dimulai pada pukul 06.30.
Penulis yang menjadi Seksi Kesehatan berada di mobil Pickup yang berjalan lambat di belakang rombongan peserta. Selain itu juga ada 1 Minibus yang mengiringi rombongan. Saya minta kepada Panitia agar disediakan 1 mobil Pickup, bak terbuka untuk mengantisipasi kalau-kalau ada sepeda yang mengalami gangguan ( ban kempes, sepeda rusak dll ), dapat diangkut oleh Pickup ini.
Rombongan dipandu oleh petugas dari Kepolisian dengan berkendaraan Sepeda motor. Route yang dilalui adalah: Jalan Pulasaren, Yos Sudarso, Sisingamangaraja, Diponegoro, Dr. Wahidin, Dr. Cipto M, P. Drajat, Jagasatru dan kembali ke jalan Pulasaren. Di setiap lampu traffic light bila lamu Merah, peserta juga berhenti menunggu lampu Hijau.
Peserta mengendarai sepeda masing-masing dengan santai dan gembira, diselilingi senda gurau. Pagi hari berolah raga naik sepeda. Asik juga nih.
Ditengah perjalanan ada seorang peserta Pria yang mengalami ban kempes ( mungkin tertusuk paku ) sehingga sepeda diangkut Pickup. Tidak berapa lama kemudian ada peserta wanita yang mengalami gangguan pada rantai sepedanya sehingga tidak dapat berjalan baik. Sepeda inipun harus naik Pickup untuk menuju garis Finish. Peserta wanita ini naik Minibus.
Pukul 07. 45 kami tiba kembali di depan gedung “Yakin”. Kami bersyukur semua peserta tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan. Peserta segera memasuki gedung “Yakin” untuk menikmati sarapan pagi berupa 1 paket Nasi Jamblang.
Langganan:
Postingan (Atom)






























