Minggu, Desember 21, 2014
Belitung Tour (02)
17 Desember 2014:
Pukul 07.00 kami menikmati sarapan pagi di Hotel Beliton, lokasinya berada disebelah kolam renang. Sayang kami tidak ada kesempatan untuk berenang disini. Disini ada menu: Kupat dengan kuah sayuran, Nasi Kuning khas Belitung, Roti Tawar yang dapat dibakar ( toast ) dengan diolesi selai Nanas / Strawberi. Minuman tersedia Teh hangat, Kopi, Juice Strawberi, Orange dan lain-lain makanan pagi.
Pukul 07.45 kami menuju Pantai Belayar, ditengah laut kami berfoto di kumpulan batu-batu. Di kejauhan tampak Pulau Babi, lalu kami menuju ke tepi Pulau Lengkuas. Disini ada kompleks bangunan sebuah Mercu suar. Di tepi pulau ini perahu kami berhenti.
Kami terjun kelaut dengan alat snockling untuk melihat ikan-ikan yang banyak di laut. Sekitar 10 menitan kami di laut, turun hujan sangat lebat. Kami segera menuju ke bangunan di kompleks Mercu suar ini untuk berteduh. Disini ada terlihat rombongan
tour yang lain. Rupanya banyak orang yang mengunjungi pulau ini. Disini juga tersedia dapur, toilet dan beberapa ruangan lain yang tampak kosong. Setengah jam kemudian hujan berhenti dan kami segera menuju pulau lain yaitu Pulau Kepayang untuk menikmati makan siang kami berupa Nasi Putih Ikan bakar dan Sop kuah ikan laut lain. Kami minum Teh hangat.
Sekitar pukul 14.00 kami kembali ke kota Tanjung Pandan dan menuju sebuah daerah yang merupakan daerah tambang Kaolin, suatu serbuk berwarna putih. Tempatnya terletak disebuah jalan raya. Di sebrang jalan raya ini ada sebuah danau yang dinamai Danau Biru karena memang warna airnya biru meskipun diatas tampak awan mendung berwarna
kehitaman dan tidak ada sinar matahari yang terang. Konon danau ini cukup dalam. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang yang tidak diratakan kembali. Kalau hujan turun akan masuk ke bekas galian ini. Danau ini cukup luas, mungkin sekitar 3-4 kali lapangan sepak bola.
Selanjutnya kami menuju ke toko yang menjual sovenir di jalan Air Saga No. 8, Tanjung Pandan. Toko disini cukup besar ( 2 ruko dijadikan satu ) dan dijual T shirt berlogo macam-macam khas Belitung, gantungan kunci, pakaian wanita dan lain-lain barang sovenir. Kami membeli secukupnya saja.
Saat pulang ke hotel kami diajak makan Bakmie khas Belitung. Rumah Makan ini yang tidak jauh dari Hotel Beliton. Disini kami makan Bakmie Belitung. Bakmie ini berkuah agak kental berwarna coklat, berisi udang, irisan daging ayam dan potongan kentang. Rasanya juga nikmat. Kami melihat di dinding ada banyak pigura berfoto. Kami melihat ada Foto Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden kita. Rupanya beliau pernah makan Bakmie disini.
Pukul 17.00 kami diantar pulang ke Hotel Beliton, untuk mandi dan istirahat.
Pukul 19.00 kami dijemput untuk makan malam. Kami menuju kesebuah Rumah Makan yaitu R. M. Tempo Duluk. R.M. ini berupa sebuah rumah jaman dulu. Alat-alat makannya juga sederhana, misalnya untuk minum berupa cangkir dari bahan Alumunium, piring makan berupa piring seng, tempat nasi juga dari bahan pelastik apa adanya. Semuanya sederhana. Ada banyak pengunjung yang makan malam disini. Hidangan yang tersedia juga sederhana. Cukup nikmat juga makan malam disini.
18 Desember 2014:
Hari terakhir kami berada di Belitung ini.
Kami dijemput pukul 08.00 setelah kami sarapan pagi di hotel. Kami menuju ke sebuah mesin ATM BCA yang dekat hotel kami untuk mentransfer sisa uang Tour ke rekening Pak Afandi. Saya mengirim SMS kepadanya dan saya mendapat jawaban bahwa uang yang ditransfer sudah diterima baik. Sdr Egi memberikan surat Invoice Belitung Tour kepada saya.
Pukul 08.20 mobil Avanza segera menuju Belitung Barat menuju kota Gantong. Lama perjalanan sekitar 90 menit.
Pukul 10.00 tiba di Gantong kami segera menuju sebuah bukit tempat replikasi SD Laskar Pelangi yang pernah dibuat filmnya oleh Pak Andrea Hirata ( orang Belitung asli ). Juga ia membuat buku Novel Laskar pelangi yang menjadi best seller dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Replika bangunan Sekolah Dasar ini sudah sangat tua dan sebuah dindingnya ditopang oleh 2 batang pohon kayu agar tidak roboh. Kami melihat ada banyak pengunjung yang mendatangi SD ini. Disini kami mengambil beberapa foto.
Pukul 10.30 kami menuju ke Musium Laskar Pelangi. Di sebuah rumah kayu dipajang banyak barang milik Pak Andrea Hirata, Foto-foto, Buku Novel Laskar Pelangi, Sepeda ontel jaman dulu, radio jaman dulu, ruangan perpustakaan, ruangan belajar mirip di Sekolah Dasar dan lain-lainnya.
Setelah puas melihat-lihat kami menuju ke desa Gantong untuk melihat rumah Pak Ahok ( Gubernur DKI saat ini ). Bangunan ini cukup besar dan dibagian belakang konon ada hotel berkamar 10 buah dan sebuah Toko Batik.
Kami bergerak menuju kota Manggar dan berhenti disebuah Rumah Makan “Pega”. RM ini khas bangunannya seperti sebuah kapal, di tepi bangunan ini terdapat sebuah danau yang cukup luas. Kami mendapat hidangan: Nasi Putih, Ikan bakar, Sop ikan dengan kuah yang khas, Ikan Bebulus Goreng Goreng ( ikannya kecil-kecil dan renyah ), Sambel dan Teh Hangat. Pengunjung RM ini ternyata juga para turis seperti kami. Ada yang datang dari kota Jakarta dan bahkan ada rombongan yang dari kota kami yaitu kota Cirebon. Kami sempat ngobrol dengan mereka. Disini turun hujan lebat. Setelah hujan reda kami bergerak menuju pantai Manggar, yaitu Pantai Nyiur Melambai.
Kami juga melewati rumah dari Pak Jusril, mantan Mentri di Kabinet SBY. Rumahnya tampak asri dan cukup besar.
Pukul 13.30 selesai sudah daerah-daerah yang kami kunjungi. Waktu sudah tiba untuk check in di Bandara Tanjung Pandan. Kami segera menuju Bandara dan setibanya di Bandara kami segera melakukan check in. Koper pakaian dan bawaan lain tidak kami masukkan ke bagasi tetapi masuk di kabin pesawat agar setiba di Bandara Sukarno-Hatta kami tidak perlu lagi menunggu keluarnya koper-koper kami, Jadi dapat lebih cepat keluar dari Bandara. Kami menunggu datangnya pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta yang akan membawa kami kembali ke Jakarta.
Pukul 15.40 kami memasuki pesawat dan pukul 16.00 pesawat Sriwijaya Air- SJ 053 bersiap untuk lepas landas menuju Jakarta. Para penumpang mendapat hidangan air mineral dan sebuah kue Moho coklat.
Pukul 17.10 kami landing di Jakarta dengan selamat. Adik ipar kami sudah menunggu kami untuk menjemput kami. Kami segera ke rumah adik ipar kami di daerah Kelapa Gading.
Selesai sudah Belitung Tour kami. Terima kasih kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Penyayang atas perlindunganNya. Amin.-
Belitung Tour (01)
Tanggal 16 – 18 Desember 2014 saya, isteri saya dan putri kami mengikuti Belitung Tour ( www.belitungvacation.com ) selama 3D2N ( 3 hari 2 malam ). Biaya Rp. 3.000.000,-/orang. Biaya 10 % ditransfer ke rekening BCA a/n Afandi, selaku owner Belitung Tour ini, HP. 081929508893, 082177090012. Sisanya dibayar setelah kami tiba di Tanjung Pandan, Belitung Barat. Biaya ini sudah termasuk tiket pesawat Sriwijaya Air, Jakarta – Tanjung Pandan - Jakarta, jemput antar dari dan ke Bandara HAS Hananjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, dengan minibus Toyota Avanza, No. Pol: BN-2506 LS, bermalam di Hotel Beliton ( 3* ) 1 kamar dengan extrabed, makan siang dan malam, biaya naik perahu motor ke pulau-pulau yang akan dikunjungi, biaya masuk ke objek pariwisata. Biaya tidak termasuk tip untuk Tour guide ( Sdr Egi, 22 tahun ) yang merangkap jadi Supir.
16 Desember 2014,
1 jam sebelum pesawat Sriwijaya Air take off, kami sudah tiba di Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Pukul 08.35 pesawat Sriwijaya AIR SJ-056, Boeing 373 tipe 300, dengan penumpang penuh mulai lepas landas. Lama penerbangan Jakrta – Tanjung Pandan sekitar 1 jam dan selama penerbangan para penumpang mendapat jatah sebuah Roti isi selai dan 1 cup air mineral. 3 orang Pramugari yang bertugas cukup ramah. Pesawat landing di Bandara HAS Hananjoeddin pukul 09.35. Bandara ini tidak terlalu besar dengan fasilitas yang cukup memadai.
Setelah mengambil 2 koper pakaian yang kami masukkan ke bagasi pesawat, kami keluar Bandara. Di pintu Bandara ada seorang pria yang memegang sehelai kertas dengan tulisan Basuki, nama saya. Pria ini masih muda ternyata ia yang akan menjemputkan dan menjadi tour guide selama kami mengikuti Belitung Tour. Ia menyapa kami dengan ramah dan memperkenalkan diri. Kami memasuki mobil minibus Toyota Avanza, warna hitam. Kami menuju Hotel Beliton yang terletak ditengah kota Tanjung Pandan. Hotel ini cukup bersih dan mempunyai kolam renang di disebelah ruang makan hotel. Kami melakukan check in dan kami memasuki kamar no 116 dilantai 1.
Setelah menyimpan koper di kamar, kami diantar oleh Sdr Egi menuju Pantai Laskar Pelangi. Tiba disini pukul 11.45. Di pantai ini ada banyak batu-batu yang berukuran besar di tepi pantai. Kami mengambil foto-foto untuk kenang-kenangan. Pantai ini dinamai Pantai Laskar Pelangi sebab beberapa tahun yang lalu disini dilakukan shooting Film Laskar Pelanginya Pak Andrea Hirata yang juga membuat buku Novel Laskar Pelangi yang merupakan best seller. Novel ini sudah diterjemahkan kebeberapa bahasa asing dan menjadi novel yang laris.
Di sekitar Pulau Belitung ada banyak pulau-pulau kecil. Selanjutnya kami menuju Pantai Tanjung Ketinggi dengan pasir warna putihnya. Waktu makan siang tiba. Kami menunggu hidangan disebuah bangunan kayu yang sederhana. Kami menikmati hidangan berupa Nasi putih, Sop Gangan laut yang berisi ikan Karab, ikan bakar dan udang bakar dengan sambal khas Belitung. Kami menikmati makan siang kami dengan lahap. Disini juga tersedia toilet dan kran air untuk cuci tangan.
Setelah makan siang kami bergerak menuju ke Pantai yang lain yaitu Pantai Tanjung Ketayang. Dihalaman pantai ada sebuah lapangan yang berlantai semen dan ada bangunan yang menyangga tulisan warna merah “WELLCOM TO BELITONG”. Pantai ini berpasir putih bersih, angin berhembus sepoi-sepoi. Kami sempat membuat beberapa foto.
Kami menuju pantai lain yaitu Pantai Bukit Berahu pada pukul 14.00. Disini kami disuguhi Pisang Goreng yang manis dan Teh Hangat. Nikmat rasanya. Di rumah makan pantai ini terletak diatas sebuah bukit dan ada sebuah kolam renang dengan warna air yang biru. Di bagian bawah rumah makan terdapat 5 buah cottage, bangunan di tepi pantai yang terbuat dari kayu dan memiliki sebuah kamar tidur yang dapat disewa. Dari pintu depan cottage ini pemandangan langsung menuju laut dengan ombak yang tenang. Kami sempat berfoto di depan salah satu cottage ini.
Kemudian kami menuju pantai lain yaitu Pantai Tanjung Pendam. Tidak jauh dari pantai kami melihat ada sebuah perahu yang sedang diperbaiki. Pasir disini pun berwarna putih bersih.
Pukul 16.30 kami diantar ke hotel Beliton untuk mandi dan melepas lelah.
Pukul 19.00 kami dijemput oleh Sdr Egi untuk makan malam disebuah Rumah Makan. Selesai makan malam, kami diantar berkeliling kota Tanjung Pandan.
Pukul 21.30 kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
Senin, November 10, 2014
Surat Keterangan Sakit
Pagi hari minggu yang lalu datang ke tempat praktik saya seorang Bapak usia sekitar 55 tahun.
Ia berkata “Dok, saya ingin mendapatkan Surat Keterangan Sakit untuk anak saya.”
Saya menjawab “Baik putra Bapak sakit apa dan mana putra Bapak?”
Ia menjawab “ Anak saya sejak 4 hari yang lalu sakit kepalanya dan ingin mendapat Surat tersebut. Anak saya ada di rumah”
Saya menjawab lagi “Putra Bapak sudah berobat?”
“Belum, Dok. Saya memberikan obat sakit kepala yang dijual bebas, tetapi masih belum sembuh juga.”
Saya menjawab “Mengapa tidak berobat ke Puskesmas atau Dokter praktik sore? Kalau putra Bapak tidak dibawa, saya tidak dapat memberikan Surat tadi, sebab saya tidak yakin kalau putra Bapak sedang sakit dan sedang sakit apa? Bawalah putra Bapak kesini, nanti saya periksa dan kalau benar sakit saya akan memberikan Surat Keterangan tadi.”
Bapak tadi terdiam lalu berkata “Baiklah dok kalau begitu.”
Sampai tutup praktik, Bapak ini tidak datang lagi.
---
Kejadian seperti ini sering kali saya jumpai. Ada pasien yang pergi keluar kota untuk alasan tertentu dan bolos bekerja. Untuk keperluan administrasi kantornya ia membutuhkan surat dan surat itu adalah Surat Keterangan Sakit yang dipakai sebagai alasan bahwa ia sakit selama ia tidak masuk kerja.
Seorang anak diajak oleh orang tuanya mendadak pergi keluar kota untuk sesuatu keperluan. Untuk keperluan administrasi sekolah, orang tuanya mencari Surat Keterangan Sakit dari Dokter yang dianggap ampuh.
Dokter dalam membuat Surat Keterangan Sakit harus yakin bahwa nama yang tertulis dalam Surat itu benar dalam keadaan sakit.
Seseorang yang sedang dalam perkara di Pengadilan, dipanggil beberapa kali tetapi tidak datang. Lalu ia mencari Surat Keterangan Dokter sampai 2-3 kali. Hakim dapat saja akan memanggil Dokter yang menanda-tangani Surat itu dan bertanya apa benar ia sakit dan sakit apa sampai ia tidak dapat memenuhi pangilan pihak Pengadilan. Urusannya bisa jadi panjang. Masyarakat juga harus memaklumi akan hal ini.
Rabu, November 05, 2014
Mata Katarak
Usia rata-rata penghuni Panti Wreda Kasih Cirebon 60 tahun, bahkan ada yang lebih tua. Pada usia yang sudah lanjut secara fisik kesehatan mereka sudah mulai berkurang termasuk berat badan yang menurun, penglihatan yang mulai kabur, pendengaran yang mulai berkurang, ingatan jangka pendek mulai menurun, dan buang air besar tidak lancar setiap hari.
Oma T, 74 tahun sejak sekitar 6 bulan yang lalu kedua matanya mengalami gangguan penglihatan. Dari kamar tidur ke kamar mandi atau ke tempat-tempat lain mesti didampingi oleh orang lain. Kedua lensa matanya sudah tampak putih akibat proses Katarak senilis ( kekeruhan lensa mata akibat proses usia lanjut ). Pemberian obat tetes haya untuk memperlambat proses katarak tampaknya tidak memberikan hasil yang memuaskan. Kedua lensa mata Oma T tampak berwarna putih, lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga Oma T tidak dapat lagi melihat dengan jelas.
Saya selaku petugas kesehatan mengusulkan kepada Pengurus Panti Wreda Kasih dalam rapat bulanan, agar salah satu mata Oma T dioperasi. Pengurus Panti setuju. Oleh satu Pengurus Panti diupayakan pembuatan Kartu BPJS ( Badan Pengurus Jaminan Sosial ). Dengan fasilitas kartu BPJS ini maka operasi Katarak Oma T dapat dibebaskan dari biaya.
Pada awal bulan Oktober dengan membawa Surat Rujukan dari seorang dokter yang berwenang Oma T dibawa ke Rumah Sakit MP di Kabupaten Cirebon yang berjarak sekitar 15 km dari gedung Panti. Di Rumah Sakit ini Ibu IS, Bendahara Pengurus Panti Wreda Kasih, bekerja sebawai karyawan yang membidangi BPJS. Jadi Ibu IS dapat membantu sepenuhnya untuk keperluan operasi Oma T.
Oleh karena memerlukan pemeriksaan darah sebagai persiapan operasi Oma T sebaiknya bermalam di RS MP ini. Keesokan harinya sekitar pukul 12.00 saya beserta Ibu Panti Ibu I dan salah satu anggota Pengurus Panti, Pak S menuju RS MP untuk mendampingi Oma T yang akan dioperasi mata Kataraknya.
Kami berkumpul di depan Ruang Operasi. Lama juga kami menunggu sambil berdoa semoga operasi berjalan lancar. Sekitar 30 menit kemudian keluarlah rombongan perawat, Ibu IS dan Oma T diatas bed.
Ibu IS berkata “Operasinya gagal dilakukan.”
Kami bertanya “Kenapa Bu?”
“Oma T saat akan dioperasi berontak, lengan kakinya bergerak-gerak terus. Ia menolak untuk dioperasi. Saat akan dipasang alat Klem untuk membuka kelopak mata kiri yang akan dioperasi, matanya bergerak-gerak terus sehingga tidak dapat dipasang Klem mata tersebut. Oma T terus dibujuk agar dapat tenang dan mau dioperasi, tetapi Oma T tidak mau dan menolak operasi. Saya masih dapat melihat katanya ( padahal tidak benar, matanya sudah tidak dapat melihat lagi )” kata Ibu IS.
Lalu saya nyeletuk “ Iya kalau begitu mesti dibius total agar pasien tertidur dan operasi dapat dilakukan.”
Ibu IS berkata “Dokter Mata juga berkata demikian , tetapi pasien sudah makan jadi sekarang tidak bisa dibius total. Minggu depan saja pasien balik lagi.”
Oma T kembali ke kamar perawatan. Kami mengurus surat-surat untuk pulang dari RS MP. Oma T tidak jadi dioperasi. Kami yang mengharap agar oma T dapat dioperasi agar matanya dapat melihat kembali, kecewa juga. Rasanya usaha kami membawa Oma T ke RS MT yang jaraknya cukup jauh dari gedung Panti, tidak memberikan manfaat bagi Oma T ini.
Saya membatin “ Untuk berbuat baikpun ternyata tidak mudah. Kadang kala ada batu sandungan di depan kita.”
----
3 bulan yang lalu Oma W, 75 tahun, menderita Katarak dan mata kanannya telah dioperasi di Cirebon Eye Center. Sekarang ia sudah dapat melihat kembali dengan mata kanannya. Oma W gembira matanya sudah berfungsi kembali. Mata kirinya yang Katarak juga perlu dioperasi juga.
3 tahun yang lalu Oma LI, 70 tahun yang menderita Katarak juga sudah dioperasi pada salah satu matanya. Ia sangat senang, matanya sudah berfunghsi kembali.
Upaya kami untuk operasi mata Katarak bagi ke 2 Oma ini sudah berhasil dengan baik dan kami gembira sudah dapat menolong orang lain.
Selasa, September 23, 2014
SAKIT TENGGOROKAN
Minggu yang lalu Pak L, 25 tahun datang berobat. Keluhannya sakit tenggorokan sejak 2 hari yang lalu.
Pak L tinggal di kota Cirebon. Sebagai salesman sebuah perusahaan ia sering bepergian naik sepeda motor dari kota Cirebon – Bandung – Cirebon. 4 hari yang lalu ia dari Bandung sepulang dari sebuah rapat perusahaan ia pulang ke Cirebon naik sepeda motor. Kondisi badan yang lelah dan tidak fit sebenarnya ia dapat naik bus ke Cirebon. Ia berpikir kalau naik bus, maka setibanya di Cirebon ia tidak mempunyai alat transportasi, jadi ia terpaksa mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke Cirebon.
Saat ini sedang musim kemarau dimana cuaca panas, banyak polusi udara dari debu dan asap kendaraan bermotor membuat tidak nyaman Pak L dalam mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan ia berhenti beberapa kali untuk mengisi bahan bakar sepeda motornya dan juga untuk sekedar melepas lelah.
Pak L tiba di kota Cirebon dengan selamat menjelang malam hari. Ia langsung makan malam dan beristirahat. Keesokan harinya ia merasa badannya mengalami sedikit demam dan tenggorokannya terasa sakit. Ia mengalami sakit tenggorokan atau Pharyngitis acuta. Sore hari ia datang ke tempat praktik saya.
Pada pemeriksaan fisik di dapat tekanan darah normal. Pada pemeriksaan pandang ( Inspeksi ) tampak tenggorokan Pak L ini tampak kemerahan ( hiperemia ), pada pemeriksaan raba ( palpasi ) tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, kulit lengan teraba agak panas.
Saya membuatkan sebuah resep untuk Pak L yang berupa kapsul antibiotika, tablet pain killer dan penurun demam serta tablet multivitamin. Saya menganjurkan agar makan makanan yang mudah dicerna selama beberapa hari seperti bubur atau nasi tim dan istirahat di rumah selama 2 hari. Saya membuatkan Surat Keterangan Sakit untuk perusahaan dimana Pak L bekerja.
Senin, September 22, 2014
Kramp kaki
Kemarin datang berobat Pak D, 52 tahun. Keluhannya kalau malam hari kedua kakinya sering mengalami kramp, sejak 1 minggu yang lalu.
Pada pemeriksaan didapat tekanan darah: 120/80 mmHg ( normal ). Berat badan: agak gemuk, bila dihitung dengan rumus, BB ideal = (Tinggi Badan – 100 ) – 10%. Pekerjaan: karyawan disebuah instansi Pemerintah.
Saya menyarankan agar diperiksa kadar Lemak darah untuk mengetahui profil lipidnya dan kadar Gula darah ( puasa dan 2 jam sesudah makan ). Sore hari Pak D datang dengan membawa hasil pemeriksaan Laboratorium.
Hasil pemeriksaan darah: kadar Kolesterol, Trigliseride, HDL dan LDL: normal. Yang abnormal adalah hasil kadar Gula: hampir 300 mg% ( puasa ) dan 2 jpp: 400 mg%.
Dalam anamnesa tidak diketahui orang tua pak D menderita penyakit Kencing Manis. 2 tahun yang lalu saat Pak D datang berobat kadar Gula darahnya normal. Jadi saat ini Pak D menderita penyakit Kencing Manis, BB berlebih dan kramp otot. Kemungkinan penyebabnya adalah faktor umur yang bertambah dan pola makan yang kurang sehat.
Kramp otot sering terjadi bila ada gangguan elektrolit seperti Kalsium dan Magnesium. Untuk Pak D ini saya membuatkan resep: tablet anti diabetes Metformin 500 mg ( 3x1 tab/hari ), tablet neurotropik vitamin ( B1, B6 dan B12 ) 1 x 1 tab/hari, tablet Kalsium 3x1 tab/hari dan 1 tabung Chlorethyl spry.
Chlorerthyl spry dapat digunakan dengan disemprotkan ke kaki yang sedang kramp. Semprotan yang dingin ini dapat meredakan kramp otot. Di klinik Chlorethyl spry ini sering digunakan sebagai bius lokal pada saat akan mencabut gigi susu anak-anak yang sudah goyang. Kapas yang disemprot cairan yang dingin ini ditempelkan selama beberapa detik pada gusi dimana gigi susu yang akan dicabut. Rasa dingin ini dapat mengurangi rasa nyeri saat gigi susu dicabut dan mencegah pasien anak-anak ini menangis.
Untuk Pak D saya memberikan juga formulir untuk pemeriksaan Gula darah ulangan di Laboratorium Klinik, 10 hari kemudian.
Sering kali penyakit seseorang baru diketahui setelah datang memeriksakan diri kepada dokter dan dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebagai Medical checkup. Saya dan isteri melakukan pemeriksaan darah rutin setiap 6 bulan satu kali. Pengukuran tekanan darah ( saling bergantian ) seminggu sekali. Jadi kalau ada yang tidak normal segera diketahui dan diberikan pengobatan atau mengganti pola makan yang lebih sehat.
Semoga setelah diberi tablet anti diabetes, kadar gula darah Pak D ini turun atau mendekati nilai normal dan tidak mengeluh lagi kramp otot.
Minggu, September 21, 2014
NYERI LUTUT
Kemarin sore datang berobat Ibu S, 70 tahun, dengan diantar oleh suaminya Pak K, 70 tahun juga. Keluhan Ibu S ini nyeri dengkul ( lutut ) sejak 3 bulan yang lalu.
Pasa pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah: 130/80 mmHg, lain-lain: dalam batas normal. Lutut Ibu S ini terasa nyeri bila digerakkan, sehingga ia tidak bisa sujud saat melakukan sholat ( bersembahyang ). Saat sholat ia dalam posisi duduk. Kedua lutut Ibu S ini terasa nyeri bila digerakkan. Ibu S mengalami nyeri sendi ( artralgia ) pada kedua lututnya.
Saat ini Ibu S sudah berusia 70 tahun ( lansia ) dan ia mengalami keropos tulang ( osteoporosis ). Keluhan pasien-pasien yang datang berobat pada usia tersebut yang paling sering dijumpai adalah nyeri lutut ( artralgia ).
Saat saya menganjurkan untuk dibuat Foto Rontgen pada kedua lututnya , Ibu S ini menolak dengan alasan biaya dan minta diberikan resep saja. Dari Foto lutut dengan projeksi Depan belakang dan dari Samping dapat diketahui kelainan apa yang terdapat pada kedua lutut pasien. Saya menduga terdapat Osteoarthrosis ( OA ) pada pasien saya ini.
Untuk pasien ini saya menuliskan resep obat OAINS ( Obat Anti Inflamasi Non Steroid ) dan tablet Multivitamin-multimineral. Sebenarnya Ibu S ini pernah berobat kepada dokter-dokter lain untuk keluhan nyeri lutut ini. Memang OA ini berlangsung menahun dan perlu diobati untuk jangka lama.
Sabtu, September 20, 2014
STRES
Kemarin pagi datang berobat Ibu N, 38 tahun. Ia diantar oleh suaminya. Keluhan Ibu N sakit kepala sebelah kanan, nafas sesek, tidak dapat tidur nyenyak sejak 3 hari yang lalu.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah normal ( 120/80 mmHg ), bunyi Jantung dan Paru: normal, lain-lain: dalam batas normal.
Untuk mengetahui penyebab keluhan Ibu N ini saya melakukan anamnesa ( tanya jawab ), dan Ibu N berkisah:
Ia bekerja di sebuah toko kelontong di kota kami, sejak beberapa tahun yang lalu. Ia mendapat kepercayaan dari pemilik toko dalam hal: mengurus stok barang, penjualan barang dan lain-lain yang diperlukan untuk usaha pemilik toko. Ibu N mempunyai 3 orang staf untuk membantu berjalannya usaha toko ini. Bila waktu toko sudah tutup dan ketiga stafnya sudah pulang, Ibu N masih belum dapat pulang karena masih mengerjakan urusan administrasi dan keuangan toko tersebut. Pulang ke rumah sudah sore / malam hari.
Ia jengkel dengan ketiga stafnya yang kadang bekerja seenaknya ( mungkin gajinya kecil ) sehingga Ibu N sering menegur mereka, tapi hasilnya tidak memuaskan hati. Ia merasa pikirannya tidak tenang dalam bekerja. Beban kerja dirasakan terlalu berat.
Ia bertanya kepada saya “Bagimana saya harus bertindak, Dok?”
Saya melihat tidak ada pasien lain yang ingin berobat, jadi ada waktu luang untuk berbincang-bincang dengan Ibu N.
Saya pikir Ibu N ini mengalami Stres dalam pekerjaannya sehingga ia mengeluh sakit kepala, sukar tidur dan nafas sesek. Secara jasmani Ibu N tidak ada kelainan, tetapi secara rohani ada kelainan yang perlu diatasi. Stres bukan untuk dihindari tetapi mesti diatasi. Setiap orang dalam kehidupannya pasti pernah mengalami Stres ( menghadapi ujian sekolah, mencari pekerjaan, akan melangsungkan pernikahan, ada anggota keluarga yang sakit berat dan lain-lain ).
Saya mencoba memecahkan masalah yang dihadapi oleh Ibu N dan membuat usulan:
1. Kalau beban pekerjaan terlalu berat sehingga tidak dapat dihadapi sendiri, maka Ibu N bisa mencoba untuk minta asisten untuk membantu. Ini sudah dikerjakan, tetapi pekerjaan stafnya tidak memuaskan Ibu N dan sering kali bekerja seenaknya saja. Kalau begitu mesti dilaporkan kepada pemilik toko dan minta diganti dengan staf yang lain yang lebih baik. Hal ini susah dan Ibu N tidak sampai hati untuk memberhentikan 3 orang stafnya. Saat ini mencari pekerjaan juga tidak mudah.
2. Kalau beban kerja dirasakan terlalu berat, maka Ibu N bisa mencoba untuk minta kenaikan gaji kepada pemilik toko. Upah yang besar dapat mengurangi beban yang dirasakan Ibu N.
3. Kalau semua tidak bisa dilaksanakan, maka tindakan terakhir yang dapat dilakukan oleh Ibu N adalah berhenti bekerja dari toko ini dan bekerja di tempat lain yang kondisinya lebih baik. Ini juga dirasa tidak mudah. Mencari pekerjaan saat ini juga tidak mudah. Mungkin bisa pindah pekerjaan, tetapi gajinya belum tentu lebih besar dari gaji yang sekarang. Jadi ini menjadi dilema juga bagi Ibu N.
4. Yang terakhir saya yang bisa saya lakukan adalah memberikan resep tablet penenang untuk mengatasi stres dan gangguan tidurnya dan tablet pain killer untuk mengatasi sakit kepalanya.
Setelah menerima resep dari saya Ibu N mengucapkan terima kasih kepada saya yang sudah bersedia membantu memecahkan masalah yang dihadapinya. Saya bilang iya sama-sama Bu.
Saya berkata kepada suaminya yang mengendari sepeda motornya “Hati-hati dijalan, Pak.”
Jumat, September 19, 2014
LOPER KORAN
Pagi ini ketika saya menyiram tanaman di halaman depan rumah kami, datang loper koran ( pengantar surat kabar ). Ia menghampiri saya dengan membawa koran. Biasanya kalau dia mengantar koran, dia melempar koran ke teras rumah. Kali ini dia datang mengantar koran langsung ke tangan saya. Wah ada apa nih, tidak biasanya.
“Terima kasih, pak” kata saya sambil menerima koran itu.
“Dok, saya mau tanya apa obatnya untuk bisul di badan saya ini” katanya sambil memperlihatkan kulit di daerah betis dan kepalanya.
Saya melihat kulit di kedua tempat itu tampak kemerahan, belum terjadi pembengkakan, jadi belum ada bisul di tempat itu.
Saya bertanya “Sudah berapa hari, Pak?”
“Sudah 3 hari, Dok.”
“Iya mesti diobati. Tunggu sebentar,” kata saya. Saya mengambil blangko resep obat dan sebuah ballpoint. Saya menulis resep krim antibiotika dan tablet antibiotika generik untuk Pak S,40 tahun ini.
“Ini resepnya Pak, belilah di Apotik terdekat, ya”
“Terima kasih, Dok. Berapa saya harus bayar” kata loper koran itu yang saya sudah kenal beberapa tahun.
“Tidak usaha bayar, Pak. Belikan obat ini dan semoga lekas sembuh ya” kata saya kemudian.
Dia meninggalkan saya sambil tersenyum kegirangan. Ia berobat dengan mendapat gratisan.
Saya juga tersenyum dan melanjutkan menyiram tanaman di halaman rumah.
Senin, September 15, 2014
Seorang sahabat
Berbahagialah orang yang mempunyai sahabat, yang dapat berbagi di kala susah dan di kala senang. Tidak mudah mencari seorang atau lebih sahabat di dalam hidup kita.
3 tahun lagi saya berusia 70 tahun ( kalau diberi usia panjang ). Sampai saat ini saya masih dapat berjalan tanpa menggunakan tongkat, tiap hari masih dapat naik sepeda, masih dapat mengendarai mobil dan masih dapat berenang. Saya bersyukur kepada Tuhan yang memberikan kesehatan yang baik kepada saya. Atas karunia ini maka saya ingin membalasnya dengan cara banyak menolong orang lain, baik diwaktu praktik maupun berbuat baik terhadap para warga Panti Wreda. Saya mempunyai 2 tangan, tangan yang satu untuk menolong diri sendiri dan tangan yang lain untuk menolong orang lain.
Pola hidup saya juga sederhana. Tidak makan makanan yang terlalu berlemak, lebih banyak sayuran dan buah-buahan, tidak minum alkohol, menjauhi narkoba, tidak pernah berjudi dan main perempuan. Berupaya dapat menolong orang lain tiap hari.
Sejak tahun 2004 saya melayani pemeriksaan dan pengobatan para Opa dan Oma yang tinggal di Panti Wreda milik Gereja kami seminggu sekali. Saya tidak diberi honorarium dan tidak minta honorarium. Beberapa Oma yang menderita Mata Katarak sudah saya upayakan agar dapat dioperasi Kataraknya. Mereka sangat berterima kasih atas bantuan saya. Saya mengatakan janganlah berterima kasih kepada saya tetapi berterima kasihlah kepada Tuhan Yang Maha Penyayang.
Untuk hidup sehari-hari saya mendapat pensiun yang jumlahnya tidak besar ( pensiun atas permintaan sendiri sejak 1 April 2000 ) dan dari hasil praktik dokter umum. Isteri saya juga sudah pensiun dari PNS dan masih praktik dokter umum. Kedua putra dan putri kami study, bekerja dan stay di kota Sydney, Australia. Tiap 2 tahun sekali kami mengunjungi mereka atau mereka yang datang ke kota kelahiran mereka di Indonesia.
--------
Saya mempunyai seorang sahabat yang sampai saat ini masih berlangsung dengan baik. Ia adalah Pak AK, saat ini usianya 2 tahun di atas saya. Ia seorang penjahit pakaian laki-laki, yang rumahnya tidak jauh dari rumah kami.
Semula saya kenal dia ketika saya membuat pakaian sewaktu masih aktip sebagai PNS, kira-kira 15 tahun yang lalu. Tiap tahun saya membuat baju dan celana di tempatnya. Akhirnya kami kenal baik. Isterinya juga turut membantu menjahit pakaian para langganannya. Mereka mempunyai seorang putri yang bermulti talenta.
Pernah suatu saat ia sakit dan minta resep obat kepada saya. Saya tidak memungut doctor fee dari dia. Saya pikir dia sudah menolong membuatkan pakaian saya dan saya tidak mau memungut doctor fee. Akhirnya ketika ia mendapat tugas dari beberapa kantor yang menjahitkan pakaian bagi para karyawannya, ada tersisa bahan pakaian ( baju atau celana panjang ). Dia membuatkan pakaian dari bahan ini untuk saya. Ukuran baju dan celana saya ada padanya. Saya yang menyarankan agar setiap langganan yang membuat baju atau celana ukurannya agar di catat di sebuah buku catatan, semacam data base para langganannya. Dia berterima kasih atas saran saya ini. Jadi dilain waktu bila langganan ini membuat baju atau celana, dia sudah punya ukurannya, tinggal ngepas saja. Praktis tidak usah mengukur lagi setiap langganannya bikin baju atau celana.
Saat dia mengantar baju dan celana saya yang sudah jadi, dia menolak diberi fee untuk ongkos jahit dan bahan pakaian tersebut. “Tidak usah, Dok” katanya. Kalau dia minta resep obat juga saya mengatakan “Tidak usah. Beli obat di Apotik saja.”
------
Suatu saat isteri saya ingin membeli mobil bekas pakai. Dia juga mau mengantar saya melihat-lihat mobil yang ditawarkan melalui iklan. Akhirnya setelah 2 minggu berjalan, mobil tidak ada yang cocok dan kami membeli mobil baru dari sebuah dealer mobil di kota kami.
Sekitar setengah tahun yang lalu saya menderita nyeri pinggang akibat tiap pagi saya memunguti daun-daun yang jatuh berguguran di halaman depan rumah kami. Tindakan yang benar adalah berjongkok lalu memungut daun-daun itu, bukan dengan membungkukkan badan untuk memunguti daun-daun diatas tanah. Nyeri pinggang ini ( lumbago ) sangat mengganggu saya selama beberapa hari. Bila berjalan mesti menggunakan tongkat untuk menahan berat badan saya. Saya sempat membuat Foto Rotgen daerah pinggang ( lumbal ) di sebuah Klinik Rontgen. Hasilnya menunjukkan adanya penyempitan setinggi Lumbal 3-4. Wah..celaka nih, mesti dioperasi. Saya termenung. Isteri saya juga turut prihatin.
Pikiran saya segera menyarankan agar saya didoakan oleh seseorang. Kuasa doa itu begitu besar dan saya berharap mujizat terjadi atas diri saya. Siang itu saya menelepon Pak AK mohon agar datang ke rumah saya untuk mendoakan saya. Saya ceritakan kronologis Lumbago ini. Tidak berapa lama dia datang kerumah kami dan segera mendoakan saya. Dengan nama Tuhan Yesus Kristus, sembuhlah. Amin.
Pak AK ini tekun membaca Alkitab tiap hari. Setelah mendoakan saya dan sedikit ngobrol dia pulang ke rumahnya. Saya tertidur di atas bed saya dan saat saya bangun saya tidak begitu merasa nyeri pinggang yang hebat lagi. Masih terasa sakit tetapi tidak hebat dan saya bisa berjalan tanpa tongkat. Sebelumnya saya bila berjalan mesti menggunakan tongkat. Waktu berjalan terus. Sore hari saya bisa praktik dan memeriksa pasien yang datang berobat. Tanpa saya sadari nyeri pinggang saya sudah lenyap tanpa makan obat pain killer lagi.
Oh… Tuhan banyak terima kasih. Atas jamahanNya saya sudah sembuh berkat doa yang dipanjatkan oleh sahabat saya Pak AK ini. Segera saya menelepon Pak AK mengabarkan bahwa Lumbago saya sudah sembuh dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya yang telah mendoakan saya. Isteri saya juga heran atas kejadian ini dan berterima kasih kepada Pak AK. Pak AK juga bersyukur kepada Tuhan yang telah menyembuhkan Lumbago saya ini.
Anda boleh percaya atau tidak, tetapi kejadian ini benar saya alami sendiri. Beruntung saya mempunyai seorang sahabat dan sampai hari ini mujizat itu masih ada.-
Langganan:
Postingan (Atom)














