Bagi isteri selain minum Pil Kb, pasang susuk KB, Sterilisasi ( mengikat kedua saluran telur / ovum ) yang disebut Tubektomi, ada cara lain yaitu suntik KB. Obat yang berisi hormon wanita sintetis ada 2 macam yaitu obat merk Cyclofem yang disuntikan setiap 4 minggu ( 1 bulan ) dan ada obat merk Depo Progestin yang disuntikkan tiap 12 minggu ( 3 bulan ).
Bagi suami cara Kb dapat berupa pakai Karet KB ( Kondom ) atau sterilisasi ( mengikat kedua saluran spermatozoa ) yang disebut Vasektomi. Pasangan suami isteri dapat memilih isteri atau suami yang ikut KB. Di lapangan ternyata peserta KB atau akseptor Wanita jumlahnya lebih banyak dari pada akseptor Pria
Rupanya kaum Bapak menyerahkan kepada kaum Ibu agar mereka yang lebih aktip masalah KB. Bila semua cara tidak cocok bagi isteri, maka mau tidak mau sang suami yang harus ikut KB. Cara yang paling mudah dan murah adalah pakai Karet KB. Cara ini tidak begitu disukai kaum Bapak dengan alasan tidak enak.
Lho enaknya berapa lama? Dan tidak enaknya kalau KB gagal, berapa lama? ( selama isteri hamil saja sudah 280 hari ). Sering kali kedaan ini tidak diperhatikan. Mau enaknya saja. Begitu kata kaum Bapak.
Bagi kaum Ibu masalah suntik KB juga bukan tanpa masalah. Ada yang tidak rewel dan ada yang rewel kalau mau disuntik KB. Seperti pada kasus dibawah ini.
Suatu saat, isteri saya megikuti Rapat PMI di Jakarta selama 4 hari. Selama itu praktek sore digantikan oleh saya. Saya menjadi ban serep selama kepergian isteri saya. Pasien isteri saya dapat dilayani oleh dokter lain ( suaminya ) dan ini sudah dikenal oleh mereka.
Datanglah Ibu Lisa ( bukan nama sebenarnya ), akseptor suntik KB dengan Depo Progestin. Sebelum masuk Ruang Periksa, asisten isteri saya yang bertugas membantu, sudah memberitahukan bahwa yang praktek suaminya bukan Ibu dokter. Setelah duduk sang akseptor bertanya “ Dok, Ibu dokter pergi kemana dan kapan praktek lagi?”
Lho kan sudah diberitahu oleh asisten isteri saya, kok bertanya lagi, sepertinya tidak percaya.
Saya menjelaskan lagi ”Isteri saya pergi ke Jakarta dan akan praktek lagi minggu depan.”
“Wah, gimana ya.” ia mengeluh.
“Gimana apanya Bu. Ibu sebenarnya datang kesini mau apa?” saya bertanya.
”Saya mau suntik KB ulangan yang tiap 3 bulan sekali.”
“Baik, akan saya bantu. Silahkan berbaring untuk saya ukur tekanan darah Ibu.”
“Saya maunya disuntik oleh Ibu Dokter.”
“Isteri saya kan tidak praktek. Saya yang akan bantu Ibu untuk menyuntikan obatnya.”
“Saya tidak mau.” ia menolak.
“Habis bagaimana lagi? Ya sudah, kalau begitu silahkan Ibu datang minggu depan hari Selasa.” saya berkata lagi.
“Wah, nanti malam suami saya datang dari Jakarta tempat ia bekerja.” ia menjelaskan.
“Tidak malasah.” kata saya.
“Lho......kalau ia minta jatah gimana, Dok.”
“Saat ini Ibu sudah tidak terlindungi lagi oleh obat KB karena obatnya habis setiap 12 minggu. Kalau suami Ibu datang, jangan campur dulu sampai Ibu mendapat suntikan KB baru” saya mencoba memberi penjelasan.
“Kalau suami saya minta, gimana Dok?”
“Pakai Kondom aja dulu.”
“Ia pasti tidak mau.” ia melotot.
“Ibu kan punya argumentasi yang kuat. Bisa menolak kan? Kalau suami tidak pakai Kondom, Ibu jangan mau!” saya ngotot juga, “kecuali kalau Ibu sekarang disuntik KB ulangan lagi. Kalau Ibu tidak mau disuntik oleh saya, silahkan Ibu minta suntik kepada Dokter wanita yang praktek sore ini atau minta bantuan Ibu Bidan terdekat.”
“Engga mau. Saya biasa suntik KB disini, Dok.” ia mulai putus asa.
“Kan Ibu Dokter sedang ke Jakarta. Saya mau bantu, Ibu tidak mau. Ya sudah, ini obat suntiknya dan silahkan Ibu suntik sendiri di paha Ibu. Beres kan.” saya mencoba mencari jalan keluar.
“Saya kan tidak bisa menyuntik, apalagi menyuntik sendiri.”
“Makanya saya yang suntik, Ibu yang diam. Mau kan?”
“Engak mau. Malu saya.” ia menolak.
“Suntik di lengan atas saja ya. Masih malu jugakah?” saya berkata lagi.
Glek.. mangkel juga saya menghadapai pasien yang begini. Habislah waktu 10 menit untuk hal yang konyol ini.
“Baik. Baik. Kalau begitu Ibu sekarang telepon suami di Jakarta dan bilang pulang ke Cirebon minggu depan saja, kalau anda sudah suntik KB ulangan. Saya mencoba tersenyum sambil membukakan pintu Ruang Periksa.
Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan kisah sang Akseptor ini. Mungkin mencari Dokter wanita lain atau Ibu Bidan untuk minta disuntik KB ulangan atau telepon suami agar jangan pulang dulu.
Pasien berikutnya juga seorang Akseptor KB suntik tiap 3 bulanan.
Ibu Aminah ini lebih supel dan enak diajak bicara. Ia tahu isteri saya sedang tidak praktek. Oleh karena sudah jatuh tempo suntik Depo Progestin ulangan, ia datang dan minta disuntik. Ia tidak berkeberatan siapa yang menyuntik.
“Siapa sayalah, Dok. Boleh Ibu Dokter atau Pak Dokter. Kan semuanya Dokter yang sudah biasa menyuntik pasien. Ukur tensi darah dulu ya, Dok” ia berkata.
Saya membatin, coba kalau semua pasien isteri saya semuanya begini, kerjaan saya jadi cepat selesai tanpa susah payah. Jadi ban serep tidak selamanya diterima oleh pasien.
Kejadian seperti sudah sering terjadi dan saya akhirnya sudah terbiasa dengan kisah semacam ini. Ternyata tidak mudah memotivasi pasien, meskipun untuk tujuan yang baik. Dokter harus punya trik khusus, harus panjaaaang sabar dan keep smiling.
Kalau pasien masih juga tidak mau dilayani, mungkin belum rejeki saya. He….he….
Bagi suami cara Kb dapat berupa pakai Karet KB ( Kondom ) atau sterilisasi ( mengikat kedua saluran spermatozoa ) yang disebut Vasektomi. Pasangan suami isteri dapat memilih isteri atau suami yang ikut KB. Di lapangan ternyata peserta KB atau akseptor Wanita jumlahnya lebih banyak dari pada akseptor Pria
Rupanya kaum Bapak menyerahkan kepada kaum Ibu agar mereka yang lebih aktip masalah KB. Bila semua cara tidak cocok bagi isteri, maka mau tidak mau sang suami yang harus ikut KB. Cara yang paling mudah dan murah adalah pakai Karet KB. Cara ini tidak begitu disukai kaum Bapak dengan alasan tidak enak.
Lho enaknya berapa lama? Dan tidak enaknya kalau KB gagal, berapa lama? ( selama isteri hamil saja sudah 280 hari ). Sering kali kedaan ini tidak diperhatikan. Mau enaknya saja. Begitu kata kaum Bapak.
Bagi kaum Ibu masalah suntik KB juga bukan tanpa masalah. Ada yang tidak rewel dan ada yang rewel kalau mau disuntik KB. Seperti pada kasus dibawah ini.
Suatu saat, isteri saya megikuti Rapat PMI di Jakarta selama 4 hari. Selama itu praktek sore digantikan oleh saya. Saya menjadi ban serep selama kepergian isteri saya. Pasien isteri saya dapat dilayani oleh dokter lain ( suaminya ) dan ini sudah dikenal oleh mereka.
Datanglah Ibu Lisa ( bukan nama sebenarnya ), akseptor suntik KB dengan Depo Progestin. Sebelum masuk Ruang Periksa, asisten isteri saya yang bertugas membantu, sudah memberitahukan bahwa yang praktek suaminya bukan Ibu dokter. Setelah duduk sang akseptor bertanya “ Dok, Ibu dokter pergi kemana dan kapan praktek lagi?”
Lho kan sudah diberitahu oleh asisten isteri saya, kok bertanya lagi, sepertinya tidak percaya.
Saya menjelaskan lagi ”Isteri saya pergi ke Jakarta dan akan praktek lagi minggu depan.”
“Wah, gimana ya.” ia mengeluh.
“Gimana apanya Bu. Ibu sebenarnya datang kesini mau apa?” saya bertanya.
”Saya mau suntik KB ulangan yang tiap 3 bulan sekali.”
“Baik, akan saya bantu. Silahkan berbaring untuk saya ukur tekanan darah Ibu.”
“Saya maunya disuntik oleh Ibu Dokter.”
“Isteri saya kan tidak praktek. Saya yang akan bantu Ibu untuk menyuntikan obatnya.”
“Saya tidak mau.” ia menolak.
“Habis bagaimana lagi? Ya sudah, kalau begitu silahkan Ibu datang minggu depan hari Selasa.” saya berkata lagi.
“Wah, nanti malam suami saya datang dari Jakarta tempat ia bekerja.” ia menjelaskan.
“Tidak malasah.” kata saya.
“Lho......kalau ia minta jatah gimana, Dok.”
“Saat ini Ibu sudah tidak terlindungi lagi oleh obat KB karena obatnya habis setiap 12 minggu. Kalau suami Ibu datang, jangan campur dulu sampai Ibu mendapat suntikan KB baru” saya mencoba memberi penjelasan.
“Kalau suami saya minta, gimana Dok?”
“Pakai Kondom aja dulu.”
“Ia pasti tidak mau.” ia melotot.
“Ibu kan punya argumentasi yang kuat. Bisa menolak kan? Kalau suami tidak pakai Kondom, Ibu jangan mau!” saya ngotot juga, “kecuali kalau Ibu sekarang disuntik KB ulangan lagi. Kalau Ibu tidak mau disuntik oleh saya, silahkan Ibu minta suntik kepada Dokter wanita yang praktek sore ini atau minta bantuan Ibu Bidan terdekat.”
“Engga mau. Saya biasa suntik KB disini, Dok.” ia mulai putus asa.
“Kan Ibu Dokter sedang ke Jakarta. Saya mau bantu, Ibu tidak mau. Ya sudah, ini obat suntiknya dan silahkan Ibu suntik sendiri di paha Ibu. Beres kan.” saya mencoba mencari jalan keluar.
“Saya kan tidak bisa menyuntik, apalagi menyuntik sendiri.”
“Makanya saya yang suntik, Ibu yang diam. Mau kan?”
“Engak mau. Malu saya.” ia menolak.
“Suntik di lengan atas saja ya. Masih malu jugakah?” saya berkata lagi.
Glek.. mangkel juga saya menghadapai pasien yang begini. Habislah waktu 10 menit untuk hal yang konyol ini.
“Baik. Baik. Kalau begitu Ibu sekarang telepon suami di Jakarta dan bilang pulang ke Cirebon minggu depan saja, kalau anda sudah suntik KB ulangan. Saya mencoba tersenyum sambil membukakan pintu Ruang Periksa.
Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan kisah sang Akseptor ini. Mungkin mencari Dokter wanita lain atau Ibu Bidan untuk minta disuntik KB ulangan atau telepon suami agar jangan pulang dulu.
Pasien berikutnya juga seorang Akseptor KB suntik tiap 3 bulanan.
Ibu Aminah ini lebih supel dan enak diajak bicara. Ia tahu isteri saya sedang tidak praktek. Oleh karena sudah jatuh tempo suntik Depo Progestin ulangan, ia datang dan minta disuntik. Ia tidak berkeberatan siapa yang menyuntik.
“Siapa sayalah, Dok. Boleh Ibu Dokter atau Pak Dokter. Kan semuanya Dokter yang sudah biasa menyuntik pasien. Ukur tensi darah dulu ya, Dok” ia berkata.
Saya membatin, coba kalau semua pasien isteri saya semuanya begini, kerjaan saya jadi cepat selesai tanpa susah payah. Jadi ban serep tidak selamanya diterima oleh pasien.
Kejadian seperti sudah sering terjadi dan saya akhirnya sudah terbiasa dengan kisah semacam ini. Ternyata tidak mudah memotivasi pasien, meskipun untuk tujuan yang baik. Dokter harus punya trik khusus, harus panjaaaang sabar dan keep smiling.
Kalau pasien masih juga tidak mau dilayani, mungkin belum rejeki saya. He….he….
Hihihi... geli sendiri kalo membaca kisah-kisah Dokter yang saya kenal lewat BLoG. Termasuk Dokter Cock Wirawan sang mentor BLoG saya salah satunya.
BalasHapusPasien yang beragam, seperti pepatah Bali, 'tlebingkah batan biu, gumi linggah ajak liu, ade kene ade keto'.
Artinya kira-kira 'Dunia ini banyak orang, ada yang begini begitu'. He...
Kalo saya sih, biasanya ke dokter umum yang sekaligus THT, ya gak omong Dok. Wong Dokternya juga begitu. Hehehe....
To Pande Baik: Kadang saya membatin kenapa saya jadi ban serep? Kalau sedang dibutuhkan dicari-cari dan kalau tidak dibutuhkan dilupakan, bahkan kalau ban serepnya kempes juga, maka yang diterima makian banyak orang. Ya udahlah mau apa lagi. Dibutuhkan atau tidak, ban serep harus selalu ada. Kalau ingin Sukses, maka kita harus selalu siap walau pasien tidak ada yang datang ke tempat praktek. he..he..
BalasHapushehehe..lucu jg ceritanya..btw dok, sy mo konsul, boleh ya... :)
BalasHapusSuami sy kan tinggal beda kota sm saya, jadi sy ga rutin suntik, sy 2 bln sekali baru suntik kalo pas suami sy mau dateng aja. Nah, kemaren sy telat suntik wktu suami sy dateng,n kita dah sempat campur. Kemungkinan hamilnya besar ga ya dok? sblm suami sy dateng, sy baru selesai haid 3 hari. Jadi sekitar semingguan setelah haid baru sy suntik. And kalo misalnya sy ternyata telah hamil dan baru suntik, apa efek nya dok? apa janin sy bisa cacat nantinya?
Mohon jawabannya dok. Trims.
To Anonymous ( susah ya kalau anda menyembunyikan identitas anda. Mau disapa dg nama apa? ).
BalasHapusDlm semua hal di dunia ini selalu ada ketentuan. Kalau dilanggar maka ada resiko yg harus ditanggung.
Dem. juga dlm KB. Disarankan agar para akseptor KB minum Pil / Suntik KB lakukanlah dg benar. Kalau tipa 1 bulan suntik, atau 3 bulan suntik, maka lakukanlah, tidak peduli suami datang atau tidak.
Kalau tidak mau repot, maka pastikan suami pakai Kondom ( cara yg paling murah, mudah dan dpt dilakukan setiap saat ). Juga ada ketentuan yg harus ditaati. Pakai sekali & buang. pakai sebelum melakukan ML ( MakingLove ).
Sejauh ini suntik KB kalau akseptor sdh hamil belum ada penelitiannya. Yg selalu dipegang adalah: minum obat/suntik obat pada wanita hamil harus hati-hati o.k. damaknya kpd Janin ( gugur, cada dll ).
Hanya mubajir aja kalau sdh tau hamil, kok disuntik KB. Ya tidak ada gunanya, buang2 uang saja gitu. Makanya ikuti petunjuknya.
Kemungkinan hamil kecil, kalau ML diluar wkt subur wanita. Wkt subur adalah 14 hari sebelum haid berikutnya. Ini susah ngitungnya o.k. kalau suntik KB yg 3 bulam, sering akseptor tdk datang bulan o.k. pengaruh hormon yg disuntikan.
Semua cara ada plus & minusnya. Pakailah yg cocok bagi ke 2 pasangan.
rita said
BalasHapusdok,sy pake susuk kb,mau docopot udah 4 th.mau ganti yg suntik tiap 1 bulan.klo di copot apa lgsg di suntik saay itu jg dok apa ngu brpa lama dl untk suntik kb nya?mksh
To Rita,
BalasHapusAda banyak cara KB. Ada yg berisi hormon ( Suntik, Pil da susuk KB ) dan ada yg cara non hormon ( Spiral, Kondom, sistim kalender ).
Kalau sudah pakai Susuk KB dan mau dilepas, bisa saja dan ganti dg cara lain spt Suntik, Pil atau Spiral ( mana suka dan diketahui juga oleh suami).
Kalau susuk sdh habis masa pakainya dan mau ikut Suntik 1 atau 3 bln, bisa langsung disuntik.
Silahkan anda berkonsutasi dengan Dokter atau Bidan terdekat untuk mendapat informasi selanjutnya.
ninin said:
BalasHapussebelumnya salam kenal dok :), dok saya mau tanya , apa bedanya suntik yg 1 bulan dengan yg 3 bulan? efek sampingnya apa? sama mohon penjelasan yg lengkap dok...terima kasih dok...
To Ninin,
BalasHapusSuntik KB 1 dan 3 bln, manfaatnya utk melakukan cara KB dgn cara disuntik dilengan atas atau bokong.
Akibat suntikan ini maka Ibu tidak subur sehingga kalau cara ini dilakukan dgn benar maka akan melindungi dari kehamilan.
Pada suntikan pertama mungkin siklus haid anda terganggu dg adanya perdarahan kecil dlm siklus haid anda, setelah beberpa bulan perdarahan akan berhenti dg sendirinya.
Bedanya Cyclofem disuntik tiap 4 minggu dan Depo Progestin disuntikan tiap 12 minggu, harga masing-masing obat tidak sama.
Untuk lebih jelasnya anda dapat membaca Brosure masing-masing obat suntik ini yg dapat dilihat di Apotik tedekat atau minta penjelasan dari petugas KB ( Bidan / Dokter di Puskesmas atau Klinik KB terdekat )
ass dok, saya mo bertanya sudah 6 bulan ini saya suntik kb yg sebulan,,awalnya datang haid walau tidak teratur..udah hampir 2 bulan ini saya tidk mens lagi knapa ya dok?..apakah saya hamil..
BalasHapusTo Anonymous,
BalasHapusPada wanita akseptor KB dg cara Suntik setelah 2-3 suntikan biasanya tidak datang Haid, karena efek obat / hormon yg disuntikan.
Meskipun tidak Haid bukan berarti ia hamil.
Silahkan di periksa Urine pag hari di Lab. Klinik terdekat utk mengetahui Hamil / tidak.
Untuk lebih jelasnya silahkan anda berkonsultasi dg Dokter anda.
Salam.
salam kenal dok^^..saya ikut kb yg sebulan tapi kok nggak mens2,,apakah saya tidak cocok dng kb trsebut? bahayakah bila wanita yg ikut kb tdk mens2,,terimah kasih penjelansanya ya do,, wassalam
BalasHapusTo Anonymous,
BalasHapusSuntik KB yg tiap bulan ( Cyclofem ) biasanya haid masih datang tiap bulan. Suntik KB yang tiap 3 bulan ( Depo Progestin ) setelah suntikan 2-3 kli haid akan tidak datang.
Sifat obat yg disuntikkan akan mnyebabkan hal yang begitu.
Kalau suntik KB teratur maka kehamiln tidak terjadi. Haid yg tidak datang bukan o.k kehamilan ( siLahkan test UrIne pagi hari atas kehamilan di lAb. Klinik terdekat utk memstikan adanya kehamilan atau tidak ).
Bila anda sebelumnya suntik Kb yg 3 bulan kemudian ganti yg 1 bulan maka haid bisa tidak datang juga.
Kalau anda langsung ikut yg 1 bulan sekali dan belum datang haid, coba suntik KB nya tiap 3 minggu. BIasanya Haid akan datang.
Silahkan anda berkonsultasi dengan dokter KB anda yg terdekat.
Dimama anda tinggal?
Salam.
saya langsung ikut program KB suntik 1 bulan, dan haid saya jadi tidak teratur, bila sudah waktunya kembali suntik tapi belum haid apa boleh dok?
BalasHapusTo Andrea,
BalasHapusSuntik KB yang tiap 1 bulan atau 3 bulan sekali, agar diulang pada waktu yg telah ditetapkan( lihat pada Kartu KB nya ).
Meskipun beum datang buan, maka suntik ulag harus dilakukan setelah 4 minggu. 1 bulan pada Kebidanan = 28 hari ( 4 minggu ), sedang 1 bulan Gajian adalah 30 hari.
Jadi yg dimaksud 1 bulan adalah 28 hari.
Salam.
suntik kb 1 bulan sebelum tanggal suntik berikutnya sudah haid. apakah obat masih bekerja..?
BalasHapusPertanyaan anda sangat singkat. Tidak ada data: usia akeptor, pakai sistim 3 bulan / 1 bulan, sudah berapa kali suntik?
BalasHapusKalau anda membaca dgn cermat artikel diatas maka sebenarnya anda sudah lebih mengetahui cara kb suntik ini.
Apa yg dimaksud dg "apakah obat masih bekerja?"
Pada suntik tiap 3 bulan , pada suntikan pertama dan kedua biasanya terdapat perdarahan yg tidak teratur tetapi setelah itu maka akseptor tidak mendapat haid. Dg disuntik hormon pd sistim kb suntik ini Rahim dibuat seolah-olah hamil ( jadi tidak datang bulan / haid ).
Silahkan bertanya lebih lanjut bila masih belum jelas.
Salam.
sistim suntik kb 1 bulanan dok..! maaf maksudnya apakah suntikan obat masih bereaksi sebelum suntik berikutnya meskipun sudah haid..? sudah 2 kali suntik dok. sebelumnya saya ucapkan terimakasih
BalasHapusObat suntik KB yang 1 bulan akan habis masa kerjanya setelah 4 minggu dan suntik KB yg 3 bulan akan habis masa kerjanya setelah 12 minggu.
BalasHapusSelama masa kerjanya masih ada maka itu akan mencegah kehamilan. Suntik ulang berikutnya hendaknya dilakukan pada tanggal yang sudah ditetapkan pd wkt suntik KB sebelumnya.
Bila terjadi perdarahan / haid diluar waktu haid, maka ini menunjukkan adanya gangguan keseimbangan hormon Estrogen dan Progesteron ( yg ada dalam tubuh kaum wanita ).
Anda dapat berkosultasi langsung kepada Dokter anda.
Bila anda merasa tidak cocok dengan salah satu cara KB, anda dapat menggantinya dengan cara KB yang lain. Cara Suntik, Tablet atau Susuk Kb, prinsip kerjanya sama yaitu mereka mengandung hormon juga. Lain dengan cara KB dg IUD / Spiral atau Karet KB / Kondom atau cara Kontrasepsi Mantap ( Sterilisasi ).
Anda jangan ragu-ragu atau malu beronsultasi dengan Dokter Anda. Datanglah berdua dengan suami tercinta anda.
Salam.
saya memakai KB suntik 1 Bulan,Setelah selesai haid saya berhubungan tetapi jadwal kembali suntik msh 3 hari lg apakah bisa terjadi kehamilan? terima kasih sebelum nya dok..!!
BalasHapusSuntik KB yang 1 bulan sekali ( 4 minggu ) maka anda terindungi. Bila jatuh tempo anda harus suntik KB ulang agar obat / hormon yang disuntikkan dapat melindungi anda dari kehamilan.
BalasHapusKapanpun anda melakukan ML dg suami maka anda aman. Oeh karena itu suntiklah kembali bila sudah jatuh temponya.
Salam.
salam kenal dok.. aku ikut kb 1 bulan kenapa haid saya jadi maju.! apakah suntik kb 1 bulan bisa menyebabkan haid jadi tidak teratur..?
BalasHapusTo Anonim,
BalasHapusSalam kenal anda sudah diterima, tetapi nama anda siapa? Tanpa nama saya tidak dapat mengenali anda, apalagi wajah anda. he..he..
Halo, banyak yang bertanya masalah KB. Sebenarnya ini bukan Ruang Konsultasi, tetapi hanya personal Blog. Saya akan mencoba menjawab semampu saya. Anda juga dapat berkonsultasi langsung kepada Dokter yang menyuntik anda.
Tgl setiap bulan Haid, tanpa menggunakan cara KB apapun bisa tidak sama tgl nya. Bisa maju atau mundur 1-2 hari. Yg penting Haid itu datang setiap ulan ( tgl boleh tidak sama ).
Saat anda disuntik KB ada hormon yg disuntikkan utk cegah kehamilan. Pada bulan-bulan pertama mungkin ada gangguan tanggal Haid, tetapi setelah itu Haid akan lebih teratur setiap bulannya.
Pada suntik KB yg 3 bulan bahkan Haid tidak datang ( siahkan membaca ulang/teliti artikel saya dlm Blog ini ).
Bila masih ada pertanyaan silahkan bertanya lebh lanjut.
Salam.
aku ikut suntik kb yang 1 bulan di bidan yang dekat dengan rumah saya. dan jadwal suntik berikutny kebetulan aku kerja di luar kota.. apakah aku harus pulang rumah untuk suntik.. atau suntik di tempat lain di tempat aku kerja bisa gak dok terus apa efeknya dok..??
BalasHapusIkut KB dg cara suntik, anda dapat minta bantuan dokter / bidan / Klinik KB terdekat.
BalasHapusBila anda sedang di luar kota, anda dapat minta bantuan Klinik KB / Bidan / Dokter Umum, jangan lupa bawa Kartu Akseptor / Kartu berobat anda, sebab disitu ada catatan, kapan jatuh tempo suntik berikutnya.
Salam.
Saya memakai suntik 1 bulan dok,bulan ini seharusnya saya suntik tanggal 24 tapi saya baru suntik tanggal 26 pagi karena saya lupa, tanggal 25 malam saya sempat berhubungan dengan suami, saat berhubungan saya baru selesai haid 1 hari. apakah rawan hamil dok?Mohon penjelasannya. Terima Kasih
BalasHapuskalau sedang Haid kecil kemungkinannya utk jadi hamil. teraturlah ikut suntik kb nya.
BalasHapusSalam kenal dok..
BalasHapussaya memakai KB suntik yang 3 bulan, saya seharusnya suntik ulang tanggal 20 Feb tetapi saya kelupaan sampai tanggal 24 Feb baru suntik dan 2 hari sebelumnya saya campur...saya sdh bilang ke bidan dan beliau bilang tidak apa2. apakah saya bisa hamil dan apabila hamil tetapi sudah melakukan suntik kb lanjutan...apakah bahaya buat janin saya....mohon penjelasan terima kasih.
Suntik KB yang 1 atau yang 3 bulan ( lain merk obatnya)ada ketentuan bahwa suntik ulang pada tanggal tertentu yg sudah ditetapkan yaitu 4 minggu kemudian atau 12 minggu kemudian. BIla suntk ulang dilakukan lewat dari tanggal jatuh temponya maka obat yang disuntikkan masuk ke dalam tubuh akseptor sudah tidak ada lagi. Praktis akseptor tsb tidak terlindungi lagi dari kehamilan.
BalasHapusKalau ada anggapan tidak apa-apa, sebenarnya tidak ada jaminan apakah akan hamil atau tidak hamil ( semoga tidak hamil ). Untuk memastikannya periksalah Urine akan Test kehamilan 1 bulan kemudian. BIla test urine : Negatip maka saat itu akseptor tidak sedang Hamil dan sebaliknya kalau haslnya Positip, berarti terjadi Kehamilan.
Oleh karena itu akseptor diberi karti Akseptor utk mengingatkan akan jatuh tempo utk Suntik ulang pada tanggal sekian bulan sekian. Sebaiknya akseptor memberi tanda pada Kalender di rumah ( utk mudah dan mengingatkan akan tanggal jatuh tempo tsb ). Bisa juga pasang Alarm di Handphone akseptor utk mengingatkan bahwa hari itu adalah hari utk Suntik ulang. Atau pakai cara double ( alarm dan kalender rumah ).
Semoga jawaban ini dapat bermanfaat bagi akseptor atau calon akseptor.
Salam.
Selamat siang dok...
BalasHapusTerima kasih atas jawaban dari dokter tentang pertanyaan saya pada tgl 24 Februari 2012. saya seorang ibu rumah tangga dgn 2 anak (Perempuan dan Laki2) umur saya skrg 42 thn dan anak paling kecil berusia 10 tahun. karena telat suntik KB tsb yang saya cemaskan adalah apabila saya Alhamdulillah hamil nanti(mis.hasil test urine positif), apakah tidak berdampak buruk pada janin saya dan resiko yang nanti akan saya alami mengingat usia saya juga tidak muda lagi. mohon penjelasan dari dokter dan terima kasih.
To Ibu Merry,
BalasHapusSebenarnya personal webblog saya ini bukan suatu Ruang Konsultasi Kesehatan, tapi entah mengapa banyak Blogger yang bertanya tentang masalah kesehatan yang berhubungan dengan artikel yang saya publish di Blog saya ini.
Sudah banyak para Dokter Spesialis yang mengasuh Ruang Kesehatan di banyak website atau Blog. Saya akan menjawab apa yang saya bisa jawab untuk anda.
Mempunyai keturunan adalah suatu karunia dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Ada banyak pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi masih belum mempunyai keturunan. Ada pasangan yang belum menikah tetapi sudah hamil dsb dsb persoalan.
Di dalam Ilmu Kebidanan usia wanita yang baik untuk hamil dan melahirkan adalah usia antara 20 - 35 tahun. Diluar itu ada resiko persalinan ( resiko tinggi ). Diatas usia 35 yang paling banyak adalah perdarahan sesudah persalinan atau anak mengalami Down Syndrome ( silahkan browsing tentang Syndrome ini ). Tanda-tandanya: IQ anak rendah, keterbelakangan mental, wajah yang spesific ( mongoloid face ) dll.
Dengan cara KB maka kehamailan dan jumlah anak dapat diatur. 2 anak saja cukup, laki-laki atau perempuan sama saja. Bahkan di RRC saat ini hanya diperbolehkan mempunyai 1 anak saja, o.k. jumlah penduduk yang sudah demikian banyaknya disana ( sekitar 1 milyard jiwa ). Parahnya lagi lebih disukai anak laki-laki sebab dapat membantu pekerjaan ayahnya di ladang, kalau wanita setelah menikah akan dibawa suaminya. Jadi tenaga kerja bagi keluarga hilang 1 orang. Akhirnya para pria di suatu desa akan sulit mencari pasangannya dan akhirnya banyak yang merantau ke kota-kota mencari pasangan hidup. Dalam hidup selalu ada persoalan yang mesti dipecahkan.
Kalau sudah terlanjur hamil, ya apa boleh buat. Tindakan aborsi di R.I tidak diperbolehkan. Anak yang akan dilahirkan semoga dapat tumbuh kembang dengan baik. Diharapkan kehamilan berikutnya tidak menjadi kehamilan yang tidak diharapkan dan anak dibenci / tidak disukai. Anak tidak mempunyai salah.
Demikian jawaban saya semoga dapat bermanfaat bagi Ibu dan lain-lain Ibu yang juga membaca jawaban ini.
Salam.
salam kenal pak.. Saya perawat.. Tugas di desa ada px. Langganan kb cyclopem.. Suntik tepat waktu, haid juga teratur.. Tp bulan ini ia belum haid saat tgal penyuntikan, saya blm melakukan tes urine, dkrnkan pda saat itu stok tespeg sdang habis dn tetap saya lakukan penyuntikan.. Krna sesuai tgal penyuntikan Tapi apakah ada kemungkinan ibu itu hamil kdepany? Ap tidak masalah saya melakukak penyuntikan td? Terimakash pak..
BalasHapusTo Fatz Nasution,
BalasHapusCara KB dengan suntikan efek sampingnya tidak datang bulan, tapi ia tidak hamil, mislanya pada suntik KB yg 3 bulan. Dg suntik yg 1 bulan biasanya haid datang tiap bulan, kalau akseptor suatu saat belum Haid dan susah jatuh tempo untuk di suntik ulang, maka tetap dilakukan suntik ulang. mungkin ada ketisak seimbangan hormon Estrogen dan Progesteron dlm tubuhnya. kalau tidak disuntik atau berhenti suntik ulang KB nya kemungkinan besar bisa hamil.
Utk meyainkan , anda dapat melakukan Test Kehamilan pada akseptor ini. Bila sedang tidak ada ersediaan, cobalah minta bantuan lab. Klinik terdekat, misalnya di Rumah Sakit atau Lab. Klinik swsta terdekat.
Salam
met siang dok.. saya yani, akseptor kb suntik cyclofem.
BalasHapusjadwal suntik saya seharusnya tgl 16 maret. tapi karena saya sakit, jadi belum sempat ke bidan.
rencana, hari ini baru mau suntik.
kalo seperti itu, kapan saya boleh berhubungan (ML) dg suami saya tanpa memakai kondom??
terimakasih dok.
salam..
To Ny. Yani,
BalasHapusKeberhasilan program KB adaah kepatuhan akseptor untuk suntik ulang. Kalau lupa tidak disuntik tepat waktu maka sebenarnya secara teoritis, kadar obat / hormon yang disuntikkan bulan lalu sudah habis sehinga tidak ada jaminan sebagai pencegah kehamilan.
Kalau mau ML maka suami sebaiknya pakai Karet KB dahulu. Kalau dibilang tidak apa-apa, maka sebenarnya tidak ada jaminan untuk itu.
Untuk mengingat tanggal suntik ulang anda dapat mencatat pada Kalender di rumah / tulis di HP ( sebagai alarm, tgl sekian, jam sekian, utk suntik ulang KB ). Sekali terjadi kegagalan KB maka resikonya panjang. O.k. itu janganlah lupa suntik ulang, kecuali kalau anda berdua sudah ingin hamil kembali ( ingin punya adik ).
Salam.
ass dok....slm knal.nama sy fitri,dok mau tanya...saya baru nikah terus ikut suntikan 1 bulan sesudah itu saya berhenti dan dalam 1 bulan saya haid 2 kali,jadi tdk teratur....apakah itu mempengaruhi kesuburan saya
BalasHapusTo Fitri,
BalasHapusNanti kalau haid anda ( setelah berhenti suntik KB ) sudah teratur 1 bulan sekali maka kesuburan akan kembali normal.
Salam
ass dok... klo kita telat mengulang suntik obat kb suntik setelah di suntikan apa langsung bekerja dok? soalnya kata bidan yang bersangkutan obatnya akan bereaksi setelah 3 hari
BalasHapusObat suntik KB yang disuntikkan akan bekerja masimal setelah beberapa hari disuntikkan. Bila ingin segera melakukan ML maka pakailah Kondom dahulu.
BalasHapusDok, mau tanya.. Kalau asisten saya 4 hari lalu salah menyuntikan KB, seharusnya disuntik cyclofem, dia menyuntikan depo. Apakah tidak apa2 kalau bulan depan sang aseptor diberikan suntikan cyclofem seperti biasa?
BalasHapusWah...belum ada clinical trial untuk itu.
BalasHapusSebaiknya:
Kalau bulan depan, akseptor datang, jangan di suntik Cyclofem dulu. Tunggu sampai kadar obat Depo ( medroxy progesteron acetate )habis, sekitar 12 minggu setelah disuntik, lalu suntikkan dengan Cyclofem ( Medroxy progesteron acetate dan Estradiol cypionate ). Aksepetor bisa disuntik dengan vitamin, misalnya B12 (I.M.dibokong ).
Untuk mencegah salah ambil obat KB suntik, simpanlah Depo dan Cyclofem di tempat yang berbeda. Dengan demikian kita yakin bahwa yang disuntikkan adalah obat yang benar.
Semoga bermanfaat.
sore dok...
BalasHapusmohon sharenya.
diawal pernikahan istri saya suntik KB yang 1 bulan lalu ganti dengan pil dibulan ke 2. lalu dihentikan KBnya.
tetapi sudah 1 tahun saya belum punya anak, padahal sudah kepingin bgt. sekarang haid istri saya normal rutin tiap bulan.
kira-kira ada masalah apa ya dok?
dan apa yang harus saya lakukan.?
thanks.
To Nurhasan albutix,
BalasHapusSudah berapa bulan yg lalu minum Pil KB dihentikan?
Kalau Haid isteri anda sudah datang dan normal tiap bulan, berarti kesuburannya sudah puih kembali.
Bila dalam waktu 1 tahun pasangan suami-isteri masih belum punya keturunan, maka sebaiknya memeriksakan kepada Dokter ahlinya. Isteri ke Dokter Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan suami kepada Dokter Andrologi.
Yang paling mudah adalah memeriksa kondisi suami. Lakukanlah analisa cairan Sperma suami di Lab. Klinik terdekat. Mungkin kwalitas sperma suami kurang baik dan ini yang harus diperbaiki oleh Dokter Andrologi. Bila kwalitas sperma suami bagus, mka periksakanlah isteri kpd Dr. Kebidanan, mungkin ada gangguan dalam organ reproduksinya.
Semoga dapat bermanfaat.
Salam.
dok,, mau tanya mengenai pertanyaan ibu diatas yang salah sunti tadi,, seharusnya diberikan cyclofem,salah suntik jadi depo, trus seandai ya tidak menunggu kadar depo ya habis langsung di suntik cyclofem, apa efek yang ditimbulkan, trimakasih
BalasHapusSaya tidak menganjurkan untuk disuntik dg Cyclofem.
BalasHapusTunggu obat Depo habis efeknya, barulah disuntik dg Cyclofem kembali. Kalau disuntik dg Cyclofem saat efek Depo masih ada, saya tidak tahu apa akibatnya.
Salam.
salam kenal saya yulisa,saya mahasiswa, kebetulah matku KB sudah berlalu, mau tanya masalah spotting pada pemakaian KB suntik dan IUD itu penanganan ya bagaimana ya dok??? kemudian, saya ada menemui pasien di klinik BPS, dia mengalami spotting stelah MOW, itu kenapa ya dok???penanganan ya gmna dok? trimakasih dok
BalasHapusTo Yulisa,
BalasHapusSpotting ( disfunctional bleeding ) terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon Estrogen dan Progesteron. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian tablet Primolut N ( norethisterone ) 3 x 1 tab, selama 10 hari.
Salam.
dok. mau tanya kapan kembali subur ya pemakaian KB suntik 3 bulan/1 bulan? saya sudah lepas 6 bulan yang lalu pengen punya anak, tapi kok belum2 juga dok,,,, umur saya 20 tahun, saya takut karena pengaruh suntikan jadi tidak bisa punya anak
BalasHapusUmur ideal untuk Hamil dan melahirkan adalah 20 - 35 tahun. jadi anda masih cukup waktu.
BalasHapusSetelah berhenti dari suntik KB ( yg 1 bulan atau 3 bulan ), maka kesuburan isteri akan pulih kembali dalam waktu 3 - 6 bulan. Bila setelah waktu itu masih juga belum punya keturunan, maka periksakanlah isteri kpd Dr. Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan suami kpd Dr. Ahli Andrologi ( Ahli kemandulan Pria ) terdekat.
Salam.
Saya ibu rumah tangga. Saya menggunakan KB suntik 3 bulan tapi saya telat 10 hari harusnya 9 juli kemarin datang ke bidan untuk ulang suntik tapi kelupaan dok..dan baru tanggal 15 ke bidannya namun dia tidak mau suntik KB tersebut dia bilang tunggu haid saya datang bulan ini..yang saya tanyakan gimana haid itu akan datang jikalau selama saya gunakan KB suntik haid saya tidak datang.
BalasHapusMohon bantuannya..
terimakasih
Suntik KB yang 3 bulan sekali sering kali membuat Haid tidak datang, apalagi kalau sudah berulang kali disuntik KB yg 3 bulan ini.
BalasHapusKalau Ibu masih mau ikut KB dg cara ini, kalau sudah jatuh tempo utk disuntik, maka harus disuntik meskipun tidak/belum datang haid nya.
Kalau lupa tidak disuntik, maka segera disuntik ulang. Ibu bisa mendapatkannya di Puskesmas, Klinik KB, Bidan lain yg terdekat.
Agar tidak lupa tanggal jatuh temponya, maka Ibu bisa beri tanda di kalender yg udah terlihat setiap hari.
Semoga dapat bermanfaat.
Salam.
selamat Sore dok.
BalasHapussaya Agus, istri saya namanya Illy, istri saya pake KB yg 3 bulan, kemudian untuk suntik selanjutnya tgl 5 september di jadwalnya (suntikan ke 3x). kebetulan tgl 4 dan 5 septermber saya ada acara di kampung, mungkin agak sulit ke dokter di jadwal tepat waktu.
jika mendahului 2 hari dari jadwal disuntik nya (tgl 3 september) bagaimana pengaruhnya dok? ke rahim istri saya atau reproduksinya?
terimakasih dok.
To Agus,
BalasHapusIstri anda boleh disuntik 2-3 hari sebelum jatuh tempo tanggal seharusnya disuntik ulang. Tidak masalah.
Salam
pak maaf saya mau tanya, boleh ya
BalasHapussaya Arina usia 21tahun, mulai kb usia 20tahun, melahirkan usia 19tahun, bayi saya masih ASI, sekarang umur 18bulan
saya mulai suntik kb 3bulanan saat bayi saya berusia 6bulan, saya suntik di puskesmas A
kemarin jatuh tempo tanggal 2 Agustus 2012, tapi saya pindah puskesmas B, saya dapat kartu baru ada tulisannya DEPO, dan jadwal kb berikutnya 18 Oktober 2012
yang saya tanyakan kok beda dengan puskesmas A yang jadwalnya pasti 3bulan kmudian, yang sekarang cuma 2bulan kemudian, apa tidak papa? perbedaannya apa ya pak?
Terimaasih
To Arina Zulfa,
BalasHapusSuntik Kb dengan obat DEPO ( Depo Provera )diakukan setiap 12 minggu ( 3 bulan ).
Kalau disuntik tgl 2 Agustus 2012 maka seharusnya suntik yg berikutnya jatuh pada tgl 25 Oktober 2012.
Silahkan anda mengkonfirmasikan lagi kepada Petugas Di Puskesmas B yg melayani anda.
Salam.
dok,saya nila,saya mahasiswa,ada pasien KB suntik 1 bulan gak mens,dia mau mens, kalo mau datangin mens bener pake cyclogynon? gpp itu dok? selain cyclogynon apa dok?
BalasHapusTo Nila,
BalasHapusSuntik Kb yg tiap 1 bulan ( Cyclofem ) biasanya akan terjadi haid spt biasa. Kalau suntik KB yang tiap 3 bulan ( Depo Progestin ) sering akseptor tidak datang bulan ( kadang kala bertahun-tahun tidak datang bulan, tetapi tidak apa-apa, emang efek samping suntikan KB tsb .
Cyclogynon ( etinil estradiol 0,03 mg, levonorgestrel 0,15 mg ) merupakan tablet kontrasepsi. Kalau mau minum tablet ini, maka jangan disuntik KB Cyclofem.
Pasien anda setelah disuntik KB yg 1 bulan mestinya datang bulan. Kalau tidak datang bulan maka ini adalah Amenorhoe sekunder. Kalau sudah jatuh tempo sebaiknya disuntik ulang.
Utk mengatasi hal ini pasien tsb dapat diberikan tablet Primolut N ( noretisteron 5 mg ) sehari 3x1 tablet selama 5 hari, perdarahan akan terjadi setelah obat ini tidak dimunum lagi.
Salam.
Dok, saya iktu suntik KB yang 3 bln, tapi saya terlambat suntik lagi sekitar 1 minggu, dan saya pernah berhubungan 1 kali, tapi saya sekarang sedang haid.. apa ada kemungkinan saya bisa hamil dok? Trus saya harus suntik lagi kapan, karena dah terlambat 1 minggu.
BalasHapusTerimakaih.
Mama Lily
To Mama Lily,
BalasHapusKalau benar Anda sedang Haid, maka berarti Anda tidak sedang Hamil.
Lain kali jangan terlambat lagi utk suntik ulang bila sudah waktunya disuntik lagi. Beri tanda pada Kalender yg mudah dilihat.
Bila sekarang Anda sedang Haid maka suntik ulangnya pada hari pertama atau ke 2 Haid ini. Catatlah tanggal suntiknya pada Kartu Akseptor Anda. Catat juga tgl jatuh tempo utk suntik ulang berikutnya.
salam.
dok apa bahaya masih PERAWAN sntik KB?
BalasHapusProgram KB sebenarnya diberikan kepada pasangan suami-isteri, baik yang sudah mempunyai putra/i atau pasangan yang menunda mempunyai keturunan.
BalasHapusBila anda belum berkeluarga, untuk apa mengikuti program KB, misalnya dengan cara suntik KB?
Petugas Kesehatan / KB, sebelum mnyuntik akseptor KB akan bertanya apakah suami sudah menyetujui anda mngikuti program KB?
Kalau belum bersuami lalu untuk apa ikut suntik KB?
Salam.
salam kenal dok, nama saya fitri. saya pengguna suntik 1 bulan, saya berhenti mens tgl 23 seharusnya suntik lagi tgl 25, tapi saya lupa akhirnya suntik tgl 29, nah tgl 27 itu saya berhubungan dengan suami saya .. apakah bisa hamil??bidan menyarankan saya untuk minum pil kb dulu dan tunggu sampai haid .. apakah ada kemungkinan saya bisa hamil..?? mohon penjelasannya .
BalasHapusTo Fitri,
BalasHapusAnda sebagai akseptor KB dgn cara suntik yang 1 bulan. Jatuh tempo utk suntik lagi seharusnya pd tgl. 25( tapi baru disuntik pd tgl 29 ). Anda lupa tgl jatuh tempo utk suntik ulang. Sebaiknya beri tanda pada kalender di rumah saat jatuh tempo utk suntik ulang ( agar tidak lupa ).
Anda berhenti haid pada tgl 23. Tgl 27 anda melakukan ML dg suami. Pada saat itu anda tidak sedang subur ( baru hari ke 4 ). Saat subur kira2 pada pertengahan siklus haid atau 14 hari sebelum haid yang berikutnya. Rasanya anda tidak akan terjadi kehamilan.
Salam.
Dok, bagaimana efeknya ketika saya suntik kb yg 3 bulan tp ternyata saya sudah hamil 3-4 minggu pd saat saya suntik.. Saya cek kehamilan lwt lab blm ada hasil saya sudah suntik kb, setelah suntik baru saya lihat ternyata saya positif sudah 3-4 minggu
HapusTo Anonim,
BalasHapusSuntik KB, baik yang 3 bulan atau yang 1 bulan sebaiknya utk suntik yg pertama kali sebaiknya disuntik saat datang bulan ( haid ), sehingga kita yakin isteri tidak sedang haid.
Kalau sudah terlanjur bahwa isteri sedang haid, maka hentikan suntikan KB yang berikutnya dan biarkan kehamilan berlanjut terus.
Salam
nama saya evhy 26 tahun,saya mau tanya dok, saya waktu tanggal 20 januari 2013 tepatnya hari ke-4 setelah saya haid, saya suntik kb yang 1 bulan....trus 10 jam kemudian saya melakukan hub pasutri dengan suami saya, yang saya mau tanyakan apakah ada kemungkinan saya bisa hamil soalnya suntik kb yang saya lakukan kemaren adalah suntikan perdana saya....setelah hampir dua tahun saya baru kb lagi selama ini saya coba kb alam (buang diluar), dan ternyata memang berhasil...baru sya berani buang didalam setelah saya suntik kb kemaren dan efektifnya suntikan kb itu bekerja berapa jam setelah disuntikkan? dan apakah hari ke -4 setelah haid itu adalah masa subur saya?....mohon jawabannya....!!!! trima kasih dok,
BalasHapusTo Evhy,
BalasHapusAnda disuntik KB saat hari ke 4 haid, jadi saat ini anda tidak dalam masa subur ( 14 hari sebelum haid yg berikutnya ). Jadi jangan khawatir akan terjadi kehamilan kalau anda melakukan ML dgn suami anda. Obat KB yg disuntikkan perlu waktu utk bekerja sehingga disuntikkan pada saat akseptor sedang dalam masa haid ( masa tidak subur ), jadi aman.
Salam.
Saya rose 23 taun.. mau tanya dok,tgl 1 feb 2013 saya pasang iud,kata bidannya hrs periksa lagi tgl 8 feb. Setelah d cek ternyata alat kb nya keluar dri tmpat nya.dan apa benar saya tidak bisa menggunakan iud lagi dok? Setelah itu saya langsung suntik kb 1 bln.. dan kembali d suntik lagi tgl 8 maret,pas d hari saya baru selesai dpt haid.. dan pd mlm harinya saya melakukan dgn suami.. apa obt kbnya sudah bekerja atau belom?
HapusMohon jawabannya.. terima kasih dok.. :)
To Rose di tempat,
BalasHapusSecara alami badan akan mengeluarkan benda asing ( IUD dll ) dari dalam badan kita. IUD yg dipasang Bidan ternyata keluar dari rongga rahim ( ekspulsi ) dan ini tidak terjadi pada semua akseptor IUD. Jadi Bidan menggunakan cara KB dengan suntikan ( bisa yg 1 bulan dan bisa yg 3 bulan sekali suntik ). Anda disuntik dgn obat KB yg 1 bulan sekali suntik. Pada saat anda mendapat Haid ( saat ini anda tidak pada masa subur ), malam hari anda melakukan ML dgn suami. Jadi kecil kemungkinannya anda akan hamil. Obat suntik belum maksimal bekerjanya pada saat itu, tapi anda jangan khawatir akan hamil.
Salam.
bagus bangat deh blog ini, sebenarnya ada yg mau sy tanyakan tp setelah sy membaca dari atas,sy udah ngerti yg mau sy tanya..
BalasHapusTo Kenarof,
BalasHapusTerima kasih sudah berkunjung. Semoga dapat bermanfaat.
Salam
Nama saya vina,cm pengen nanya Dok...
BalasHapussaya kb 1 bulan,,harusnya tgl 19 juni kemarin jatuh tempo suntik ulangnya....tp,sy lupa Dok...malamnya saya melakukan ML sama suami saya...apa saya ada kemungkinan bisa hamil????
***Trmksh***
To Vina,
BalasHapusKemungkinan bisa hamil, kecil sebab anda dalam masa tidak subur. Bulan depan jangan lupa suntik ulangnya ( beri tanda di Kalender ). Utk bulan ini segeralah disuntik ulang.
Salam.